
Sepulang kerja, Nita dan Mita berada di halte bus tempat mereka biasanya menunggu.
"Kamu kenapa Nita? Sedari tadi kamu diam terus aku lihat. Kamu sedang punya masalah?"
"Mmmmm" gumamnya. Kemudian Nita menghela nafas panjang, "Aku tidak menyukai lantai itu Mit".
"Kenapa?".
"Hhhmmss.. Aku juga tidak tau Mita, yang penting aku tidak menyukai lantai itu".
"Apa pekerjaan mu disana terlalu berat?".
"Bisa dibilang seperti itu. Kamu mau tukaran dengan ku?".
Mita tertawa, "Mungkin karna baru awal ajah Nita, nanti juga kamu akan terbiasa. Ya namanya juga kita bekerja, yah kita harus siap-siap menerima beban itu semua".
"Tapi ini terlalu berat sekali untuk ku Mit. Aku ingin sekali keluar dari lantai itu, tidak bisakah kita tukaran posisi?".
"Ya kalau aku sih terserah saja. Cuman kan, kamu tau sendiri leader kita seperti apa? Ya pastinya kita tidak boleh banyak minta ini itu. Kamu mau..
"Ais" potong Nita sudah tau. "Ini sangat menyebalkan sekali, kalau seperti ini terus, mungkinkah aku akan betah Bekerja disini?".
"Jangan berkata seperti itu Nita. Ingat gaji mu disini besarnya seperti apa, kamu harus banyak bersyukur".
"Ck, aku lelah sekali. Sana pergi, itu bus kamu sudah datang".
"Ya sudah kalau gitu aku duluan yah. Sampai bertemu besok siang".
"Mmmmm".
Begitu bus yang Mita tumpangi berlalu dari hadapannya, ia lalu melihat keatas langit yang sudah gelap gulita. "Hari ini pekerjaan ku sangat melelahkan sekali" gumamnya.
Tidak menunggu lama, bus yang akan membawa ia pulang kerumah telah berhenti di hadapannya, ia pun segera masuk kedalam bus tersebut. Namun sebelum itu, Reysa yang ketepatan melihatnya menaiki anak tangga bus, ia lalu langsung memanggil Namanya.
Nita pun akhirnya menghentikan langkahnya, ia lalu melihat Reysa dengan wajah kaget berada di hadapannya, "Bu Reysa?".
"Mmmm.. Kamu mau pulang?" tanyanya melihat bus yang hendak Nita naiki telah pergi dari sana. "Oo.. Bus kamu sudah pergi..
"Tidak apa-apa Bu" potong Nita.
"Kamu tidak apa-apa?".
"Mmmmm".
"Oh gitu yah? Atau kamu mau saya anterin pulang? Saya jadi enggak enak nih" tawar Reysa menunjuk kearah mobilnya.
Nita langsung melihat mobil mewah Reysa, cleaning servis seperti dia tidak mungkin menaiki mobil semewah itu. "Tidak bu, saya bisa menaiki bus selanjutnya. Lalu kenapa Bu Reysa tadi memanggil saya?".
"Tidak apa-apa. Saya hanya ketepatan melihat mu tadi. Saya pikir itu bukan kamu. Ayolah, saya akan mengantarkan mu atau kamu mau makan malam dulu sama saya?".
__ADS_1
Nita tersenyum, "Tidak buk terima kasih banyak sudah mau menawarkan saya makan malam bersama dengan Bu Reysa" masih tolak Nita dengan lembut dan sopan.
"Jadi kamu benar-benar enggak mau?".
"Maaf Bu. Lain kali saja" lalu ia melihat bus yang selanjutnya berhenti kembali di sana. "Karna bus saya sudah datang. Saya duluan pulang ya Bu, sampai bertemu besok" tunduk Nita segera menaiki bus itu.
Kemudian Nita sempat melirik kearah Reysa yang masih berdiri ditempatnya sambil melihat kearahnya, lalu iantersenyum menunduk sampai bus yang ia tumpangi menjauh dari sana.
"Hhhmmss.. Kenapa Bu Reysa tiba-tiba sok akrab dengan ku yah? Bukankah tadi dia sendiri yang bersifat dingin kepada ku? Aneh" gumam Nita melihat kearah samping.
Ting!
Nita mengeluarkan ponselnya dari tas, ia melihat sebuah pesan masuk dari sang ibu tercinta. "Nita, apa kamu sudah izin?" isi pesan tersebut.
"Oh iya. Tadi pagi kan mama menelpon ku kalau sesuatu yang penting ingin ibu bicarakan dengan ku. Tapi aku malah melupakannya, lalu bagaimana caranya aku mau izin libur kerja? Sedangkan aku baru saja di pindahkan ke lantai ruangan itu? Hhhmmss.. Ribet akh".
Nita pun akhirnya membalas, "Begini ma, bulan depan aku akan PPL sedangkan aku baru saja tadi di pindahkan dari lantai biasa aku bekerja kelantai yang lain. Jadi aku tidak bisa datang kesana ma. sebenarnya hal penting apa yang ingin mama bicarakan dengan ku?".
DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...
"Iya Ma?" jawab Nita menekan tombol hijau.
"Kenapa ribut sekali Nita? Kamu lagi dimana?".
"Nita lagi di bus Ma".
"Kamu baru pulang kerja sayang?".
"Iya Ma".
"Iya Ma, nanti aku akan menelpon mama kembali begitu sampai dirumah".
"Iya sayang. Kamu hati-hati di jalan yah".
"Iya Ma".
_
_
Di dalam kamar Argana tengah bermain game bersama dengan Bagas yang sudah menghabiskan waktu 3 jam lamanya.
"Ga, aku mengalah saja. Dari tadi kamu terus yang selalu menang" kesal Bagas meletakkan steak gamenya. "Ternyata sudah jam 10 saja, kenapa waktu ini begitu cepat berlalu?".
"Kamu mau pulang?" tanya Argana.
"Mmmm.. Tapi sebentar lagi. Rasanya aku ingin merokok" Bagas lalu berjalan kearah balkon kamar Argana. Disana ia menghirup udah segar sambil mengeluarkan sebatang rokoknya. "Kamu tidak mau Ga?".
"Mmmmm" balas Argana berjalan menghampirinya. Lalu menerima sebatang rokok tersebut dari tangan Bagas. "Reysa mengajak ku weekend nanti keluar".
__ADS_1
"Kemana?".
"Tidak tau. Terserah dia saja nanti kemana dia ingin pergi".
"Mmmmmm" gumam Bagas. "Tidak apa-apa asalkan kalian berdua jangan sampai ketahuan".
Argana terdiam.
"Ga!" panggilannya.
"Kenapa?".
"Selesai menempuh pendidikan nanti, aku berencana melanjutkan S2 ku di luar negeri. Bagaimana dengan mu? Apa kamu tidak memiliki rencana lain?".
Lagi-lagi Argana terdiam mengisap rokoknya sambil menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.
"Hhhmmss.. Aku belum tau Gas" jawabnya singkat.
"Apa karna Reysa?".
"Tidak".
"Lalu?".
"Aku belum kepikiran sampai kesana Gas".
Kedua orang itu pun akhirnya terdiam menunggu rokok mereka masing-masing sampai habis. Hingga waktu terus berlalu, Bagas melihat jam telah menunjukkan pukul 11 malam.
"Sepertinya aku harus pulang Ga" ucap Bagas mematikan puntung rokoknya.
"Apa tidak sebaiknya kamu disini saja?".
Bagas tertawa, "Kenapa? Apa kamu masih memikirkan Reysa?".
"Tidak".
"Lalu?".
"Ya sudah sana kamu pulang saja" Argana ikutan mematikan puntung rokoknya memasuki kamar itu kembali.
Begitu ia mengantar Bagas sampai keluar, ia mendapatkan sebuah notifikasi dari sang kekasih. "Ga! Kamu sedang apa? Malam ini aku tidak bisa tidur, aku kepikiran kamu terus" isi pesan Reysa.
Argana lalu mendudukkan diri diatas sofa yang berada diruang tamu.
"Tidurlah, ini sudah jam 11 malam. Jangan membuang-buang waktu mu hanya memikirkan aku" balas Argana. Lalu ia mendengar suara langkah kaki Lucas berjalan kearahnya.
"Kenapa kamu belum tidur Arga?" tanya Lucas duduk di hadapan putranya itu.
__ADS_1
"Aku baru saja mengantar Bagas keluar sampai depan pa" jawab Argana meletakkan ponselnya di samping. "Kenapa papa juga belum tidur?".
"Papa sedang bekerja. Ketepatan papa tadi melihat mu duduk disini. Kamu mau minum sebentar?" tawar Lucas melihat Rehan berjalan kearah mereka membawakan sebotol anggur merah yang baru saja ia minta.