Dia Milikku

Dia Milikku
Kunjungan


__ADS_3

Begitu banyak hal yang sudah dilewati, Ros dan Rendy kini sudah kembali ke kediaman mereka yang sebenarnya. Rumah mewah yang sudah cukup lama mereka tinggalkan.


"Ya ampun Ros, aku benar benar takut saat mendengar bahwa suami dari Kayla adalah adik dari Vero. Aku Aku bahkan juga terkejut saat mengetahui bahwa dia mengincar kematianmu dan juga Rendy. Sungguh, aku takut terjadi sesuatu kepadamu. Dan bukan hanya aku saja yang takut tapi juga yang lainnya," ujar Mila dengan suara cemas yang begitu jelas terdengar. Ia juga melirik ke arah Nina dan juga Anto yang saling menganggukkan kepala mereka saat Mila memanggil mereka.


"Terima kasih teman temanku yang baik. Aku tidak apa. Tidak terjadi sesuatu hal yang buruk kepadaku." Ros membalas dengan tenang. Ia begitu senang karena mempunyai teman-teman yang pengertian dan juga begitu mengkhawatirkan keadaannya saat ia berada dalam masalah.


"Kamu serius kan Ros. Tidak terjadi sesuatu kepadamu kan?" Nina memastikan. Ia juga begitu mengkhawatirkan keadaan dari temannya ini. Tubuhnya berjalan mendekat ke arah Ros yang sedang terbaring di atas ranjang. Lalu, tangannya secara refleks menyentuh punggung tangan terus.


"Sungguh Nina, aku tidak kenapa-napa. Ada suamiku yang selalu menjagaku kapanpun dan dimanapun itu." Ros membalas sentuhan tangan yang dilakukan oleh Nina kepadanya.


"Syukurlah, aku begitu senang."

__ADS_1


"Hei, Nina. Apa yang kamu lakukan pada istriku?!" Tiba tiba saja terdengar suara seorang pria yang begitu dikenal suaranya oleh mereka. siapa lagi jika bukan suara dari Rendy. Suami dari Ros, teman mereka.


"Hadeeeh! Ya ampun!" gumam Nina setelah mengetahui siapa yang memanggil namanya dengan sedikit nada tinggi. Wanita itu langsung memutar bola matanya sebal tanpa sepengetahuan Rendy.


"Sayang. Kenapa berteriak seperti itu?" ujar Ros bertanya dengan kening yang sedikit mengerut sambil melihat ke arah Rendy.


"Kamu bertanya, kenapa aku berteriak? Ayolah sayang, aku tidak berteriak sama sekali. aku hanya memanggilnya dengan suara yang sedikit meninggi. Hanya itu saja," balas Rendy menyangkal.


"Sama aja!" celetuk Nina.


Mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Rendy, refleks Nina akun langsung mengalihkan pandangannya ke arah tangan yang memang sedang menyentuh punggung tangan Ros. Bukan tanpa sebab Nina melakukan hal itu kepada Ros. Itu di lakukan, karena Nina memang benar benar mencemaskan keadaan dari temannya ini.

__ADS_1


"Ya ampun Rendy. Kamu pikir aku ini adalah seorang wanita pecinta wanita yang mau merebut istrimu darimu apa? Sorry ya, aku ini masih normal. Aku menyukai seorang pria. Bukannya wanita. Jadi, tidak usah bersikap berlebihan seperti itu padaku. Enak saja!" gerutu Nina tak terima.


"Memang, siapa juga yang menuduhmu mau merebut istriku?! Tidak ada sama sekali. Aku hanya mengatakan, agar dirimu melepaskan tanganmu dari tangan istriku. Itu saja! Jadi perempuan sensi sekali. Pantas saja, kamu belum menikah sampai sekarang! Itu karena kamu terlalu sensitif!"


"Apa?!" Mendengar apa yang baru saja Rendy katakan. Tentu saja hal itu langsung membuat Nina naik pitam. Dia datang ke sini ingin menjenguk Ros, temannya. Namun, suami dari temannya itu malah mengatainya yang tidak tidak!


Sangat menyebalkan bukan?!


Ingin rasanya Nina menendang Rendy saat itu juga. Namun, ia masih menghargai Ros sebagai istri dari pria menyebalkan ini. Hingga, hanya lirikan tajam saja yang bisa ia berikan kepada Rendy yang juga menatap tak suka ke arahnya.


"Sudahlah sayang. Kenapa kamu mencari gara gara. Mereka ini kan datang ke sini karena ingin menjengukku. Harusnya kamu layani mereka dengan baik. Bukan malah mengatai," ujar Ros yang langsung di sambut dengan anggukan kepala dari ketiga temannya yang berada di sana. Tidak terkecuali Nina. Ia lah yang paling kencang mengangguk kan kepalanya setuju akan kata kata yang baru saja Ros ucapkan.

__ADS_1


"Tentu sayang. Aku minta maaf. Aku kan hanya tak suka saja jika ada orang lain yang menyentuh dirimu selain aku. Walau aku tahu yang menyentuhmu itu adalah seorang wanita. Sama seperti dirimu." Rendy membalas dengan suara pelan di dekat Ros.


'Rasakan!' ujar Nina tanpa suara. Ia begitu senang saat terus memarahi suaminya yang bagi mereka begitu menyebalkan.


__ADS_2