
"Mba Nin, mba Mil?" panggil Anto.
"Hmm," jawab Mila dan Nina nyaris bersamaan.
"Mba Ros kapan kerja lagi ya?" tanya Anto yang sedang memainkan pensil di atas meja.
"Gak tau!" jawab Mila dan Nina lagi yang sama sama nyaris bersamaan.
"Anto kangen tau!" ucap Anto.
"Sama!" jawab keduanya yang tengah memilih lihat gaun.
"Kira kira mas ganteng ajak mba Ros bulan madu kemana ya?" tanya Anto.
"Gak tau!" jawab Mila dan Nina yang lagi lagi bersamaan, membuat Anto mendelik.
"Mba Nina sama mba Nina ini, dari tadi jawabannya sama terus bareng lagi!" ujar Anto.
Nina dan Mila saling pandang, lalu keduanya saling melemparkan senyum.
"Berarti kita sehati Anto," ucap Mila sambil tertawa.
Hahaha...
Anto tertawa.
"Aku geli mendengarnya," ujar Anto.
Nina dan Mila saling pandang kembali, lalu menatap Anto secara bersamaan.
"Kenapa lihatin Anto seperti itu?" tanya Anto.
Nina dan Mila saling berebut untuk mendekati Anto.
"Eh, eh, kamu beneran berubah ya?" tanya Mila yang mulai penasaran dengan sikap Anto akhir akhir ini.
Anto menganggukkan kepalanya pelan.
"Kenalin dong, siapa cewek yang udah bikin kamu berubah jadi kaya gini," ucap Mila yang selalu ingin tahu.
"Bener tuh, kita berdua penasaran loh, sama cewek yang bisa merubah kamu jadi sedikit lebih cowok, hahaha...," ucap Nina, mengejek seraya tertawa.
"Iiish, mba Nina ini! Anto kan memang cowok mba Nin," ujar Anto yang langsung mencubit tangan Mila yang berada di atas meja nya.
"Aww..., sakit Anto!" ujar Nina sambil mengusap usap punggung tangannya.
"Lagian mba Nina juga sih, Anto kan memang cowok mba, Ko di bilangin sedikit lebih cowok sih!" ucap Anto kesal.
"Iya, maaf, maaf, kan kamu biasanya juga gak mau di panggil Anto," ucap Nina.
"Maunya di panggil Anti," ucap Mila menyambung perkataan Nina.
"Itu kan dulu mba, sekarang Anto udah berubah," balas Anto sambil menepuk nepuk dadanya, ada rasa bangga dalam pengucapannya.
"Nah, itu dia yang bikin kami penasaran, kamu kan tiba tiba aja berubah tuh! jadi kami ngiranya kamu itu berubah karena ketemu cewek yang bisa bikin kamu berubah sikap jadi lebih macho, gitu!" ucap Mila yang selalu di sambut anggukan oleh Nina, tanda jika Nina mengiyakan semua ucapan Mila.
"Sebenarnya sih iya mba," jawab Anto.
"Nah... kan," ucap Nina dan Mila yang kembali kompak.
__ADS_1
"Udah ah, mba, Anto malu, nanti Anto cerita kalau Anto udah siap," ucap Anto yang berlalu pergi dari hadapan Nina dan Mila. Membuat dua wanita itu saling memandang dan mengerutkan alis mereka satu sama lain.
...***...
Di kediaman Bu Ajeng.
Terlihat Surya yang tengah menuruni satu persatu anak tangga dengan langkah santai.
Surya berjalan menuju meja makan, dimana di sana sudah berada Bu Ajeng yang menunggunya untuk sarapan.
"Selamat pagi Surya?" sapa Ajeng setelah kedatangan Surya.
"Pagi mah," balas Surya.
"Sarapan dulu nak, mamah sudah menyiapkan sarapan untuk kita," ucap Ajeng menawari.
Surya hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pelan, dan langsung mendudukkan dirinya dikursi bersebelahan dengan Ajeng.
Ajeng langsung memberikan sandwich ke atas piring Surya dan segelas susu hangat.
Surya kembali tersenyum pada Ajeng.
"Terima kasih mah," ucap Surya.
"Sama sama Surya," balas Ajeng.
Mereka berdua sarapan bersama diiringi obrolan ringan di pagi hari.
"Surya akan ke rumah Kayla mah,' ucap Surya saat hendak menggigit sandwich.
"Kapan kamu mau ke rumah Kayla?" tanya Ajeng.
"Mamah ingin sekali ikut, tapi mamah ada meeting pagi ini," ujar Ajeng.
"Tidak papa mah, Surya akan mencari tahu dulu keadaan Kayla, dan apakah Kayla ada di rumahnya atau tidak! dan apakah Kayla baik baik saja atau sebaliknya!" balas Surya.
Ajeng menganggukkan kepalanya pelan.
"Terima kasih ya Surya- -
"Sudah mah, tidak usah terus menerus berterima kasih, Surya ikhlas melakukannya untuk keluarga ini, bukankah keluarga ini adalah keluarga Surya juga?" ucap Surya yang memotong ucapan Ajeng.
Mata Ajeng berkaca kaca, ia selalu terharu dengan apa yang selalu saja Surya ucapkan untuk membalas ucapannya.
Keduanya kembali melanjutkan sarapan pagi mereka sebelum mereka berdua menjalankan aktivitas mereka masing masing.
...***...
Tok! tok! tok!
Suara ketukan pintu di rumah Kayla.
Tok! tok! tok!
Ketukan pintu itu terus berlangsung hingga beberapa menit kemudian. Namun nampaknya, tidak ada seseorang atau siapapun didalam rumah itu.
"Permisi," ucap Surya.
"Kay, Doni?"
__ADS_1
"Kay, Kayla? apa kamu ada di rumah?" ucap Surya sambil terus mengetuk pintu rumah Kayla.
Masih tetap tidak ada jawaban dari dalam.
"Sepertinya..., tidak ada siapapun di dalam rumah Kayla? apa mereka sedang keluar ya?" gumam Surya yang masih terus memandangi sekeliling rumah Kayla.
"Baiklah, aku akan kembali lagi nanti," ucap Surya yang tak lama kemudian, meninggalkan rumah Kayla, melangkahkan kakinya menuju mobil dan berlalu dari sana.
"Kayla, apa dia baik baik saja," gumam Surya.
"Apa aku harus menghubungi Rendy?" tanya Surya pada dirinya sendiri.
"Ah, tidak, tidak, dia sedang berbulan madu, aku tidak mau mengganggu waktu bulan madunya," Surya menjawab sendi pertanyaan.
Di sepanjang perjalanan, Surya terus menerus bergumam, bertanya dan menjawab sendiri semua ucapannya.
Hingga, terdengar bunyi telpon dari handphone nya.
Surya pun merogoh saku celananya, dan menghentikan laju mobilnya ke pinggir jalan.
"Halo?" ucap Surya pada si penelpon.
"Halo Surya?" balas seseorang disebrang sana.
"Iya, ada apa pak? apa ada yang bisa saya bantu?" ucap Surya.
"Bisakah kita bertemu pagi ini Surya?" tanya si penelpon.
"Emh...," Surya nampak berpikir sambil melihat jam di pergelangan tangannya, yang menunjukkan jam 06.45 pagi.
"Hanya sebentar saja Surya, saya mohon!" ucap si penelpon lagi.
"Baiklah, tapi hanya sebentar saja, saya harus segera ke kantor," balas Surya.
"Tentu, tentu saja Surya, hanya sebentar saja,"
"Bertemu dimana kita?" tanya Surya.
"Di cafe xxx,"
"Baiklah, saya akan segera ke sana," ujar Surya yang langsung mengakhiri panggilan telepon nya.
Surya melajukan kembali mobilnya menuju cafe xxx dengan kecepatan sedang, dimana Surya akan bertemu dengan seseorang yang baru saja menelponnya.
Lagi lagi, pikiran Surya tertuju Kayla.
Kenapa Kayla sangat sulit untuk di temui bahkan di hubungi?
Masih menjadi tanda tanya besar dalam benak Surya.
Bersambung...
Hai, hai, pagi pagi udah up nih, tidak adakah dari kalian yang mau memberikan segelas kopi.
Sepertinya, menyeruput kopi di pagi hari sangat enak, apalagi kopi online dari para readers 🤣🤣🤣
Jika tidak ada kopi, mungkin sekuntum bunga juga tidak apa.
Menghirup bunga di pagi hari, sepertinya akan menambah mood menjadi lebih baik🌹
__ADS_1