Dia Milikku

Dia Milikku
Pagi pertama part 2, 21+


__ADS_3

"A-aku belum mandi kak!" ucap Ros yang tersadar kemudian, mencoba untuk menghindar dari Rendy.


"Tidak papa, tubuhmu masih sangat wangi walaupun kau belum mandi," ucap Rendy yang mulai menyusuri tubuh indah Ros.


Rendy kembali mencium bibir indah milik istrinya, menciumnya semakin dalam, hingga menyusuri setiap benda yang berada di rongga mulut Ros.


Ros tak kuasa menahan gelora yang Rendy lakukan padanya pagi ini. Hingga ia terhanyut dan menikmati setiap gerakan yang Rendy lakukan.


Rendy menghentikan ciumannya sejenak, menatap Ros dengan tatapan yang sulit diartikan, tatapan penuh harap, tatapan menginginkan, dan tatapan entah apa itu namanya, namun Rendy menangkap sinyal dari mata Ros, jika Ros tak rela, Rendy melepaskan ciuman yang sedang berlangsung itu.


"Apa kamu sudah siap, untuk memberikan sesuatu yang sangat berharga dan kau jaga selama ini, untuk diberikan pada suamimu ini?" tanya Rendy pada Ros yang kini sudah menjadi istrinya.


Rendy tak ingin ada paksaan dalam hubungannya, ia ingin Ros memberikan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya dengan senang hati, bukan karena keterpaksaan.


Ros mengangguk perlahan, dengan wajah bersemu merah karena menahan malu.


Rendy yang melihat tanda lampu hijau dari istrinya pun, tak lagi menyia-nyiakan kesempatan.


Rendy langsung mencium kening Ros dengan mesra, turun ke mata, hidung, kedua pipi, hingga ke bibir, Rendy bermain main sana cukup lama, hingga permainannya turun ke bahu, leher, dan beralih ke cuping telinga, membuat Ros menggeliat karena merasakan geli yang teramat sangat.


Namun entah kenapa? Ros sangat menikmatinya, hingga tiba tiba saja, kecupan serta gigitan keras terasa dilehernya.


Ros mengerang, saat Rendy menggigit sedikit lehernya hingga menyisakan tanda merah yang membekas.


Kembali Rendy mencium bibir Ros, dengan tangan yang mulai tak bisa dikondisikan, tangan yang sudah bermain kesana kemari, menyusuri setiap lekuk tubuh Ros yang indah.


Perlahan pakaian yang Ros kenakan mulai berjatuhan kesana kemari, karena Rendy mulai membuka semua kain yang melekat ditubuh istrinya.


Ros begitu menikmati aktivitas yang sedang suaminya itu lakukan, hingga tanpa sadar, tangan Rendy sudah berada diantara dua benda berbentuk seperti bola namun juga terlihat seperti bukit yang sangat menantang.


Rendy menyentuh dan memainkan jemarinya disana, dengan penuh gairah yang menggelora.


Ros menggeliat geliat, menikmati setiap sentuhan yang Rendy berikan padanya dan,


"Aaaaaargh..." Ros mengerang, saat Rendy menggigit bagian tengah bukitnya, membuat Rendy semakin bernafsu untuk memainkan yang lebih dari apa yang sedang ia lakukan saat ini.


Kecupan demi kecupan, Rendy berikan pada setiap lekuk tubuh sang istri, yang terlihat mulus dan menggoda.

__ADS_1


Ros memang pandai dalam merawat tubuhnya hingga terlihat sangat indah dan terawat.


Tanda tanda merah bekas kecupan dan gigitan Rendy tampak memenuhi setiap lekuk tubuh Ros tanpa terkecuali.


Hingga kecupan nakal Rendy, beralih ke bawah, tempat dimana Rendy belum pernah menjumpainya.


Rendy menyentuh bagian tubuh yang sangat ingin dinikmatinya itu dengan sangat lembut dan halus, sesekali Rendy menciuminya dengan sangat rakus, seperti seseorang yang sedang kelaparan, membuat Ros tak mampu lagi mengendalikan dirinya.


Ros membenamkan wajah Rendy yang sudah berada diantara barang berharga miliknya, membuat Rendy sedikit kehabisan napas.


"Apa aku siap?" ucap Rendy menatap istrinya, "Dia milikku sekarang," ucap Rendy lagi.


Ros pun menganggukkan kepalanya dengan mata sedikit terpejam, setiap sentuhan yang Rendy berikan padanya, memberikan Ros begitu menikmatinya hingga ia tak mampu untuk mengendalikan gelora yang muncul dalam dirinya.


Rendy menidurkan tubuh Ros diatas ranjang, dan memposisikan dirinya diatas tubuh Ros.


Perlahan mulai menyentuh barang yang dulu sangat terlarang baginya, yang kini menjadi halal baginya.


Rendy mulai bermain-main nakal pada barang terlarang itu, mencoba untuk membenamkan jemarinya disana, namun sangat sulit, bukannya masuk, malah Ros yang mengerang kesakitan.


"Aaaargh..."


Benda yang sudah beberapa hari ini meminta hak nya untuk ia miliki.


Ros membulat, saat melihat benda milik suaminya itu, yang sudah sangat menantang, mencoba untuk menerobos gawang pertahanannya.


"Kamu siap sayang? akan kulakukan dengan perlahan," lirih Rendy sambil mengecup kening Ros.


Ros tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya, membuat Rendy senang akan persetujuan Ros.


Rendy kini sudah berada di atas tubuh Ros, mencoba memasukkan barang miliknya kedalam barang berharga milik sang istri yang kini juga telah menjadi miliknya.


Perlahan benda itu mulai masuk, menerobos pertahanan Ros, sedikit demi sedikit.


Terlihat Ros yang merintih kesakitan dengan mata terpejam dan bibir yang ia gigit bawahnya.


Suara rintihan Ros semakin membuatnya bergairah, Rendy pun mulai memaju mundurkan barang miliknya perlahan, merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Begitu nikmat., yang Rendy rasakan saat ini.


Begitupun dengan Ros, yang mulai menikmati alur permainan maju mundur yang dilakukan oleh sang suami.


Inikah rasanya bercinta dengan orang yang dicintai? terasa nikmat dan membahagiakan hati.


Rendy semakin mempercepat laju permainannya, dengan tangan dan bibir yang tidak pernah mau diam, menyusuri setiap lekuk, menyentuh bagian bagian tubuh Ros, yang semakin membuat mereka berdua menikmati permainan pagi pertama mereka. Hingga,


"Aku sudah tidak tahan, aku mau pipis sekarang!" lirih Ros hendak pergi dari permainan yang masih belum selesai.


"Aku tidak mau mengompol diatas kasur!" lirih Ros lagi.


"Tidak papa sayang, kau keluarkan saja disini," balas Rendy yang tahu, jika Ros sebenarnya tidak benar benar ingin mengompol, namun ingin mengeluarkan puncak kenikmatannya.


"Aaaaku tidak tahan," bisik Ros di telinga Rendy, membuat Rendy semakin mempercepat gerakannya, hingga... Ros pun mencapai puncak kenikmatan pertamanya.


Ros terkulai lemas saat ia berhasil mencapai puncak kenikmatan, tenaganya seolah terkuras habis, tubuhnya tak mampu lagi untuk mengimbangi permainan Rendy, bahkan untuk menggerakkan nya saja, rasanya Ros sangat lelah.


Rendy tersenyum penuh kepuasan saat melihat istrinya sudah mencapai puncak kenikmatan, ia begitu bangga dengan dirinya sendiri karena telah berhasil memuaskan sang istri.


Rendy mengecup pelan kening istrinya, dengan permainan yang masih belum berakhir, Rendy terus menggerakkan badannya, menindih Ros maju dan mundur, menikmati setiap gerakan yang ia lakukan, Hingga setengah jam berlalu, Rendy nampaknya akan mencapai puncak kenikmatannya.


Rendy menggerakkan laju permainannya dengan tempo yang dipercepat, semakin cepat dan cepat hingga,


"Aaaaaaaaaaaaaargh.... aaaargh," Rendy mengerang, mencapai puncak kenikmatannya.


Semburan hangat memenuhi sesuatu yang berada didalam rahim Ros, begitu hangat dan nikmat yang Ros rasakan, begitupun dengan Rendy.


Ia menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh sang istri.


Begitu lelah, namun begitu nikmat, sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.


"Huh!" Rendy menghembuskan napas kelegaan.


"Terima kasih sayang, karena sudah membuatku menjadi seorang suami yang seutuhnya untukmu," ucap Rendy sambil mengecup kening Ros, membawanya dalam dekapan.


Ros tersenyum manis pada sang suami, menatapnya dengan penuh cinta.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2