Dia Milikku

Dia Milikku
Bab 65


__ADS_3

Setelan beberapa jam lamanya Nita tertidur, kini ia telah kembali membuka kedua matanya melihat ia berada di rumah sakit.


"Syukurlah kamu sudah siuman Nita" Nella tersenyum senang menggenggam tangan kanannya. "Kamu baik-baik saja?".


Nella lalu membatu Nita mendudukkan diri, "Kenapa aku bisa dirumah sakit Nella? Tadi bukannya aku...


"Tadi kamu jatuh pingsan setelah kamu kembali dari ruangan tuan Argana. Sebenarnya ada apa? Apa kamu masih tidak ingin menceritakannya dengan ku?".


"Terus, apa kamu memberitahu tuan Argana kalau aku..


"Kalau aku apa? Kamu semakin hari semakin aneh saja Nita" ujar Nella saat Nita menggantung perkataannya.


"Tidak, lupakan saja Nella" jawabnya tersenyum tipis. "Terima kasih sudah membawa ku kemari. Apa aku sudah boleh pulang? Aku sangat tidak menyukai rumah sakit".


"Tunggu Nita. Aku ingin memberitahu kamu kalau tadi dokter berkata kepada ku..


"Jangan dengarkan Nella" potong Nita dengan wajah serius. "Sebaiknya kita pergi saja, aku sama sekali tidak percaya dengan dokter, mereka itu hanya menginginkan uang kita saja".


"Maksud kamu Nita?" Nella bingung.


"Mmmm, kamu seperti tidak tahu saja rumah sakit seperti apa. Mereka itu akan mengatakan ini itu supaya kita berobat dirumah sakitnya, padahal nyatanya tidaklah seperti itu".


Tetapi Nella dibuat malah semakin kebingungan, "Masa iya sih? Perasaan...


"Sudah, kamu tidak usah memikirkannya Nella. Sebaiknya kita pergi saja ayo".


"Tapi kamu udah yakin merasa baikan? Nanti kamu jatuh pingsan lagi Nita".


"Iya. Ayo kita pergi".


"Enggak tunggu dokter atau suster dulu sebelum kita meninggalkan rumah sakit ini Nita?".


"Tidak usah. Ayok".


"Baiklah kalau gitu" angguk Nella membantu Nita pergi meninggalkan rumah sakit.


Sedangkan sang perawat yang sempat melihat kepergian mereka hanya bisa pasrah tanpa harus menahan. Mereka yakin kalau Nita sudah mengetahui penyakitnya yang sebenarnya, karna itu ia tidak ingin kalau sampai Nella tau yang sebenarnya.


Lalu Nella membukanya pintu mobil untuknya. "Tumben kamu bawa mobil ke kantor Nella?".


Nella tertawa, "Akhir-akhir ini aku sudah mulai malas menggunakan angkutan umum. Karna itu aku bawa mobil saja" jawab Nella segera menjalankan mobilnya pergi meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


"Oohh.. Enak yah jadi kamu".


"Enak bagaimana-nya Nita? Kamu ada-ada saja deh, malahan rugi sih kalau dipikir-pikir. Biaya bensin mobil ku membuat ku sangat miskin" jawab Nella membuat Nita tertawa sambil meremas dadanya yang tiba-tiba terasa sakit.


"Sepertinya aku harus pulang deh Nella".


"Kenapa? Kamu mau istirahat saja dirumah?" tanya Nella melihat jam masih menunjukkan pukul 2 siang.


"Iya, aku merasa lelah sekali".


"Ya sudah kalau gitu aku akan mengantar mu pulang".


"Terima kasih Nella. Bisakan aku menitipkan tas ku untuk mu?".


"Iya. Kamu tidak usah khawatir soal itu".


Sesampainya dirumah Nella membantunya masuk kedalam rumahnya. Lalu membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil menyelimuti.


"Kalau gitu aku pergi dulu ya Nita. Kalau ada apa-apa segera beritahu aku. Kamu membawa ponsel mu kan?".


"Sepertinya tidak Nella. Tadi ponsel ku tertinggal diatas meja".


"Tidak usah, tapi kalau kamu tidak keberatan aku mau makan bubur ayam. Bisakah Nella?".


"Tentu saja aku akan membawakannya untuk mu. Aku pergi yah".


"Mmmmm.. Kamu hati-hati dijalan Nella".


"Iya".


Setelah Nella pergi meninggalkannya, rasa sakit yang sedari tadi Nita rasakan membuatnya langsung menangis sambil berteriak kecil.


"Aarrkkhhh.. Sakit ma aarrkkhhh.. Sakit sekali ma.. Tolong aku aarrkkhhh hiks.. hiks.. ini sangat sakit sekali aarrkkhhh" sambil berguling-guling kesana kemari Nita merasakan sakit yang sangat dahsyat.


Sedangkan Argana yang tiba-tiba merasa gelisah membuat ia menghentikan pekerjaannya. Ia kemudian bangkit berdiri keluar dari dalam ruangannya menuju ruangan Nita yang berada di ujung.


"Sore tuan. Ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu karyawan itu melihat Argana.


"Tidak" jawab Argana berjalan kearah meja kerja Nita. Tetapi ia tidak melihatnya berada disana, Nella pun tersenyum kepadanya.


"Apa tuan sedang mencari Nita?" tanyanya menebak.

__ADS_1


"Iya. Dimana dia?".


"Begini tuan, tadi sekembalinya Nita dari ruangan tuan dia tiba-tiba menangis diperlukan saya sampai akhirnya dia jatuh pingsan...


"Apa?" potong Argana membuat mereka terkejut. "Lalu dimana dia sekarang?".


"Dia ada dirumahnya tuan. Tadi Nita tidak mau dirawat dirumah sakit setelah dia siuman kem..bali" jawab Nella melihat Argana langsung pergi meninggalkannya sebelum ia menyelesaikan perkataannya.


"Aneh, kalau dipikir-pikir sepertinya Nita memiliki hubungan spesial deh dengan tuan Argana. Tidak mungkin kan tuan Argana se-perduli itu dengan karyawan sendiri? Iya kali itu terjadi" gumam Nella.


"Aku yakin sebelumnya mereka berdua pasti sudah mengenal satu sama lain. Iya aku yakin itu. Wah, jika seperti itu, itu artinya mereka berdua sepasang kekasih yang tidak pernah ter-publik? OMG😱 apa Nita suatu saat nanti akan menjadi istri Presdir?".


.


Hingga kini mobil Argana telah tiba di depan rumah sederhana milik Nita. Ia lalu masuk kedalam, dan untung saja pintu itu tidak terkunci dari dalam.


"Nita! Nita! Nita" panggilannya. "Nita!" panggilnya lagi memasuki kamar melihat Nita terbaring lemas diatas tempat tidur dengan wajah memucat dan juga bola mata yang sudah memutih dengan mata terbalik membuat Argana spontan berteriak memanggil namanya.


"Nita! Nita! Nita" panggilnya menepuk wajah pucat pasi itu dengan nafas tersengal-sengal. "Nita ini aku, aku mohon tolong jawab aku Nita" ucap Argana kembali, lalu meneteskan air matanya tepat di pipi mulusnya Nita.


Namun Nita tidak mampu menjawabnya lagi, tetapi ia bisa mendengar apa yang barusan Argana ucapkan.


"Nita aku mohon, tolong jawab aku Nita, kamu belum mendengar jawab ku yang sebenarnya kalau aku mencintaimu mu, aku juga mencintai mu Nita" ucap Argana seketika melihat Nita meneteskan air mata untuk yang terakhir kalinya sebelum tubuhnya berhenti bergerak dengan mata terbuka.


"Tidak, tidak Nita. Ayo jawab aku dulu Nita aarrkkhhh.. Tidak Nita, aku mohon jangan tinggalkan aku, aku sudah berjanji kepada mu kalau aku akan membawa mu pergi".


.


Setelah itu Argana membawa tubuhnya pergi dari sana menuju rumah sakit milik sang nenek. Dan sambil menyetir mobil, Argana tak henti-hentinya meneteskan air mata sembari menggenggam tangan Nita yang sudah dingin.


Sesampainya di rumah sakit, ia langsung melarikan tubuh Nita masuk kedalam ruangan IGD meneriaki mereka satu persatu agar memberikan pertolongan kepada Nita.


"Aku mohon, tolong selamatkan dia dok. Aku mohon" teriaknya dengan nafas ngos-ngosan mengusap-usap tangan Nita yang dingin.


"Kami juga mohon tuan tenang dulu" ucap si dokter membiarkan Argana berada disana.


"Aku mohon tolong selamat dia dok aku mohon dokter".


Kemudian Isabella yang ketepatan lewat dari ruangan IGD mendengar suara Argana yang sangat familiar dikedua telinga.


"Argana?" panggilannya.

__ADS_1


__ADS_2