
Begitu mobil Argana tiba di depan rumah kontrakan Nita, "Maaf ya Ga waktu itu aku telah membohongi mu. Kamu lihat rumah kecil itu?".
"Mmmmm".
"Itu rumah kontrakan aku hehehhe.. Kalau kamu tidak keberatan, lain kali kamu bisa singgah. Aku akan membuatkan kopi panas untuk mu" Nita tersenyum lebar. "Karna kamu sedang buru-buru, aku masuk dulu yah. Terima kasih untuk makan malamnya. Kamu hati-hati dijalan".
Sekeluarnya Nita dari dalam mobil, Argana pun segera menjalankan mobilnya pergi meninggalkan Nita yang masih berdiri disana menatap kearah mobil Argana sampai mobil tersebut menghilang dari pandangan matanya.
"Hhhmmss.. Akhirnya aku sudah memberitahu semuanya kepada Argana tanpa sedikitpun aku tutupi siapa aku yang sebenarnya".
"Yah...!!" teriak Mita memanggil namanya.
Nita langsung menoleh ke arah sumber suara itu berasal, "Ooo.. Mita? Ada apa kamu kemari?".
"Eeiikkss.. Tadi itu kamu diantar sama siapa?".
"Kamu melihatnya?".
"Iya. Siapa? Kekasih baru kamu? Wah, sepertinya dia orang kaya".
Nita tertawa, "Sudah berapa lama kamu menunggu ku disini?".
"Kamu sih tidak mengangkat ponsel mu, dari tadi aku terus menerus menghubungi mu. Aku sudah satu jam lamanya menunggu mu disini. Terus siapa dia Nita? Aku yakin itu tadi pasti kekasih mu kan? Ayo jawab aku Nita".
"Tidak Mita. Ayo masuk".
"Benarkah?".
"Mmmmmm".
"Terus dia siapa? Tidak mungkin dia tidak kekasih mu. Baik sekali dia mau mengantar mu kemari dan seperti yang aku lihat tadi, mobil dia mobil mahal loh Nita, tidak mungkin dia orang miskin. Ais, beruntung sekali kamu Nita selalu mendapatkan pria kaya tidak seperti ku sampai sekarang aku masih sendiri".
"Hahahaha" tawa Nita kembali. "Emang apa bedanya aku sama kamu Mita? Kita sama-sama sendiri kok sedari dulu. Kamu sudah makan malam Mita?".
"Belum, karna itu aku membawakan ini untuk kita makan" jawab Mita meletakkan kantong kreseknya diatas meja.
"Apa ini Mita?".
"Ayam goreng kesukaan kamu".
"Benarkah?" senang Nita dengan mata berbinar-binar.
"Iya. Kamu masih punya minuman kaleng kan? Tadi aku lupa membelinya".
Nita berjalan kearah kulkasnya, ia lalu membukanya untuk memastikan apa masih ada atau tidak.
__ADS_1
"Masih ada enggak Nita?".
"Yah.. Habis Mita. Bagaimana dong?".
"Ya sudah kalau gitu aku akan membelikan keluar sebentar, kamu tunggu saja disini".
"Heheheh.. Terima kasih Mita. Sambil menunggu mu pulang, aku akan memanaskannya, sepertinya ayamnya sudah dingin".
"Mmmmm, aku tidak akan lama".
Mita keluar dari dalam rumah membeli minuman kaleng yang selama ini mereka minum. Sedangkan Nita memanaskan kembali ayam tersebut hingga kembali krispi, setelah itu ia mengganti pakaian menjadi pakaian santai.
Tidak menunggu lama, Mita pun kembali dengan kantong kresek ditangan kanan dan kirinya.
"Kamu beli apa saja Mita sebanyak ini?" tanya Nita melihat bawaan Mita yang lumayan banyak.
Kemudian Mita menaruh diatas meja, "Aku membeli untuk stok kita nanti, ayo bantu aku menyusunnya".
"Wah.. Kita seperti mau pesta saja kamu buat Mita. Tapi kalau aku pikir-pikir kamu tidak seperti biasanya Mita, ada apa? Malam ini aku melihat kamu tampak sangat bahagia sekali".
"Jadi menurut mu aku biasanya seperti apa Nita? Tidak ada yang berubah akh".
"Hey.. Aku yakin pasti ada sesuatu. Ayo beritahu aku dong Mita" desak Nita dengan menghentikan kedua tangan sang sahabat yang sudah lama mereka jalani.
"Kamu tidak mempercayai ku?".
Nita tersenyum, lalu melepaskan tangan Nita dari pergelangan tangannya. "Kamu itu terlalu memaksakan sekali Nita. Sebenarnya tidak ada apa-apa sih, cuman aku...
"Cuman apa?".
"Mmmm.. Gimana aku bilangnya yah".
"Ayo buruan beritahu aku".
"Baiklah-baiklah Nita" angguk Mita menatap Nita dengan serius. "Kedua orang tua ku baru saja mengenal aku dengan pria..
"Apa?" kaget Nita memotong perkataan sang sahabat. "Kamu serius Mita dijodohin sama orang tua kamu? Aku enggak salah dengar kan?".
"Eeiikkss.. Kamu belum mendengar aku selesai bicara tapi kamu sudah memotongnya. Gimana sih?" kesal Mita menatapnya.
"Astaga! Maaf-maaf Mita hehehe.. Abisnya aku terlalu senang sih mendengar kalau kamu akan segera menikah setelah sekian lamanya kamu sendiri. Selamat Mita".
"Ya ampun Nita dengarkan aku dulu".
"Hhhmm?".
__ADS_1
"Makanya kamu dengarkan aku dulu sebelum kamu tertawa seperti ini".
"Emang kenapa lagi Mita? Bukannya kamu senang?".
"Akh, nyeselin banget sih ni anak. Udah akh, lebih baik aku makan ini saja sebelum ayam goreng ini kembali dingin".
"Maafkan aku Mita. Tidak bisakah kamu melanjutkan cerita mu. Tolong maafkan aku Mita" Nita terlihat sedih melihat kekesalan di wajah sang sahabat.
"Lagian dari tadi kamu tidak mau mendengarkan aku. Sekarang lebih baik kamu makan saja ayam ini, rasanya sangat enak".
"Kamu serius tidak mau melanjutkan perkataan mu tadi Mita? Padahal aku ingin sekali mendengarnya, aku penasaran seperti apa dia calon suami kamu nantinya".
"Dia bukan tipe pria idaman aku" jawab Mita.
"Hhmm? Kenapa bukan tipe pria idaman kamu Mita? Bukanya kamu sendiri yang bilang tidak perlu tampan dan kaya, yang penting dia pria bertanggung jawab".
"Iya Nita, tapi ini..." dengan kesal Mita mengingat wajah pria itu kembali dan semakin membuat ia kesal.
"Ada apa Mita? Kenapa kamu malah diam?".
Mita mendengus, "Dia tampan dan juga.. Yah bisa dibilang dia orang berada Nita".
"Terus apa lagi yang kamu pikirkan kalau dia tampan dan juga mapan? Kamu ada-ada saja deh Mita".
"Masalahnya itu, dia tidak mencintai ku Nita dan juga.. Ais, aku tidak menyukai pria pembersihan".
"Apa?".
"Mmmmm, kemarin waktu kami berdua bertemu dia terlalu rewel dan banyak bicara".
"Emang dia bilang apa Mita?".
"Dia itu tidak suka wanita rambut pendek, terus dia tidak suka rambut wanita tergerai begitu saja, terus dia tidak suka melihat kuku wanita panjang, terus dia tidak suka melihat ada bulu di tubuh wanita, terus dia tidak suka melihat..
"Melihat apa?".
Kedua pipi Mita memerah, ia terlihat semakin sangat marah, namun Nita tidak tau sahabatnya itu marah kepada dirinya sendiri atau kepada pria itu. "Kenapa Mita?".
"Rasanya aku ingin membunuh dia Nita saat itu juga".
"Apa? Kamu sudah gila yah mau membunuhnya?".
Mita menatapnya semakin kesal melihat wajah Nita yang sangat serius menanggapi apa yang baru saja ia ucapkan. "Ck, kamu lebih gila Nita. Bisa-bisanya kamu.. Akh sudahlah, kamu sama dia benar-benar sangat menyebalkan sekali. Sekarang kamu makan saja ayam goreng ini" ujar Mita memasukkan kedalam mulutnya.
"Yah..!".
__ADS_1
"Kamu terlalu bising, ayo buruan kunyah".