
"Dimana mereka? Aku sudah mencari mereka kesana kemari tapi tidak ketemu-ketemu juga hahhh.. Aku lelah sekali" kemudian Nita mencoba memanggil nomor keduanya, namun keduanya tak kunjung menjawab panggilan tersebut.
"Ais.. Menyebalkan sekali" Nita lalu melihat kearah parkiran, kalau mobil Argana dan Bagas tidak berada disana, itu artinya mereka sudah pergi.
Dan seperti yang sudah ia pikirkan, ia tidak melihat mobil keduanya terparkir disana. Nita pun memilih pergi meninggalkan kampus menuju tempat ia bekerja, namun karna hari ini hari salah satu hari paling sial dalam hidupnya, ia sama sekali tidak bersemangat berangkat kerja.
"Hhhmmss.. Disaat seperti ini aku ingin sekali tidur. Tapi kalau aku tidak bekerja, bagaimana dengan biaya hidup ku? Cuman hari ini aku benar-benar sangat tidak ingin sekali bekerja Aarrkkhhh.. !! Ini benar-benar sangat menyebalkan sekali".
.
Di tempat tongkrongan biasa mereka, Argana Bagas Mario dan Dafa sedang menikmati segelas alkohol di gelas mereka masing-masing.
"Ada apa dengan mu Ga? Hari ini aku melihat mu seperti tidak biasanya?" tanya Dafa.
"Mmmmm.. Aku juga merasakan hal yang sama dengan mu Daf. Ada apa Arga? Apa karena wanita lagi?" sambung Mario perduli kepada sang sahabat.
Argana lalu meneguk alkoholnya sampai gelas yang berada di dalam genggaman tangan kanannya itu kosong.
"Aku juga tidak tau apa yang sedang terjadi dengan ku? Kenapa? Apa kalian berdua berpikir kalau aku seperti ini karna wanita?".
Kedua orang itu langsung tertawa melihat kekesalan di wajahnya, "Ais.. Hentikan!! Aku tidak ingin mendengar suara kalian berdua"
"Hahahaha.. Kenapa Arga? Aku rasa tidak ada yang salah dengan kita berdua. Bukankah begitu Bagas?" tanya Dafa dibalas hanya senyuman oleh Bagas melirik Argana.
"Oh iya Ga" ujar Mario. "Kemarin aku bertemu dengan Nita, semakin hari aku melihatnya semakin kurus dan wajah cantiknya yang dulu sudah mengurang. Apa dia baik-baik saja?".
Argana terdiam. Ia juga ikutan memikirkan apa yang barusan Mario ucapkan.
"Apa kamu tidak menyadari itu Ga?" tanya Mario kembali. "Coba kamu tanya dulu, aku khawatir kalau ia sedang sakit".
Namun Argana segera membuang rasa pedulinya kepada Nita, hari ini ia benar-benar sangat kesal sekali kepada wanita itu. Tapi kalau ia pikir-pikir, alasan apa membuat ia bisa marah? Tidak mungkin dia memiliki perasaan kepada Nita? Yang benar saja. Ia hanya mencintai satu wanita dan wanita itu adalah Reysa sang pujaan hati.
"Arga! Argana!" panggil Mario. "Yah.. Argana!" panggilannya lagi membuat sang empunya nama langsung melihat kearahnya. "Ada apa dengan mu? Kamu tidak mendengar ku sedari tadi yah? Ais".
Argana menuang alkohol itu kembali di dalam gelasnya. Ia kemudian meneguknya dengan sekali tegukan.
"Tidak bisakah kita hanya minum saja? Tolong jangan mengajukan pertanyaan itu lagi. Aku lelah sekali" Argana menuang alkohol itu lagi.
__ADS_1
"Baiklah" angguk Mario ikutan menuang alkoholnya di dalam gelas.
.
Di perusahaan Hanju group, Nita telah berada di dalam ruangan Reysa, tetapi ia tidak menemukannya disana, kemudian Nita melirik kearah meja kerjanya. "Kenapa aku jadi merasa tidak menyukainya? Ada apa dengan ku?".
Ceklek!
"Sedang apa kamu disini?" tanya Reysa yang baru saja membuka pintu ruangannya melihat Nita berdiri tepat di depan meja kerjanya.
Nita lalu tersenyum kepadanya, "Saya hendak ingin membersihkan meja kerja Bu Reysa. Tapi saya takut melakukannya sebelum bu Reysa tiba disini, dan karena sekarang buk Reysa sudah disini...
"Tidak usah. Kamu keluar saja" potong Reysa mengusirnya.
"Bu Reysa yakin saya tidak perlu membersihkan meja ini?".
"Mmmmm.. Sana buruan keluar".
"Ya sudah kalau gitu bu. Saya permisi!" Nita lalu membawa semua peralatannya pergi dari sana.
"Tunggu!".
"Iya Bu?" tanya Nita memutar tubuhnya.
Reysa menatapnya, "Kamu sudah makan siang? Ini untuk kamu, makanlah. Saya rasa kamu belum makan" jawab Reysa memberikan kantong kresek yang ia bawa dari luar.
Dengan senyum mengembang di wajah Nita, ia langsung berjalan mendekati meja kerja Reysa sambil menunduk, "Ini untuk saya Bu? Bu Reysa yakin memberikan ini untuk saya?".
"Iya ini untuk kamu. Kenapa? Kamu tidak suka?" tanya balik Reysa.
"Astaga! Bu Reysa baik sekali. Tentu saja saya tidak akan menolaknya, terima kasih banyak ya Bu Rey. Nanti saya akan memakannya".
"Ya sudah kamu keluar".
"Iya Bu. Permisi!".
Sekesal dan semarah apapun seorang Nita, kalau soal makanan ia tidak akan pernah menolaknya selagi makanan itu dari orang yang ia kenal meskipun gengsinya yang menjadi taruhannya karena Nita sangat mencintai yang namanya makanan apalagi makanan itu gratis.
__ADS_1
"Wah.. !! Bu Reysa baik banget sih mau memberikan aku nasi kotak ini. Padahal nasi kotak ini bukanlah nasi kotak sembarangan yang di jual di pinggir jalan. OMG" senang Nita semakin melebarkan senyumnya.
Setelah itu Nita kembali melanjutkan pekerjaannya.
Hingga kini jam istirahat tiba, ia turun kebawa tempat mereka bersantai selama 1 jam lamanya, ia lalu melihat Mita berjalan mendekatinya.
"Mita kemarilah" panggilannya.
"Kenapa Nita?".
"Duduk dulu. Kamu membawa bekal dari rumah?" Nita mengeluarkan nasi kotak yang ia dapatkan tadi dari Reysa. "Ayo makan sama yok Mita, aku tadi...
"Tadi apa Nita?" tanya Mita saat Nita menggantung perkataannya.
Kemudian Nita tertawa, "Aku tadi membelinya dari luar. Ketepatan aku sangat ingin sekali, ayo makan bareng sama Mit" namun Mita malah menolaknya dan berkata kalau ia sedang diet. "Kamu serius Mita?".
"Mmmmm.. Makanlah Nita" senyumnya.
Tetapi berbeda dengan yang sebenarnya, Mita sengaja menolak ajakan Nita karna ia tau kalau Nita sangat membutuhkan makanan tersebut.
"Tapi aku jadi tidak enak makan sendiri Mita. Kamu yakin tidak mau coba satu sendok ajah gitu?".
"Iyaloh Nita. Jangan khawatirkan aku, ayo di makan buruan. Waktu istirahat kita sudah tinggal 30 menit lagi".
"Ya sudah deh kalau gitu. Aku makan dulu ya Mita" Nita lalu membuka nasi kotaknya, ia melihat makanan tersebut sangat enak sekali seperti nasi kotak yang pernah Argana belikan untuknya sewaktu di rumah sakit.
"Mmmm.. Rasanya sangat enak sekali Mita. Kamu benar-benar tidak mau coba? Ayolah Mita, satu suap saja mmmmm".
"Hey.. Sudah berapa kali aku katakan padamu Nita kalau aku sedang diet. Tolonglah jangan membatalkan diet ku".
Nita tertawa, "Maafkan aku Mita. Tapi karna ini sangat enak, aku ingin sekali kamu juga mencobanya. Jarang-jarang loh kita bisa makan makanan seperti ini, soalnya aku yakin hanya orang kaya yang mampu membelinya".
"Kamu ada-ada saja Nita. Siapa bilang hanya orang kaya saja yang bisa memakannya? Kita juga bisa kali. Nanti yah, begitu kita gajian aku janji akan membelinya untuk mu".
"Benarkah Mita?" senang Nita.
"Mmmmm.. Cepat buruan habiskan".
__ADS_1
"Hehehehe.. Terima kasih Mita, aku paling senang deh kalau soal makanan yang gratis-gratisan".