
Di kampus kini Nita sedang mengerjakan tugas kuliah yang kemari belum sempat ia kerjakan tanpa ia sadari kalau saja Argana tengah melihat kearahnya begitu ia masuk ke dalam kelas bersama dengan Bagas.
"Jangan melihatnya terlalu lama Ga. Entar kamu benaran jatuh cinta" bisik Bagas menahan tawa berjalan duluan saat Argana menatapnya dengan tatapan marah.
Kemudian Nita yang menyadari kehadiran Argana, ia langsung tersenyum manis kepadanya.
"Selamat pagi Ga. Kamu baru datang?".
Namun Argana bukannya menjawab, ia malah pergi begitu saja menuju kursinya.
"Kamu baik-baik saja?" Nita berusaha mendekatinya tetapi dosen yang mengajar di kelas tersebut telah masuk membuat Nita menghentikan langkah kakinya.
"Selamat pagi semuanya!".
"Pagi Bu" balas mereka.
.
Selesai jam kuliah, Nita kembali melirik kearah Argana yang sama sekali belum melihat kearahnya setelah hampir 10 menit lamanya ia memandangi dirinya.
"Ada apa dengan Argana yah? Kenapa aku melihat dia seolah-olah kami tidak memiliki hubungan, bukankan dia sendiri yang mengajak ku jadian tapi kenapa malah dia sendiri yang acuh tak acuh terhadap ku?" gumam Nita.
Lalu Bagas tersenyum kepadanya, ia tau sedari tadi Nita terus menerus memandangi kearah Argana yang asik bermain games.
"Arga. Dari tadi Nita melihat mu terus" ujar Bagas.
Argana menghentikan tangannya, lalu melihat kearah Nita yang sedang tersenyum kepadanya dengan manis. "Ada apa Bagas?".
"Dari tadi dia melihat mu terus? Apa kamu tidak berniat mengajaknya keluar?".
"Tidak" jawab Argana kembali bermain game. Dan pada akhirnya, Nita yang datang menghampiri dirinya.
"Kamu sedang apa Arga? Mau makan siang bersama ku? Bagaimana dengan mu Bagas? Kamu tidak lapar?".
"Lapar sih. Kenapa? Kamu berencana mentraktir kami berdua?".
"Boleh, asalkan kalian berdua benar-benar mau makan. Ayo, biar aku yang traktir" senang Nita melebarkan senyuman di wajahnya mencoba menarik tangan Argana kalau saja ia tidak segera menarik tangan.
__ADS_1
"Akh, maaf Arga hehehe".
Setelah itu Bagas membawanya ke dalam restoran yang berada di lantai kampus mereka. Dengan mata membulat, Nita langsung was-was mengingat ia yang tidak memiliki cukup banyak uang untuk mentraktir makan disana.
"Astaga.. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak punya uang. Aku yakin Argana dan Bagas akan memesan makanan yang paling mahal. Ya Tuhan tolong aku".
"Ayo duduk Nita" ucap Bagas tersenyum melihat Nita yang malah asik berdiri disana.
"Hhhmm.. Akh iya" lalu Nita mendudukkan diri di samping Argana. "Ayo dipesan Ga".
Argana pun tersenyum senang memanggil si pelayan disana meminta buka menu mereka. Begitu tiba ditangannya, Argana memasak makanan kesukaannya begitu juga dengan Bagas.
"Kamu mau makan apa?" tanya Argana memberikan daftar menu tersebut ditangan Nita.
Nita tersenyum menerima dari tangan Argana, lalu ia membukanya, menangis dalam hati Nita melihat satu persatu harga yang tertera di bawa setiap menu itu seharga yang paling murah 250 ke atas.
"Apa yang harus aku lakukan? Menu yang di pesan Argana dan Bagas saja sudah menghabiskan uang 1 juta belum lagi harga minuman mereka. Itu artinya aku akan menghabiskan uang kurang lebih 2 juta".
"Astaga! hanya makan ditempat seperti ini saja aku harus kehilangan uang kehidupan ku selama 2 bulan" begitu Nita memesan untuknya juga, ia memberikan daftar menu tersebut ke sipelayan.
"Mohon di tunggu sebentar yah. Hidangan akan segera kami bawa".
Sambil menunggu pesanan mereka tiba, Nita melihat kedua orang itu malah asik dengan ponselnya masing-masing. Sedangkan ia memikirkan uangnya yang akan habis 2 juta.
"Tidak apa-apa. Untuk hari ini saja Nita, untuk hari ini saja kamu kehilangannya uang sebanyak itu. Tidak apa-apa".
Tidak lama kemudian pesanan mereka tiba, hidangan yang begitu mewah tersaji dihadapan ketiganya.
"Loh, kamu cuman makan itu saja Nita? kamu lagi diet?" tanya Bagas melihat menu yang Nita pesan adalah menu paling murah di daftar tersebut, namun berbeda halnya dengan Nita. Menu tersebut adalah menu yang paling mahal sepanjang hidupnya.
"Iya Gas. Kamu tau ajah kalau aku sedang diet. Kamu tau sendiri, wanita jaman sekarang kalau gemuk tidak akan..
"Hey.. Kamu tenang saja Nita. Argana tidak akan pernah meninggalkan mu hanya karena kamu gemuk. Percaya pada ku, bisa saja Argana semakin cinta kepada mu. Bukankah begitu bro?" ucapnya kepada Argana.
"Mmmmm" balas Argana dengan gumaman membuat Nita seketika lupa berapa banyak uang yang akan ia keluarkan hanya mendengar jawaban Argana.
"OMG, aku bahagia sekali hanya mendengar gumaman Argana saja. Terima kasih sayang ku" batin Nita segera melahap makanannya.
__ADS_1
"Nita!" panggil Bagas.
"Iya Gas. Ada apa?".
"Boleh aku bertanya?".
"Tentu saja boleh. Kamu nanya apa Bagas?".
"Orang tua kamu memiliki cabang perusahaan berapa banyak Nita. Kamu pasti anak orang kaya besar" ujar Bagas dengan serius melihatnya.
"Apa?" kaget Nita langsung menghentikan makannya.
"Kenapa?".
"Haahh.. Hahahaha.. Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu Bagas. Kalau soal perusahaan ayah ku, aku kurang tau sih berapa banyaknya Bagas. Ayah ku tidak pernah cerita akan hal itu, begitu juga dengan ibu ku".
"Mmmmm" gumam Bagas.
"Tapi aku yakin kalau keluarga mu pasti orang terpandang. Bukan kah begitu Argana?".
"Mmmmm" balas Argana tetap fokus dengan makanannya.
Tetapi berbeda halnya dengan Nita, ia merasa sedang berada di jurang yang paling dalam setelah Bagas mengajukan pertanyaan tersebut. Bahkan kedua tangan Nita bergetar, ia sangat takut sekali kalau sampai Bagas bertanya perusahaan apa yang ayah bangun selama ini.
"Ya Tuhan, aku mohon jangan sampai Bagas mengajukan pertanyaan...
"Apa nama perusahaan ayah mu Nita. Siapa tau perusahaan ayah mu dengan perusahaan Asian group bisa bekerja sama. Aku rasa itu sangat baik sekali untuk mempererat hubungan kalian berdua" potong Bagas tersenyum senang melihat ekspresi wajah Argana yang datar.
Tetapi ia tau jelas apa yang Argana pikiran saat ini, anak itu pasti sangat ingin sekali memukulnya.
"Bagaimana menurut mu Nita? Ayolah, bukankah kamu sangat tergila-gila sekali kepadanya. Aku sih hanya bisa membantu sebatas ini yaitu semoga hubungan kalian semakin dalam lagi".
Kemudian Nita tertawa kecil menjatuhkan kedua tangannya dibawah meja, "Mmmm.. Gimana yah aku bilangnya Bagas. Kalau memang harus seperti itu, aku akan bertanya kepada ayah ku untuk bekerjasama ya nanti hahaha".
"Ini" Argana memberikan kartu namanya perusahaan Asian group di hadapannya.
"I-ini apa Arga?" Argana mengernyitkan dahi. "Ah iya, nanti aku akan memberitahu ayah ku".
__ADS_1
"Ayo dimakan lagi Nita. Dari tadi kamu tampak kurang berselera" ujar Bagas melahap makanannya kembali.
"Mmmmmm".