
Jam istirahat telah selesai, sedangkan Nita masih berada di taman belakang kampus menikmati makanan yang tadi Reza berikan kepadanya seorang diri.
"Nita, sedang apa kamu disini?".
Nita langsung melihat kearah sumber suara tersebut dengan wajah kaget, "Ekh Septia. Ada apa?".
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu? Aku hanya melihat mu masih duduk disini sedangkan jam mata kuliah selanjutnya sudah dimulai" jawab Septia terlihat kesal.
"Akh iya Sep. Kamu duluan saja, aku akan segera pergi".
Begitu Septia pergi meninggalkannya, Nita kemudian menyimpan sisa makanannya ke dalam kantung kresek. Lalu ia beranjak pergi dari sana. Namun saat ia hendak membuka pintu kelas, dosen yang akan membawa mata kuliah mereka telah memulai pembelajarannya membuat ia kebingungan harus melakukan apa agar dosen yang sedang mengajar itu tidak memarahinya.
Tok... Tok..
"Siapa?" tanya si dosen dari dalam.
Ceklek!
Nita tersenyum kaku menundukkan kepala kepadanya, "Maaf Bu saya terlambat masuk kelas. Bisakah saya mengikuti pembelajaran ibu?".
Si dosen menatap Nita dari atas sampai bawah, lalu melihat kearah mahasiswa lainnya yang ikutan melihat kearah Nita.
"Sudah jam berapa sekarang? Kamu tau sudah berapa menit kamu ketinggalan materi ibu?".
"Saya tau buk. Kurang lebih dari 15 menit".
"Apa? Kamu bilang 15 menit?".
Nita yang menyesal telah berlama-lama di taman tersebut semakin menundukkan kepala, "Tolong maafkan kelalaian saya buk, saya berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahan ini lagi".
"Siapa nama mu? Saya harus mencatatnya kalau sampai kamu mengulangi kesalahan ini lagi".
"Nita buk".
"Nama lengkap mu" ulangi si dosen itu lagi sedikit meninggikan suaranya sampai membuat Nita melonjak kaget.
"Nita saraswati buk".
"Sekarang kamu duduk. Kalau sampai kamu mengulangi ini, silahkan keluar dari mata kuliah saya. Kamu paham itu?".
"Iya Bu, saya akan mengingatnya".
"Ini berlaku untuk yang lainnya juga. Jangan karna selama ini saya sudah berbaik hati kepadanya kalian semua. Kalian jadi tidak menghargai saya disini".
"Iya Buk. Kami akan mengingatnya" jawab mereka serentak.
"Sana duduk".
"Iya Buk" angguk Nita berjalan kearah kursinya sembari melirik kearah Argana yang terlihat cuek kepadanya tanpa sedikitpun arah pandangan matanya tertuju kepadanya.
__ADS_1
Begitu ia duduk diatas kursinya, Nita berbisik kearah siswa yang berada di sebelahnya. "Materi kita sudah sampai mana?".
"Makanannya lain kali jangan suka terlambat" jawabnya memberitahu materi mereka kepada Nita. "Ibu itu tidak pernah main-main dengan ancamannya".
"Mmmm.. Aku tahu itu. Terimakasih".
.
Sepulang kuliah Nita keluar dari dalam kelas, ia melihat jam telah menunjukkan pukul 2 siang dan ia bisa dibilang sudah terlambat berangkat kerja.
"Nita mau kemana buru-buru seperti itu Ga?" tanya Bagas melihat Nita keluar.
"Tidak tau" jawab Argana ikutan keluar dari dalam kelas mereka. "Kamu mau kemana hari ini?".
"Dirumah. Kenapa? Kamu mau ikut bersama dengan ku?".
"Tidak".
"Lalu kenapa kamu bertanya?".
Argana tertawa kecil, "Apa aku salah bertanya?".
"Tidak sih. Atau kamu mau ikut dengan ku Ga?".
"Kemana?".
"Ke Hanju".
"Mmmm.. Kamu mau ikut tidak? Nanti kamu bisa punya alasan melihat Reysa disana. Bagaimana?".
"Apa yang kamu lakukan disana?".
"Tadi om Reza menyuruhku mengambil sesuatu dari dalam ruangannya. Ayo, aku rasa kamu mau ikut, sekalian aku punya teman" Bagas langsung berjalan duluan ke parkiran mobil yang berada di di samping kampus.
Tidak menunggu lama, kedua orang itu segera menjalankan mobil mereka masing-masing menuju gedung perusahaan Hanju group.
_
_
"Selamat siang semuanya. Apa kalian sudah makan siang?" tanya Reysa yang baru saja dari luar membawakan sesuatu untuk mereka. "Saya ada membawa makanan, kemarilah".
Bola mata mereka pun langsung berbinar-binar begitu Reysa berkata kalau ia membawakan makanan untuk mereka.
"Wah.. Terima kasih Bu Reysa" ucap mereka sangat senang sekali.
"Iya sama-sama. Ayo dimakan sampai habis" lalu Reysa memasuki ruangannya. Ia mengeluarkan ponsel dari dalam tas hendak mengirim pesan kepada Argana yang tengah menuju ke gedung tempat ia bekerja.
"Arga! Apa kamu sudah pulang kuliah? Tiba-tiba aku sangat merindukan mu. Bisakah kita bertemu sebentar saja setelah aku pulang kerja ditempat biasa?".
__ADS_1
Reysa kemudian meletakkan ponselnya, suara sebuah ketukan pintu dari luar membuat ia menyuruh orang tersebut masuk kedalam ruangannya.
Ceklek!
"Permisi bu. Saya izin sebentar membersihkan ruangan ini" ucap si cleaning servis yang tak lain adalah Nita itu sendiri.
Reysa kemudian menatap Reysa dengan wajah datar, "Siapa nama kamu?" tanyanya.
"Nita Bu. Mulai hari ini saya diperintahkan membersihkan ruangan ibu setiap hari. Apa saya bisa melakukan pekerjaan saya Bu?".
Reysa lalu melihat sekitarnya, "Baiklah. Kamu bisa melakukan pekerjaan mu. Tapi ingat! Kamu harus melakukannya dengan hati-hati, jangan sampai ada yang jatuh".
"Baik Bu".
"Silahkan" Reysa membuka dokumennya.
Sedangkan Nita yang baru pertama kali melihat Reysa dibuat terkagum dengannya yang begitu cantik dan anggun. Bahkan suaranya begitu halus meskipun sedikit kurang bersahabat di telinga Nita. Namun wanita itu mampu membuat ia merasa sangat iri kepadanya tanpa Nita sadari Reysa tengah melihatnya dengan kening mengerut.
"Kamu kenapa masih berdiri disitu? Bukankah kamu ingin membersihkan ruangan ini?".
"Astaga! Maaf bu" kaget Nita segera melakukan pekerjaannya sembari mencuri-curi pandang kearah Reysa yang benar-benar sangat cantik sekali seperti bidadari yang katanya berasa dari surga.
Ting!
Mendengar suara ponselnya mendapatkan sebuah notifikasi. Dengan senyum mengembang di wajah Reysa ia langsung menyambar ponselnya membuka pesan tersebut.
"Aku sedang berada di gedung Hanju group bersama dengan Bagas. Apa kamu sedang sibuk Rey? Bisakah aku mendatangi ruangan mu?".
Reysa pun semakin melebarkan senyumnya membalas pesan masuk Argana, "Iya kamu bisa kemari Ga asalkan tidak ketahuan papa. Masuklah, ruangan ku ada di lantai 16".
Mendengar suara tawa Reysa, Nita sempat melirik kearahnya yang sangat bersemangat sekali. "Sepertinya dia kedatangan kekasihnya".
Tidak menunggu lama, ia dan Reysa langsung mendengar suara ketukan pintu dari luar.
"Itu pasti dia" Reysa bangkit berdiri, sambil berlari kecil kearah pintu ruangannya, ia membukakan pintu untuk Argana.
"Kamu sedang sendiri?".
Deng!
Suara itu langsung terdengar sangat familiar di kedua telinga Nita, dengan rasa penasaran ia melihat kearah Reysa dan juga pria yang berada di hadapannya. "A-argana?" kagetnya dengan mata membulat.
Kemudian Reysa melirik kearah Nita, "Mmmm.. Petugas kebersihan ada disini. Apa aku perlu menyuruhnya keluar?".
"Iya" jawab Argana.
"Ya sudah kalau gitu tunggu sebentar. Aku akan menyuruhnya keluar" Reysa berjalan mendekati Nita. "Kamu keluar saja, saya sedang kedatangan tamu penting".
"Ba-baik Bu".
__ADS_1
Nita membereskan semua peralatannya, sambil mencoba melirik kearah Argana, ia tidak lupa menunduk untuk menutupi wajahnya agar Argana tidak mengenalinya.
Begitu Nita keluar, "Ayo duduk Ga. Aku sangat merindukan mu, akhirnya kamu sendiri yang datang kemari menemui ku heheheh" senang Reysa merangkul lengan Argana.