
Setibanya di depan gedung Asian group Argana langsung keluar dari dalam mobil bersama dengan Lucas disambut oleh beberapa petinggi jabatan disana.
"Selamat pagi tuan" ucap mereka.
"Pagi" balas Lucas.
Kemudian mereka memasuki lift menuju ruangan aula tempat para staf karyawan menunggu kedatangannya.
Disana ia segera naik diatas panggung, tanpa ekspresi wajah, mata tajam miliknya langsung memperhatikan mereka satu persatu tampa ia ketahui di ujung sana seorang wanita tengah melihatnya dengan mata berkaca-kaca.
"Ada apa Nita?" tanya Nella yang berada di sebelahnya.
Nita kemudian melap air matanya, "Tidak apa-apa Nella".
Nella lalu melihatnya dengan kening mengerut, "Kamu menangis Nita?".
"Tidak Nella".
"Itu buktinya mata kamu memerah. Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba menangis seperti ini? Apa sesuatu sedang menganggu mu?".
"Tidak Nella. Kalau gitu aku ke toilet sebentar yah..
"Ada apa disana?" potong Argana menegur mereka dengan suara basnya.
Deng!
Suara itu pun berhasil membuat Nita menghentikan kedua langkah kakinya, kemudian melirik kearah Nella yang ikutan mematung dengan tubuh bergetar.
"Nita, tuan Argana berjalan kemari. Bagaimana ini? Apa yang akan terjadi kepada kita berdua?".
"Astaga! Kamu serius Nella?".
"Iya. Bagaimana ini Nita?".
Dengan kesal karyawan yang lainnya pun ikutan melihat kearah Nita yang masih berdiri di posisinya dengan membelakangi Argana yang tengah berjalan menuju kearahnya.
"Nita lagi Nita lagi. Anak itu selalu saja membuat masalah, lihat saja ekspresi wajah tuan Argana. Beliau sangat marah sekali, dasar bodoh".
"Aku juga heran dengan dia. Kenapa dia selalu membuat masalah? Apa dia enggak bosan kena tegur terus?" sambung yang lainnya.
"Kita lihat saja, aku yakin tuan Argana akan merah besar sekali".
Hingga pada akhirnya Nita memutar tubuhnya menghadap kearah Argana yang sedang berdiri di belakangnya.
Sedikit terkejut, namun seketika Argana kembali menunjukkan wajahnya yang tegas.
__ADS_1
"Tolong maafkan saya tuan. Saya tidak bermaksud mengganggu pembicaraan tuan, saya lagi buru-buru sekali ingin ke toilet" ucap Nita dengan kepala menunduk.
Lalu Argana menyeringai membuat mereka semakin ketakutan begitu Argana menarik dagu Nita supaya ia bisa melihat wajahnya.
"Ternyata kamu".
Nita manarik nafas, ia pun mencoba menatap kedua manik mata Argana yang sedang menatapnya dengan mata tajam, "Iya ini aku Arga. Apa kabar mu? Lama tidak bertemu dengan mu".
Argana kembali tersenyum sinis kepadanya.
"Benar! Aku tau kamu begitu sangat membenci ku Ga. Aku tidak akan menyalahkan mu. Tapi aku mohon, izinkan aku meminta maaf kepada mu. Bisakah jam istirahat nanti kita bicara sebentar? Aku mohon Ga".
Argana menaikkan sebelah alisnya, setelah itu ia menganggukkan kepala tanda ia setuju dengan apa yang Nita ucapkan.
.
Sekarang jam telah menunjukkan pukul 12 siang, Nita pun segera membereskan meja kerjanya untuk menghampiri Argana ke dalam ruangannya.
"Kamu mau kemana Nita buru-buru seperti ini?" tanya Nella penasaran.
"Aku mau keluar sebentar Nella" jawabnya.
"Kemana?".
Namun Nita tidak menjawabnya, ia hanya menunjukkan senyumannya sambil keluar dari dalam sana membuat Nella semakin penasaran menatap punggungnya yang sudah jauh dari hadapannya.
"Astaga!" kangen Nella menyentuh dada melihat Ranu meletakkan beberapa berkas yang perlu ia perbaikan di atas mejanya.
"Yah.. Ais, kamu hampir saja membuat jantung ku copot" Nella kesal membentaknya sedikit marah.
Dan Ranu pun malahan tertawa melihat wajah Nella yang memerah, "Siapa suruh kamu melamun seperti ini? Tolong kamu periksa dulu semua berkas ini sebelum aku serahkan kepada tuan Argana. Dimana Nita?".
"Dia baru saja keluar" jawabnya dengan ketus.
Ranu tersenyum kembali, "Maafkan aku Nella, jangan merajuk seperti itu, kecantikan kamu bisa hilang" Ranu lalu menepuk pundaknya dengan pelan. "Kamu mau makan siang bersama ku? Tenang saja aku yang akan traktir kamu. Bagaimana?".
"Tidak mau" jawab Nella kembali dengan ketus sambil memeriksa berkas yang Ranu berikan.
"Hey.. Kamu yakin enggak mau makan siang bersama ku Nella? Ayolah!".
"Iya. Jangan ganggu aku, sebaiknya kamu pergi saja kalau kamu mau makan siang. Kamu bisa mengajak yang lainnya".
"Kamu yakin?".
Nella pun langsung menatapnya dengan kesal. "Yah.. Harus berapa kali lagi aku mengatakan kepada mu kalau..
__ADS_1
"Ya sudah aku pergi dulu. Semangat" senyum Ranu segera meninggalkannya.
.
Sedangkan Nita yang kini berada di depan pintu ruangan Argana, ia sudah beberapa kali menarik nafas dalam-dalam berharap ia berhasil meminta maaf kepada Argana yang sudah 5 tahun lamanya ia pendam seorang diri.
Tok.. Tok...
"Masuk!" jawab Argana dari dalam.
Nita pun segera mendorong pintu ruangan tersebut melihat Argana sedang sibuk dengan pekerjaan. Dengan langkah kaki pelan, ia melangkahkan kedua kakinya mendekati meja kerja Argana.
Kemudian Argana menghentikan tangannya, ia lalu menatap Nita dari atas sampai bawah dengan tatapan mengejek.
"Siapa yang sudah menerima mu bekerja disini?".
Deng!
Nita membulat kedua matanya, ia langsung berpikir kalau Argana bakalan mengusirnya dari perusahaan itu.
"Arga! Aku tau kamu sangat marah besar terhadap ku. Tapi aku mohon tolong jangan usir aku dari perusahaan ini, aku tidak tau mau kemana lagi kalau sampai itu terjadi. Tolong maafkan aku Ga, aku mohon tolong maafkan kesalahan aku selama ini telah membohongi kamu dengan Bagas".
Argana menyeringai, ia melihat tubuh Nita bergetar dan juga matanya yang berkaca-kaca membuat Argana merasa senang telah melihat Nita ketakutan.
"Terus, bagaimana kalau aku tidak ingin melihat mu disini lagi? Apa kamu akan tetap bertahan? Atau kamu segera angkat kaki dari perusahaan ini?".
"Arga, tolong berikan aku satu kesempatan untuk menebus kesalahan yang telah aku lakukan Ga. Kamu bisa memotong gaji ku setiap bulannya, asalkan kamu tidak akan pernah menendang ku dari sini. Aku mohon Argana".
Dan lagi-lagi Argana tertawa mengejek melihat air mata Nita yang baru saja mengalir di pipi mulusnya.
"Kenapa kamu tidak mau melakukan sesuatu yang lebih dari sini supaya aku..
"Ini yang kamu mau Ga?" Nita bersujud di bawah kaki mejanya dengan tangan memohon. "Apapun akan aku lakukan Ga selagi kamu tidak akan mengeluarkan aku dari sini. Aku mohon Ga, tolong aku".
Argana pun terdiam, ia memandangi tubuh mungil itu bergetar sangat ketakutan.
"Apa yang sedang kamu lakukan?".
Nita tidak menjawabnya, ia masih memohon dengan air mata yang terus-menerus mengalir membanjiri kedua pipinya.
"Apa sayang sedang kamu lakukan disitu?".
"Hhmm?" Nita kebingungan, ia berpikir kalau dengan cara inilah Argana bakalan memaafkannya.
"Apa yang sedang kamu lakukan disitu?" Argana kembali mengajukan pertanyaan itu dengar suara tinggi membuat Nita semakin kebingungan.
__ADS_1
"Maafkan aku Ga. Aku tidak tau mau melakukan apa lagi selain memohon kepada mu supaya kamu mau memaafkan aku Ga. Aku mohon Arga tolong maafkan aku sekali ini saja".
Argana meremas tangannya, ia lalu menyuruh Nita keluar dari dalam sana.