
Brukkk!
Ros menabrak seseorang hingga membuatnya jatuh dengan cukup keras.
"Aww!" pekik seorang wanita yang kini telah terduduk di lantai. Wanita itu memegangi kakinya yang terasa sakit, karena jatuh dengan cukup keras.
"Ya Tuhan, maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja menabrak dirimu!" ujar Ros dengan ekspresi wajah yang cukup panik, karena ini adalah kesalahannya. Wanita itu jatuh, karena Ros berjalan tidak hati-hati, hingga menyebabkan orang lain mendapatkan musibah. Yaitu tertabrak lalu terjatuh.
"Tidak papa mba, saya juga salah!" wanita itu menoleh sambil menunjukkan wajahnya yang meringis kesakitan. Dan saat wanita itu benar-benar menunjukkan wajahnya. Ros mengernyitkan keningnya, lalu ia terkaget, karena wanita yang ia tabrak hingga terjatuh, adalah wanita yang beberapa hari yang lalu, ia tolong dengan cara yang tidak di sengaja.
"Anita!" kata Ros dengan nada terkejutnya.
"Nyo-nyonya!" jawab wanita itu, yang ternyata adalah Anita.
"Sedang apa kamu disini?" tanya Ros dengan wajah senang. Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Anita bangkit dari duduknya.
Anita menerima uluran tangan Ros dengan perlahan, "Saya..., saya sedang mencari pekerjaan nyonya!" jawab Anita dengan wajah sendu nya.
"Mencari pekerjaan?" Ros mengernyit.
"Dia siapa Ros?" tanya Mila yang akhirnya angkat bertanya, karena penasaran dengan wanita yang baru saja Ros tabrak. Namun ternyata, Ros mengenal wanita tersebut.
"Oh iya, aku sampai lupa- - Mila, Nina dan Anto, kenalkan, dia Anita, temanku!" kata Ros dengan memperkenalkan Anita pada ketiga sahabatnya.
"Teman!" Anita mengernyit, nqmun hatinya tertawa, "jangan berlebihan nyonya, saya hanyalah wanita beruntung yang anda selamatkan beberapa hari yang lalu- - Jika bukan karena nyonya, entah akan jadi seperti apa nasib saya saat itu!" Anita berujar dengan nada sendu, wajahnya teramat sedih, dengan derai air mata yang membasahi pipinya yang putih mulus dan bersih.
"Sudahlah Anita, tidak usah kau ungkit lagi kejadian tempo hari. Aku menolong mu karena aku juga seorang wanita. Kita harus saling menolong. Bukan begitu?" balas Ros dengan nada yang teramat tulus. Tidak ada kepura-puraan dengan semua ucapannya pada Anita. Hingga ketiga sahabatnya tersentuh dengan semua ucapan Ros pada Anita.
"Anda terlalu baik Nyonya!" kata Anita dengan menundukkan kepalanya.
"Sudahlah!- - Mau kemana kamu sekarang?" tanya Ros sungguh-sungguh.
"Saya..., saya bingung mau kemana Nyonya. Saya ingin mendapatkan pekerjaan, agar bisa menghidupi diri saya sendiri!" jawab Anita yang memperdalam raut wajah kesedihannya. Membuat Ros iba, hatinya tersentuh oleh wajah Anita yang menyedihkan.
"Kalau begitu. Ikut aku!" kata Ros yang langsung menarik tangan Anita agar mengikuti langkah kakinya.
"Tapi- -'' belum sempat Anita meneruskan ucapannya, Ros sudah menarik tangan Anita. Dan mereka berdua sekarang tengah berjalan menuju keluar restoran.
__ADS_1
"Tunggu Ros!" Teriak Mila yang di susul Nina. Kedua wanita itu saling pandang, dengan tatapan mata penuh tanda tanya.
Siapa wanita bernama Anita itu?
Kenapa Anita terlihat begitu akrab dengan Ros?
Pertanyaan itu berseliweran di atas kepala Mila dan Nina, yang menatap heran serta penuh curiga pada sosok wanita bernama Anita itu.
"Wanita itu terlihat mencurigakan!" bisik Mila pelan.
"Benar! Aku tidak suka melihatnya. Ekspresi wajah sedihnya seperti di buat-buat oleh wanita itu!" balas Nina dengan nada setengah berbisik. Hingga Anto dapat mendengarnya.
"Husss..., mba mba itu kenapa sih? rumpi aja! Gak baik tau, curiga sama orang yang baru kita kenal!" kata Anto dengan ucapan bijak nya.
Hahaha!
Mila dan Nina tertawa.
"Kenapa kalian berdua tertawa?" tanya Anto heran.
"Sama aja dong mba. Ghibah sama gosip kan sebelas dua belas!" ujar Anto dengan wajah sewotnya. Membuat Mila serta bina kembali tertawa terpingkal.
"Sudah sudah! Ayo kita ikuti Ros!" kata Nina menyudahi tawanya. Dan mereka pun pergi menyusul Ros dan Anita yang sudah terlebih dahulu keluar dari restoran tempat mereka makan.
...***...
"Mau apa kita ke kantor WO ini nyonya!" tanya Anita heran, sekaligus penasaran. Namun, lagi-lagi hatinya senang.
"Diam, dan panggil aku Ros, mulai saat ini!" kata Ros dengan nada bicara lembut.
"Tapi Nyonya! Kenapa? Saya tidak pantas untuk memanggil nama anda. Saya bukan siapa-siapa nyonya!" balas Anita dengan menundukkan kepalanya sopan.
"Karena mulai saat ini, aku adalah teman mu. Jadi kau harus memanggilku dengan sebutan nama, bukan nyonya lagi. Mengerti!" kata Ros tegas.
"Tapi nyonya- -"
"Aku tidak menerima penolakan Anita! panggil aku Ros, atau aku tidak akan menganggapmu sebagai teman ku!" kata Ros dengan nada sedikit mengancam.
__ADS_1
"Tidak Nyonya! Emh, maksud ku, Ros- - Ah, tidak tidak..., mba Ros, aku akan memanggil anda Nyonya, mba Ros saja. Bagaimana?" ujar Anita dengan wajah senang.
Ros tampak berpikir, "mba Ros- - Seperti Anto saja!" kata Ros, "berapa usiamu?" sambung Ros dengan bertanya.
"Usia saya- -"
Belum sempat Anita menjawab pertanyaan Ros, seseorang datang dari arah belakang Anita, menghampiri mereka yang sedang berbincang.
"Sayang!" kata seseorang itu pada Ros.
"Sayang!" balas Ros dengan wajah berbinar-binar. Ia menyambut kedatangan suaminya dengan pelukan hangat yang menenangkan hati dan pikiran.
Cukup lama mereka berpelukan. Hingga Ros yang melepaskan pelukannya dari Rendy dengan perlahan, "Kenapa tidak memberitahuku bahwa suamiku yang tampan ini akan berkunjung ke kantor ku yang kecil ini!" kata Ros dengan tangan yang menahan tawanya.
"Aku sengaja. Aku ingin memberikan kejutan pada istriku yang cantik ini!" jawab Rendy dengan tangan yang membelai lembut pipi Ros.
"Sungguh?" tanya Ros dengan ekspresi wajah yang menyelidik.
"Tentu sa- - Rendy mengalihkan pandangannya saat ia menyadari, jika di sebelah Ros, ada seorang wanita yang tidak di kenal tengah berdiam diri, dan tidak tahu diri, "siapa dia sayang?" tanya Rendy heran.
"Kamu lupa?" balas Ros dengan pertanyaan yang membuat Rendy mengernyitkan keningnya.
"Jika aku lupa. Berarti orang itu tidak penting bagiku- - memangnya dia siapa?" kata Rendy dengan menanyakan kembali pertanyaan nya yang masih belum Ros jawab.
"Dia Anita sayang!" jawab Ros dengan wajah senangnya.
"Anita!" kata Rendy, mengulangi lagi menyebutkan nama Anita yang di ucapkan oleh Ros.
"Iya!" Ros mengangguk pelan, sebagai jawaban dari pertanyaan Rendy.
"Siapa dia? Aku tidak mengenalnya. Bahkan, jika aku pernah bertemu dengannya, aku bahkan tidak mengingatnya sama sekali!" ujar Rendy dengan mata yang sudah tertuju pada sosok cantik yang sudah berstatus sebagai istrinya.
"Jahat sekali! Dia ini Anita, sayang! Dia wanita yang beberapa hari yang lalu kita selamatkan!" kata Ros dengan mengingatkan kembali, kejadian beberapa hari yang lalu. Membuat Rendy membulatkan matanya tidak percaya.
"Dia...," tunjuk Rendy pada sosok Anita, yang berdiri kokoh, dengan wajah sendu yang di buat-buat.
Bersambung...
__ADS_1