
Di rumah sakit Nita yang masih terbaring lemas di atas tempat tidur, ia menatap ke arah langit-langit kamarnya sambil memikirkan siapa orang yang telah menolongnya dan kenapa orang tersebut tidak mau memberitahu identitasnya.
"Hhhmmss.. Ada apa dengan orang itu? Kenapa dia.. Ck, siapakah dia? Orang itu berhasil membuat kepala ku pusing. Tidakkah dia membutuhkan ucapan terimakasih dari ku?" gumam Nita menutup mata.
Tok.. Tok..
"Masuk" jawab Nita.
Ceklek!
"Hallo! Selamat sore".
Nita tersenyum, "Iya sus. Sore juga. Itu tas saya ya sus?".
"Iya, ini milik kamu. Maaf yah saya mengantarnya lama" jawabnya menaruh diatas meja. "Apa kamu sudah merasa baikan?".
"Iya sus, saya sudah merasa baikan. Oh iya, boleh saya bertanya sus? Siapa orang yang sudah membawa saya kemari? Saya yakin suster pasti tau itu kan. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada orang itu karna sudah menolong saya bahkan dia sudah membayar biaya rumah sakit saya sus" ucap Nita melihat ruang inap yang ia tempati adalah kelas VIP.
"Aduh maaf yah. Kami tidak bisa memberi tahu kamu siapa orang yang membawa mu kemari".
"Loh, kenapa saya tidak boleh tau Sus? Apa saya mengenal orang itu sampai dia tidak ingin saya sampai tahu?".
"Saya juga kurang tau itu. Karena saya tidak bisa berlama-lama disini, saya permisi dulu. Beristirahat, supaya kamu segera pulih".
"Iya sus".
Sekeluarnya si suster, Nita mencoba meraih tasnya. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam sana, "Astaga, baterai ponsel ku habis. Aku yakin manager ku pasti sudah mencari ku dari tadi. Bagaimana ini? apa aku akan di pecat? Terus kalau aku sampai dipecat, biaya hidup ku selama disini pakai apa? Astaga!".
Nita mencoba untuk duduk, meskipun rasa sakit yang ia rasakan sangat sakit. Ia harus segera meninggalkan rumah sakit. Ia harus kembali dan meminta maaf kepada sang manager agar ia tidak dikeluarkan dari tempat ia bekerja.
Namun saat itu juga ia merasakan pusing yang begitu besar setelah selang infus tersebut terlepas dari tangannya.
__ADS_1
"Ya Tuhan, ini sangat sakit sekali. Aku merasa mual dan juga pusing" pada akhirnya Nita kembali menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Dengan mata remang-remang dan juga tenaganya yang sudah mulai habis, Nita mencoba memanggil perawat, namun rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, bahkan ia tidak memiliki tenaga untuk menekan tombol.
_
_
3 hari telah berlalu, sejak kejadian itu Nita pada akhirnya diizinkan kembali pulang ke rumah. Dan saat ini ia sedang berada di dalam kamar, "Apa sebaiknya aku kekantor saja?" pikiran Nita masih tertuju kepada pekerjaannya.
"Sebaiknya aku kesana saja. Aku rasa itu jauh lebih bagus nanti aku bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada ku selama beberapa hari ini".
Nita keluar dari dalam kamar, dengan pakaian seandainya saja, ia memesan ojek online. Tidak menunggu lama, ojek tersebut telah tiba di depan rumahnya.
"Pak, bawa saya ke alamat ini yah".
"Baik mbak" jawabannya segera membawa Nita ke restoran.
Sambil menunggu tiba disa, Nita berusaha keras memikirkan jawaban apa yang akan ia berikan nantinya jika ia benar-benar harus dipecat dari tempat pekerjaannya. Sampai ia tidak menyadari kalau mereka telah tiba disana jika si driver tidak menyadarkannya.
"Iya mbak, sama-sama".
Nita pun melangkahkan kedua kakinya memasuki restoran, disana ia melihat rekannya yang lain sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masih-masing. Tidak ingin berlama-lama lagi, Nita segara masuk kedalam ruangan sang manager.
Tok... Tok...
"Siapa?".
"Ini saya Nita pak" jawabnya. "Bisa saya masuk pak?".
"Nita? Nita siapa?" tanyanya membuat Nita seketika bergetar kalau ia benar-benar tidak akan bisa lagi bekerja disana. Lalu si manager mempersilakan ia masuk kedalam ruangannya. "Mmmm, ada yang bisa saya bantu?".
__ADS_1
Kemudian Nita menatapnya dengan mata berkaca-kaca, "Maaf pak. Jika saya beberapa hari ini tidak bisa masuk berkerja kare...
"Hentikan. Saya tidak ingin mendengar penjelasan kamu lagi. Hari dimana kamu tidak masuk bekerja, hari itu juga kami menerima pengganti mu Nita. Sebaiknya kamu pergi, bereskan semua barang-barang mu dan jangan sampai ada yang tertingg...
"Saya mohon pak" Nita langsung menjatuhkan tubuhnya bersujud di atas lantai sambil memohon kepada sang manager. "Tolong dengarkan dulu penjelasan saya pak kenapa saya tidak bisa masuk bekerja. Malam dimana saya terakhir pulang saat itu saya mengalami kecelakaan, kalau bapak tidak percaya bapak bisa melihat luka ini semua".
Nita menangis menjatuhkan air mata dengan kepala menunduk, "Saya mohon pak, tolong berikan saya satu kesempatan lagi".
"Saya tidak perduli lagi mendengar alasan kamu Nita. Saya sudah muak dengan mu begitu juga dengan yang lainnya, mereka semua sangat tidak menyukai mu".
"Apa?" kaget Nita mendengarnya perkataan si manager tentang rekan kerjanya yang tidak menyukainya. "Ke-kenapa bapak berkata seperti itu? Apa salah saya dengan mereka pak?".
"Saya tidak tau. Kamu sadari sendiri kenapa mereka tidak menyukai mu. Sekarang kamu keluar, pekerjaan saya sangat banyak".
Begitu ia diusir dari sana, Nita segera meninggalkan ruangan tersebut dengan air mata yang terus-menerus mengalir membanjiri kedua pipi mulusnya.
Kemudian melihat rekan kerjanya itu, dan benar sekali seperti sang manager ucapkan, mereka tidak ada satu orang pun yang bertanya kemana dia pergi setelah beberapa hari ini.
"Kenapa jadi seperti ini? Kalau selama ini mereka tidak menyukai ku, kenapa mereka tidak memberitahu ku?".
Lalu salah satu orang itu mendekatinya, "Ekh, kamu masih kemari Nita? bukannya kamu enggak kerja disini lagi yah?".
Nita tersenyum tipis, "Mmmm, aku baru saja dipecat karna beberapa hari ini tidak dapat bekerja".
"Oh, kamu dipecat. Terus kenapa kamu masih ada disini?".
"Aku kemari mengambil barang-barang ku yang tertinggal. Tapi kenapa kalian semua tidak ada satu orang pun yang bertanya kemana perginya aku beberapa hari ini?".
"Ya pastinya kami tau lah kenapa kamu enggak bisa masuk bekerja selama 3 hari berturut-turut. Kami juga memakluminya Nita, tugas kuliah kamu pasti menumpuk".
"Tidak" Jawab Nita. "Kalian salah, kalian semua pasti mengira aku tidak masuk bekerja karna tugas kuliah. Padahal kalian tidak tau apa yang terjadi sebenarnya dengan ku" Nita kembali berkaca-kaca membuat wanita yang berada dihadapannya itu merasa jengkel.
__ADS_1
"Ada apa dengannya? Ais, sebaiknya aku pergi saja" bukannya ia mendengar penjelasan Nita, ia malah pergi begitu saja dari hadapannya.
"Dasar jahat. Kalian semua sama sekali tidak perduli dengan rekan kerja kalian sendiri. Baiklah, aku akan meninggalkan tempat ini dan akan ku pastikan aku akan mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik dari sini".