Dia Milikku

Dia Milikku
21+


__ADS_3

"Sayang?" panggil Rendy.


"Iya sayang!" jawab Ros dari dalam kamar mandi, "apa?" tanya Ros kemudian.


"Apa sudah selesai mandi nya?" balas Rendy seraya bertanya.


"Sebentar lagi, ada apa?" jawab Ros dengan sedikit berteriak.


"Aku akan ke cafe xxx, menemui kak Surya, kamu mau ikut apa tidak?" tanya Rendy kemudian.


"Kapan?"


"Sekarang!"


"Apa!" Teriak Ros dari dalam kamar mandi, "sekarang?" tanya Ros kemudian.


"Iya say- -


Belum selesai Rendy menjawab pertanyaan Ros, sudah terlihat Ros keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan handuk diatas kulit dan rambut yang basah, membuat jiwa lelaki Rendy seketika meronta-ronta ingin meminta jatahnya.


"Aku mau ikut sayang! hah, huh, hah," napas Ros terdengar tak karuan, "aku tidak mau di tinggal di rumah ini sendiri!" ujar Ros kemudian, yang belum ia sadari, jika Rendy memandangi nya dengan lekat, dari atas sampai bawah.


"Sayang! apa kamu sedang mencoba untuk menggodaku?" ujar Rendy yang tak menghiraukan ucap Ros sama sekali.


"Apa? menggoda?" ucap Ros sambil memperhatikan tubuhnya yang hanya di balut dengan handuk mini. Ros pun dengan cepat langsung mnutup bagian atas tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangannya di atas.


"Kenapa harus ditutup segala? aku bahkan sudah melihat semua lekuk dan bentuk tubuhmu!" ujar Rendy dengan menyeringai, yang perlahan berjalan mendekat ke arah Ros yang tampak tersenyum paksa, pasalnya beberapa jam yang lalu, mereka baru saja melakukan rutinitas mereka sebagai sepasang suami istri di atas ranjang.


"Sayang! mau apa?" tanya Ros yang perlahan berjalan mundur.


"Memangnya aku mau apa? kenapa kamu terus berjalan mundur menjauhiku? l" balas Rendy yang balik bertanya.


"Kenapa kamu terus berjalan maju sayang? kamu membuatku takut!" balas Ros.


"Benarkah? memangnya istriku ini takut kenapa?" tanya Rendy.

__ADS_1


"Emh..., - - Ros tak mampu berkata apa apa lagi, karena langkahnya sudah terhenti dengan dinding yang sudah mengakhiri langkah mundurnya.


Dengan gemas, Rendy langsung mendekati Ros, menghimpit tubuh Ros kebelakang, menyandarkannya pada dinding ber cat putih bersinar, lalu Rendy pun memulai aksinya dengan mencium bibir Ros dengan ganasnya. Hingga, Rendy melepaskan ciumannya sesaat saat berbisik di telinga Ros.


"Karena kamu sudah berani menggodaku, maka jangan salahkan aku jika aku meminta hak-ku," bisik Rendy tepat di telinga Ros, bahkan Rendy dengan gemasnya sampai menjil*ti telinga Ros yang putih berseri itu.


Ros menggeliat, merasakan geli di bagian telinganya.


Tanpa pikir panjang lagi, Rendy kembali menciumi Ros dengan ganasnya, menekan tengkuk leher Ros agar memperdalam ciumannya, perlahan ciuman itu pun turun, menjelajahi telinga hingga leher Ros, meninggalkan jejak jejak cinta berwarna kemerahan, hingga ciumannya semakin turun, menuruni leher jenjang itu menuju dua bukit kembar yang hanya tertutupi handuk mini.


Seketika gairah Rendy semakin memuncak saat Rendy mencium harum tubuh Ros yang semaki mengusik gairah dan jiwa lelakinya.


Rendy pun menelusup kan wajahnya di sela-sela gunung kembar itu, menikmati dan mencium aroma tubuh Ros yang semakin menggairahkan, dengan tangan yang sudah lihai bekerja tanpa arahan, menyusuri bagian bawah paling intim.


Tangan itu terus bergerak sesuai keinginannya, mencari suatu benda kecil dan mempermainkannya hingga Ros menggeliat kegelian. Tak berhenti disana, tangan Rendy juga mencari cari sebuah jalan menuju gua sempit yang telah membuatnya kecanduan, hingga Rendy ingin terus dan terus masuk dan keluar menuju gua tersebut.


"Ssssh...," terdengar Ros mendesah sambil menggeliatkan tubuhnya, merasakan kenikmatan yang Rendy berikan saat ini.


"Sa- sa...yang!" ucap Ros yang terdengar seperti des*h*n, membuat Rendy semakin menggila.


Karena merasa terhalangi, Rendy pun melepaskan handuk yang masih menempel di tubuh Ros, membuangnya ke sembarang arah. Dan kini, tersisa lah tubuh Ros yang polos tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya.


"Sayang! kamu sangat menggoda!" ujar Rendy dengan napas yang terus memburu. Rendy terus menjil*t, menghis*p dan merem*s dua bukit kembar itu yang bentuknya sangat indah, kenyal, padat dan berisi, dengan benjolan kecil yang masih belum terlihat, membuatnya semakin liar, menjelajahi gunung kembar itu.


Ros tak mampu untuk menjawab ucapan Rendy, hanya des*h*n kenikmatan yang mampu Ros keluarkan dari bibir indahnya.


"Aaah..., sayang!" ujar Ros dengan merdunya.


Rendy pun melepaskan gerakan tangannya yang berada di bawah sana untuk melepaskan semua pakaian yang masih melekat dari tubuhnya.


Satu persatu pakaian Rendy lepas dan buang ke sembarang arah, hingga sampailah dimana tubuh Rendy terlihat polos, tanpa adanya sehelai benangpun yang menutupi tubuh kekar dan berotot itu yang membuat Ros terpesona, ingin selalu menikmati keperkasaan dan ketangguhan suaminya di atas ranjang.


Gleg!


Ros menelan ludahnya dengan susah payah, saat tangan Ros dituntun oleh tangan Rendy untuk memegang sesuatu di bawah sana yang sudah sangat kekar dan mengeras.

__ADS_1


"Ssssh..., Aaaaah...," Rendy mendesah kenikmatan saat Ros memainkan apa yang diinginkan oleh Rendy.


Menarik ukur tangannya ke atas dan ke bawah, membuat Rendy menengadahkan kepalanya ke atas, menikmati sentuhan dan permainan Ros di bagian lelakinya.


Merasa sudah tak mampu lagi untuk menahan hasratnya yang semakin memuncak akibat sentuhan yang menggairahkan, Rendy pun kembali menciumi Ros dengan ganasnya, dan Ros pun mengikuti permainan Rendy, Ros membalas ciuman Rendy sama ganasnya dengan apa yang Rendy lakukan padanya. Hingga- -


Rendy mengangkat sebelah kaki Ros ke atas dan mulai memasukan benda pusaka nya ke gua sempit milik Ros, perlahan namun pasti, benda pusaka Rendy masuk kedalam gua sempit milik Ros, hingga terdengar jeritan pelan dari bibir Ros yang sedang beradu dengan bibir Rendy.


"Aaaa...," jerit Ros pelan, Rendy menutup jeritan Ros dengan ciuman ganas nan mematikan dari bibirnya, membuat Ros melupakan seketika rasa sakit yang masih terus ada saat Rendy memasukkan benda pusaka nya.


"Aaaah..., sayang...," ujar Rendy, "gua mu masih sangat sempit sayang! aaaaah..., aku menyukainya," ujar Rendy sambil memaju mundurkan gerakannya.


"Aaaaah..., sayang!" Rendy terus bersuar, mengeluarkan kata kata pujian untuk istrinya, "kamu begitu menggoda! aku mencintaimu Ros!"


"Aaaaah..., sayang! aku juga mencintaimu!" balas Ros dengan suara indahnya, membalas ungkapan cinta Rendy dengan begitu merdu.


Rendy semakin mempercepat gerakan maju mundurnya, sesekali Rendy melepas dan mendiamkannya, dan itu membuat Ros merajuk hingga Ros memasukkan sendiri pusaka milik Rendy kedalam gua sempit miliknya.


Gerakan itu semakin cepat dan cepat, Rendy terus mempercepat tempo permainannya saat Ros bersuara. " Sayang..., a...ku... su- su-dah tidak tah-an lagi!" ujar Ros dan Rendy pun semakin memaju mundurkan pusaka nya dengan cepat Hingga- -


"Aaaaaaah..., Say-a-ang...," lenguhan panjang Ros terdengar begitu indah di telinga Rendy, Rendy telah berhasil memuaskan Ros dengan mencapai klimaksnya.


Lelah dan lemas menyerbu tubuh Ros seketika, hingga ia tak mampu untuk menopang tubuhnya lagi, dan berakhir dengan jatuhnya Ros di pelukan Rendy. Rendy menahab dan memeluk tubuh Ros dengan begitu erat, seerat eratnya, seolah tak ingin dan tak rela jika Ros lepas dari pelukannya.


Dengan tenaga yang belum berkurang dan belum terkuras sedikitpun, Rendy membawa tubuh Ros menuju ranjang dengan cara menggendongnya, sambil sesekali Rendy menciumi kening Ros yang terlihat sudah sangat kelelahan dengan mata sedikit terpejam.


Rendy membaringkan tubuh Ros di atas ranjang dengan sangat hati-hati.


"Ini masih belum selesai sayang!" ujar Rendy dengan memperlihatkan pusaka nya yang masih kokoh berdiri.


Bersambung...


Malam malam baca adegan hot 21+ 🤭 mohon di maafkeun kejulidan tangan yang di perintahkan oleh otak otor ini teman teman🤣🤣🤣


Kopi mana kopi, biar bisa melek lanjutin bergadang, bikin adegan Uh, Ah..., nya 🤣

__ADS_1


🌹🙏🌹


__ADS_2