
DDRRRIIINNNGGG... DDRRRIIINNNGGG...
"Ais, suara apa sih itu?" gumam Mita dengan mata terpejam. "Yah, Nita.. Apa semalam kamu memasang alarm?".
"Mmmmm.. Kenapa?".
"Itu terlalu bising membuat ku...
"Astaga!" kaget Nita segera membuka kedua matanya. Lalu melihat ke arah jam tersebut telah menunjukkan pukul 7 pagi. "OMG! Aarrkkhhh.. Aku sudah terlambat Mita".
Kemudian Mita melihat punggung Nita memasuki kamar mandi, "Ck, anak itu" setelah itu ia kembali membaringkan tubuhnya. "Lebih baik aku lanjut tidur lagi..
"Mita, kamu jam berapa berangkat kerja?".
"Kenapa?".
"Aku titip rumah ku yah, kamu jangan lupa menguncinya".
"Mmmmmm".
"Kalau gitu aku berangkat dulu".
"Apa?".
"Ada apa?" Mita lalu menatapnya dari atas sampai bawah dengan kepala menggeleng. "Ada apa Mita? Kenapa kamu melihat ku seperti itu?".
"Kamu yakin berangkat ke kantor dengan penampilan seperti ini? Hey... Ckckck. Kamu ada-ada saja deh Nita".
"Emang kenapa dengan penampilan ku Mita? Tidakkah kamu melihatnya seperti biasa?".
"Tidak, kamu tampak sangat kumuh sekali. Udah kamu enggak mandi, mana bedak asal dipoles seperti itu saja. Ais, yang benar saja kamu Nita mau berangkat ke kantor dengan penampilan seperti itu".
"Tidak apa-apa Mita. Aku aku tidak punya waktu lagi untuk itu. By, jangan lupa yah mengunci pintu" ujar Nita segera pergi meninggalkan Mita di dalam rumahnya.
"Mmmmm.. Kamu hati-hati di jalan" balas Mita.
.
Sesampainya Nita di kantor, ia melihat beberapa rekan-rekan kerja yang lainnya telah berapa di atas kursi mereka masih-masing.
"Hhmmmmssss.. Syukurlah, aku kira tadi aku yang paling lama datang. Ternyata masih banyak" gumam Nita melihat kearah sebelahnya. "Nella saja belum datang. Dimana anak itu?".
Ia lalu melihat ke sekitarnya.
"Sebaiknya aku berkerja saja.. Kkrruukkk.. Kkrruukkk.. Ck, aku baru ingat kalau tadi aku belum sempat sarapan dari rumah. Kenapa harus sekarang sih aku tiba-tiba merasa lapar? Nella udah dimana yah? Apa sebaiknya aku nitip roti saja kepadanya?".
Ia kemudian menyambar ponselnya hendak mengirim pesan kepada Nella, namun orang tersebut malah muncul di hadapannya.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?" tanya Nella.
__ADS_1
"Ternyata kamu sudah datang" jawab Nita meletakkan ponselnya diatas meja.
"Ada apa?".
"Tadi aku belum sempat sarapan dari rumah Nella. Jadi aku ingin menyuruh mu membelikan satu 🍞 tapi kamu sudah disini saja".
"Oh, ya sudah sana pergi beli dari pada kamu menahan lapar. Entar kamu jatuh pingsan lagi".
"Iya, aku sangat lapar sekali. Kalau gitu aku izin sebentar yah Nella kalau sampai bu Riska mencari ku".
"Iya, pergilah".
"Mmmmm".
Lalu Nita segera pergi menuju kantin yang berada di lantai bawah, ia lalu membelikan sebuah roti untuk ia makan dan sekotak susu putih. Tetapi ia tidak memakannya disana, Nita lalu membawa kelantai tempat ia bekerja, takut ia malah kelamaan.
Namun saat pintu lift itu terbuka, ia melihat Argana tengah berjalan kearahnya dengan ponselnya.
Kemudian ia tersenyum, dengan percaya diri ia berjalan mendekati Argana.
"Selamat pagi tuan Argana" ucapnya menyapa.
Argana berhenti, ia menatap Nita dengan wajah datar membuat Nita semakin melebarkan senyumnya.
"Apa semalam urusan mu berjalan dengan baik? Lain kali kalau kamu punya waktu aku yang akan mentraktir mu Ga. Kamu sudah sarapan? Ketepatan tadi aku baru saja dari kantin dan aku sudah sarapan, lalu bagaimana dengan mu Ga? Kalau belum kamu bisa memakan ini".
"Kenapa kamu malah melihatnya seperti itu Ga? Aku yakin kamu pasti belum sarapan kan? Inih".
"Tidak" jawab Argana.
"Kenapa? Ini bersih loh Ga. Aku membelinya dari kantin bawah".
"Aku sudah sarapan dari rumah. Kamu makan saja" lalu Argana pergi meninggalkannya.
Setelah itu Nita melihat Argana memasuki lift sambil melihat kantong keresek ditangannya.
"Aku pikir dia akan mau, ternyata tidak. Kalau gitu aku makan sendiri saja" Nita memasuki tangga exit di yang berada di ujung.
Dengan sangat lahap ia segera menghabiskan roti tersebut tanpa sedikitpun tersisa mengingat ia yang sangat lapar sekali.
"Akhirnya aku kenyang juga..
Ceklek!
"Astaga! A-argana?".
Ia melihat Argana memasuki tangga tersebut bersama dengan beberapa karyawan lainnya.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanyanya.
__ADS_1
Deng!
Nita terdiam, ia mendengar suara itu sedang marah membuat ia ketakutan. "Maafkan saya tuan" jawabnya.
Lalu mereka melihat Nita, "Lain kali jangan pernah saya temukan karyawan seperti kamu makan ditempat sembarang lagi. Kamu ingat itu?".
"I-iya tuan. Maafkan saya, saya berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahan ini lagi. Maaf".
Argana menuruni anak tangga bersama dengan mereka. Sedangkan ia menghela nafas legah, "Lagian mereka kenapa harus lewat dari sini sih? Kan ini bukan tangga umum, ada-ada saja. Mana suara Argana tadi menakutkan sekali, apa dia sedang marah?".
Nita lalu keluar dari sana, ia kembali masuk kedalam ruangannya melihat semua rekan-rekan kerjanya tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
"Nella!" panggilnya.
"Mmmmm.. Kamu sudah kenyang?" tanyanya.
"Iya. Apa Bu Riska tadi tidak mencari ku?".
"Aku sudah memberitahunya kalau kamu sedang keluar sebentar" Nella lalu memberikan dokumen yang tadi si manager itu berikan kepadanya. "Kamu kerjakan ini semua kata Bu Riska. Setelah itu kamu antar sendiri keruangan tuan Argana".
"Apa? Sebanyak ini Nella?".
"Iya".
"Tapi ini terlalu banyak sekali Nella, yang benar saja aku mengerjakan dokumen sebanyak ini?".
"Mana aku tau Nita, ibu itu hanya menitipnya saja kepada ku. Sisanya itu mana aku tau, kalau kamu enggak percaya, kamu tanya saja langsung sana. Tapi sepertinya Bu Riska sedang rapat Nita".
Nita pun hanya bisa menghela nafas panjang, ia melihat dokumen itu begitu sangat banyak membuat ia kebingungan harus mengerjakan yang mana duluan.
"Bisa-bisanya Bu Riska memberikan aku pekerjaan sebanyak ini. Mana harus aku sendiri lagi yang mengantarnya. Ck, menyebalkan sekali".
Hingga kini waktu terus berjalan dan jam telah menunjukkan pukul 1 siang. Nita terlihat begitu sangat konsentrasi dengan pekerjaannya.
"Kamu enggak istirahat Nita?" tanya Nella.
"Tidak Nella, kamu pergi saja. Aku harus segera menyelesaikan ini semua sebelum waktunya".
"Kan nanti bisa kamu lanjutkan Nita. Sekarang kita makan siang dulu yok".
"Kamu bersama dengan yang lainnya saja dulu Nella. Maafkan aku".
"Kamu yakin enggak mau makan dulu? Entar kamu jatuh sakit".
"Aku titip satu roti saja Nella. Tolong belikan untuk ku yah, ini uangnya" jawab Nita mengeluarkan selembar uang hijau dari dalam sakunya. "Satu ajah yah, sisa uang ku tinggal ini heheheh".
"Ya sudah kalau gitu. Aku pergi dulu".
"Iya".
__ADS_1