Dia Milikku

Dia Milikku
Bab 20


__ADS_3

Sepulang kuliah, seperti yang tadi mereka bicarakan dilantai atas gedung kampus Argana mencoba mendekati Nita. "Kamu ikut aku" ucapnya.


"Apa?" kedua mata Nita langsung berbinar-binar. "Kemana aku harus mengikuti mu Arga?".


Tetapi Argana tidak menjawab, ia malah semakin mempercepat langkah kedua kakinya menuju taman belakang. Kemudian Nita mengigit bibir bawahnya merasa sangat bahagia melihat punggung lebar Argana yang begitu sangat menggoda.


"Arga ada apa kamu membawa ku kemari?".


Argana lalu memutar tubuhnya menatap Nita dari atas sampai bawah dengan tatapan serius. "Kamu menyukai ku?".


"Hhhmm?? Ke-kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu Arga? Apa kamu berniat membalas perasaan ku Ga?".


"Mmmmm.. Kalau kamu benar-benar memiliki perasaan untuk ku. Ayo kita berkencan secara diam-diam tanpa satu orang pun yang tau. Bagaimana? apa kamu mau...


"Mau-mau.. Aku mau banget Arga. Kamu benar-benar kan ngajak aku berkencan? Kamu enggak sedang mempermainkan aku kan Ga?".


"Tidak" jawab Argana meskipun ia berkata dalam hati. "Dasar murahan".


"OMG.. Aku tidak menyangka kalau kamu akan menerima perasaan aku Ga. Terima kasih, Terima kasih banyak Ga, aku janji akan menjadi kekasih mu yang paling baik yang tidak akan pernah meninggalkannya mu. Aku janji itu Ga" senang Nita menatap Argana dengan senyuman yang begitu sangat bahagia.


"Baiklah. Mulai hari ini kamu kekasih ku. Kamu boleh pergi, sampai bertemu besok pagi".


"Arga tunggu. Tidak bisakah kamu memberikan nomor ponselnya mu?" Nita mengulurkan ponselnya dihadapan Argana.


"Mmmmm" angguk Argana segera mengisi nomor ponselnya. Setelah itu baru ia pergi dari sana.


Kemudian Nita mencium ponselnya, "Terima kasih Tuhan, akhirnya Argana mau menerima ku setelah perjuangan ku selama ini. Kini saatnya aku harus berangkat kerja, aku tidak punya banyak waktu lagi".


_


_


Sedangkan di atas gedung tinggi menjulang sana, Dilan tengah mendapat laporan dari anak buahnya bahwasanya Argana saat ini tidak pernah mencoba menghubungi Reysa atau pun mengirim pesan melalui kantor pos.


"Bagus. Terus awasi dia, saya belum bisa jamin kalau mereka tidak pernah berkomunikasi lagi. Kamu boleh keluar".


"Baik tuan".


Lalu sekretaris Dilan memasuki ruangannya, ia memberi tahu 15 menit lagi meeting akan segera dimulai. Dilan pun segera bangkit berdiri dari kursi kebesarannya menuju ruang meeting tersebut, disana ia melihat para direktur sedang menunggunya dengan wajah penuh kegelisahan.


"Bagaimana? Apa hasil yang sudah kalian dapatkan?" tanya Dilan ke intinya.


"Tuan, kami sudah melakukan yang terbaik. Mereka hanya meminta waktu satu minggu kembali ke perusahaan kita".

__ADS_1


Dilan tertawa, "1 minggu? Bagaimana kalau mereka tidak kembali? Apa yang akan kalian lakukan?".


.


Hari ini Nita kembali bekerja, di wajah cantiknya senyuman yang terus menerus terbit membuat rekannya yang lain menatap kearahnya.


"Hey. Ada apa dengan mu? kenapa sedari tadi kamu tampak sangat bahagia sekali?".


"Heheheh.. Apa aku begitu terlihat bahagia sekali Mita?".


"Mmmm.. Sepertinya kamu sedang mendapatkan sesuatu yang begitu sangat berharga. Ayo apa itu Nita?".


"Haruskah aku memberitahu mu?".


"Harus.. Ayo katakan pada ku Nita".


"Baiklah, aku akan memberitahu mu. Hari ini aku sangat bahagia sekali karna aku barusan jadian sama pria yang selama ini aku cinta Mita. OMG OMG.. Bahkan sampai sekarang aku belum menyadarinya kalau aku sudah jadian dengannya".


"Wah.. Ternyata dia sedang jatuh cinta. Selamat yah Nita, aku turut senang mendengarnya. Terus kapan kamu bisa mengenalkan dia dengan ku hhmm? Aku jadi penasaran seperti apa sih orangnya? Kalau bisa aku tebak, dia pasti sangat tampan sekali".


Nita menatapnya, "Ekh jangan Mita".


"Kenapa? Hey, kamu pasti khawatir kan kalau sampai aku merebutnya dari mu?".


"Bukan seperti itu Mita. Entar deh aku ceritain yang sebenarnya sama kamu, kalau untuk saat ini jangan dulu yah".


"Mmmm.. Ayo, waktu jam istirahat kita sudah habis".


.


Ditempat tongkrongan Bagas sedang tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Argana begitu ia menerima cintanya Nita yang selama ini sudah bersusah payah mengejar dirinya.


"Bro. Awas entar kamu jatuh cinta benaran dengan Nita".


Argana pun ikutan tertawa mendengar perkataan Bagas.


"Kita lihat saja nanti, feeling aku berkata kalau nantinya kamu akan menaruh perasaan kepadanya"


"Itu tidak akan pernah terjadi" ucap Argana mendengar suara ponselnya mendapatkan sebuah notifikasi.


Ting!


"Siapa?" tanya Bagas.

__ADS_1


Argana meletakkan ponselnya, Bagas yang begitu penasaran langsung menyambar ponselnya. "Arga ini nomor ku. Kamu sedang apa? Kamu sedang dirumah atau sedang diluar bersama dengan Bagas. Aku sangat merindukanmu".


"Hahahhaha" tawa Bagas menertawai Argana yang terlihat sangat kesal sekali kepadanya. "Bro, bagaimana kalau kita taruhan? Kalau sampai kamu mencintai Nita, mobil mu akan menjadi milik ku, tapi kalau tidak kamu bisa memiliki mobil ku. Bagaimana?".


"Ais.. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintai wanita itu".


"Kamu yakin? Aku tidak bisa jamin itu".


"Kamu lihat saja nanti. Wanita itu hanya pengganggu dalam hidup ku" jawab Argana tanpa berniat membalas pesan Nita.


.


Sepulangnya bekerja Nita kembali pulang kerumah, namun sebelum itu, ia tidak lupa membeli makan malam di warung biasa ia membelinya.


"Terima kasih ya bg. Wah, aku sudah sangat lapar sekali setelah satu harian aku tidak makan".


Dengan senyum mengembang di wajah Nita, ia sedikit mempercepat kedua langkah kakinya agar ia segera tiba dirumah.


Dan begitu ia tiba disana, Nita menaruh nasi bungkusnya di atas meja. Sebelum makan, ia terlebih dahulu memeriksa ponselnya berharap ia mendapat sebuah notifikasi dari Argana. Namun harapannya tidak sesuai, Argana sama sekali tidak membalas pesannya.


"Kenapa Argana tidak membalas pesan ku yah?" gumam Nita. "Apa dia sedang sibuk? tapi kalau dia sedang sibuk kenapa dia membaca pesan ku? Harusnya kan dia enggak ngered pesan ku. Apa dia baik-baik saja?".


Sambil berpikir Nita melihat jam telah menunjukkan pukul 9 malam. Dari pada penasaran Argana baik-baik saja, Nita langsung menghubungi nomor ponselnya.


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...


"Ck, dia tidak mengangkat ya" kemudian Nita mencoba menghubungi nomor itu kembali.


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...


"Astaga Argana. Please jangan buat aku khawatir dong. Kamu baik-baik saja? Kamu sedang dimana? kalau kamu membaca pesan ini tolong balas katakan kalau kamu baik-baik saja"


Sedangkan Argana yang kini berada di bar bersama dengan teman-temannya, ia tidak peduli dengan pesan tersebut dan ia malah asik minum bersama dengan Bagas, Dafa dan Mario.


"Kamu baik-baik saja Arga?" tanya Dafa.


"Hhhmmss.. Aku baik-baik saja" jawab Argana bangkit dari atas kursinya.


"Kamu mau kemana?".


"Toilet".


Kemudian Bagas tertawa kecil melihat Dafa, "Dia sedang jatuh cinta".

__ADS_1


"Apa?".


"Dia sedang jatuh cinta".


__ADS_2