
Hari sudah semakin sore, Nita pun telah diberi izin kembali pulang. Lalu ia menatap Argana yang benar-benar rela menunggunya disana sampai ia diizinkan pulang.
"Kenapa?" tanya Argana.
"Tidak ada apa-apa Ga. Ayo" jawab Nita berjalan duluan dihadapan Argana meninggalkan ruangan tersebut. Kemudian Ia menyuruh Argana sampai disana saja, ia bisa pulang sendiri tanpa harus diantar olehnya.
Namun Argana menolak, ia harus mengantarnya sampai ke hotel tempat ia tinggal. Setelah itu baru ia pergi. Tetapi Nita lagi-lagi mencoba untuk tidak diantara olehnya, dan masih sama dengan apa yang baru saja Argana ucapkan, ia pun langsung menarik pergelangan tangannya kearah mobil dimana tadi ia memarkirkannya.
"Aku jadi enggak enak loh Ga. Aku benar-benar sudah merepotkan kamu sekali".
"Tidak apa-apa" jawabnya. Lalu Argana menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit menuju hotel tempat Nita selama ini tinggal, namun hanya dalam bohongnya saja, dan yang sebenarnya Nita tidak tinggal disana.
Kemudian, selang waktu 17 menit Argana menghentikan mobilnya di sebuah toko buah dan juga di toko roti, "Kamu mau ngapain Arga?" tanyanya.
"Kamu tunggu disini sebentar" Argana lalu keluar dari dalam mobil.
Sambil menunggu Argana kembali, Nita pun melihat kearahnya memasuki toko itu. Dan tidak menunggu lama, hanya sekitar 10 menit, ia melihat Argana keluar dari dalam toko bersama dengan dua karyawan toko tersebut membawakan beberapa bingkisan kue dan juga buah-buahan.
Setelah mereka menaruhnya di dalam mobil, Argana pun kembali masuk kedalam mobilnya melihat Nita sedang melihatnya dengan tatapan penuh tanya.
"Ada apa?" tanya Argana menyalakan mesin mobil.
"Dirumah lagi ada acara ya Ga?".
"Tidak".
"Terus, untuk apa sebanyak itu Ga? Bukannya itu untuk sebuah acara keluarga?".
"Tidak" jawab Argana lagi.
"Oohh".
"Itu untuk kamu".
"Hhhmmm? Untuk aku?".
"Mmmmmm".
Nita pun langsung tertawa, "Yah.. Kamu ada-ada saja Arga. Lagian untuk apa ku buah sebanyak itu Arga? Dan juga cake itu...
"Untuk kamu juga. Aku sangat lapar, aku ingin memakannya dirumah mu..
"Apa?" potong Nita meninggikan suara. Kemudian Argana menatapnya dengan mata terkejut. "Hahahaha.. Bukan seperti itu Arga, aku malu membawa kamu ke apartemen ku. Kamu tau sendiri aku tinggal seorang diri disana, dan rumah ku saat ini sangat berantakan sekali. Jadi aku mohon..
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Biar aku saja nanti yang akan membersihkannya. Kamu istirahat saja".
"OMG!" Nita pun kembali merasa pusing di kepalanya saat Argana berkata ingin sekali singgah dirumahnya. Dan sekarang ini Nita malah semakin kebingungan bagaimana caranya agar Argana tidak memaksa diri untuk singgah..
"Arga!" panggilnya.
"Mmmm?".
"Jika suatu saat nanti...
DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...
"Sebentar" ucap Argana menyambar ponselnya dari dalam suku melihat panggilan dari Bagas. "Ada apa Gas?".
"Kamu sedang dimana Ga?".
"Aku sedang menyetir mobil Gas mengantar Nita ke hotel".
"Oh. Aku hanya ingin memberitahu mu kalau aku sedang bersama dengan Reysa di tempat biasa. Tidak bisakah kamu kemari secepat mungkin setelah kamu mengantarnya pulang?".
"Apa?" kaget Argana mendengar kalau Reysa sedang bersama dengannya.
"Mmmm.. Cepatlah kemari".
Dengan rasa penasaran, ia pun pada akhirnya bertanya. "Ada apa Arga? Kenapa kamu...
"Aku harus pergi begitu aku mengantar mu sampai hotel" jawab Argana.
"Mmmmm" Nita tidak bertanya lagi. Ia tahu kalau sesuatu yang tidak bisa Argana tolak baru saja Bagas katakan. Dan itu membuat Nita merasa legah, tapi munafik kalau ia tidak penasaran.
.
Sesampainya di hotel, Argana mengeluarkan semua yang tadi ia beli dari toko buah. Kemudian menatap Nita, "Kamu harus memakannya. Maaf aku tidak bisa singgah".
Nita lalu tersenyum mendengar ucapan Argana yang berkata maaf, "Tidak apa-apa Arga. Pergilah, beritahu aku kalau kamu sudah tiba dirumah".
"Mmmmm" angguk Argana memasuki mobilnya kembali. Ia pun segera meninggalkan Nita tempat ia berdiri saat ini.
Setelah itu Nita melihat buah-buahannya begitu banyak dan juga dua kotak cake. "Kamu ada-ada saja Arga. Tapi terimakasih banyak sudah perduli dengan ku meskipun aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk mu. Tapi aku janji Arga, aku akan menjadi wanita mu yang paling setia di dunia ini".
_
_
__ADS_1
Kini mobil Argana telah terparkir ditempat yang tadi Bagas bicarakan. Ia pun segera masuk kedalam, seperti yang Bagas ucapkan, ia langsung melihat Reysa tengah berdiri disana seorang diri.
"Reysa!" panggilnya.
"Arga!" balas Reysa. ia lalu berlari kearahnya dan langsung memeluk tubuh yang selama ini amat begitu ia rindukan. "Arga, aku sangat merindukan mu Arga" peluknya semakin erat.
"Aku juga sangat merindukan mu Rey. Maafkan aku tidak bisa melindungi mu selama ini" balas Argana.
"Tidak apa-apa Arga. Yang penting sekarang kamu berada di hadapan ku" Reysa melepaskan pelukannya. Ia menatap wajah Argana dengan tatapan penuh kerinduan sembari menciumnya.
"Kamu masih ingatkan janji kamu kepada ku Arga?".
"Mmmmm.. Sampai kapanpun aku akan selalu mengingatnya Rey. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu".
"Bisakah aku mempercayainya Arga?".
"Tentu saja" Argana mencium keningnya. "Kamu baik-baik saja?".
"Aku baik-baik saja Arga secara fisik. Tapi tidak hati ini, setiap waktu aku selalu memikirkan mu. Aku takut kalau sampai wanita lain merebut mu dari ku Arga. Sebab itu pikirkan ku tidak bisa tenang".
Argana mengelus kepala Reysa dengan sayang, "Maafkan aku Reysa jika selama ini aku membuat pikiran kamu tidak bisa tenang, tapi aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu".
"Terima kasih Arga sudah menepati janji itu. Aku mencintaimu mu sayang ku".
"Aku juga mencintai mu Rey. Lalu dimana Bagas? Kenapa hanya kamu yang ada disini?".
"Tidak tau kemana perginya Bagas. Tapi tadi sebelum Bagas pergi, ia menerima sebuah telpon dari seorang wanita, setelah itu aku tidak tau lagi".
"Mmmmm" kemudian Argana memandangi wajah cantik nan mulus Reysa yang tidak berubah-ubah sedari dulu. "Kamu sangat cantik sekali Rey".
Kedua pipi Reysa pun langsung merah tomat mendengar perkataan Argana, "Hey.. Jangan menggoda ku seperti itu Arga. Kamu membuatku malu..
Cup!
"Arga!" kaget Reysa.
Cup!
"Ais...
Argana lalu menarik wajah Reysa. Ia tersenyum membuat Reysa semakin merona begitu Argana mencium bibirnya hingga ciuman itu menjadi ciuman yang paling bersejarah dalam hidup Reysa.
Kemudian Reysa melepaskan ciuman Arga, ia mulai kehabisan nafas. "Maaf Arga. Aku..
__ADS_1
"Harusnya aku yang minta maaf Rey" Argana mengusap bibirnya. Menciumnya dengan sekali kecupan saja. "Terima kasih sayang" peluknya.