
Rendy berjalan dengan langkah yang cepat, ia tidak sabar untuk segera melihat reaksi sang istri saat melihat dirinya juga berada di restoran yang sama.
"Anda mau kemana Tuan?" panggil sang sekretaris, namun Rendy sama sekali tak menghiraukan pertanyaannya. Rendy terus melangkah, kira-kira jaraknya ada sekitar tujuh meter, terhalang oleh meja dan para tamu. Rendy terus berjalan, hingga ia sampai tepat di belakang punggung sang istri.
Herman, Anto, Nina dan Mila yang sudah menyadari serta melihat kehadiran Rendy di belakang Ros pun tak banyak bicara. Mereka membiarkan Rendy dengan rencananya. Karena Rendy terlebih dahulu memelototi ketiga teman Ros dengan tatapan matanya yang mematikan, kecuali Herman. Rendy bersikap santai.
"Dih! apa-apaan dia ini! memelototi ku. Memangnya aku takut apa?" batin Mila.
"Bet, matanya serem bener! Anto jadi ngeri lihatnya!" Anto bergidik ngeri saat melihat mata Rendy yang tajam memelototi satu persatu.
"Ayolah..., kalian baru saja berpisah beberapa jam yang lalu, dan sekarang kau mau memberikan kejutan untuk istrimu!" batin Nina.
Perlahan Rendy menggerakkan tangannya ke arah wajah Ros untuk menutup matanya. Ros yang sedang makan dengan tenang pun, terkejut seketika. Ia meraba-raba, tangan siapakah yang sudah menutup matanya itu? Namun tampaknya, Ros sangat familiar dengan tangan yang kini tengah menyentuh hampir seluruh wajah dan menutup matanya.
"Sayang! apa ini kamu?" ujar Ros sambil terus meraba-raba tangan Rendy.
"Ya..., ini tangan suamiku, aku sangat mengenalnya!" ujar Ros lagi, ia memasang senyum saat matanya masih tertutup. Senyum bahagian dan gembira, karena Ros yakin, jika tebakannya pastilah benar.
"Haaaah..., padahal aku sudah bersusah payah untuk memberi kejutan dan tidak memberitahukan siapa diriku! tapi istriku yang cantik dan menggemaskan ini malah sudah bisa menebak dan mengetahuinya," Rendy memeluk Ros dari belakang, mendekapnya erat walaupun terhalang oleh kursi yang sedang Ros duduki.
"Tentu saja aku tahu! Karena tangan ini sering sekali membelai dan menyentuh ku!" Rendy menciumi pipi Ros, tak peduli dengan banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka berdua. Ros dan Rendy layaknya pasangan muda yang baru saja menjalin cinta. Tidak ada habisnya kemesraan yang mereka lakukan saat keduanya tengah berada di tempat yang sama.
"Sudah, sudah! kalian membuat mata kami tercemar tau!" gerutu Mila sambil memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.
"Benar! Membuat kami iri saja!" Nina ikut bersuara, dengan wajah di buat kesal.
__ADS_1
"Kalian iri?" sindir Rendy, padahal Nina hanya bercanda, "jika kalian mau seperti ku dan Ros, maka kalian berdua harus mencari pasangan! jangan bisanya cuma mengomentari! Cari pasangan sana!" lanjut Rendy membuat Mila kesal, dan Nina yang tadinya hanya bercanda pun, kini ikut juga kesal.
"Hei, Tuan Rendy yang sombongnya minta ampun!" Mila menunjuk wajah Rendy dengan pisau yang sedang ia pegang.
"Hei, hati-hati dengan pisau yang sedang anda pegang nona!" Herman bersuara dengan nada keras ke arah Mila, lalu Mila menatapnya dengan sinis, tapi tatapannya tidak berlangsung lama, karena di detik kemudian, Mila malah tersenyum sambil memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan bersih.
"Saya membentak anda nona! Kenapa anda malah nyengir seperti itu?" Herman geleng-geleng kepala melihat tingkah laku dari teman nyonya nya ini.
"Diam kamu! Sudah bagus aku tertawa, dari pada aku mencongkel matamu dengan pisau yang aku pegang ini! Mau!" Mila menunjukkan power nya saat berujar, membuat Anto menjadi ngeri.
"Ko jadi Anto yang ngeri ya, lihatnya!" ujar Anto sambil memegang pundaknya.
"Hei Tuan Rendy sang songong dan suka nyinyir!" sindir Nina, "dengar ya! aku ini mempunyai pacar! jadi tidak usah kau menghinaku dan menyuruhku untuk mendapatkan pasangan! karena aku sudah mempunyai nya!" lanjut Nina dengan nada penuh penekanan.
"Benarkah?" tanggap Rendy, "sayang, apa benar yang dikatakan oleh teman mu ini?" tanya Rendy kemudian, dan Ros langsung menganggukkan kepalanya pelan seraya tersenyum.
"Maaf pak!" seorang wanita cantik berpakaian rapi dan tampak seksi menepuk pelan pundak Rendy, hingga ia menoleh ke belakang, dimana arah tepukan itu berasal.
"Kamu!" ujar Rendy sambil mengernyitkan dahinya. Karena merasa penasaran, Ros pun akhirnya berbalik badan, ingin mengetahui, siapakah sosok wanita yang baru saja memanggil suaminya itu. Dan betapa terkejutnya Ros, saat ia melihat, sosok wanita cantik berpakaian seksi dan menggoda tengah berada di belakang Rendy saat ini.
"Dia siapa Kak?" Ros mengerutkan keningnya, penasaran, ingin tahu, dan curiga, berseliweran di atas kepala Ros.
"Ah..., iya sayang! aku lup- -
"Lupa! apa maksud kak Rendy dengan kata lupa?" Ros memotong ucapan Rendy yang belum selesai.
__ADS_1
"Sayang! kenapa marah seperti itu? dia ini- -
"Dia ini siapa kak?" lagi-lagi Ros memotong ucapan Rendy, membuat Rendy gusar, namun juga senang. Nampaknya, Rendy menyadari, jika istrinya ini tengah dilanda kepanikan hati. Atau istilah lainnya adalah cemburu.
Rendy menyeringai, menatap dan menikmati ekspresi wajah Ros yang seribu kali menggemaskan saat ia sedang marah dan cemburu seperti itu.
"Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku! dia siapa?" tanya Ros lagi dengan nada suara yang sedikit ia naikkan volumenya.
"Wah..., sepertinya mengasikkan! aku belum pernah melihat nyonya dan tuan bertengkar! Ayolah..., bertengkar sekarang juga!" Herman terkekeh dalam hatinya, menikmati drama sang nyonya dan tuannya di depan mata.
"Asik! sepertinya akan ada perang dunia ketiga disini!" batin Anto.
"Ayolah sayang! Keluarkan semua energi kecemburuan mu itu! Aku ingin sekali melihatmu cemburu kepada ku!" batin Rendy pun tak kalah terkekeh nya dengan Herman.
"Mengasikkan, aku belum pernah melihat Ros cemburu, aku ingin melihatnya!" Nina pun ikut bergumam dalam hatinya.
"Sepertinya akan sangat seru! ayolah Ros, pukul suami kurang asem mu itu! hajar dia! tunjukkan kalau kamu sedang cemburu! hahaha! aku sangat menantikan nya!" Mila tertawa jahat dalam hatinya, berharap jika Ros akan melakukan hal gila kepada Rendy untuk pertama kalinya setelah mereka menikah.
jahat sekali!
Dua kata yang cocok untuk semua yang ada dimeja yang sama dengan Ros.
Bersambung...
Hai hai, readers ku tersayang😍
__ADS_1
Gimana kabarnya nih? apakah baik baik saja?🤗 semoga kalian semua sehat selalu ya?
Selamat sore dan salam hangat buat semuanya😘