Dia Milikku

Dia Milikku
Perdebatan tidak penting


__ADS_3

"Hei, kenapa kau selalu ada dimana-mana?" ujar wanita dihadapan Surya.


"Karena, aku ini orang sibuk, jadi aku selalu ada dimana-mana!" balas Surya.


"Cih! sibuk! sombong sekali kau ini! kau tahu? kau itu seperti hantu!" ujar wanita itu lagi.


"Apa? Beraninya kau- -


"Kau benar, aku memang berani!" balasnya lagi.


"Berani sekali kau mengataiku seperti hantu! kalau aku hantu, berarti kau kuntilanak nya!" tunjuk Surya sambil membalas ejekan Mila.


"Apa! kau!" ujar Mila.


"Maaf pak Surya, kak Mila, sebenarnya apa yang terjadi? kalian saling mengenal?" tanya Rico yang sedari tadi terdiam.


"Tidak!" kedua nya kompak menjawab tidak dan memalingkan wajah mereka secara bersamaan.


Rico merasa heran juga bingung, ada apa ini? kenapa tiba-tiba saja suasananya menjadi sengit seperti ini. Hingga-


"Selamat malam kak! maaf sudah membuat mu menunggu lama!" ujar Rendy yang tiba-tiba saja datang dengan menggandeng tangan Ros.


Surya menoleh, menatap Rendy dengan wajah kesalnya.


"Hei, kak! kenapa wajahmu terlihat kesal seperti itu? kau marah padaku?" ujar Rendy.


"Kau tahu, aku sampai jamuran menunggu mu disini sendiri selama satu jam!" ketus Surya.


"Haha! tanpa harus menunggu mereka pun, kau memang sudah terlihat jamuran!" celetuk Mila yang sedari tadi memalingkan wajahnya.


"Mila?" ucap Ros, dan Mila pun menoleh.


"Hai Ros!" balas Mila dengan wajah kecut sambil menghampiri Ros.


"Kalian berkencan?" tanya Rendy saat melihat Mila yang berada bersama Surya.


"Tidak!" jawab Surya dan Mila bersamaan.


"Enak saja! aku tidak sudi jika harus berkencan dengan wanita bar bar ini!" ujar Surya kemudian.


"Hei, jenderal nyinyir, memang siapa juga yang mau berkencan dengan seorang jenderal nyinyir seperti mu!" balas Mila dengan berkacak pinggang.


"Baguslah! karena aku tidak sudi jika kau sampai tertarik kepada ku!" ujar Surya lagi.


"Dan aku lebih tidak sudi lagi, jika sampai kau yang tertarik kepadaku!" balas Mila.

__ADS_1


"Dan aku yang akan bersorak kegirangan jika kalian berdua sama sama saling tertarik!" celetuk Ros tiba tiba.


"Aku juga akan menertawakan kalian sampai puas, jika kalian benar benar saling tertarik satu sama lain, atau salah satu dari kalian ada yang mulai tertarik!" sambung Rendy.


"Dan saya yang akan menjadi penonton setianya!" celetukan Rico yang sukses membuat Ros, Rendy, Surya dan Mila menoleh kepadanya.


"Apa saya salah bicara?" ujar Rico.


"Ya!" lagi lagi jawaban Surya dan Mila sama, membuat keduanya saling menoleh, lalu dengan cepat, Mila memalingkan wajahnya dengan ketus.


"Membenci dan terlalu cuek kepada seseorang itu, tidak baik! kalian bisa jatuh cinta!" ujar Rendy.


"Sama seperti dirimu kan?" balas Mila membuat Rendy tergelak.


"Hai, aku dari dulu memang sudah jatuh cinta kepadanya!" Rendy memandang Ros dengan hangat.


"Hanya saja kau terlalu takut untuk mengatakannya kan?" ujar Mila.


"Aku bukan takut ya?" jawab Rendy.


"Lalu apa namanya kalau bukan takut!" tanya Mila kemudian.


"Hanya mengulur waktu saja!" jawab Rendy.


"Apa kalian akan terus berdebat seperti ini? jika kalian akan terus meneruskan perdebatan tidak penting ini, aku dan Rico akan makan di meja sebelah sana!" Ros melerai sambil menunjuk meja di sudut paling jauh.


"Apa! awas saja kalau kau berani!" ujar Rendy sambil menatap Rico dengan lekat.


Gleg!


Rico menelan ludahnya dengan susah payah, melihat Rendy menatapnya dengan tatapan tajam, seperti ingin menerkam.


"Maaf Tuan, saya tidak pernah punya niatan untuk mengajak Nyonya Ros makan berdua!" ujar Rico.


"Rico memang tidak mengajakku, tapi aku yang akan mengajaknya, karena kau terus berdebat Setiap kali bertemu dengan Mila," ucap Ros, "kau tahu! aku sudah sangat lapar sedari tadi, kau tidak mengijinkan ku untuk keluar kamar dari pagi sampai malam! Aku lapar! lapar! lapar!" ujar Ros.


"Kau suami yang kejam Rendy!" ujar Mila.


"Bisa bisanya kau mengurung istrimu dari pagi sampai malam seperti itu!" Surya menimbrung.


"Dan anda tidak memberikan nyonya makan!" Rico ikut ikutan.


"Sungguh suami yang kejam!!!" celetuk Mila, Surya dan Rico secara bersamaan, membuat Ros tergelak dan membuat Rendy menatap ketiganya dengan tatapan tajam.


"Sudahlah! aku lapar! marilah kita duduk dengan tenang dan damai dalam satu meja ini bersama!" ucap Ros sambil memanggil pelayan cafe.

__ADS_1


Mereka semua pun akhirnya duduk bersama dalam satu meja yang sama, dengan mata saling menatap sinis antara Surya Mila dan Rendy. Tak lupa Rendy juga menatap tajam Rico, akibat ulah Ros yang akan mengajak Rico makan berdua, membuat Rico salah tingkah dan bingung harus berbuat apa dihadapan Rendy.


"Sayang! kau tidak boleh menatap Rico dengan tatapan seperti itu!" ujar Ros sambil melihat buku menu yang diberikan pelayan.


"Kenapa?" tanya Rendy ketus.


"Karena dia merasa tidak nyaman sayang!" balas Ros.


"Kau memikirkan nya?" tanya Rendy lagi.


"Tidak! aku hanya ingin makan dengan tenang! dengan tidak ada mata saling pandang dengan pandangan mematikan dari kalian!" jawab Ros sambil menatap ke empat orang dihadapannya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu Ros?" tanya Mila.


"Kau juga menatapku seperti itu, kenapa?" Surya ikut bertanya.


"Nyonya, kenapa anda melihat saya seperti itu?" tanya Rico ragu-ragu.


"Kenapa kau menatapku sama seperti kau menatap mereka sayang?" Rendy yang tidak mau kalah bertanya.


"Kalian membuatku kesal!" jawab Ros dengan ketus, "kalian mau terus berdebat dalam diam kalian atau kalian mau makan?" tanya Ros Kemudian.


"Makan!" jawab semua kecuali Surya. Dia masih sangat kesal dengan keterlambatan Rendy, ditambah lagi dengan kehadiran Mila yang membuat mood nya samakin kesal.


"Kalian mau makan apa?" tanya Ros kepada semua.


"Samakan saja!" jawab semua bersamaan.


"Minumny- -


"Sama juga!" jawab mereka lagi secara bersamaan, memotong ucapan Ros.


"Baiklah!" ujar Ros yang langsung memesankan semua makanan dan minuman yang diinginkannya, karena semua yang ada dimeja itu, menyuruh Ros untuk memesan makanan dan minuman yang sama.


"Baik kak, silahkan ditunggu ya? kami akan menyiapkan semua pesanannya?" ujar pelayan dan Ros hanya tersenyum untuk menanggapi nya.


Hening!


Suasana setelah kepergian pelayan dari hadapan mereka, tiba-tiba saja menjadi hening, mereka hanya saling pandang, dengan pandangan yang sudah pasti saling mengintimidasi. Hanya Ros sendiri yang menatap mereka satu persatu dengan tatapan aneh dan tidak habis pikir.


Bersambung...


Hai hai🌹 kembali lagi sama otor nih, enak kali nih, kalau ngemil sambil ngopi, camilannya ada, tapi kopi belum ada, kira-kira, ada yang mau ngasih gak?😁 kopi online dari para readers. wkwk


Jangan lupa jarinya gerakan buat like dan komen ya?😂 biar semangat up nya lagi, mumpung ini masih pagi😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2