Dia Milikku

Dia Milikku
Bab 32


__ADS_3

Di kampus Nita langsung masuk ke dalam kelas. Meskipun ia kuliah sambil bekerja, tetapi ia tidak pernah ketinggalan pembelajaran. Dan tidak ada yang tau juga kalau selama ini Nita adalah mahasiswa gratis atau yang sering disebut jalur Beasiswa.


"Selamat pagi Nita" sapa Bagas yang baru memasuki kelas mereka.


Nita pun langsung tersenyum melihat kearahnya, "Pagi juga Bagas. Argana mana?".


"Ituh" jawab Bagas menunjuk dengan ekor matanya kearah pintu. "Kamu sudah sarapan Nita? ketepatan aku membawa sesuatu untuk mu. Inih, makanlah selagi dosen kita belum datang. Apa kamu sudah merasa baikan? semalam aku tidak sempat menjenguk mu kerumah sakit".


Dengan mata berbinar-binar Nita menerima pemberian Bagas sambil mengucapkan terima kasih banyak sudah perduli kepadanya.


"Aku sudah merasa baikan Bagas berkat Argana yang sudah perduli kepada ku".


"Syukurlah" kemudian Bagas berjalan kearah kursinya begitu juga dengan Argana. Setelah itu Nita membuka susu kotak yang berada di hadapannya itu sambil melihat kearah kedua orang itu.


"Terimakasih Bagas" ucapnya lagi tersenyum senang.


Tidak menunggu lama lagi, dosen yang akan membawakan mata kuliah pagi ini telah memasuki ruangan mereka. "Selama pagi semuanya" ucapnya yang tak lain adalah Reza.


"Pagi pak" balas mereka.


Lalu Reza menatap kearah Nita membuat ia yang sedang ditatap mereka sedikit kurang nyaman. "Nita" panggilannya.


"Iya pak" jawab Nita.


"Selesai jam mata kuliah kita, kamu temui saya nanti di ruangan dosen" ucap Reza kepadanya, dan Nita pun tidak mengajukan pertanyaan lagi, ia langsung mengangguk tanda ia mengerti apa yang baru saja Reza ucapkan.


Kemudian Bagas melirik Argana, "Ada apa pak Reza memanggil Nita kedalam ruangannya?".


"Tidak tau" jawab Argana tampak tidak perduli sambil menghela nafas.


Setelah itu Reza pun segara membuka materi pembelajaran mereka. Hingga kini waktu terus-menerus berlalu dan jam telah menunjukkan pukul 12.00 siang. Mata kuliah itu pun berlalu begitu cukup lama membuat mereka yang berada di dalam kelas sudah merasa bosan.


"Perhatian semuanya. Karena materi pembelajaran kita sudah selesai, saya harap minggu depan jangan ada yang lupa membawakan tugas yang saya minta. Bisa dimengerti?".


"Bisa pak".


"Bagus! Selamat siang semuanya".


"Siang pak".

__ADS_1


Begitu Reza keluar dari sana, Nita segera menyimpan semua buku miliknya ke dalam tas. Lalu Ia keluar dari dalam kelas menuju ruangan dosen yang berada di lantai 1 tanpa ia sadari Argana sempat melirik kearahnya.


Di depan pintu ruangan Reza, ia lalu mengetuk pintu ruangan tersebut. Tidak lama-lama, Reza menyuruhnya masuk.


Ceklek!


"Pak" senyum Nita mendorong pintu ruangannya.


"Silahkan duduk Nita" ucap Reza menyuruhnya duduk diatas sofa.


"Terima kasih pak".


Setelah Nita mendudukkan diri, ia segera berjalan kearah sofa menatap Nita dengan tatapan serius membuat Nita mengernyitkan dahi tidak mengerti arti dari tatapan tersebut.


"Maaf pak. Ada apa bapak memanggil saya kemari? Apa saya barusan melakukan kesalahan?".


"Tidak" jawab Reza melihat kearah kesamping. "Kamu baik-baik saja?" Reza kemudian menyambar sesuatu dari sebelahnya, lalu memberikan di hadapannya. "Ini untuk kamu".


"Hhmm? Ini apa pak?".


"Vitamin. Kemarin saya tidak sengaja melihat mu jatuh pingsan saat Argana membawa mu kerumah sakit. Apa sekarang kamu benar-benar sudah merasa baikan?".


"Astaga pak Reza!" senyum Nita tak habis pikir dengan dosennya itu begitu sangat perhatian kepadanya. "Ini benar-benar untuk saya pak?".


"Wah.. Aku yakin vitamin ini bukanlah sembarang vitamin yang selama ini saya konsumsi. Terima kasih banyak pak terima kasih banyak. Saya berjanji akan selalu mendoakan pak Reza semoga segera bertemu dengan jodoh bapak sendiri heheheheh. Kalau gitu saya permisi dulu pak".


"Mmmmmm".


Sekeluarnya Nita dari dalam ruangannya, Reza langsung tersenyum legah melihat wanita itu tersenyum begitu tulus dan ramah kepadanya.


Dan yang sebenarnya, ia lakukan itu setelah ia mengetahui siapa Nita, dan dari keluarga mana dia, sejak Bagas menceritakan kalau Nita dan Argana sedang menjalankan sebuah hubungan. Tapi nyatanya Nita menyembunyikan sesuatu dari Argana dan sampai sekarang Argana tidak tau siapa dia.


"Apa yang barusan kamu lakukan disana?".


"Hhhmm? Argana?" kaget Nita melihat Argana berdiri dihadapannya. "Sedang apa kamu disini Ga. Bagas mana?".


"Aku bertanya apa yang barusan kamu lakukan di dalam ruangan itu" Argana kembali mengulangi pertanyaannya.


Nita pun kemudian menyembunyikan kedua tangannya di belakang. "Tidak ada Ga. Aku tidak melakukan apa-apa disana" jawab Nita melihat wajah Argana yang sedang menatanya dengan tatapan serius. "Aku mengatakan yang sebenarnya Ga. Kalau kamu enggak percaya kamu bisa tanya sendiri sama pak Reza".

__ADS_1


"Lalu apa yang kamu sembunyikan itu?".


"Akh.. Tidak ada apa-apa Reza" tawa Nita menggeleng kepala. "Lalu kamu ngapain disini Ga? Kamu mengkhawatirkan aku?".


Argana langsung tersenyum sinis.


"Ck. Jangan seperti itu dong Ga. Kamu tega benget sih sama pacar kamu sendiri. Kamu mau makan siang bersama ku enggak? Aku yang akan mentraktir mu. Ayo".


Namun Argana segera menepis tangan Nita hingga ia tidak berhasil meraih pergelangan tangan Argana.


"Kenapa Ga? Kamu marah? Tapi kenapa kamu bisa marah? Bukankah tadi kita baik-baik saja? Apa aku benar-benar baru saja melakukan kesalaha.." gantung Nita melihat Argana pergi meninggalkannya sebelum ia menyelesaikan perkataannya.


"Astaga! Ada apa dengan Argana? Kenapa dia tiba-tiba bersikap dingin seperti ini? Padahal aku tidak melakukan kesalahan".


.


Di kantin belakang, Bagas dan Argana tengah menikmati makan siang. Namun sedari tadi Argana terlihat kesal saja membuat Bagas penasaran.


"Ada apa dengan mu Ga? Sepulangnya kamu dari toilet kamu diam terus?" tanya Bagas menyudahi makanannya. Kemudian mengeluarkan sebatang rokok dari dalam bungkusnya.


"Tidak" jawab Argana.


"Terus, apa semalam Reysa menghubungi mu?".


"Mmmmm.. Kamu yang memberinya?".


"Ya".


"Terima kasih" Argana meletakkan sendok garpu di tangannya. "Tapi kemarin ibu ku bisa tau Gas".


"Maksud kamu? Tante Marisa tau kalau kamu bertemu dengan Reysa?" tebak Bagas


"Mmmm.. Padahal itu hanya tebakannya saja" Argana menghela nafas dalam. "Kalau hubungan kami ketahuan kembali, apakah paman Dilan akan mengirimkannya kembali keluar negeri? Aku takut hal itu terjadi Bagas".


Bagas pun langsung berpikir keras, ia juga setuju dengan pendapat Argana kalau sampai hubungan mereka diketetahui Dilan. 99% Reysa akan dikirim kembali keluar negeri.


"Arga! Tidak pernahkah kamu berencana membawa Reys..


"Aku tidak akan pernah melakukan hal itu Bagas" potong Argana tau maksud dari perkataan Bagas. "Aku sudah berjanji akan hal itu".

__ADS_1


"Terserah kamu saja Ga. Tapi aku sarankan jangan sampai kalian berdua ketahuan, aku tidak bisa bayangkan seberapa besarnya rasa marah om Dilan kepada kalian berdua".


"Mmmmm".


__ADS_2