
"Kalian berdua berisik sekali! Apa kalian berdua akan tetap seperti ini sampai klien kita datang, dan menemukan kalian sedang dalam kondisi bersitegang seperti ini! Lalu, apa nanti kata para klien kita hah!" ujar Nina dengan panjang lebar. Wajahnya memerah dengan napas yang terengah-engah.
Sedangkan Ros dan Mila, keduanya saling pandang setelah mendengarkan ocehan Nina yang panjang lebar. Dan tanpa di sangka, Ros dan Mila malah tertawa terbahak-bahak bersama. Melihat Nina yang mengoceh dengan wajah sewotnya.
Hahaha!
"Apa yang kalian berdua tertawakan?" tanya Nina heran. Seharusnya Ros dan Mila menundukkan kepala mereka saat ini, setelah mendengarkan Nina mengoceh barusan. Tapi keduanya malah tertawa terbahak-bahak. Membuat Nina kebingungan. Apakah ia harus senang, atau harus marah, karena di tertawakan.
...***...
"Waaaah..., Ros, semua makanan dari catering mu ini semuanya sangat enak dan menggugah selera," kata seorang wanita paruh baya yang tempo hari datang ke kantor Ros bersama suami beserta anaknya yang akan menikah dengan menggunakan jasa WO Ros dan para partner nya.
"Terima kasih Bu. Saya memang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk semua orang yang memakai jasa EO saya," balas Ros dengan senyum merekahnya.
"Kamu memang luar biasa Ros!" puji wanita paruh baya itu pada Ros, "Bagaimana pah, apa papah setuju dengan semua makanan pilihan mamah ini?" tanya wanita itu pada suaminya.
"Tentu mah! Papah selalu setuju dengan semua yang mamah pilih. Itu pasti yang terbaik. Bukan begitu Ros?" Pandangan Pria paruh baya itu beralih pada Ros yang berada sejajar dengan istrinya.
"Benar pak. Semua pilihan istri anda memang yang terbaik!" balas Ros dengan mengulas senyuman manis.
"Baik Ros, tidak usah menunggu waktu lagi. Kami memilih semua makanan yang sudah kami cicipi dan kami pilih barusan," ujar wanita itu lagi.
"Tentu Bu, saya akan mencatat semuanya, dan saya pastikan, anda dan suami anda. Tidak akan mengecewakan semua tamu undangan yang hadir dengan makanan yang sudah kami persiapkan!" ujar Ros panjang lebar, dan langsung disambut dengan anggukan kepala dari sepasang suami istri itu.
".........."
__ADS_1
"Baiklah Ros, senang bekerjasama dengan kantor WO mu yang sudah berpengalaman ini!" kata wanita paruh baya dengan tangan yang sudah meminta untuk disambut oleh tangan Ros.
Dalam secepat kilat, Ros membalas uluran tangan wanita itu, bergantian dengan tangan suaminya.
"Saya harap semuanya sesuai rencana ya Bu. Semoga kami tidak mengecewakan anda semua." Seulas senyuman hangat dan ramah, selalu menghiasi bibir Ros, hingga para klien yang akan menggunakan jasa WO nya pergi.
...***...
"Ayolah Ros, kita makan di luar ya? kau kan' sudah lama tidak mengajak kami makan di restoran mahal!" bujuk Mila yang tidak tahu malunya. Setelah ia tadi bertengkar dengan Ros, sekarang ia meminta Ros untuk mengajak semua pegawai untuk makan di restoran yang cukup mahal. Untuk merayakan keberhasilan tester mereka, yang di lakukan Ros beberapa waktu yang lalu. Sama seperti biasanya. Jika klien Ros puas dengan hasil tester makanan hari ini. Maka Ros selaku mengajak mereka semua makan di tempat yang cukup mewah.
"Baiklah, baiklah, sesuai keinginan kalian teman-teman. Aku akan mengajak kalian makan di tempat yang kalian semua inginkan!" balas Ros manis, dengan senyum indah yang sedari tadi tulus menghiasi wajahnya.
"Kamu serius Ros?" tanya Mila kemudian.
"Baiklah. Kalau begitu..., kita berangkat sekarang!" ajak Mila dengan antusiasnya.
"Tentu! Ajak semua pegawai kita. Kita makan di restoran yang kalian inginkan!" kata Ros yang langsung di sambut baik oleh pegawai Ros yang mendengarkan pembicaraan Ros dan Mila, karena memang sedang berlalu lalang di sekitaran sana.
Beberapa menit berlalu. Ros dan semua teman serta para pegawainya sudah berada di restoran yang sudah Mila serta yang lainnya pilih. Tentu saja tanpa campur tangan Ros dalam pemilihan tempat makannya.
Hampir seperempat dari pengunjung restoran yang mereka singgahi itu, adalah semua pegawai Ros. Mereka semua duduk di meja mereka masing-masing dengan suasana hati yang senang gembira.
"Ros, ceritakan malam pertama mu dengan Rendy!" kata Nina tiba-tiba, membuat semua orang menatapnya dengan tatapan ingin menelan Nina bulat-bulat. Dan tentu saja, yang paling terkejut dari semua orang yang berada di meja itu adalah Ros. Ros yang hendak memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya menjadi tersedak, dan terbatuk-batuk saking kagetnya.
Uhuk! uhuk! uhuk!
__ADS_1
Dengan gerakan cepat, Mila memberikan segelas orange jus kepada Ros agar diminum. Dan benar saja, Ros langsung meneguk segelas orange jus itu dengan sekali tegukan saja.
Plakkk!
Mila memukul lengan Nina dengan cukup keras hingga mengeluarkan bunyi dari tangan dan juga lengan Nina yang di pukul oleh Mila.
"Aw!" pekik Nina. Ia kesakitan hingga mengusap-usap lengannya dengan cukup kasar.
"Kenapa kau memukulku Mila?" protes Nina dengan wajah kesalnya.
"Kenapa kau bilang? Dasar tidak tahu malu!" hardik Mila dengan wajah tak kalah kesal. "Kau membuat Ros terdekat dengan ucapanmu itu tau!" sambung Mila dengan nada kesalnya.
Nina mengernyit, "memangnya apa yang aku katakan pada Ros? Aku rasa, pertanyaan ku itu wajar-wajar saja!" Dan tanpa tahu malu nya lagi, Nina dengan ekspresi wajah tidak bersalahnya, memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya yang membuat Mila ingin sekali memasukkan sekalian, sendok yang sedang Nina pakai itu, masuk juga ke dalam mulut Nina yang tidak tahu malu itu.
"Apa yang kau katakan wajar-wajar saja, kau bilang? ck... ck... ck..." Mila geleng-geleng kepala, tidak mengerti dengan jalan pikiran Nina, sahabatnya itu. Dia bilang wajar-wajar saja, saat orang yang masih belum menikah seperti Mila dan Nina menanyakan malam pertama kepada Ros, yang baru saja menikah. Sungguh itu bukan hal yang bisa di sebut dengan wajar-wajar saja!
"Tentu saja! Aku kan sebentar lagi akan menikah. Jadi aku harus menanyakan dulu hal ini kepada Ros, sebagai senior kita yang sudah lebih dulu melangkahkan kakinya menuju ke pelaminan." Nina berujar lagi panjang lebar, membuat Mila dan Ros ingin menenggelamkan saja, sahabat mereka yang satu ini ke lautan lepas, agar di buru oleh para penghuni lautan.
"Kau tidak perlu bertanya soal malam pertama kepada orang lain, agar kau mengetahuinya Nina," kata Ros setelah sadar dari keterkejutannya.
"Memangnya kenapa?" tanya Nina dengan wajah datar seolah tanpa dosa, ia terus-menerus bertanya, sedangkan yang ditanyai nya sudah salah tingkah.
Bersambung...
Hai, hai, hai, readers ku tercinta. Apa kabar kalian semua? Semoga sehat selalu ya?😍😍
__ADS_1