Dia Milikku

Dia Milikku
Episode 11


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu perkuliahan kini mulai kembali, Laura masih saja mendapat gangguan dari Adi. Sering kali Adi mengajaknya keluar meski hanya makan di luar atau dia yang datang membawa makanan ke tempat Laura.


Nindy :”Girls hunting yuk, gue ada tempat baru nih buat hunting, masih baru banget nih belum banyak orang yang datang kesana, gimana?” ajak pada teman-temannya


Laura :”Boleh tuh, ayok kapan?” sambil memasukan sesendok cake ke mulutnya


Lusy :”Gimana kalau lusa kan kita free”


Laura :”Oke, setuju”


Nindy :”Gue juga setuju, tapi mau pakai apa nih kesana?”


Lusy :”Sesuain sama view nya dong terus fotografernya siapanih, ya kali kita gantian” gumamnya


Nindy :”Tenang soal itu gue bisa handel, gimana kalau kita ke mall cari baju sekarang”


Laura :”Oke ayo berangkat” Mereka segera meluncur ke mall untuk berbelanja.


Akhirnya hari ini pun tiba mereka bertiga pergi untuk hunting dengan Laura menggerai rambut panjangnya dan mengenakan dress yang cukup panjang dibawah lutut tapi tidak memiliki lengan berwarna biru langit warna favoritenya dan, sedangkan Nindy memakai hotpants pendek dengan sweater berwarna hitam yang kontras dengan kulitnya berwarna putih dan rambut terikat keatas dan Lusy memakai rok mini dengan dipadukan naju rajut lengan panjang rambut yang digerai panjang bergelombang. Mereka berkumpul di rumah Nindy


Laura :”Nind elo udah dapetkan fotografernya?”bertanya memastikannya


Nindy :"Udah dong, tuh orangnya” jawab Nindy sambil menunjuk seseorang yang baru saja masuk ke dalam rumahnya


Gery :”Hai Nind” berjalan ke arah Nindy


Nindy :”Hallo kak Ger, sini kenalin temen-temen aku Laura dan Lusy, dan ini Kak Gery sepupu gue yang bakal jadi fotografer kita hari ini”


“Hallo kak” sapa mereka bersamaan


Gery :”Hallo semua, jadi kan kita pergi ketempat yang kalian kasih kemaren atau mau ganti?”


Nindy :”Ya nggak mungkin ganti dong kak, kalau ganti baju kita gimana coba”


Gery :’Hahah siapa tau kalian mau ganti mendadak, yuk berangkat sekarang udah siang nih biar kita sampainya nggak kesorean, gue bawa mobil sendiri ya”


Nindy :”Oke”


Mereka pun menuju lokasi pemotretan dengan mereka yang membawa mobilnya masing-masing kemudian segera mereka melakukan kegiatan hunting mereka hingga hari menjelang siang.


Lusy :”Udah malem nih udahan yuk” sambil meneguk minuman yang di tangan


Nindy :”Iya capek nih, nih kak minum” sambil menyerahkan minuman pada Gery yang sedang membereskan kamera nya

__ADS_1


Laura :”Iya udah malem gimana kalau kita makan di tempat temen gue deket kok dari sini” menawarkan


Lusy :”Boleh tuh gue juga udah laper”


Nindy :”Dasar rakus” ledeknya yang membuat semua tertawa mendengar


Lusy :”GUE LAPER BELUM MAKAN” dengan menegaskan


Laura :”Kita ketempat Rey yuk deket kok dari sini, Kak Gery ikut kan”


Gery :”Gimana ya? Ya udah deh gue ikut tapi gue makan aja ya nggak pakai nongkrong masih ada job nih” jawabnya


Lusy :”Wah udah malem masih dapet job aja nih” di sambut dengan tawa Gery


Laura :”Udah yuk berangkat ikutin gue ya” ajaknya menuju parkiran


“Siap Tuan Putri” jawab Nindy dan Lusy bersamaan dan Gery hanya tersenyum. Kemudian mereka pergi mengikuti Laura menuju café Rey


Laura :”Ayo masuk” ajak Laura pada mereka yang mendapat anggukan dari mereka dan kemudian duduk di tempat biasa dimana Laura duduk dengan Rey dan teman-teman. Rey yang melihat Laura datang pun dan mneghampirinya.


Rey :”Wah kedatangan tamu jauh nih gue” sapa Rey


Laura :”Hey Rey apa kabar” menoleh ke arah Rey yang baru saja datang


Laura :”Haha sory, lagi sibuk nih sama kuliah, oh ya nih kenalin temen-temen gue” merekapun saling berkenalan


Rey :’Kalian darimana?”


Lusy :”Kita habis hunting kak nih Kak Gery yang jadi fotografernya” jawab Lusy yang memang mudah akrab dengan siapa saja


Rey :”Oh, ya udah kalian mau pesen apa aja silahkan gue tinggal dulu ya masih ada kerjaan nih nanti yang bayar Laura” sahutnya hingga terkekeh


Laura :”Enak aja, biasanya juga gratis” balasnya tak mau kalah


Rey :”Hahaha ya udah kalian lanjutin gue tinggal ya” beranjak pergi


Laura :”Iya Rey tenang aja loe tinggal aja biar gue yang urus” mendapat jawaban iya Rey kemudian meninggalkan mereka setelah selesai makan Gery pun pamit


Gery :”Girls gue pamit duluan ya udah ada job yang nunggu nih”


Lusy :”Oke kak, next time kita hunting lagi ya” ucap Lusy


Gery :”Oke”

__ADS_1


Nindy :”Dasar Ganjen loe, Hati-hati kak jangan lupa file fotonya kirim ke gue”


Gery :”Siap bos nanti gue kabarin, Bye”


“Bye kak Gery” jawab mereka dan melanjutkan nongkrong bareng dan datanglah teman-teman Rey.


Bram :”Siapa nih yang duduk di tempat kita” sahut Bram yang berjalan kea rah Laura duduk dan membuat ketiga gadis menoleh


Farrel :”Eh Laura, loe kesini kok nggak bilang-bilang”


Bram :”Oh sih cewek ini” kemudian duduk didepan Lusy tanpa permisi dan Lusy menatap geram karena merasa tak sopan


Laura :”Eh kalian, sory ya gue duduk disini soalnya udah biasa disini oh ya kenalin ini temen-temen gue” mereka pun berkenalan


Sedikit berbeda Lusy dan Bram mereka sedikit saling tak suka. Bram yang tak suka tempat duduk yang di duduki dan Lusy tak suka dengan sikapnya yang angkuh. Mereka pun saling mengobrol apapun yang bisa dibicarakan. Asyik satu sama lain, main game bareng karena sudah lama tak bertemu Laura.


Rizal :"Laura, lama nggak kesini apakabar?” dia yang baru datang membuat Laura kaget


Laura :”Iya aku sangat baik sekarang” dengan sedikit senyumnya dan menekankan bawah dia sudah melupakannya


Rizal :”Syukurlah kalau gitu” kemudian dia ikut duduk


Rey :”Darimana loe baru dateng” tanya Rey padanya


Rizal :”Iya nih, biasa nemenin anak buat tidur dulu sekarang susah tidur kalau nggak gue temenin” jawabnya membuat Laura tersedak kaget


Rizal :”Kamu nggak papa ra?” memperhatikan


Laura :”Nggak papa kok” jawabnya singkat


Rizal :”Hati-hati minumnya kan jadi tersedak” inikan ulahmu batin Laura


Nindy :”Dia yang namanya Rizal ra?” berbisik pada Laura agar yang lain tak mendengar dan disambut dengan anggukannya


Laura :”gue mau ketoilet dulu ya” Sahutnya pada kedua temannya dan mengangguk


Dari kejauhan tampak seseorang yang berjalan ke arah mereka dan tak asing lagi bagi mereka semua. Saat Laura beranjak pergi baru beberapa langkah dia terjatuh kebawah dengan tangan yang tertindih dan membuatnya sakit


“Brrruukkkk, addduuhh sakit” sambil memegang tangannya kemudian dia menoleh ke arah yang menabraknya dan mereka sama-sama kaget


“KAMU” Sahut mereka bersamaan yang kaget saling melihat dan tak berkedip


Terimakasih sudah setia menunggu dan membaca novel ini. Karena menunggu itu tidak enak jadi author tidak akan membuat kalian menunggu lama meski mager selalu menyerang. Jangan lupa like dan Favoritenya

__ADS_1


__ADS_2