
"Tidak..!! Jangan lihat kemari Arga!" ia menyuruh Argana memutar tubuhnya, namun Argana malah tersenyum kepadanya. "Apa kamu sudah gila? Aiiss.." dengan sangat kesal Nita segera menyambar handuknya yang berada di bawah.
Setelah ia mengenakannya kembali, ia langsung memasuk kamar mandi.
"Astaga! Kenapa hari ini aku terkena sial sekali hiks? Apa salah ku Tuhan?".
Tidak lama kemudian, ia pun keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian santai melihat Argana tengah duduk diatas sofa yang berada diruang tamu depan tv dengan ponselnya.
"Kamu sudah selesai?" tanya Argana.
"Mmmmmm" lalu Nita mendekatinya kearah sofa. "Arga!" panggilannya.
"Kenapa?".
"Itu.. Itu.. Itu..
Argana menatapnya, "Itu apa?".
"Mengenai kejadian yang baru saja kamu lihat Ga, aku harap kamu melupakannya".
Argana lalu tersenyum kembali kepadanya, "Apa yang aku lihat Nita? Aku tidak mengingatnya".
Dengan kesal secara tidak sengaja Nita memukulnya sampai membuat Argana meringis kesakitan.
"Astaga! Maaf-maaf Ga, aku tidak sengaja melakukannya. Kamu baik-baik saja? Apa rasanya sakit? Maafkan aku Arga, aku benar-benar tidak tau akan sekuat itu".
Melihat kekhawatiran di wajah Nita, Argana lalu menarik pergelangan tangan Nita terduduk diatas pangkuannya.
"Arga! Apa yang ingin kamu lakukan?".
"Aku tidak melakukan apa-apa? Aku hanya ingin kamu duduk disini".
Nita mengernyitkan dahi, ia tidak habis pikir dengan pria yang berada di hadapannya itu tiba-tiba bersikap seperti ini. Dan yang selama ini ia kenal, Argana adalah sosok pria dingin yang tidak perduli dengan orang lain. Tapi sekarang, Argana memperlakukan dirinya seolah-olah Argana sangat mencintai dirinya meskipun mereka pernah menjalin sebuah hubungan yang tidak pernah Argana anggap.
"Arga!" panggilnya lagi.
"Kenapa hhmmm?" Argana menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa Nita artikan. "Ada apa? Kenapa kamu jadi diam?".
"Kamu baik-baik saja?".
"Kenapa Nita?".
Nita lalu menghela nafas, "Tidak ada apa-apa Ga, cuman aku tidak habis pikir akan diperlukan oleh mu seperti ini. Salahkan aku jika aku mengatakan kepada mu kalau aku masih mencintaimu Arga?".
Argana terdiam.
__ADS_1
"Akh, maaf Ga. Sepertinya aku salah bicar..
Cup!
Nita membulatkan mata begitu Argana mencium bibir mungilnya untuk yang kedua kalinya. "A-apa kamu barusan mencium ku Ga?".
Argana tersenyum, ia lalu menyentuh pipi mulusnya dengan lembut. "Apa kamu begitu sangat mencintai ku?".
"Mmmmm.. Aku sangat mencintai mu Ga sampai aku tidak bisa menerima laki-laki lain selain dirimu sejak pertama kali aku mengenal mu".
"Tapi aku tidak bisa mencintai mu seperti aku mencintai..
"Siapa Ga? Apakah wanita itu Bu Reysa?".
Argana sedikit terkejut, "Bagaimana bisa kamu tau? Kamu mengenalnya?".
"Iya aku mengenalnya ya Ga. Dulu waktu kita kuliah sama, aku bekerja di perusahaan Hanju group sebagai cleaning servis dan aku juga pernah melihat mu mengunjungi ruangannya dan saat itu juga aku berada disana Ga" jawab Nita mengingatkan kembali dimana Argana pernah menemui Reysa di dalam ruangannya.
"Bagaimana bisa kamu ada disana?".
"Aku butuh uang untuk menghidupi kebutuhan aku Arga. Maaf ya jika waktu itu aku membohongi kamu dan Bagas".
.
Pagi harinya Nita terbangun, lalu melihat sekitarnya berada ditempat biasanya ia tidur.
Dengan senyum mengembang di wajahnya ia pun mendekati tubuh tersebut. "Maafkan aku Arga. Karna aku kamu jadi tidur di tempat seperti ini" gumam Nita mencoba menyentuh hidung mancung Argana.
Argana yang merasakan sentuhan tersebut langsung membuka kedua matanya menatap Nita berada di hadapannya.
"Akh, maaf Ga. Astaga! Kenapa aku harus menganggu tidurny..
"Kamu mau kemana?".
Nita lalu berdiri dari dihadapannya, "Aku akan menyiapkan sarapan pagi untuk kita berdua Ga. Kamu lanjut saja tidur, ini masih jam 6 pagi kurang".
"Tidak usah" balas Argana membawa tubuh mungil Nita diatas tempat tidurnya.
"Argana apa yang kamu lakukan?" kaget Nita melihat Argana berada diatas tubuhnya dengan nafas tak beraturan. "A-argana, ka-kamu mau melakukan apa?".
"Menurut mu aku melakukan apa Nita?".
"Hentikan Ga! Kamu bisa saja melakukan.. Mmppphhhmmm.. Arga!".
Argana lalu tersenyum senang mendengar Nita tiba-tiba mende*sah dibawah tubuhnya saat ia menyentuh bagian sensitifnya.
__ADS_1
"Arga Hentikan!".
Namun tidak sampai disana, lagi-lagi Argana mengulangi permainan yang baru saja ia lakukan itu sampai bagian sensitif Nita mulai terasa basah.
"Nita!" panggilnya.
"Argana hentikan!".
"Basah Nita" ucap Argana membuat wajah Nita langsung memerah menahan rasa malu mendengar apa yang Argana ucapkan. "Tidak apa-apa Nita".
"Tidak, lepaskan aku Arga. Lepaskan aku sekarang juga" Nita mencoba memberontak agar tubuhnya terlepas dari bawah tubuh Argana.
Tetapi Argana malah semakin menahan tubuhnya hingga akhirnya Argana melu*mat kedua bibirnya sampai Nita tidak bisa melakukan apa-apa selain pasrah mengikuti setiap gerakan lidah Argana yang sangat mahir.
Kemudian Argana mencium keningnya, entah kenapa ia tiba-tiba sangat tertarik kepada wanita yang berada di hadapannya itu.
Argana lalu membuka satu persatu pakaiannya. Nita yang menikmati setiap sentuhan itu sama sekali tidak menolaknya, ia malah terlihat senang. Hingga akhirnya percintaan pun terjadi di pagi hari ini.
"Arga sakit!" ia meringis kesakitan melihat Argana tumbang di samping tubuhnya. Lalu melihat beberapa bercak merah mengotori seprei tempat tidurnya. "Astaga!".
"Kenapa?" tanya Argana.
"Tidak, kalau gitu aku ke kamar mandi dulu".
"Ayo, aku akan membantu mu".
"Tidak usah, aku bisa sendir.. Aakkhhh".
Argana pun segera menahan tubuhnya, "Aku sudah bilang. Ayo" ucap Argana membawa tubuhnya kedalam kamar mandi. Keduanya pun membersihkan tubuh secara bersamaan.
Setelah itu Nita tersenyum, "Terima kasih Ga".
"Terima kasih untuk apa?".
"Tidak" Nita keluar duluan, ia segera mengenakan pakaian kantornya. Setelah itu dengan sangat tipis ia mengoles wajahnya dengan bedak. Lalu berjalan kearah dapur untuk membuatkan sarapan pagi untuk mereka melihat jam masih menunjukkan pukul 7 pagi.
"Kamu lagi membuat apa?" tanya Argana.
"Membuat sarapan Ga. Duduklah, kamu mau susu panas atau kopi?".
"Kopi saja" jawabnya.
"Kalau gitu tunggu sebentar yah, aku akan membuatnya untuk mu" ia lalu menaruh beberapa potongan roti di hadapan Argana. "Biasanya kamu sarapan apa Ga? Kalau kamu tidak terbiasa..
"Tidak apa-apa. Ini saja" potong Argana membuat Nita senang meletakkan kopi panasnya diatas meja. Nita lalu mengambil beberapa lembar roti tersebut, kemudian menaruh selai di dalamnya memberikan diatas piring Argana.
__ADS_1
"Selamat menikmatinya Ga atau kamu mau di campur telor dadar atau sosis. Aku suka dibuat seperti itu hehehhe".