
Harap bijak dalam membaca, part ini mengandung cerita 21+
Rasanya, malam ini begitu indah.
Bagaimana tidak!
Makan malam romantis berdua, saling suap menyuapi, bercanda dan tertawa bersama, terukir indah malam ini.
Raut wajah kebahagiaan terlihat jelas di wajah Ros dan Rendy.
Rendy menggandeng tangan Ros menuju kamar hotel, sesekali Rendy menciuminya dengan begitu gemas.
Kamar yang sudah menjadi saksi bisu keindahan malam pertama antara Ros dan Rendy empat hari yang lalu.
Ceklek!
Pintu kamar terbuka.
Dengan segera Rendy menutup dan menguncinya, dihiasi dengan senyum menyeringai diwajahnya yang ia sembunyikan dari Ros.
Mengingat apa yang akan Rendy lakukan pada sang istri.
Perlahan Rendy mendekati Ros, memeluk Ros dari belakang dengan bibir yang menyusuri leher jenjang Ros dengan penuh gairah.
Geli dan menikmati, menjadi sebuah keinginan yang menyeruak, masuk kedalam diri seorang wanita bernama Ros.
Ros membalikkan badannya, keduanya kini saling berhadapan, menatap satu sama lain, hingga keduanya mengeratkan pelukannya masing masing.
Rendy mengaitkan tangannya ke pinggang Ros, dan Ros mulai mengaitkan kedua tangannya ke leher Rendy.
Kedua bibir itu saling mem*gut, menyusuri setiap inci nya. Melahap dan ******* satu sama lain.
Menikmati setiap gerakan yang begitu membangkitkan gairah mereka berdua.
Perlahan cium*n Rendy turun ke bawah, menyusuri leher dengan sedikit gigit*n yang menyisakan jejak jejak kemerahan.
Hingga Ros mengerang, mengeluarkan des*h*n yang sekian membuat Rendy gila.
"Ssssh... A**aaaah...,"
Ciuman Rendy semakin turun ke bawah, dengan tangan yang sudah tak terkondisikan. Menggerayangi tubuh Ros kesana kemari, hingga tangannya terhenti di bagian yang paling menggairahkan.
__ADS_1
Dua gunung kembar yang selalu membuat Rendy gila.
Tangan Rendy menggerayam masuk ke dalam baju yang Ros kenakan, hingga tangannya menyentuh sesuatu yang sangat kenyal namun masih tidak terlalu besar untuk ukuran nya.
Merem*s nya dengan penuh n*fsu dan sesekali memainkan sesuatu yang berada di tengah gunung tersebut, memelintir nya hingga Ros kembali mengerang syahdu.
Tak puas dengan tangan, Rendy memasukkan ke dalam baju Ros, dan membenamkan wajahnya ditengah tengah gunung kembar. Menghirup aroma tubuh yang telah menjadi candu baginya.
Ros pun tak kalah dari Rendy, ia memperlihatkan sisi agresif nya dengan merem*s rambut Rendy dengan kedua tangannya. Semakin membuat Rendy membenamkan wajahnya di tengah tengah gunung kembarnya.
Merasa ada yang berbeda dengan Ros malam ini, Rendy pun kembali menyeringai, ia semakin menggila dengan menciumi dan mulai menjil*t hingga mengis*p bagian tengahnya satu persatu.
"Aaaaah...," des*h*n Ros saat Rendy menghis*p daerah inti dari gunung kembarnya terdengar begitu syahdu.
Perlahan Rendy pun mulai membuka apa saja yang menempel di tubuh istrinya hingga hanya menyisakan underwear nya saja.
Lagi dan lagi, Rendy membulatkan matanya saat seluruh tubuh Ros hanya tak terbungkus dan hanya menyisakan underwear nya saja.
"Aku sangat mengagumi tubuh istriku ini," ucap Rendy yang menatap lekat seluruh tubuh Ros, mengagumi setiap inci dan lekuknya.
Hingga pandangan itu sudah tak tertahankan lagi.
Rendy membawa Ros menuju ranjang dengan menggendongnya, sesekali menciumi kening dan pipi Ros, hingga bibirnya.
Bisikan Ros bagai sengatan listrik bagi Rendy, menyengat hingga Rendy ingin segera menempelkan seluruh tubuhnya dengan tubuh Ros.
"Bersiaplah sayang, aku akan kembali membuatmu merintih," bisik Rendy di telinga Ros.
"Dan jangan salahkan aku jika aku akan membuatmu mengerang sampai pagi, hingga kau tak mampu lagi untuk berkata walaupun itu hanya bisikkan," ucap Rendy lagi yang membuat Ros merinding mendengarnya.
"Ak- -
Belum sempat Ros berkata, Rendy sudah menyergap bibir manis itu dengan cium*nnya yang mematikan, hingga Ros tak mampu lagi berbicara dan mengeluarkan kata kata.
Cium*n Rendy begitu menggelora hingga dalam sekejap Ros pun ikut terhanyut dan menikmatinya.
Cium*n itu semakin panas dan memanas, kala Rendy mulai menyusuri dan memasukkan tangannya ke dalam underwear milik Ros yang ternyata sudah b*s*h karena ulahnya.
"Aaaaah...," des*h dan teriak Ros menjadi satu, kala Rendy mencoba memasukkan salah satu jemarinya ke dalam gua Ros yang masih sangat sempit.
"Aku akan lebih pelan lagi sayang," bisik Rendy yang tak hentinya menciumi bibir manis dan menggoda milik Ros.
__ADS_1
Ros pun menganggukkan kepalanya pelan, menikmati kembali setiap sentuhan lembut yang dilakukan oleh Rendy.
"Sayang? kenapa bentuk kedua gunung kembar mu ini begitu indah dan selalu menggoda ku?" bisik Rendy yang kembali merem*s dan menghis*p gunung kembar Ros satu persatu.
"Aaaaah...," Ros Mendes*h menikmati apa yang Rendy lakukan padanya.
Rendy pun melepas pagut*nnya, lalu memandangi wajah cantik Ros yang tengah terbaring sambil memejamkan matanya dengan mulut yang sedikit terbuka.
Perlahan Rendy mengeluarkan barang miliknya yang sudah menegang dengan sempurna sedari tadi, memasukkan nya dengan perlahan menuju barang milik Ros.
"Aaaaah... Ummmh...," Ros merintih, mengerang setelah sesuatu yang tegak masuk seutuhnya kedalam barang milik nya.
Rendy tersenyum hangat saat membelai lembut pipi Ros, menatapnya dengan keremangan cahaya matanya.
"Aaaargh...," Ros dan Rendy kembali merintih saat Rendy memaju mundurkan barang miliknya, seirama dengan gerakan pinggulnya.
Ros merintih rintih saat Rendy terus menerus memagunya.
Keduanya kini larut dalam balutan keremangan cahaya malam yang begitu indah.
Rendy semakin menghimpit tubuh Ros, merem*s dua buah gunung kembar dan sesekali mengjil*t dan menghis*pnya kembali, membuat Ros semakin mengeluarkan suara suara yang menggairahkan.
"Ummmh... Aaaargh...," sensasi puncak kenikmatan, membuat Ros seakan melayang. Ros mengeratkan lagi pelukannya untuk segera mengakhirinya.
Kakinya mulai menegang, lilitan kakinya pun semakin mencengkram.
Ros mencakar dada Rendy dan meledakkan hasratnya saat itu juga. Ros mencengkeram milik Rendy dan menaikkan pinggulnya.
Lenguhan panjang mengiringi denyutan yang mengalir ke bawah seprainya.
" Aaaaaaaargh, sayang... kau menjepit ku," ucap Rendy yang terus mempercepat gerakan maju mundurnya, hingga Rendy pun menyusul puncak kenikmatannya. Menyemburkan benih benih kenikmatan kedalam rahim Ros.
Rendy mencengkeram rahang Ros dan mendaratkan ciuman mesra pada bibir Ros di sela sela tenaganya yang terkuras usai permainan panjangnya malam ini.
Keduanya merebahkan tubuh mereka di ranjang dengan saling berpelukan hingga keduanya terlelap hingga pagi menjelang.
Bersambung...
Hai hai, maaf ya, part nya rada rada hot.
Ini kan sudah memasuki alur rumah tangga ya, jadi bila ada yang kurang suka silahkan skip aja.ππ
__ADS_1
Jangan lupa buat tinggalin jejaknya di bawah ya?
Sepertinya, otor butuh secangkir kopi buat me refresh otak otor yang sudah terkontaminasi iniππ