Dia Milikku

Dia Milikku
Bab 26


__ADS_3

3 tahun lamanya Reysa berada diluar negeri, kini Reysa telah menyelesaikan tugas kuliah yang selama ini benar-benar ia kerjakan dan pada akhirnya atas izin Dilan, ia pun diperbolehkan kembali ke asal negaranya yaitu Indonesia.


"Rey, benar kamu akan kembali ke Indonesia?" tanya Reno.


"Mmmmm.. Atas izin kedua orang tua ku sendiri Reno aku bisa kembali" jawab Reysa dengan senyum mengembang di wajahnya. "Aku sangat merindukan dia".


"Siapa?".


"Tidak ada apa-apa Reno. Oh iya, lalu bagaimana dengan mu? Apa kamu akan membuka butik sendiri nantinya?".


"Rencana seperti itu Rey. Selamat yah, akhirnya kamu kembali ke Indonesia. Aku senang mendengarnya".


"Terima kasih Rey. Besok aku akan kembali ke Indonesia".


"Mmmmm".


"Kalau gitu aku pulang dulu. Aku kemari hanya mengambil barang-barang ini semua, lain kali kalau kamu datang ke Indonesia jangan lupa memberi tahu ku. Ok".


"Iya Rey. Beritahu aku kalau kamu sudah berangkat".


Begitu Reysa pergi meninggalkan kampus mereka, Reno hanya bisa menatap punggung Reysa dengan tatapan kosong. Entah kenapa perasaannya merasa sesak saat Reysa akan pergi meninggalkan negaranya.


"Hey bro. Apa yang sedang kamu lihat?".


"Hhhmm? Tidak. Bagaimana? apa semuanya sudah selesai?".


"Sudah. Kamu bisa melihatnya".


"Mmmmm".


.


Di apartemen, Reysa tak henti-hentinya melebarkan senyuman di wajahnya yang sebentar lagi akan kembali ke Indonesia.


Bahkan semua barang-barang yang akan ia bawa kembali pulang sudah berada di dalam koper 1 minggu yang lalu.


Kemudian Reysa menyambar ponselnya, ia lalu memandangi wajah kekasihnya itu dengan tatapan penuh rindu, "Aku tidak menyangka kalau aku akan segera bertemu dengan mu Arga. Aku sangat merindukan kamu kekasih ku".


"Sedang apa kamu sekarang Arga?".


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...


"Iya Brian! Ada apa?" tanya Reysa mengangkat ponselnya melihat sang adik memanggil.

__ADS_1


"Sedang apa kamu kak Rey?".


"Aku sedang beres-beres. Kenapa?".


"Mmmm.. Aku ingin memberitahu kamu yang sebenarnya kak Rey".


Reysa mengerutkan keningnya dengan serius takut sesuatu yang tidak ia inginkan Brian beritahu. "Apa itu Brian? Jangan membuat ku penasaran".


"Sebenarnya Papa dan Mama mengizinkan kak Reysa kembali pulang ke Indonesia karna kak Argana sudah memiliki kekasih sejak dua tahun yang lalu. Cuman aku tidak tega memberitahu kak Reysa, aku takut kak Reysa disana gagal belajar hanya karena memikirkan kak Argana".


"Apa?" kaget Reysa dengan mata membulat tidak percaya kalau Argana tega melakukan hal itu dibelakangnya. Sedangkan ia selalu menjaga perasaannya agar ia tidak menyakiti perasaan Argana yang sudah berjuang untuknya selama ini.


"Brian, apa kamu mengatakan yang sebenarnya?".


"Mmmm.. Aku mengatakan yang sebenarnya kak. Maaf baru bisa memberitahu kak Reysa".


"Tidak mungkin Brian. Argana tidak mungkin selingkuh di belakang aku, aku tau betul seperti apa Brian selama ini mencintai aku Brian. Jadi aku tidak akan percaya sebelum aku melihat yang sebenarnya".


"Kalau kak Reysa tidak percaya. Kakak bisa melihat dengan kedua mata kak Reysa sendiri nantinya".


Setelah Brian mematikan Ponselnya, dengan tubuh lemas Reysa menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur. "Tidak mungkin. Argana tidak mungkin selingkuh, aku yakin itu Argana tidak mungkin tega menyelingkuhi aku hiks.. hiks..".


"Tapi kalau benar selama ini Argana sudah mencari pengganti ku. Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau kehilangan Argana, aku benar-benar tidak mau kehilangan Argana hiks..hiks..".


_


_


"Selamat datang kembali di Indonesia nona" ucap supir pribadi keluarganya.


"Iya pak. Tolong bawa ini semua".


"Iya nona" begitu Reysa masuk kedalam mobil, si supir tersebut langsung menjalankan mobilnya meninggalkan bandara membawa Reysa ke rumah besar keluarga Davison.


"Pak, apa kabar nenek Isabella?".


"Baik nona. Nyonya Isabella sangat baik".


"Syukurlah. Karna seumur hidup ku hanya nenek Isabella yang paling aku sayangi di dunia ini".


Si supir yang merasakan apa yang Reysa rasakan hanya bisa berkata dalam hati, "Kasihan sekali nona Reysa. Dia hanya bisa menjalani hidupnya sesuai dengan kemauan kedua orang tuanya. Apapun yang terjadi aku hanya berharap nona Reysa hidup penuh dengan kebahagiaannya bersama dengan orang yang akan ia cintai suatu saat nanti".


Setibanya di istana mewah tersebut, Reysa segera keluar dari dalam mobil disambut oleh Brian seorang diri.

__ADS_1


"Kak Rey" senyumnya.


"Brian!" balas Reysa langsung memeluknya dengan sayang. "Semakin tahun kamu semakin tumbuh dewasa dan juga tampan. Apa kamu sudah memiliki kekasih?".


"Hey.. Kak Reysa yang benar saja aku memiliki kekasih. Kakak mau aku..


"Hahahaha" Potong Reysa dengan tawanya. "Tidak apa-apa Brian selagi kamu tidak ketahuan oleh papa sama mama. Terus, papa sama mama ada dimana?".


"Mereka ada di ruang keluarga. Ayo kak" jawab Brian menarik tangan Reysa masuk kedalam rumah. Dan seperti apa yang ia ucapkan tadi, Dilan dan Kirana tengah menikmati segelas teh panas sambil sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.


Lalu Brian menyuruh sang kakak memberi tahu kalau ia sudah tiba disana.


"Pa ma.. Ini aku" ucapnya.


Namun kedua orang itu tidak mendengarnya atau mereka sedang pura-pura tidak mendengarnya membuat Reysa mengulangi perkataannya.


"Papa mama.. Ini aku Reysa".


Kirana kemudian meletakkan ponselnya melihat kearah Reysa yang tengah berdiri di samping tidak jauh darinya.


"Kamu sudah disini ternyata. Bagaimana? Apa kamu merasa begitu sangat bahagia bisa kembali ke Indonesia?".


Reysa terdiam, "Kenapa mama berkata seperti itu? Bukankah Mama sama Papa sendiri yang menyuruh aku kembali ke sini".


"Karna itu mama bertanya apa kamu bahagia bisa kembali kesini?".


"Ya. Tentu saja aku merasa sangat bahagia bisa kembali kerumah ini ma. Disini aku bisa melihat papa sama mama, Brian, nenek Isabella dan yang lain juga".


Dilan pun pada akhirnya melihat kearah Reysa dengan tatapan mata serius. "Papa ingatkan kamu Rey. Kalau sampai kamu masih memiliki perasaan dengan Argana, papa benar-benar akan membuat kamu sampai selamanya merasa menyesal. Ingat itu!!".


Deng!


Lagi-lagi Reysa terdiam dengan mata berkaca-kaca memalingkan wajahnya ke samping membuat Brian yang melihatnya merasa tidak tega.


"Pa Ma sudah. Jangan seperti itu lagi, kasihan kak Reysa baru datang sudah dibuat seperti ini. Lagian kak Reysa dengan bang Argana tidak akan pernah menjalin hubungan lagi, papa sama mama tau sendiri kalau bang Argana sudah memiliki kekasih. Jadi berhentilah mengungkit-ungkit bang Argana di hadapan kak Reysa" ucap Brian membawa Reysa pergi dari sana.


Ceklek!


Di dalam kamar, Reysa langsung melihat seisi kamarnya masih seperti semula saat ia pergi meninggal rumah tersebut.



"Kenapa kak Rey? Selama kakak disana tidak ada kok yang berubah. Sekarang kakak istirahat, tidak usah memikirkan apa yang tadi papa sama mama katakan. Aku turun dulu kak".

__ADS_1


"Mmmm.. Terima kasih banyak Brian sudah ada untuk kakak".


"Iya kak".


__ADS_2