Dia Milikku

Dia Milikku
Pasangan Gaib


__ADS_3

"Oh iya kak! apa yang ingin kak Surya katakan padaku?" tanya Rendy setelah sekian lama suasana di meja itu hening.


"Aku tidak akan mengatakannya malam ini, kecuali jika sosok kuntilanak yang kasat mata itu menghilang dari hadapanku!" jawab Surya yang sekilas melirik Mila, tanpa disadari oleh siapapun, membuat Rendy dan Ros yang tak tahu apa maksud dari ucapan Surya pun, langsung mengerutkan dahi mereka dan menatap lekat ke arah Surya dengan penuh tanya.


"Kuntilanak?" ujar Rendy.


"Yang kasat mata?" sambung Ros.


"Apa maksudmu kak?" tanya Rendy kemudian.


"Haaaah...," Surya meregangkan otot-otot tangannya, "ya..., kuntilanak! kau tahu, kuntilanak yang kasat mata itu jauh lebih menyeramkan dari pada yang TAK KASAT MATA?" jawab Surya yang membuat Ros dan Rendy semakin bingung kecuali Rico, yang sudah mengetahui apa maksud dari ucapan Surya pada Rendy. Dan orang yang paling geram disini, ia Mila, Mila sudah mengepalkan tangannya dengan mimik muka yang menyebalkan, menahan marahnya kepada ucapan Surya yang menyebutnya kuntilanak kasat mata.


"Maksud kak Rendy..., kuntilanak yang kasat mata itu...,


"Yap, tepat sekali!" ujar Surya yang menyela ucapan rendy, "kuntilanak yang bisa dilihat dengan mata telanjang seperti ini!" lanjut Surya sbil mendelik ke arah Mila yang kali ini, Ros dan Rendy memahami ucapan Surya yang ternyata sedang menyindir Mila.


"Apa?" bentak Mila saat Surya mendelik ke arahnya.


Surya menyunggingkan sebelah bibirnya, menatap Mila dengan tatapan kesal dan meremehkan.


"Beraninya kau mengataiku kuntilanak yang kasat mata!" ujar Mila kemudian.


"Wah, wah, kau merasa?" tanya Surya dengan nada seolah senang.


"Apa? siapa yang merasa?" balas Mila yang balik bertanya.


"Lalu, kenapa kau mengatakan, beraninya kau menyebutku kuntilanak yang kasat mata? itu artinya, kau sangat merasa bukan?" ujar Surya yang mengulang kembali ucapan Surya.


"Itu..., itu..., karena...," Mila tak mampu untuk menjawab ucapan Surya padanya, "jika aku kuntilanak, berarti kau genderuwo yang kasat mata nya!" lanjut Mila yang ikut mengatai Surya.


"Kau- - Surya menunjuk wajah Mila tepat dihadapannya.


"Kalian tahu? kuntilanak dan genderuwo adalah sepasang kekasih tak kasat mata di dunianya! jika kalian adalah seorang kuntilanak yang kasat mata dan genderuwo yang kasat mata! berarti- -


"Kalian berdua adalah sepasang kekasih mistis yang kasat mata!" ujar Mila yang memotong ucapan Rico.


"Jadi kalian berpacaran?" tanya Rendy dengan menyelidik.

__ADS_1


"Mereka berdua adalah pasangan Gaib sayang!" ujar Ros dengan menyentuh bahu Rendy.


"Cih! tidak sudi!" jawab Surya dan Mila secara bersamaan.


"Kenapa tiba-tiba bulu kuduk saya merinding?" ujar Rico yang hanya bercanda.


"Mau ku hukum kau Rico?" ancam Surya


"Oh, ayolah! kenapa kalian ini? aku benar-benar muak dengan pertengkaran in- -


Ucapan Ros terhenti saat tiba tiba saja beberapa pelayan datang dengan membawa begitu banyak menu makanan dan minuman ditangan mereka. Membuat Ros menghentikan ucapannya dan membulatkan matanya dengan binar binar rasa lapar yang naik dari perut ke matanya.


"Maaf menunggu kak, silahkan dinikmati semua hidangannya!" pelayan yang sudah meletakan semua makan di meja berujar dengan sopan.


"Terima kasih!" Ros membalas dengan sorot mata yang tak lepas dari semua hidangan didepan matanya.


"Dari pada mendengarkan kalian terus menerus berdebat dan saling mengejek seperti itu, lebih baik aku makan saja! jika kalian tidak mau, maka teruskan lah perdebatan kalian, dan aku akan senang hati mendengarnya sembari makan!" ucap Ros sambil menyodorkan makanan untuk Rendy suaminya, dan Rico yang berada disampingnya.


"Kenapa kau memberikannya makan? dia bahkan bisa mengambilnya sendiri!" ujar Rendy yang tidak suka melihat tingkah Ros pada Rico.


"Sayang..., aku hanya memberikan makanan ini untuk Rico! jangan memulainya lagi, jika tidak! aku akan membuat suamiku yang tampan ini tidur di luar malam ini!" Ros menjawab ucapan Rendy dengan sebuah ancaman yang tentu saja mengundang gelak tawa bagi mereka yang mendengarnya, dan orang orang yang mendengar ancaman Ros untuk Rendy adalah Surya, Mila dan Rico.


Hahaha!


Hahaha!


"SSTI!" ujar Mila.


"Apa itu?" tanya Rendy, Surya dan Rico tampak menyimak sambil memasukkan sesendok makanan ke dalam mulut mereka.


"Suami suami takut istri! hahaha!" jawab Mila yang lagi lagi membuat semua penghuni meja disana tertawa, tidak terkecuali Rendy, yang sedang diolok-olok oleh mereka.


"Hahaha, kau benar sekali Mila!" ujar Rendy yang seketika itu langsung menghentikan tawa mereka secara tiba-tiba.


"Tapi, lebih tepatnya, aku bukan takut pada istriku, aku hanya tidak ingin tidur sendiri diluar kamar, karena diluar sangat dingin, aku ingin selalu memeluk Ros saat tidur karena itu menghangatkan ku. Jadi..., aku tidak mau tidur diluar! itu alasannya aku selalu menuruti ucapan istriku!" ujar Rendy dengan bangganya, berujar dengan panjang lebar, membuat semuanya berhenti menertawakan Rendy dan melanjutkan makan mereka dengan pikiran yang entah kemana arahnya. Pikiran orang orang yang belum menikah dan belum tahu apa yang dilakukan orang setelah menikah.


"Ah, iya Rico, kau belum menjelaskan kepada ku. Apa hubunganmu dengan Mila?" tanya Rendy disela-sela suapannya.

__ADS_1


"Kami bersaudara Tuan. Mila adalah kakak sepupu saya," jawab Rico.


"Emh..., menarik!" balas Rendy.


"Aku tidak menyangka, kau punya kakak sepupu wanita bar bar seperti kuntilanak yang kasat mata ini!" Surya menimbrung percakapan Rendy dan Rico.


Mila yang mendengar kembali ejekan dari mulut Surya, tak menghiraukan nya sama sekali. Mila lebih memilih memasukkan makanannya kedalam mulutnya sendiri sambil tersenyum kecut ke arah Surya.


"Aneh sekali dia, kenapa dia tidak merespon ucapanku sekarang?" batin Surya.


Malam semakin larut, Rico dan Mila pamit pulang terlebih dahulu, meninggalkan Ros, Rendy dan Surya di cafe itu, di meja yang masih sama mereka tempati sejak tadi.


"Mila dan Rico sudah pulang kak! apa yang ingin kak Surya bicarakan padaku?" tanya Rendy setelah kepergian Mila dan Rico dari hadapan mereka.


Terlihat Surya melirik kesana kemari, mencari apakah Rico dan Mila masih berada disini ataukah sudah pergi.


"Kakak Surya melihat apa?" tanya Ros.


"Tidak ada! hanya memastikan saja?" jawab Surya.


"Jangan membuatku penasaran kak! apa yang ingin kau katakan padaku?" tanya Rendy lagi.


Ekhem!


Surya berdehem, sebelum ia menjawab pertanyaan dari Rendy.


"Sebenarnya...,"


Bersambung...


Kirain, bakalan up lagi tadi pagi atau siang, eh..., ternyata gak jadi😂😂😂


Memang, manusia itu hanya bisa berencana, Allah lah yang mengatur segalanya🙏


Kopi, kopi..., kopinya mana nih🤣 mau malak kopi biar semangat lanjutin ceritanya 😲


Biar ada ide lanjut nulis..., butuh kopi biar otaknya seger dan keluar ide ide lanjut up.🤣🤣🤣

__ADS_1


Jangan lupa gerakan jarinya readers, buat like sama komen di bagian bawah cerita ini🤭 gerakan jarinya buat kasih bunga juga boleh🌹


__ADS_2