
Sepulang dari kantor, Nita menunggu angkutan umum di tempat biasa ia menunggu bus bersama dengan Nella.
"Kenapa kamu tidak di jemput kekasih mu saja Nella? Kan lumayan menghemat biaya loh".
"Haahhh.. Kekasih kamu bilang Nita?".
"Mmmmm".
"Ais, kamu udah lupa yah kalau aku sama dia sudah putus 2 minggu yang lalu? Perasaan aku cerita deh sama kamu Nita, dasar kamu ya saja yang sudah melupakannya".
"Oh iya yah hehehe.. Maaf aku sudah melupakannya Nella karna pekerjaan yang selalu menumpuk setiap hari".
"Hhhmmss.. Kebiasaan deh".
"Tapi tunggu dulu Nella".
"Ada apa?".
"Aku pernah ingat kalau Ranu..
"Eeiikkss... Jangan membawa-bawa namanya Nita, aku sama sekali tidak tertarik berpacaran dengan satu kantor ku sendiri apalagi satu ruangan. Astaga! Itu sangat menyebalkan sekali".
Nita tertawa, "Belum kamu coba kamu sudah berkata itu sangat menyebalkan sekali. Malahan asik tau".
"Tau dari mana kamu?" tanya Nella menatapnya. "Emang kamu pernah mencobanya? Setau ku kamu belum pernah memiliki teman dekat di kantor? Apa selama ini kamu berpacaran diam-diam Nita?".
"Bukan seperti itu Nella. Aku hanya menceritakan pengalaman aku dulu waktu kuliah" jawabnya. "Aku dulu pernah berpacaran dengan teman satu kampus ku sendiri. Yah, rasanya enak sih".
"Kamu yakin?".
"Mmmmm.. Coba saja kalau kamu tidak percaya".
"Terus dimana dia sekarang?".
"Siapa?".
"Kekasih mu dulu? Kenapa kalian berdua bisa putus?".
Nita pun langsung terdiam, ia seketika mengingat wajah Argana yang sangat marah saat pertama kali ia ketahui siapa dirinya yang sebenarnya.
"Kenapa kamu tidak menjawab ku Nita?".
"Hubungan kami ya berakhir begitu saja di pisahkan oleh waktu Nella".
"Terus, apa karna itu sampai sekarang kamu tidak berniat didekati oleh pria di kantor kita? Padahal banyak loh yang suka sama kamu Nita, ganteng lagi dan posisinya di perusahaan ini sudah bisa dijamin lah".
Nita lalu melihat kearah bus yang baru saja berhenti di hadapan mereka, "Sudah akh, jangan di bahas lagi Nella. Itu bus kamu sudah datang, sana pergi nanti kamu ketinggalan".
"Baiklah. Aku pulang duluan yah".
__ADS_1
"Iya".
Begitu bus yang Nella tumpangi berlalu dari hadapannya, tidak menunggu beberapa lama lagi bus yang akan membawanya juga telah tiba disana. Namun saat ia hendak menaiki anak tangga bus, ia melihat Argana tengah berjalan kearahnya membuat ia menghentikan langkahnya.
"Ada apa Ga?" tanyanya.
"Kamu ikut aku pulang" jawabnya.
"Apa?".
"Ayo" Argana menarik pergelangan tangan Nita menuju mobilnya yang terparkir di ujung sana.
"Kamu mau membawa ku kemana Arga?".
Namun Argana tidak menjawabnya, ia malah membuka pintu mobil untuk Nita sambil menyuruhnya masuk. Setelah itu ia pun segera masuk kedalam mobilnya lalu menjalankan mobil tersebut meninggalkan perusahaan Asian group.
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku Ga? Kamu mau membawa ku kemana?".
Argana meliriknya sebentar sebelum ia fokus kembali ke jalanan, "Tidak bisakah kamu diam saja?".
Nita pun akhirnya terdiam, namun dalam hatinya ia merasa senang bisa terlihat sedekat ini kembali dengan Argana meskipun awalnya Argana tidak akan pernah menganggapnya ada lagi. Tapi sekarang, entah kenapa ia merasa kalau Argana yang dulu dengan sekarang sangatlah berbeda.
Kemudian Nita melihat sebuah restoran mewah berada di hadapannya, ia lalu melirik kearah Argana. "Ayo turun" ucapnya.
Ia pun ikutan keluar dari dalam mobil, dengan kedua mata yang belum percaya kalau ia tengah berada di depan restoran itu. Argana menarik pergelangan tangannya lagi memasuki restoran tersebut membuat Nita semakin tidak percaya kalau akhirnya ia berhasil berada disana.
"Ayo duduk!".
"Apa?".
Lagi-lagi Nita terbelanga melihat betapa mewahnya restoran itu, "Arga! Kamu tidak salah membawa ku kemari? Ini restoran...
"Kamu terlalu banyak bicara. Sekarang kamu duduk" potong Argana menarik kursi untuknya.
"OMG! Thank you Ga" senyum Nita dengan kedua pipi merona sangat malu sekali diperlukan seperti itu oleh bosnya sendiri.
"Kamu mau makan apa?".
"Mmmm.. Terserah kamu saja Ga, aku akan tetap menikmatinya" jawab Nita. "OMG, ini restoran kenapa sangat mewah sekali sih? Aku yakin makan disini pasti sangat mahal sekali" sambung Nita dalam hati masih terkagum-kagum membuat Argana yang sedikit meliriknya tersenyum tipis.
Lalu Argana membuka daftar menu disana, setelah ia memesan apa yang ingin ia makan, Argana memberikan di hadapan Nita. "Kenapa Ga?".
"Kamu pesan sendiri kamu mau makan apa".
"Hey.. Tidak apa-apa Ga. Kamu bisa menyamakan milik kita berdua, lagian aku tidak pemilih soal makanan. Tapi ya sudah deh, aku akan memilih apa yang ingin aku maka... Astaga!" kaget Nita tanpa sadar meninggikan suara.
"Kenapa?" tanya Argana.
"Akh, tidak Ga. A-aku hanya terkejut saja melihat harga yang tertera disini hehehhehe".
__ADS_1
"Ayo buruan pesan. Jangan membuatnya terlalu lama menunggu".
"Iya" Nita pun segera mencari-cari makanan yang paling murah diantara semuanya. Tetapi ia tidak menemukannya sampai membuat si pelayan yang sedang menunggu bosan begitu juga dengan Argana.
Tanpa ia sadari, Argana pun memberitahu si pelayan tersebut untuk menyamankan pesanan mereka berdua.
"Argana aku bingung mau memesan apa untuk aku maka.. Haahh, kenapa...
"Kamu terlalu lama melihat daftar menu itu" jawab Argana menerima daftar menu ditangan Nita memberikan kepada si pelayan yang sudah membawa pesanan mereka. "Sekarang makanlah".
"Ya Tuhan, Kenapa kamu tidak memberitahu ku Ga? Terima kasih".
"Mmmmmm" Argana menikmati makanannya, sedangkan Nita malah asik memandangi wajah tampan Argana. "Kenapa kamu melihat ku sedari tadi? Makan saja milik mu, aku tidak akan menagihnya dari mu".
"Hahahahah.. Tidak seperti itu Ga".
"Terus kenapa?".
"Mmmmm.. Boleh aku bertanya Ga?".
Argana lalu melihatnya, "Apa?".
"Kenapa kamu tiba-tiba bersikap manis seperti ini Ga? Kamu membuat ku bingung dengan sifat mu yang seperti ini".
"Jadi mau mu aku seperti apa?".
"Akh maaf Ga. Bukan apa-apa, aku hanya.. Aku hanya..
"Hanya apa? Dari pada kamu banyak bicara, lebih baik kamu makan saja itu. Aku tidak ingin diganggu saat makan".
"Baiklah maaf aku Arga".
Nita pun segera menikmati hidangan yang berada di hadapannya itu, dengan sangat lahap Nita tak henti-hentinya menunjukkan senyuman kebahagiaan di wajahnya karena rasa steak tersebut begitu sangat enak dan empuk ia kunyah.
"OMG, bahagianya jadi orang kaya bisa setiap saat menikmati hidangan ini" teriak Nita dalam hati.
Dan malam ini Nita benar-benar terlihat kampungan sekali tanpa ia sadari kalau saja Argana tengah memandanginya dengan kepala menggeleng.
DDDDRRRTTT.. DDDDRRRTTT...
"Kamu dimana Ga? Kami berdua sudah menunggu mu di tempat biasa" ujar Mario dari sebrang sana.
"Mmmmm, aku akan segera kesana".
Lalu Nita melihatnya, "Kamu mau pergi yah?".
"Mmmmm.. Ayo di habiskan".
"Kalau kamu sedang buru-buru enggak apa-apa kok kamu tinggalkan aku sendiri disini Ga".
__ADS_1
"Tidak, aku akan mengantar mu sampai kerumah".