
Esok harinya sebuah surat undangan tiba di rumah Argana, "Ini undangan dari siapa?" tanya Marisa menerima surat undangan tersebut.
"Saya kurang tau nyonya" jawab si pelayan tersebut meninggalkan ia dan Lucas.
Kemudian Marisa melirik Lucas, setelah itu ia pun langsung membuka surat undangan dengan mata membulat begitu ia melihat nama yang tertera di undangan tersebut.
"Ada apa sayang?" tanya Lucas.
"Kamu lihat sendiri" jawab Marisa memberikan ditangan Lucas.
Lucas pun ikutan sedikit terkejut, namun rasa legah dalam hatinya lebih dalam. "Apa Argana mengetahui ini?".
"Apa?" tanya Argana yang baru saja menuruni anak tangga melihat kearah sepasang suami istri itu. "Ada apa Pa? Ma?" tanyanya lagi.
Lalu Marisa tersenyum, "Kamu sudah mau berangkat kuliah Ga?".
"Iya ma. Tapi kenapa mama tidak menjawab pertanyaan ku?" Argana semakin penasaran melihat surat undangan yang berada ditangan kanan Lucas. "Itu apa Pa?".
"Surat undangan" jawab Lucas memberikan dihadapan putranya itu. "Kamu lihat sendiri, kamu pasti penasaran".
Argana menerima suara undangan itu. Seketika ia langsung membulatkan kedua matanya setelah membaca nama yang tertera disana. Dengan rasa tidak percaya Argana tertawa kecil bertanya, "Dia siapa Pa?".
"Siapa lagi kalau bukan Reysa. Wanita yang selama ini kamu cintai".
"Tidak mungkin! Aku tidak mempercayainya Pa Ma! Reysa tidak mungkin mengkhianati ku dengan menikahi pria lain. Ini tidak benar kan Ma? Ini pasti Reysa yang lain. Iya kan Ma?".
Namun Marisa hanya diam saja, ia tidak mampu menjawab pertanyaan putranya itu yang sudah meneteskan air mata.
"Kenapa? Kenapa mama tidak menjawab ku?".
"Arga..
"Haahhh.. Jadi ini benar-benar Reysa ku Ma? Ini benar-benar Reysa?" potong Argana menatap ke langit-langit. "Akh, ternyata aku yang sudah bodoh selama ini tidak bisa memperjuangkan Reysa".
Kemudian kedua suami istri itu melihat Argana melangkah pergi dari hadapan mereka membuat Marisa segera menghentikannya.
"Kamu mau kemana Arga?" tanyanya.
"Aku harus pergi ma. Reysa tidak bisa menikahi pria lain sekali aku. Aku harus merebutnya kembali Ma, Reysa tidak bisa menikahi pria itu" jawab Argana dengan nada bergetar.
"Tidak sayang. Kamu tidak bisa melakukan itu, mama mohon Argana".
__ADS_1
"Reysa milik ku Ma. Reysa hanya milik Argana, tidak ada yang bisa memiliki dia selain aku ma".
Kemudian Marisa menyuruh Lucas untuk menghentikan Argana menemui Reysa di hotel xx tempat Reysa dan Reno di berkati.
"Pa tolong lepaskan aku. Aku harus pergi merebut Reysa dari pria itu. Aku tidak akan pernah membiarkannya merebut Reysa dari ku Pa" kesal Argana dengan air mata yang terus-menerus mengalir dari pelupuk bola matanya.
"Papa tau apa yang kamu rasakan Arga. Tapi kamu tidak bisa melakukan apa-apa untuk melawan paman mu. Jangan menyakiti diri mu sendiri, biarkan Reysa bersama dengan pria itu" ujar Lucas memberi nasihat kepada putranya itu.
"Tidak Pa. Aku tidak bisa hidup tanpa Reysa".
"Lambat laun kamu akan terbiasa tanpa dirinya. Sudah saatnya kamu melepaskan Reysa".
"Aku tidak bisa Pa" geleng Argana tetap memberontak agar Lucas melepaskan tubuhnya. "Setidaknya biarkan aku melihat Reysa untuk yang terakhir kalinya Pa. Aku mohon".
Lucas menatap istrinya, "Sebaiknya kamu tidak usah kesana sayang. Mama takut kamu tidak akan bisa nantinya menahan emosi".
"Biarkan Argana pergi ma. Kumohon!".
"Baiklah! Kamu bisa pergi kesana tapi kamu harus pergi bersama dengan papa. Bagaimana? Papa tidak bisa yakin kalau kamu tidak membuat kekacauan disana nantinya"
Lalu Argana menatap Lucas dengan tatapan sendu, "Aku bisa sendiri Pa. Aku janji tidak akan membuat keributan disana".
"Tidak Arga. Mama tidak bisa yakin seperti yang papa kamu katakan. Kalau kamu benar-benar mau kesana, kamu harus pergi sama papa. Bagaimana? Kalau tidak, sebaiknya kamu dirumah saja" ucap Marisa tidak memberinya izin pergi sendiri.
"Sayang! Mama percaya kelak kamu akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Reysa. Mulai dari sekarang tolong lupakan dia sayang. Mama mohon".
"Aku tidak bisa ma. Aku tidak bisa mencintai wanita lain selain Reysa dan aku tidak bisa mempercayainya wanita lain selain Reysa" Argana lalu menjatuhkan tubuhnya diatas sofa. "Sakit ma! Rasanya sakit sekali".
Tetapi Lucas malah tersenyum melihat Argana yang seperti ini membuat Marisa menatapnya heran. "Ada apa?" tanyanya.
"Melihat Argana seperti ini membuat ku teringat masa remaja dulu" jawab Lucas seketika raut wajah Marisa berubah. "Akh, seperti aku salah bicara. Arga! Kamu jadi pergi atau tidak?" Lucas mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ayo! Kalau kamu mau kesana".
Argana bukannya bergerak dari posisinya, ia malah menghela nafas panjang sambil menutup kedua matanya.
"Aku ingin sendiri saja kesana Pa. Percaya pada ku".
"Ya sudah kalau gitu. Kamu bisa pergi sendiri" angguk Lucas.
"Terima kasih Pa".
__ADS_1
Argana kembali membuka kedua matanya, ia pun langsung pergi begitu saja dari hadapan kedua orang tuanya menuju gedung hotel tempat Reysa dan Reno melangsungkan pernikahan mereka.
"Sayang! Apa kamu yakin Argana bisa menerima ini semua?" tanya Marisa menatap punggung Argana yang menjauh.
"Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi sayang. Sejauh ini aku masih mempercayai apa yang Argana ucapkan".
"Hhhmmss.. Semoga saja Argana tidak melakukan kesalahan. Aku takut sesuatu terjadi kepadanya atau sebaiknya kamu menyuruh seseorang untuk memantau ya? Itu jauh lebih baik sayang".
"Haruskah?".
"Mmmmmm".
_
_
Ting!
Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Nita, lalu ia menyambar ponsel tersebut, disana ia melihat sebuah pesan masuk dari sang sahabat yaitu Mita.
"Ada apa Mita mengirim ku pesan pagi-pagi seperti ini?" gumamnya membuka pesan Mita.
"Nita, pagi ini kamu kuliah? Kita dapat gaji tambahan hari ini" isi pesan Mita.
"Iya aku ada kuliah pagi ini. Cuman hanya satu mata kuliah saja nanti jam 10 pagi. Kenapa Mita?".
"Sebaiknya kamu tidak usah masuk kuliah kali ini saja Nita. Soalnya leader kita baru saja memberitahu kalau kita akan ke hotel xx, atau kamu bel....
DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT....
"Ada apa Mita?" tanyanya langsung memanggil nomor Mita.
"Kamu tau kan kalau ketua team dari perancang busana putrinya tuan Dilan hari ini menikah di gedung hotel xx milik mertua tuan Dilan" jawab Mita.
"Apa?" kaget Nita tidak mengetahui selama ini. "Maksud kamu Bu Reysa menikah?".
"Iya. Sebenarnya aku juga baru tau Nita, pantas saja kemarin kamu mencari-cari keberadaan Bu Reysa. Ternyata Bu Reysa sedang mempersiapkan pernikahannya".
"Wah.. Ternyata Bu Reysa menikah".
"Mmmmm.. Bagaimana? Kamu ikut tidak kesana? Lumayan loh gajinya nanti. Terus kita juga dapat makanan gratis dan bisa lagi di bawa pulang".
__ADS_1
"Baiklah, kalau gitu aku akan kesana Mita. Kamu tunggu aku didepan loby nanti ok".
"Ok Nita".