Dia Milikku

Dia Milikku
Bab 42


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, komunikasi Reysa dan Argana sama sekali tidak ada. Bahkan hari ini adalah hari pernikahannya dengan pria yang sama sekali tidak ia kenal.


Ceklek!


Kirana membuka pintu kamarnya, ia melihat putrinya itu hanya diam saja dengan wajah memucat akibat tidak mendapatkan asupan nutrisi gizi.


"Mau sampai kapan kamu akan seperti ini terus Rey? Kamu enggak tau kalau nanti malam calon suami kamu akan tiba di rumah ini. Dan sekarang kamu masih tetap tidak ingin makan?".


Reysa lalu menarik sudut bibirnya melihat Kirana dengan tatapan marah, "Lebih baik aku mata saja Ma dari pada menikahi pria yang tidak aku kenal. Ini kan yang mama sama papa inginkan dari ku...


PPPLLLAAKKK..


Satu tamparan langsung mendarat di wajah pucat pasi Reysa, "Kamu pikir ini semua karna siapa hhmmm? Kamu mau menyalahkan siapa Reysa??" Kirana membentaknya sangat marah. "Kenapa kamu tidak menjawab mama?".


Reysa meneteskan air mata lagi sampai air mata itu mulai mengering, "Mama sama Papa sangat egois dan jahat. Kalau aku harus menerima seperti ini, aku lebih baik tidak pernah di dilahirkan di dunia ini hiks".


Kirana tertawa, "Kamu pikir mama senang waktu kamu lahir ke dunia ini? Tidak Rey, kalau bukan karna nenek kamu Isabella kamu tidak akan pernah berada di dalam keluarga ini. Dan sekarang kamu berani berkata lebih memilih tidak dilahirkan? Hahahaha.. Dasar anak tidak tau diri, diluar sana banyak orang ingin hidup seperti kamu, tapi kamu sama sekali tidak bersyukur mendapatkan itu semua".


"Benar ma. Aku lebih memilih dulunya mama membuang ku saja atau tidak membunuh ku dari pada aku harus hidup seperti ini. Mama pikir aku bahagia dengan kemewahan ini semua? Tidak ma, aku sama sekali tidak bahagia memiliki ini semua. Sama sekali tidak ma hiks.. hiks..".


Kemudian Kirana mengepal kedua tangannya, rasanya ia ingin sekali melampiaskan kemarahan itu kepada Reysa. Tetapi ia mencoba untuk menahannya dari pada harus melakukan hal tersebut.


"Reysa! Mama ingatkan kamu sekali lagi jika kamu tidak ingin melihat papa kamu semakin tambah marah kepada mu. Mulai hari ini lupakan Argana, lupakan semua kenangan mu tentang dia. Calon suami mu jauh lebih baik dari dia dan jauh lebih tampan dari Argana" setelah itu Kirana keluar dari dalam kamarnya.


Lalu ia melihat Isabella berdiri di depan pintu kamar Reysa. "Boleh tante masuk?" tanyanya.


Kirana pun mengangguk tanda ia setuju.


Begitu Isabella masuk kedalam kamar Reysa, Kirana memilih pergi dari sana. Kemudian Isabella membawa tubuh lemah Reysa kedalam pelukannya, "Menangislah sampai kamu merasa baikan" ucapnya.


Reysa pun langsung menangis senggugukan di pelukan Isabella sampai ia merasa sedikit tenang, "Sudah?".

__ADS_1


Reysa menarik tubuhnya, dengan tatapan sendu ia menatap Isabella. "Aku tidak mau menikah nenek hiks.. Aku tidak ingin menikahi pria mana pun selain Argana hiks.. hiks..".


Isabella menarik nafas dengan dalam, ia benar-benar merasakan sakit hati melihat Reysa di perlakukan seperti ini. Namun ia tidak bisa melakukan apa untuk menghentikan kedua orang tuanya yang sangat keras kepala.


"Apa yang harus aku lakukan nenek? Tolong bantu aku" Reysa memohon penuh harap agar Isabella bisa membantunya.


"Maafkan nenek Rey. Nenek tidak bisa melakukan apa untuk membantu kamu dari orang tua mu. Mereka akan tetap dengan pendiriannya yaitu menikahkan kamu".


"Aarrkkhhh... Aku tidak mau nek, aku tidak mau menikahi pria lain apalagi pria itu sama sekali tidak aku kenal. Aku harus mencari cara agar dia tidak jadi menikahi ku".


"Tidak ada gunanya selain kamu menerima pernikahan ini Rey" ucap Isabella seketika membuat Reysa terdiam. "Lupakan Argana! Kamu harus melupakan dia supaya kelak nanti kamu bisa mencintai calon suami mu ini".


Lagi-lagi dan lagi Reysa menumpahkan air matanya di hadapan Isabella dengan bibir bergetar.


"A-aku tidak salah dengar kalau nenek baru saja menyuruh ku melupakan Argana?".


"Mmmmm.. Mungkin ini yang terbaik untuk kalian berdua. Nenek harap kamu melupakan Argana supaya kelak nanti kamu bisa hidup bahagia dengan pilihan orang tua mu".


"Tapi mau sampai kapan kalian berdua akan seperti ini terus? Kamu tidak kasihan melihat Argana selalu mendapat amukan dari pamannya sendiri? Ayolah sayang belajar melupakan Argana mulai dari sekarang mmmm".


"Tidak mau nek hiks.. hiks.. Aku tidak mau".


.


Malam harinya seperti yang Kirana ucapakan, keluarga dari pihak laki-laki yang akan menjadi calon suami Reysa telah tiba di istana besar keluarga Davison.


Kirana kemudian mendatangi putrinya itu ke dalam kamar menyuruhnya untuk keluar supaya ia mengenal siapa calon suaminya itu.


"Tidak ma. Reysa tidak ingin melihatnya, Reysa tidak mau menikahi pria mana pun".


Kirana lalu menatapnya dengan tajam membuat seketika nyali Reysa menciut telah melawan perintah ibunya.

__ADS_1


"Sekarang ganti pakaian kamu dengan gaun ini. Cepat!".


"Tapi ma..


"Cepat!" potong Kirana.


Reysa pun akhirnya mengalah, ia segera mengganti pakaian dengan pakaian gaun yang Kirana berikan. Tidak menunggu lama, Reysa keluar dari ruang ganti dengan gaun yang melekat ditubuhnya begitu sangat indah membuat Reysa terlihat cantik sekali.


"Wah..!! Kamu sangat cantik sekali Rey. Mama yakin calon suami kamu pasti langsung menyukai mu. Ayo, dia sudah menunggu mu terlalu lama".


Kirana pun segera membawa putrinya itu keluar dari dalam kamar menuju ruang tamu. Dan saat Kirana dan Reysa menuruni anak tangga, semua mata tertuju kepada mereka berdua melihat Reysa yang begitu sangat cantik.



Namun pria yang tadinya terpesona melihat kecantikan Reysa membuat ia mengernyitkan dahi seperti mengenali wanita yang kini berdiri dihadapannya itu.


"Reysa?" tanyanya.


Reysa yang merasa di panggil oleh pria itu langsung mengangkat kepala melihatnya dengan wajah terkejut, "Oo.. Reno?".


"Haahhh.. Hahahahha.. Reysa! Apa kabar mu?" Reno tertawa tanpa perduli dengan mereka memeluk tubuh Reysa dengan sayang.


"OMG! Sedang apa kamu disini Reno? Kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau kamu di Indonesia? Astaga Reno! Aku sangat merindukan kamu" senang Reysa sekita lupa kalau mereka berdua lah yang akan di jodohkan.


"Lalu bagaimana dengan mu Rey? Aku kemari karna aku di jodohkan oleh papa dengan wanita yang tidak aku kenal".


"Hhhmm?" kaget Reysa melihat mereka. "Jangan bilang kita berdualah yang mereka jodohkan Reno".


"Aku juga tidak tau. Tapi kalau benar itu artinya aku dan kamu akan menikah?".


"Astaga!" Seketika tubuh Reysa lemas.

__ADS_1


"Rey kamu baik-baik saja?" khawatir Reno segera menahan tubuh Reysa.


__ADS_2