
Sepulang dari tempat kerja, Nita mendudukkan diri di halte bus melihat pesan Argana yang sedari tadi tidak bisa ia balas.
Kemudian menatap keatas langit yang dipenuhi bintang berharap malam ini turun hujan agar ia merasa sedikit tenang.
Setelah itu Nita meninggalkan halte bus dan memilih berjalan kaki melihat jam masih menunjukkan pukul 9 malam. Namun saat ia sedang asik melangkahkan kedua kakinya, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di samping Nita.
Lalu Nita menghentikan langkahnya melihat kearah mobil tersebut, "Nita. Kita bertemu lagi".
Dia adalah Mario. Ketepatan ia baru pulang dari acara makan keluarga, ia melihat seorang gadis cantik yang kebulean tengah berjalan kaki seorang diri diatas trotoar.
"Kamu siapa?" tanya Nita yang sudah melupakan wajah Mario.
"Aku Mario yang dulu pernah hampir saja menabrak mu. Kamu masih mengingat ku kan?" senyum Mario dengan manis.
"Oh iya. Maaf ya tadi aku tidak mengenal mu".
"Tidak apa-apa. Terus kamu mau kemana Nita?".
"Aku mau pulang. Kalau gitu aku duluan yah..
"Tunggu! Ayo, aku akan mengantar mu pulang sampai rumah. Jangan khawatir, seperti yang aku dengar kamu sudah jadian dengan Argana. Jadi dia akan tidak akan marah. Ayo masuk!".
"Bukan karna itu Mario. Aku enggak enak saja, lagian jemputan aku akan segera tiba. Sebaiknya kamu pergi saja" tolak Nita dengan lembut agar ia tidak menyakiti perasaan Mario yang sudah berbaik hati kepadanya.
"Kamu yakin enggak mau Nita? sepertinya hujan akan turun".
"Iya Mario. Paling 5 menit lagi supir aku akan datang. Sebaiknya kamu pergi saja, sampai bertemu kembali".
"Oh ya sudah. Tidak apa-apa kan kalau aku tinggalkan kamu sendiri?".
"Tidak apa-apa. Kamu hati-hati dijalan yah, bawa mobilnya pelan-pelan saja".
"Mmmmm.. Aku duluan ya Nita".
"Iya".
Begitu mobil Mario meninggalkannya, Nita langsung melihat kanan kirinya segera berlari dari sana berharap tidak ada satu orang pun yang mengenalinya.
"Astaga! Hampir saja aku ketahuan. Lagian Mario kenapa sih harus bertemu dengan ku disaat seperti ini? Untung saja dia tidak curiga melihat penampilan ku".
__ADS_1
.
Sesampainya Nita dirumah, tidak lama kemudian hujan turun membasahi permukaan bumi.
"Hujannya turun juga" lalu ia membuatkan segelas teh hangat. Sambil menatap keatas langit, Nita membuka jendela kaca rumahnya.
"Sedang apa Argana sekarang? Aku merindukannya. Apa dia sedang berada diluar bersama dengan teman-temannya? tapi tunggu dulu. Tadi kalau enggak salah dengar Mario tau aku pacaran dengan Argana. Itu artinya Mario mengenal Argana? Jadi selama ini Mario teman dengan Argana?".
"Astaga! Bagaimana kalau nantinya Mario memberitahu Argana?" Nita kemudian menyambar ponselnya. Pesan yang tadi Argana kirim kepadanya membuat Nita seketika tidak berani mengirim pesan kepadanya.
"Besok saja. Besok aku akan menjelaskan kepada Argana apa alasan aku tidak membalas pesannya. Sekarang aku sebaiknya tidur saja".
.
Minggu yang cerah, akibat hujan tadi malam semua pepohonan tampak begitu segar dan juga bunga-bunga kecil yang Nita tanam di depan rumah kontrakannya seperti sedang tersenyum ceria menyambut paginya.
"Wah, selama pagi bunga-bunga ku. Kalian pasti sangat bahagia sekali kan setelah hujan turun satu malaman hehehe" senang Nita.
Lalu ia bangkit berdiri, Nita melihat jam telah menunjukkan pukul 9 pagi. Ia pun harus segera berangkat menuju rumah Argana tanpa ia sadari ia belum sempat sarapan dari rumah mengingat bahan-bahan untuk ia masak tidak ada juga disana.
Dan pagi ini Nita memilih menggunakan taksi online agar ia sampai di depan rumah Argana. Tidak mungkin kan dia menggunakan bus angkutan umum, bisa-bisa rahasia yang selama ini ia jaga terbongkar.
"Ayo mbak turun. Kita sudah tiba" ucap si supir taksi.
"Akh iya pak. Ini ongkos saya, terima kasih banyak ya pak".
"Iya, sama-sama mbak".
Nita keluar dari dalam taksi. Tidak lama kemudian mobil sport ya Bagas tiba disana, Bagas yang melihatnya langsung memanggil namanya.
"Kamu kenapa berdiri disitu Nita? Ayo masuk".
"Akh iya Bagas" senyum Nita memasuki mobil Bagas sambil berkata dalam hati. "Gila, ini mobil keren banget sih. Bagas pasti orang kaya besar yang sama halnya dengan Argana".
"Kenapa kamu tidak langsung masuk Nita? Kok malah nunggu diluar. Mobil kamu mana?".
"Akh, tadi itu aku diantara sama supir aku Bagas".
__ADS_1
"Supir?".
"Iya, tadi aku mengunakan jasa supir".
"Oh".
Setelah Bagas berhasil memarkir kan mobilnya, kedua orang itu turun dari dalam mobil membuat Nita lagi-lagi terkagum melihat banyaknya mobil mewah terparkir di garasi mobil Argana.
"Oh iya Bagas. Orang tua Argana juga ada di dalam?".
"Tidak, mereka sekarang ada di luar negeri. Kenapa? kamu ingin bertemu dengan mereka? atau kamu ingin membicarakan mengenai..
"Kalian sudah datang?" potong Argana keluar dari dalam lift rumahnya.
"Iya bro. Tinggal Septia yang belum datang. Tadi dia memberitahu ku dia terkena jalan macet. Paling sebentar lagi dia akan tiba".
"Mmmmmm.. Ayo masuk" ajak Argana menaiki anak tangga menuju lantai rumahnya. lalu menyuruh mereka duduk diatas sofa ruang tamu membuat Nita lagi-lagi dan lagi-lagi ia menatap kagum mewahnya rumah istana milik Argana.
"Argana. Jika nantinya aku berhasil menjadi istri mu. Betapa bahagianya aku memiliki suami tampan seperti mu dan juga kaya raya seperti mu. Tapi, apakah itu mungkin terjadi?".
Kemudian ibunya Rehan membawakan beberapa cemilan beserta minuman segar dihadapan mereka.
"Terima kasih Bu" senang Nita.
"Iya, sama-sama nona".
Lalu Nita menyambar salah satu kue cemilan tersebut memasukkan kedalam mulut. "Wah.. Kue ini sangat enak sekali. Bisakah aku mengambilnya lagi?" Nita melirik Argana dan Bagas. "Mereka sedang fokus dengan ponselnya masing-masing, sebaiknya aku ambil satu lagi..
"Nita" panggil Bagas membuat Nita menarik tangannya melihat Bagas tersenyum.
"Kenapa Bagas?".
"Tolong kamu lihat ini dulu, aku dan Argana keatas sebentar mengambil bahan yang kita perlukan".
"Akh iya" angguk Nita menerima notebook tersebut melihat materi kuliah mereka yang akan di kerjakan.
Setelah kedua orang itu menaiki anak tangga, Nita melihat samping kiri kanan berharap seseorang sedang tidak memperhatikannya. Nita pun kembali megambil cemilan itu dan segera melahapnya dengan senyum mengembang diwajahnya.
__ADS_1
"Mmmmm.. Makanan orang kaya kenapa bisa seenak ini sih? Aku jadi ingin orang kaya agar aku selalu memakan makanan seperti ini. Dan juga minuman ini sangat segar sekali. Wah, benar-benar the best".