Dia Milikku

Dia Milikku
Saling berhubungan


__ADS_3

Baru beberapa meter Rendy melangkah keluar dari kontrakannya. Sebuah panggilan masuk membuat langkahnya terhenti.


"Kak Surya?" gumam Rendy, "ada apa dia menelponku, tidak biasanya," gumamnya lagi.


"Halo Kak. Ada apa?" tanya Rendy tanpa basa-basi.


"Apa? Baik, aku segera ke sana," balas Rendy yang nampak kaget dengan apa yang baru saja ia dengar dari Surya.


...***...


"Dengar Doni, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu, jika kau berani bermain-main dengan keluargaku!" ujar Rendy yang menatap tajam pada Doni. Pria di hadapannya, sekaligus suami dari adiknya, Kayla.


"Kau tau, aku sangat puas, saat aku bisa menyiksa adikmu yang manis itu," ucap Doni dengan seringainya.


Bugh!


Satu pukulan mendarat di pipi Doni yang sudah di penuhi dengan lebam.


Bukannya meringis merasakan sakit, Doni malah tertawa dengan apa yang Rendy lakukan padanya.


"Kau tau... Itu tak sebanding dengan apa yang sudah aku lakukan pada kayla!" ucapnya dengan tawa keras menggelegar.


Rendy semakin geram. Di tariknya kembali kerah baju Doni, menatapnya dengan tajam, setajam mata pisau yang dapat melukai Doni, hanya dengan tatapannya saja.


"Apa yang sudah kau lakukan pada adikku kepar*t?" teriak Rendy tak dapat mengendalikan diri.


'Hahaha!'


Bukannya menjawab, Doni malam tertawa. Dan tawanya juga semakin kencang.


"Biar aku saja yang tangani dia Ren," ujar Surya mengambil alih.


"Baiklah. Aku serahkan pecund*ng itu padamu Kak. Lakukanlah apapun yang kau suka. Aku tidak peduli sama sekali." ujar Rendy sambil berlalu menjauhi Doni yang ia serahkan pada Surya untuk ia tangani.


"Tentu!" jawab Surya datar.


"Rico?" panggil Rendy pada pria yang membawa Doni ke hadapannya.


"Ya Tuan!" jawab Rico sigap.


"Tolong bawakan aku minum!" suruh-nya sambil mendaratkan tubuh di sofa yang empuk, "menghajarnya, ternyata membuang banyak energi. Aku sampai haus di buatnya," lanjut Rendy membuat Rico mengangguk patuh.


"Baik Tuan, akan saya ambilkan."


"Ah... Rico, Rico!" panggil Rendy membuat Rico yang sudah berjalan, berbalik badan.


"Ya Tuan!"


"Kau telepon saja Eva, sekretarisku. Suruh dia ke mari membawakan minum. Sekaligus ada yang ingin aku sampaikan padanya."

__ADS_1


"Siap Tuan!"


Selang beberapa menit, Eva datang dengan membawa segelas besar jus jeruk yang tampak menyegarkan.


"Maaf Tuan, membuat Anda menunggu," ucap Eva sambil menyerahkan segalas jus jeruk di tangannya pada Rendy.


"Tidak apa Eva. Katakanlah, bagaimana keadaan adikku sekarang?" tanya Rendy sebelum meneguk habis jus jeruk di tangannya.


"Nona Kayla sudah membaik Tuan. Namun, Nona masih belum sadarkan diri," jawab Eva sopan.


"Bisa kau ceritakan bagaimana kalian menemukan Kayla?" tanya Rendy kemudian.


"Tentu Tuan!"


*Saat itu, saya dan Rico yang hendak ke rumah Doni, melihat Nona Kayla keluar dari rumah sambil berlari. Kakinya berjalan pincang, di wajahnya penuh lebam. Rambutnya juga terpotong tak beraturan.


Seketika itu juga saya dan Rico langsung turun. Mencegat Nona Kayla yang berlari ketakutan.


"Nona! Nona Kayla? Anda kenapa Nona?"


"Tidak! Lepas, lepaskan aku Doni! Aku ingin pulang!" teriak Kayla kala itu.


"Ini saya Nona. Eva, sekretaris-nya Tuan Rendy."


"Eva!"


Kayla berhamburan memeluk saya.


"Kayla!" panggilan seseorang dengan berteriak.


"Doni!"


"Di sini kau rupanya Kayla!" ucap Doni sambil menatap tajam pada Kayla yang berada di belakang saya.


"Sekretaris Eva. Sedang apa kau di sini?" tanya Doni saat melihat saya.


"Apa yang Anda lakukan pada Nina Kayla, pak Doni?"


"Itu bukan urusanmu. Uruslah urusanmu sendiri, dan berikan istriku padaku. Kau tidak berhak mencampuri urusan rumah tanggaku dengan Kayla," Doni menarik paksa lengan Nona Kayla. Hingga Nona Kayla meringis merasakan sakit.


Untung saja! Rico ada bersama saya. Dia tidak diam saja. Dengan gerakan cepat, Rico menendang perut Doni hingga tubuh Doni rubuh ke tanah.


"Bersikap baiklah pada wanita! Apalagi wanita itu istrimu sendiri!" Rico menatap geram pada Doni. Dirinya paling tidak suka, jika ada seorang pria yang bermain kasar pada seorang wanita. Apalagi wanita itu adalah orang yang harus mereka lindungi, bukan sakiti.


"Siapa kau? Jangan mentang-mentang kau pria, lantas aku takut padamu. Jangan harap!" ujar Doni yang tak terima dengan perlakuan Rico barusan.


Doni bangkit, ia berjalan mendekati rico.b


'Bugh!'

__ADS_1


Hampir saja satu pukulan mendarat di wajah Rico.


Untung saja, Rico sigap dan tanggap. Pukulan itu mampu Rico baca sebelumnya. Hingga Doni jatuh sia-sia di dekat Rico yang kembali melayangkan satu pukulan telak di tubuhnya, membuat Doni jatuh kembali.


"Tolong aku! Aku tidak mau kembali padanya," ungkap Nona Kayla memohon.


"Tangkap dia Rico. Kita bawa saja orang ini pada Tuan."


"Tentu!" jawab Rico.


Doni yang mendengarnya, langsung bangkit dan hendak melarikan diri. Namun, sayang, sebelum Rico melarikan diri, Rico sudah menembak sebelah kakinya hingga Doni tambang*.


"Begitu Tuan," ujar Eva setelah menyelesaikan ceritanya.


"Pria itu benar-benar memuakkan. Bisa-bisanya aku tertipu dengan semua Omong kosongnya selama ini," kata Rendy dengan tangan mengepal kuat.


"Maaf karena saya terlambat mengetahui ini semua Tuan," kata Eva.


"Tidak Eva. Justru aku berterimakasih padamu dan Rico, juga kak Surya yang telah membantuku dan mengungkap kejahatan Doni pada adikku. Aku akan sangat menyesal, jika Kayla terus menerus bersamanya," balas Rendy.


"Hei Eva, kenapa kau hanya membawa satu gelas jus jeruk saja. Apa kau pikir aku tidak kehausan juga!" ucap Surya yang datang secara tiba-tiba. Pria itu menggerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan.


"Maafkan aku Surya. Tapi kau bukan Bos-ku di sini!" ketus Eva membuat Rendy tergelak. Ternyata, selain ke-tiga teman Ros yang ajaib, ada juga orang yang berani kepada Surya.


"Ah, kau ini!" keluh Surya, "hei Rico, jelaskan pada kakakmu yang seksi itu, bahwa aku adalah kakaknya Rendy. Bos-nya!" lanjut Surya membuat Rendy mengerutkan kening.


"Tunggu, tunggu! Apa yang barusan aku dengar itu tidak salah? Eva kakakmu Rico?" tanya Rendy.


Rico mengangguk. Ternyata, selama ini Rendy belum mengetahui hubungan antara Rico dan Eva.


"Ya Tuhan! Jadi kalian berdua ini adik kakak?" tanya Rendy.


"Iya Tuan," jawab Rico dan Eva nyaris bersamaan.


"Ternyata, dunia itu sempit ya?" tanya Rendy, "selama ini aku di kelilingi oleh orang-orang yang patut di acungi jempol karena kesetiaannya padaku. Dan orang-orang itu, saling mengenal, bahkan mempunyai hubungan satu sama lain," Rendy merasa takjub. Dirinya baru mengetahui suatu kebenaran yang selama ini tidak ia ketahui.


"Begitulah Ren... Saking sempitnya, Eva yang cantik dan seksi ini, terpikat oleh si pria kemayu yang tak lain adalah teman istrimu!" ujar Surya dengan sedikit ejekan.


Eva memberengut! Wanita itu mengerucutkan bibirnya kesal.


"Kau pun sama Kak. Kau jatuh cinta pada salah satu teman istriku!" ujar Rendy membuat Surya terdiam.


Eva senang, begitupun dengan Rico.


"Diam Rico! Aku juga tau, kau menyukai salah satu teman Ros 'kan?" kata Surya membuat Rico ikut bungkam.


'Hahaha!'


hanya Rendy di sini yang tersenyum senang. Orang-orang terdekatnya, saling berhubungan satu sama lain. Semoga saja, tidak ada keretakan di dalamnya. Batin Rendy.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2