
Sekali lagi, satu orang pria akibat keegoisan seorang Matthew, telah meregang nyawa. Dan ia pun kini telah di bawa ke penjara oleh Surya.
"Kalian semua kurang ajar!" bentak Matthew dengan suara amarah yang begitu jelas terdengar. Tangannya menggenggam erat jeruji besi yang kini sudah menahan setiap pergerakannya.
Surya, telah berhasil membawa dan memasukkannya ke dalam penjara. tempat yang seharusnya sedari dulu ia huni.
"Yang kurang ajar itu sebenarnya adalah engkau, dasar pak tua! Kejahatan yang sudah kau perbuat di dunia ini sudah terlalu banyak. Dan harusnya kau segera bertobat. Bukan malah terus menerus menyalahkan orang lain. " Surya berujar memberitahu. Namun, Matthew tetaplah Matthew. Mau di beritahu seperti dan sekeras apapun, pria tua itu akan tetap tak mau mengerti. Ia bahkan tak menerima setiap pemberitahuan baik yang di berikan oleh Surya. Jadi, percuma saja. Toh, tidak ada gunanya juga.
__ADS_1
"Diam kau anak muda sial*n! Kau sudah membunuh satu orang lagi keponakanku! Beraninya kau!" ujar Matthew. Ia malah menyalahkan Surya atas rencana jahat yang sudah ia rencanakan bersama dengan Doni yang kini hanya tinggal namanya saja. Karena jasadnya sudah tiada. Lenyap bersamaan dengan habisnya cairan mematikan yang di suntikkan olehnya sendiri tanpa sengaja.
"Dasar tidak sadar diri! Dia membunuh dirinya sendiri. Bukan aku tau Rendy yang membunuhnya. Bahkan, bukan pula Ros yang membunuh keponakanmu itu. Tapi, dirinya sendiri lah yang sudah membunuh jasadnya sedari. Bukan kami!" Surya menegaskan dan memperjelas apa yang sebenarnya terjadi kepada Doni, keponakan dari Matthew. Namun, bukannya menerima, Matthew malah menatap garang ke arah Surya seperti tidak terima.
Karena ternyata memang seperti itulah kenyataannya. Matthew tidak terima dengan semua yang terjadi. Ia pun juga tak menerima penjelasan. Baginya, tetap Surya, Rendy dan Ros lah yang salah dalam hal ini.
"Terserah kau saja, pak tua! Sekalinya tak menerima penjelasan. Maka, selamanya pula tak akan menerima penjelasan tersebut. Keras kepala! Dan jika boleh aku membeberkan sesuatu. Yang pembunuh itu bukanlah aku. Tapi, dirimu sendiri lah seorang pembunuhnya. Apakah kau lupa, kau yang sudah membuat ibu dan ayahku sampai meninggal. Apa kau sudah lupa akan hal itu?" kata Surya membalikkan pertanyaan pada sosok Bhadrika.
__ADS_1
'Ha ha ha!'
Gelak tawa terdengar dari mulut Matthew. Pria tua itu tertawa terbahak bahak setelah mendengar apa yang baru saja Surya katakan padanya.
"Ternyata, kau masih tetap saja mengingatnya ya!" ujar Matthew dengan wajah sinis yang kini ia tunjukkan pada Surya.
"Hal buruk dan menyedihkan itu, tak akan mudah aku lupa. Bahkan sepertinya aku tak akan pernah melupakan hal itu. Kau seorang pembunuh! Kau pembunuh, Matthew!" balas Surya dengan suara berapi api. Seperti Surya sudah lama menahan diri untuk tak terpancing sama sekali akan apa yang selalu di berbuat dan di katakan oleh Matthew. namun, pria tua itu malah terus menerus memancing mancing amarahnya. Hingga, amarah dari Surya menggebu dan mengalami sebuah letusan kemarahan yang amat dahsyat bagi Matthew.
__ADS_1