Dia Milikku

Dia Milikku
Dokter Pribadi


__ADS_3

"Tidak! aku tidak akan melepaskan mu sampai kita sampai di ruangan ku!" kata Rendy yang tetap dengan pendiriannya.


"Tapi ini di kantor sayang!" tukas Ros lembut.


"Aku tidak peduli. Istriku sedang sakit dan aku harus segera membawanya ke ruangan ku sekarang juga!" timpal Rendy dengan wajah serius nya.


"Aku hanya lelah sayang! aku bukan sakit. Aku tidak sakit sama sekali!" kata Ros lembut, memberitahukan yang sebenarnya. Namun, Rendy masih tidak mempercayainya. Rendy terus menggendong Ros hingga pintu lift terbuka dan berjalan menuju ruangannya.


"Diam di sana, aku akan menelpon dokter untuk datang ke sini, memeriksa mu!" ujar Rendy dengan menurunkan Ros dari pangkuannya. Dan membaringkan Ros di sofa empuk yang menjadi favoritnya.


Saat Rendy hendak sedikit menjauh dengan merogoh saku untuk mengambil handphone nya. Dengan gerakan cepat Ros menyentuh tangan Rendy. Lalu menggenggamnya erat, hingga Rendy mengurungkan niatnya untuk menelpon dokter.


"Kenapa? Ada yang kau rasakan?" tanya Rendy lembut. Ia mendudukkan dirinya di tempat yang sama dengan sang istri berada.


Ros menggeleng dan memeluk tubuh Ros dengan posisinya yang sekarang, "aku tidak sakit! Aku hanya membutuhkan suamiku agar selalu ada bersamaku, sisiku!" kata Ros meluluhkan hati Rendy.


Rendy menyentuh tangan Ros yang menempel erat di perutnya. Sentuhan lembut dari tangan yang halus, serta pelukan hangat itu begitu menenangkan. Rendy terbuai dengan tindakan Ros.


"Baiklah! Aku tidak akan menelpon dokter. Karena aku lah, yang akan menjadi dokternya!" kata Rendy dengan wajah menyeringai. Senyum kecil yang nampak jahat itu. Membuat Ros merinding seketika.


"A-apa maksudmu sayang?" tanya Ros yang mulai merasa tidak enak dengan perasaannya sendiri.


"Tidak ada!" Rendy semakin menunjukkan wajah menyeringai nya, "aku hanya akan melakukan tugasku sebagai seorang dokter pribadi untuk istriku sendiri!" sambung Rendy yang mulai memperakterkan perannya sebagai seorang dokter.


Rendy mulai menyentuh kening Ros dengan punggung tangannya. Di rasa baik-baik saja.


Cup!

__ADS_1


Rendy mengecup beberapa kali kening Ros yang baru saja ia periksa, "apakah sudah membaik?" tanya Rendy kemudian, dan Ros menganggukkan kepalanya tanpa berkedip.


Setelah mendapatkan jawaban dari Ros, Rendy pun beralih dengan memeriksa kedua mata Ros, dan melakukan hal yang sama pada kedua maya indah milik istrinya itu.


Cup!


"Apakah terasa panas?" tanya Rendy dan Ros menjawab dengan jawaban yang sama. Yaitu menganggukkan kepalanya, "apa sudah merasa lebih baik?" sambung Rendy dengan bertanya kembali. Dan lagi lagi, Ros menganggukkan kepalanya tanpa bersuara. Seolah terhipnotis dengan apa yang baru saja Rendy lakukan.


Rendy terkekeh pelan, saat mendapati raut wajah Ros yang tampak terkejut dan seakan terhipnotis dengan yang ia kakukan. Pemeriksaan Rendy pun beralih ke bagian bawah, memeriksa bibir Ros dengan menyentuhnya. Ros merasakan sentuhan itu. Ia memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan tangan Rendy di bibirnya yang lembut. Hingga tanpa Ros sadari, Rendy kembali mendaratkan kecupan di bibir indah nan lembut itu. Namun, kali ini bukan hanya sebuah kecupan, melainkan ciuman hangat yang membutuhkan balasan dari orang yang Rendy cium bibirnya.


"Hmfff...," Ros membuka matanya saat sesuatu yang lembut dan basah menyerbu bibirnya. Dan betapa terkejutnya Ros, ternyata Rendy hanya menjadikan kata dokter sebagai modus untuk mengerjai Ros.


"Kamu menikmatinya?" tanya Rendy setelah ia melepaskan ciumannya dari bibir Ros. Dan terkekeh pelan saat mendapati raut wajah Ros yang berubah. Wajahnya memerah, dengan raut kesal seakan ingin menghajar. Rendy pun semakin terkekeh.


"Kamu mengerjaimu!" kata Ros dengan menuduh.


"Mengerjai?" Rendy mengernyit, pura-pura tidak tahu dengan apa yang dimaksud oleh Ros barusan, "aku tidak mengerjai mu sama sekali sayang! Aku hanya sedang membantumu untuk mengurangi rasa lelahmu itu!" Jawab Rendy dengan sedikit kebohongan yang sangat menguntungkan. Ia juga sempat mengedipkan sebelah matanya dengan gaya yang menggoda. Membuat Ros semakin membulatkan mata.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Rendy resah.


"Aku mau duduk!" jawab Ros.


"Duduk!" Rendy mengerutkan alisnya hingga tampak menyatu, "tidak! kamu tidak boleh duduk sebelum aku mengijinkannya," lanjut Rendy yang memberikan perintah kepada Ros agar ia menuruti perkataannya.


Pasrah! Nampaknya hanya itu yang bisa Ros lakukan. Namun, di detik berikutnya. Ros menyuruh Rendy untuk mendekatinya dengan isyarat tangan. Rendy yang paham pun langsung menuruti perintah Ros dengan semangat empat lima.


Cup! cup! cup!

__ADS_1


Tanpa di sangka tanpa di duga. Ros menyerbu wajah Rendy dengan berbagai ciuman di wajahnya. Membuat Rendy terpesona, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja Ros lakukan padanya. Bahkan, saking terhipnotisnya seorang Rendy. Rendy seolah kehilangan pandangannya. Matanya kosong, namun hatinya di penuhi dengan wajah Ros yang baru saja meluncurkan beberapa ciuman di wajahnya. Indahnya bunga tak seindah perasaan seorang Rendy pada hari ini. Ribuan kupu-kupu indah nan berwarna seolah berhamburan keluar dari dalam dada Rendy. Rendy merasakan hal itu. "Sangat membahagiakan," gumamnya.


Kali ini, Ros terkekeh, melihat ekspresi wajah bodoh yang di tunjukkan oleh Rendy di hadapannya. "Benar-benar ekspresi wajah bodoh! Namun masih terlihat sangat tampan!" gumam Ros seraya memperhatikan wajah Rendy.


"Kamu bilang apa sayang?" tanya Rendy saat kesadarannya mulai pulih.


"Ekspresi wajah mu sangat bodoh. Tapi kamu masih terlihat tampan!" jawab Ros dengan tersipu. Ia bahkan menutupi wajahnya dengan kedua tangan, agar Rendy tidak bisa melihat wajahnya yang bersemu merah.


"Kamu sedang mencoba untuk menggodaku di kantor Hem?" kata Rendy menggerakkan kedua alisnya, memamerkan wajah tergoda kepada Ros. Hingga Ros tak mampu untuk melihat wajah Rendy saking malunya.


Rendy pun kembali menyerbu wajah Ros dengan ribuan kecupan yang mendarat di wajah cantik Ros, untuk beberapa saat. Hingga---- Suara ketukan pintu terdengar cukup keras, dan itu menghentikan kegiatan Rendy yang tengah menciumi istrinya di atas sofa.


tok! tok! tok!


Suara ketukan pintu terus terdengar. Dan itu membuat Rendy merasa terganggu.


"Sayang...," suara lembut Ros menyuruh Rendy untuk melihat siapa orang di balik pintu itu.


"Biarkan saja sayang! Aku sedang tidak ingin di ganggu," kata Rendy yang masih mendekap Ros dalam pelukannya.


"Sayang..., jika kamu tidak mau membuka pintunya, maka aku sendiri yang akan membuka pintu itu!" balas Ros yang langsung bangkit dari rebahan nya. Mencoba untuk berdiri dan berjalan menuju arah pintu. Namun gerakannya tertahan, secepat kilat, Rendy menghalau gerakan Ros, hingga Ros kembali duduk di sofa karena Rendy mendudukkannya kembali.


"Aku akan membukanya!" kata Rendy sambil tersenyum manis ke arah Ros, dan berjalan menuju arah pintu dengan ekspresi wajah yang sudah ia ubah dengan sedemikian ekspresi.


"Berani sekali orang itu mengganggu ku, saat sedang ada istriku di sini. Dengan pintu yang sudah aku kunci!" gumam Rendy, terus menggerutu hingga pintu ruangannya ia buka.


Ceklek!

__ADS_1


Dan pintu terbuka---


Bersambung...


__ADS_2