Dia Milikku

Dia Milikku
Episode 3


__ADS_3

Rey : “Udah ayo main”


Serentak semua mengiayakan ajakan rey untuk bermain game


Rizal : “Jago juga kamu ra mainnya”


Arga : “Iya lumayanlah buat pemula cewek lagi”


Rey : “Siapa dulu dong gurunya haha”


Laura : “Hahaha sombong”


Tak terasa hari semakin larut hingga menunjukkan jam 12 malam. Laura menoleh pada jam ditangannya.


Laura : “Eh udah malem nih aku pulang dulu ya” sambil berdiri dan bergegas pergi


Rey : “Eh mau kemana lo? Nggak nginep”


Laura : “Pulanglah ke apatermen gue kota S”


Rizal : “Kamu yakin mau pulang malem gini ke luar kota lagi”


Farrel : “Gimana kalau gue anter aja hehe”


Rey : “Modus, iya ra elu pulang di anter Farrel aja”


Farrel : “Niat gue kan baik, kan udah malem nggak baik dong cewek pulang sendiri”


Laura : “Udah nggak usah gpp gue pulang sendiri, kan gue bawa mobil kesini”


Bram : “Nginep aja ada kamar kok di lantai atas”


Laura : “Sekali lagi makasih, tapi bener gue pulang aja soalnya ada kuliah pagi

__ADS_1


Rizal : “Ya udah hati-hati di jalan, kalau ada apa-apa kabarin aja”


Rey : “Iya elo telfon gue aja”


Laura : “OK, gue duluan ya”


“Bye” seru mereka bersama


Laura pergi berlalu meninggalkan café, di setiap perjalanan Laura terus terbayang seorang lelaki yang baru saja dia temui. Rizal nama yang sekarang berada dalam pikirannya tak dapat lepas, tak terasa ia sudah sampai di apartemennya. Ya aku tinggal di apartemen ku sendirian aku pindah ke kota S karena kakakkku yang selalu mencari berbagai kesalahanku meski kakek kesayanganku selalu membela tapi aku sudah tidak tahan dengan ulahnya.


Untuk itu dengan segala perjuanganku aku lakukan untuk mendapat ijin orang tua terutama kakek untuk melanjutkan pendidikan di luar kota dengan alasan agar aku bisa hidup lebih mandiri. Padahal aku sangat ingin merasakan kebebasan dan menghilang dari muka kakakku yang selalu iri padaku, entah kenapa kakak perempuanku satu-satunya selalu iri padaku padahal semua keinginannya selalu terpenuh termasuk menjadi direktur perusahaan kakek mungkin takut aku merebutnya dan itu tak pernah sedikitpun terlintas di benakku. Akupun tertidur karena kelelahan menyetir. Esoknya…


Ddrrrttt ddrrrttt ddrrtttttt… ponselku bergetar dan bordering bersuarakan lagu senorita yang membuat tidurku mulai terusik. Dengan terpaksa aku menjawab dengan mata masih tertutup


Laura ;”Hallo”


Nindy : “BUKA PINTUNYA ATAU AKU DOBRAK SEKARANG!” dengan nada yang tinggi berhasil membuatku membuka mata dan tersadar


Laura : “iya aku buka” akhirnya bangun untuk membuka pintu “Ngapain sih triak-triak biasa aja kali”


Lusy : “Mungkin dia baru pulang subuh nin”


Nindy : “Pasti, pulang jam berapa lo nggak liat sekarang jam berapa hah”


Laura : “Apa sih kalian pagi begini udah ngomel aja gue nggak pulang subuh ya” gerutunya


Nindy : “Ini lo bilang pagi ra? Buka mata lo yang lebar ra ini udah jam 12 siang Laura” sambil menyodorkan hp ke muka Laura


Laura : “Astaga, kok udah jam 12 sih, ini pasti karena kecapean deh”


Lusy ; “Ngapain aja lo disana dapet cogan banyak ya nggak bagi-bagi nih”


Nindy : “Nih anak malah ngomong nggak jelas” sambil tangannya mendorong lusy hingga hampir terjatuh

__ADS_1


Lusy : “Kebiasaan deh suka gitu” kesalnya


Laura : “Udah nggak usah brantem, gue Cuma nongkrong biasa kok sama temen gue ya kayak kalian gini Cuma di tambah ada temennya temen gue”


Lusy : “Laper nih, ke mall yukk cari makan”


Nindy : “Makanan aja yang dipikirin” sambil ketawa dan toyor Lusy


Laura : “Boleh ayok, lagi males masak nih gue mandi dulu ya, Sy kalau lo laper tuh di kulkas masih ada brownies lumer”


Nindy : “Gue nggak di tawarin nih”


Laura : “Iri aja lu haha, udah makan aja lah kalian apa aja yang ada di dapur” mengacak rambut nindy dan berlari meninggalkannya


Sesaat setelah selesai mandi dan berganti pakain kemudian menuju dapur untuk melihat sahabatnya yang sudah menghabiskan 2 box brownies lumer berukuran besar dan satu kotak ice cream sedang, memang tak kaget lagi jika mereka menghabiskan makanannya yang dia miliki justru Laura senang karena sahabatnya menyukai apa yang di buat dan masak.


Laura ; “Ada tikus di apartemen gue nih hahaha”


Lusy : “ Hah, mana ada tikus” Lusy kaget terperajat dan langsung menaikkan kedua kakinya di kursi.


Berbeda dengan Nindy dan langsung menyudahi makannya karena tau siapa yang dimaksud tikus oleh Laura adalah dirinya dan Lusy


Nindy : “Sialan lo”


Laura : “Hahaha tikusnya ngamuk, ayo berangkat” sambil berjalan keluar diikuti Nindy”


Lusy : “Hey kok pergi sih, mana tikusnya??” ikut berlari mengikuti sahabatnya keluar


Nindy :”Bego kok di pelihara sih tikusnya elo tukang makan” tawanya yang diikuti Laura karena mendengarnya


Lusy : “Enak aja, nggak masalah tukang makan yang penting badan tetep oke” haha tawanya


Laura : “Gimana kalau kita balapan sampai mall?” ajaknya setelah sampai di basemant

__ADS_1


“SETUJU” ucap Lusy dan Nindy bersamaan


Mereka pakai mobil apa ya buat balapan? Ada yang tau? Ikuti terus ceritanya jangan lupa jadikan novel favoritemu. maaf jika masih ada typo. Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2