Dia Milikku

Dia Milikku
Bab 69


__ADS_3

"Benar. Sekarang terserah mama saja mau bilang Reysa anak yang tidak tau diri atau bilang Reysa tidak berbakti. Mulai dari sekarang Reysa cape ma, Reysa cape sudah menuruti semua permintaan mama sama papa dengan menikahkan aku dengan Reno yang sekarang mama lihat sendiri. Dan gara-gara dia juga aku kehilangan Argana, cinta sejati ku ma".


"Haaahhh" tawa Kirana dengan menyeringai. "Oh sekarang kamu sudah berani ya Rey? Baiklah, terserah kamu saja mulia saat ini. Kamu mau kembali ke anak kurang ajar itu, terserah kamu Rey. Dan mulai hari ini juga kamu bukan anak mama sama papa lagi, hubungan kita sudah putus".


Begitu Kirana pergi menyusul sang suami ke kantor polisi, Reysa hanya bisa menghela nafas berat melihat adiknya itu hanya bisa menunduk sambil menangis.


"Semua akan baik-baik saja Brian. Jangan menangis seperti itu, kamu tidak usah malu jika nantinya teman-teman kamu menghujat dan mengatai mu.. Anak korupsi".


Ia lalu mendekati Brian kearah sofa mendudukkan diri di samping sang adik tanpa mereka sadari dari kejauhan sana Isabella sedang memperhatikan mereka.


"Berhentilah menangis. Kakak sangat tau sekali apa yang kamu rasakan, begitu juga dengan kakak nantinya".


Brian lalu melihatnya, "Aku tidak bisa kak, aku tidak bisa dengan ini semua. Mulai hari ini aku akan pindah kampus, aku akan pergi keluar negeri kak".


"Jangan tinggalkan mama Brian".


"Aku tidak perduli lagi kak. Aku sangat malu sekali, bahkan sampai sekarang aku tidak berani membuka ponselku setelah kasus papa tersebar dia semua stasiun televisi".


"Kamu yang kuat ya Brian. Kalau memang itu yang terbaik untuk mu, kakak tidak bisa melarang mu untuk pergi. Tapi sebelum kamu pergi, kamu harus izin ke mama dulu mmmmm".


Kemudian Reysa membawa Brian kedalam pelukannya melihat Isabella berdiri di ujung sana dengan tatapan sendu membuat ia hanya melemparkan senyuman kehancuran.


.


Sedangkan Argana yang kini berada di ruangannya ia tak henti-hentinya tersenyum senang melihat Dilan bersama dengan menantunya yang menjadi tahanan polisi bersamaan beberapa petinggi perusahaan.


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...


"Iya pa" jawab Argana melihat layar ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Lucas sang ayah.


"Kamu keruangan papa sekarang juga".

__ADS_1


"Iya" jawabnya. Argana pun segera memasuki ruangan Lucas, setelah ia membuka pintu ruangan milik sang Presdir itu, ia melihat Lucas bersama dengan Reza dan Jose.


"Hahahaha" ketiga orang itu langsung tertawa gembira melihat Argana tiba disana dengan gagahnya. "Ayo duduk Arga" ujar Reza.


"Terima kasih paman. Apa yang membuat paman berada disini?" tanyanya melihat Reza dan Jose secara bergantian.


"Tentu saja ingin memberi mu selamat Argana. Wah, Lucas sangat luar biasa sekali bisa mendidik mu menjadi seperti ini, kami sangat bangga sekali kepada mu Arga hahhahaha" senang keduanya.


"Iya paman. Tapi ini semua berkat bantuan Reysa juga, hingga pada akhirnya semuanya berjalan dengan baik".


"Apa?" kaget Lucas, Reza dan Jose.


"Iya pa. Sebenarnya Reysa lah orang yang sangat berjasa dalam kasus ini. Dia yang telah menunjukkan ruang rahasia yang selama ini paman Dilan sembunyikan".


"Tapi bagaimana mana bisa Reysa tau Argana?" tanya Reza penasaran.


"Kemarin saat polisi melakukan penyelidikan, paman Dilan pergi meninggalkan Reno seorang diri di dalam sana. Dan setelah itu, beberapa jam kemudian para polisi akhirnya meninggalkan ruangan itu, dan saat itu juga Reysa melihat Reno tiba-tiba menutup pintu ruangan paman Dilan".


"Jadi..


"Iya pa. Reysa lah yang menunjukkan ruangan itu kepada ku".


"Mmmmm" gumam mereka bertiga. Lalu Reza melihatnya, "Tapi kamu masih mengingat janji kamu kan Arga?".


"Tentu saja paman. Aku tidak akan pernah kembali lagi kepada Reysa sesuai dengan janji ku kepada paman".


"Janji apa ini?" penasaran Jose.


"Hahahaha" tawa Reza. "Tidak ada apa-apa Jose".


"Jangan lukakan itu Arga. Kamu jangan pernah mendengarnya, kamu lihat sendiri dia sampai sekarang tidak menikah-menikah. Kamu mau seperti dia Arga? Hahahaha.. Jika kamu masih mencintai Reysa, kamu masih punya harapan bersama dengannya. Paman yakin, kalian berdua pasti masih saling mencintai satu sama lain. Bukankah begitu Lucas?".

__ADS_1


"Aku terserah Argana saja. Mana yang terbaik untuknya silahkan dia pilih, aku tidak akan pernah melarangnya".


"Kamu dengar itu sendiri Argana? Paman akan selalu mendukung mu. Jangan kamu dengarkan Reza" ejek Jose dengan senyumannya.


"Yah.. Hentikan. Aku tidak ingin mendengar mu" balas Reza dengan wajah kesalnya. "Aku seperti ini karna aku masih mencintai Flora, mau sampai kapan pun posisi dia tidak akan pernah tergantikan dari hati ini Jose."


Melihat kekesalan yang tiba-tiba di wajah Jose membuat mereka tertawa senang. Karna keduanya memang mencintai satu wanita itu.


"Hahahaha.. Apa tidak sebaiknya paman mengembalikan Bagas kemari? Aku merasa sangat kesepian tanpa ada dirinya".


"Paman juga tidak tau Arga. Keinginan dia sendiri yang tidak mau kembali ke Indonesia. Kenapa tidak kamu saja yang menyuruhnya Kembali kemari? Mungkin saja dia mau mendengarkan kamu Arga".


"Tidak mungkin paman kalau aku yang mengatakannya, dia pasti akan menertawakan ku".


.


3 Hari kemudian.


Hari ini adalah hari dimana sidang keputusan Dilan berlangsung di gedung mahkamah agung kejaksaan republik Indonesia.


Dengan senyum mengembang di wajah Lucas, ia terlihat bahagia sekali melihat Dilan mengenakan pakaian tahanan. "Itu adalah hukuman yang setimpal kamu terima Dilan setelah apa yang kamu lakukan selama ini" ucap Lucas dalam hati.


Tidak menunggu lama, keputusan hakim membuat Dilan bersama dengan rekannya selama ini dijatuhi hukum 15 tahun penjara dengan tiga kali menokok palu.


Air mata pun langsung berderai dari pelupuk kedua bola mata Kirana. "Tidak.. Tidak.. Jangan hukum suami ku seperti ini hiks.. hiks.. Jangan lakukan itu".


Lalu melihat Lucas yang masih tersenyum bahagia melihat kearah Dilan membuat ia sangat murka dengan melemparkan tas yang ia pakai tepat di wajahnya.


"Dasar setan!" teriaknya kepada Lucas yang malah ikutan menertawainya dengan wajah sinis. "Benar. Silahkan tertawa Lucas, tapi ingat. Aku akan melakukan segala cara untuk menghancurkan hidup mu yang sudah kamu rebut dari ku. Ingat itu Lucas!".


"Haaahh.. Apa yang sudah ku rebut dari mu Kirana hhhmm? tanya Lucas dengan senyuman yang masih ia terbitkan di wajahnya. "Kamu tidak tau? atau kamu pura-pura tidak tau kalau Dilan lah yang selama ini telah merebutnya dari ku. Tapi kenapa sekarang kamu malah menyalahkan aku Kirana?".

__ADS_1


"Kurang ajar. Enyah kamu sekarang juga dari hadapan ku Lucas. Aku tidak ingin melihat mu Aarrkkhhh.. Aku membenci mu Lucas aku sangat membenci mu sampai keturunan mu".


__ADS_2