
"Cih! kamu bahkan jauh lebih cantik darinya!" ketus Rendy.
"Kamu kenapa sih sayang?" Ros terheran dengan tingkah dan sikap suaminya ini, yang tampak sangat tak suka dengan semua yang ada pada Anita. Rendy juga tak suka jika Ros memuji wanita lain dihadapannya.
"Jangan membahas dia lagi!" ucapan Rendy tampak dingin dan datar, "Akan kemana istriku yang cantik ini sekarang?" tanya Rendy kemudian, dengan nada suara yang sangat berbeda dari sebelumnya, Rendy bahkan bertanya sambil mengecup puncuk kepala Ros.
"Aku akan melihat kantorku sekarang! apa boleh?" jawab Ros.
"Tentu! tapi aku akan lebih suka jika kemu menemaniku bekerja di kantor ku!" balas Rendy, sambil mengelus-elus rambut pendek Ros yang mulai memanjang.
"Apa boleh?" Mata Ros berbinar saat mendengar ucapan Rendy.
Rendy menganggukkan kepalanya "Tentu saja!"
"Apa tidak akan mengganggumu sayang?" tanya Ros kemudian.
"Siapa yang bilang! aku akan sangat senang jika kamu mau menemaniku! aku tidak akan pernah merasa terganggu!" jawab Rendy.
"Aku ingin sekali menemaniku bekerja, tapi nanti saja! setelah urusanku selesai di kantor! Aku sudah lama sekali tidak menemui semua karyawan ku disana!" ujar Ros.
"Jangan terlalu lelah sayang! aku tidak mau kelelahan!" ujar Rendy yang kembali mengelus elus rambut Ros, dan langsung dibalas dengan anggukan kecil serta senyuman manis dari bibir Ros.
...***...
"Herman!" panggil Rendy.
"Saya Tuan!" jawab Herman sigap.
"Antar kan istriku ke kantornya dengan selamat! awas saja kalau istriku sampai lecet atau terluka! aku akan membunuhmu kalau sampai Ros terluka walau seujung jari pun!" Rendy mendongakkan kepalanya dari luar mobil, melihat ke arah Ros yang berada didalam mobil.
"Baik Tuan! akan saya pastikan Nyonya selamat sampai tujuan!" jawab Herman sambil menganggukkan kepalanya.
"dan ya, antar kan juga wanita ini!" Rendy menunjuk Anita tanpa menyebutkan namanya ataupun melihatnya, mata Rendy terus tertuju pada wajah sang istri yang terasa enggan untuk ia tinggalkan, "kau Carikan dia rumah sewa atau rumah kontrakan, atau apalah itu!" ujar Rendy.
"Baik Tuan!" jawab Herman yang langsung mengerti.
"Terima kasih Tuan! saya akan membalas semua kebaikan anda!" ujar Anita, namun Rendy tampak tak menghiraukan ucapan Anita sama sekali, ia berlalu pergi sambil melambaikan tangannya pada Ros.
__ADS_1
"Jaga dirimu baik baik sayang! aku akan segera pulang setelah pekerjaan ku selesai!" ujar Rendy saat mobil hendak berangkat, dan Ros membalasnya dengan senyuman hangat yang membuat Rendy semakin enggan untuk meninggalkan Ros bersama dengan Anita.
...***...
"Kita kemana dulu Nyonya?" tanya Herman sambil melirik Ros dari kaca depan.
"Kita antar kan dulu Anita mencari rumah kontrakan yang aman dulu Herman!" jawab Ros.
"Bukankah Tuan menyuruh saya untuk mengantarkan dulu nyonya ke kantor!" Herman mengerutkan alisnya.
"Tidak apa Herman, saya ingin memastikan Anita aman dan menemukan kontrakan yang aman pula!" balas Ros, dan Herman pun menganggukkan kepalanya pelan.
"Apa tidak merepotkan Nyonya? nyonya sudah banyak membantu saya!" Anita menunjukkan wajah memelas nya dihadapan Ros.
"Tidak Anita! tidak merepotkan sama sekali! saya senang bisa membantu kamu!" jawab Ros dengan ramah dan senyum yang ia umbar tulus pada Anita.
Beberapa menit berlalu, Herman menemukan plang bertuliskan kata
Dicari, yang mau mengontrak, tersedia kontrakan khusus wanita!
"Kita lihat Herman, semoga saja masih ada!" balas Ros.
Herman pun langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan plang bertuliskan tersebut. Herman turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil untuk Ros.
"Terima kasih Herman!" ucap Ros, dan Herman hanya mengangguk pelan.
"Mari nyonya, kita cari pemilik kontrakan ini!" ajak Herman dan Ros pun langsung menyetujuinya dengan mengikuti langkah Herman, disusul dengan Anita yang berjalan di belakang Ros.
°°°
"Terima kasih Nyonya, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih! nyonya sudah banyak membantu saya! saya pasti akan membalas semua kebaikan nyonya kepada saya!" ujar Anita setelah Ros memberikan bantuan tempat tinggal berupa rumah kontrakan kepada Anita.
"Tidak usah berterima kasih Anita, saya ikhlas membantu kamu! jaga diri kamu baik baik, saya harus pergi sekarang!" Ros mengulurkan tangannya dan memberikan Anita beberapa lembar uang untuk Anita membiayai hidupnya selama beberapa hari, sebelum Anita mendapatkan pekerjaan.
"Tidak usah Nyonya, saya sudah banyak merepotkan, saya tidak mau terus menerus merepotkan nyonya!" Anita menolak uang pemberian Ros dengan cara yang halus.
"Tapi kamu membutuhkannya Anita, tolong ambillah!" Ros memaksa kembali Anita untuk mengambil uang pemberiannya.
__ADS_1
"Tidak Nyonya! saya tidak mau mengambil uang pemberian dari nyonya dengan cuma-cuma!" ujar Anita yang masih terus menolak uang pemberian Ros.
"Cuma-cuma...," ujar Ros sambil mengerutkan keningnya.
"Iya nyonya, saya tidak mau mengambil uang dari nyonya dengan cuma-cuma, tanpa bekerja terlebih dahulu!" balas Anita.
Herman masih terus memperhatikan Ros dan gerak gerik Anita, yang sepertinya sedang memancing Ros. Namun entah memancing apa yang dimaksud oleh Herman, Herman juga masih bingung dengan kata memancing yang terlintas dibenaknya.
"Kalau begitu..., kamu harus bekerja di kantor saya mulai besok!" ujar Ros, yang tiba-tiba saja membuat kata memancing yang keluar dari benak Herman menemukan artinya.
Ya, Anita sedang memancing Ros agar ia bisa bekerja dengannya untuk mendapatkan uang tersebut. Pikir Herman tiba-tiba.
"Anda serius Nyonya, saya bisa bekerja di kantor anda!" tanya Anita kemudian.
"Ya Anita, saya serius, dan kaku tidak boleh menolak permintaan saya yang sekarang!" jawab Ros.
"Tapi saya hanyalah seorang mantan wanita malam, nyonya!" Anita menundukkan kepalanya dalam.
"Huuh...," Ros menghela napasnya panjang, "lupakan itu semua Anita, dan mulailah bekerja di kantor ku besok!" ujar Ros kemudian, lalu Ros merogoh tasnya dan mengambil kartu nama dari dompetnya.
"Baik Nyonya, terima kasih! sekali lagi saya ucapkan terima kasih, karena nyonya sudah banyak membantu saya!" ujar Anita dengan begitu senangnya.
"Kalau begitu..., saya pamit dulu Anita! jangan lupa untuk datang ke kantorku tepat waktu besok!" ujar Ros sambil berjalan keluar dari dalam kontrakan Anita.
"Baik Nyonya, sekali lagi terima kasih, dan hati-hati!" balas Anita dengan wajah sumringah, hingga Ros pun keluar, diikuti dengan Herman yang berjalan dibelakangnya.
Anita melambaikan tangannya saat mobil Ros sudah melaju pergi, meninggalkan Anita di kontrakan barunya.
"Terima kasih Nyonya, anda sudah membukakan jalan ku!" ujar Anita dengan wajah senangnya yang kali ini, ekspresi wajah senangnya tampak berbeda dari sebelumnya, saat ada Ros dan Herman dihadapannya.
Bersambung...
Hai hai, triple up nih🙃
yang mau kasih aku kopi, yuuk merapat, Pat, Pat, Pat, Pat,😂😂
Biar bisa tambah lagi up nya buat malam ini🤣
__ADS_1