
Tahun terus menerus bertambah, usia Lucas dan istrinya Marisa ikut bertambah melihat putra satu-satunya itu berdiri di hadapan keduanya dengan senyuman kebahagiaan.
"Argana anak ku" ucap Marisa memeluk tubuh Argana penuh kerinduan. "Sekarang kamu sudah tubuh dewasa sayang, mama sangat bahagia sekali".
"Terima kasih ma. Maaf jika selama ini aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk mama dan papa".
Marisa lalu melepaskan pelukannya, kemudian Lucas memeluk tubuh putranya itu dengan erat.
"Papa bangga sama kamu Arga. Kamu benar-benar laki-laki yang hebat. Selamat datang kembali".
"Terima kasih pa" senyumnya.
Setelah itu ketiga orang itu mendengar suara Isabella yang baru pulang dari rumah sakit, dengan senyum mengembang di wajah Argana ia langsung berlari memeluknya dengan sayang.
"Apa kamu tidak merindukan nenek mu ini lagi hhhmmm?".
Argana tertawa, "Tentu saja aku sangat merindukan nenek ku ini. Apa nenek baik-baik saja selama aku disana?".
"Nenek baik-baik saja. Terima kasih sudah sehat kembali kemari. Nenek bangga sama kamu" Isabella mengusap wajah cucunya itu dengan sayang. "Apa kamu sudah makan? Sepertinya kamu sudah lapar. Ayo, nenek akan memasakkan sesuatu untuk mu".
"Benarkah?".
"Iya. Ayo" Isabella segera menarik pergelangan tangan Argana kearah dapur. Disana mereka melihat beberapa pelayan sedang mempersiapkan makan malam untuk mereka dan juga ibunya Rehan.
"Astaga! tuan Argana?" senyum ibunya Rehan melihat tuan mudanya itu telah kembali setelah 5 tahun lamanya dia tidak pernah pulang.
"Iya Bi. Apa kabar?".
"Ya Tuhan. Bibi baik-baik saja tuan".
"Syukurlah, aku senang mendengarnya bi. Lalu bagaimana dengan paman Rehan? Aku tidak melihatnya".
"Akh seperti dia tadi ada di taman belakang memberi makan binatang peliharaan tuan Lucas" jawabnya. "Tapi sekarang tuan muda semakin gagah dan juga semakin sangat tampan. Bibi sampai tidak mengenali tuan muda tadinya".
Mereka tertawa, lalu Isabella menyuruh mereka pergi dari sana kecuali ibunya Rehan. Karna ia ingin yang memasak untuk cucunya itu setelah 5 tahun lamanya Argana tidak pernah lagi mencoba masakannya.
Kemudian Argana bertanya, "Nenek, apa Reysa baik-baik saja?".
Isabella menatapnya, ia tidak percaya kalau Argana akan mengajukan pertanyaan itu kepadanya setelah sekian lama Argana mencoba melupakannya.
"Kenapa tiba-tiba Arga?" tanyanya.
Argana tersenyum, "Tidak ada apa-apa Nek, aku hanya ingin memastikan kalau dia baik-baik saja setelah pernikahan itu".
"Dia baik-baik saja Arga. Cuman sampai sekarang mereka belum memiliki keturunan. Selebihnya itu nenek tidak tau apa-apa?".
"Mmmmm" gumam Argana.
Lalu Isabella menatapnya, "Apa kamu masih belum bisa melupakan Reysa?".
__ADS_1
Lagi-lagi Argana menunjukkan senyuman itu kepadanya membuat Isabella yakin kalau sampai sekarang Argana masih memiliki perasaan terhadap Reysa.
Kemudian Argana izin keluar dari sana ingin menghampiri Rehan yang sedang memberi makan binatang kesukaan Lucas yaitu anjing.
"Paman!" panggilannya. Namun Rehan belum mendengarnya, hingga Argana memanggilnya lagi untuk yang keduanya kalinya. "Paman!".
Rehan pun terdiam, ia seperti mendengar suara memanggilnya dari belakang.
"Ini aku Argana paman".
Rehan langsung menoleh ke belakang, ia melihat Argana tengah berdiri dibelakangnya dengan senyum mengembang diwajahnya.
"Tuan muda?".
"Mmmmm.. Apa yang sedang kamu lakukan disini".
"Hahahaha.. Tuan muda apa kabar? Kenapa tuan muda tidak menyuruh ku menjemput ke bandara?".
Argana pun ikutan tertawa senang, "Aku tidak ingin merepotkan paman".
"Wah...!!! Saya tidak menyangka kalau tuan muda sekarang bertambah gagah dan juga tampan. Saya hampir saja tidak mengenali tuan muda".
"Paman baik-baik saja?".
"Iya tuan. Saya baik-baik saja dan juga keluarga kecil saya. Terima kasih tuan sudah kembali kemari dengan keadaan sehat".
"Benar, saya sangat bersyukur sekali tuan".
.
Malam harinya setelah selesai makan malam, Argana memasuki kamarnya yang lama masih seperti semula saat ia pergi meninggalkan istana rumahnya.
"Arga!" panggil Marisa ikutan memasuki kamarnya.
"Iya ma?".
Marisa lalu menarik tangannya duduk diatas sofa, "Apa kamu senang kembali kemari? Maaf yah sayang mama sama papa membuat kamu harus kembali. Kamu tidak keberatan kan sayang?".
"Tidak ma. Aku sama sekali tidak keberatan".
"Mama senang mendengarnya sayang. Terus bagaimana dengan Bagas? Kapan dia akan kembali ke Indonesia?".
Argana tersenyum tipis, "Sepertinya Bagas tidak akan kembali lagi kemari ma. Kemarin dia sendiri yang berkata kepada ku kalau dia ingin membangun perusahaannya sendiri disana. Aku rasa itu jauh lebih bagus ma".
"Lalu bagaimana dengan ibunya dan juga ayahnya? Aku yakin Flora tidak ingin jauh dari putranya".
"Kemarin bibi Flora baru saja dari sana bersama dengan paman Jose. Mereka terlihat bahagia sekali ma".
"Wah.. Kenapa Flora tidak memberitahu mama yah kalau mereka kesana? Mama senang mendengarnya sayang. Terus selama disana apa kamu sudah memiliki kekasih?".
__ADS_1
Argana tersenyum kembali, "Hari ini aku lelah sekali ma. Bisakah mama meninggalkan aku?".
"Baiklah. Maafkan mama sudah mengajukan pertanyaan konyol itu. Selamat malam sayang".
"Mama juga".
Sekeluarnya Marisa dari sana, ia lalu memasuki kamar mandi membasuh wajahnya sebelum istirahat. Tidak ingin berlama-lama ia keluar mendengar suara ponselnya berdering.
"Hallo Mario?" jawabnya.
"Bro. Kamu sudah dimana? Kenapa kamu tidak memberitahu kami kalau kamu sudah di Indonesia" ujar Mario terlihat kesal.
"Maafkan aku. Kemarin aku tidak ingat memberitahu kalau aku akan kemari".
"Ais.. Tidak apa-apa. Sekarang Apa kabar mu bro?".
"Baik".
"Bagaimana perasaan mu setelah sekian lama kamu meninggalkan kita akhirnya kamu kembali lagi. Apa suasana masih seperti yang lama?".
Argana tertawa, "Masih seperti yang lama".
"Benarkah?".
"Mmmmmm".
"Kalau begitu aku dan Dafa besok akan menunggumu di tempat biasa. Ok bro?".
"Baiklah".
Argana mematikan ponselnya, ia lalu melihat pantulan wajahnya di depan cermin sudah terlihat dewasa ditambah bulu halus yang kini sudah bertumbuhan di wajahnya hingga ia terlihat semakin gagah.
Kemudian Argana membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan tangan di atas kepala. Ia menatap keatas langit-langit kamarnya, setelah itu ia mencoba menutup mata hingga akhirnya ia terlelap.
"Sayang, apa kamu yakin dengan keputusan kamu mengembalikan Argana kemari? Aku takut dia masih belum bisa melupakan Reysa setelah apa yang mama Isabella ucapakan tadi" ucap Marisa di pelukan Lucas.
"Aku yakin Argana sudah tumbuh dewasa sayang. Kamu tidak usah khawatir seperti itu, percaya pada ku".
"Aku tidak bisa jamin sayang sebelum Argana memiliki kekasih".
"Terus? Apa kamu berencana ingin menjodohkan dia dengan seseorang?".
"Ck, tentu saja aku tidak akan pernah melakukan hal itu".
"Ya sudah kalau gitu biarkan saja. Lama-kelamaan Argana pasti bisa melupakan masa lalunya sayang".
"Bisa dari mananya sayang? Buktinya setelan 5 tahun lamanya Argana berada di luar negeri sampai sekarang dia masih belum bisa melupakan Reysa".
__ADS_1