
Hari semakin sore, Nita telah selesai menyelesaikan laporan yang Argana tadi minta.
"Kamu mau kemana Nita?" tanya Nella melihatnya.
"Ini, tadi tuan Argana meminta aku menyelesaikan laporan ini secepat mungkin. Jadi aku mau mengantarnya" jawab Nita tersenyum tipis bergeser dari atas kursinya.
"Tunggu Nita!".
"Kenapa Nella?".
Nella lalu melihatnya dengan mata memicing merasa ada sesuatu yang Nita sembunyikan darinya melihat senyuman yang ia tunjukkan.
"Ada apa Nella? Kenapa kamu melihat ku seperti itu?".
"Aneh" jawabnya.
Nita mengernyitkan keningnya, "Aneh? Aneh dari mana Nella? Kamu ada-ada ajah deh. udah akh, aku pergi dulu. Entar tuan Argana kelamaan menunggu ku".
"Ck, ya sudah sana pergi".
"Mmmmm".
Nita pun segera menuju ruangan Argana kembali. Di depan pintu ia terlebih dahulu mengetuknya, setelah ia mendapatkan jawaban dari yang empunya ruangan, baru Nita mendorong pintu tersebut.
Ia lalu melihat Argana berada di atas kursi kebersamaannya dengan kedua tangan melipat di depan dada sambil melihat kearahnya.
"Sore tuan. Saya sudah membawa laporan yang tuan minta tadi siang, silahkan tuan periksa dulu sebelum saya keluar" ucap Nita dengan senyum manisnya.
Argana menerima laporannya, ia lalu membuka dengan wajah serius tanpa ekspresi membolak-balik laporan Nita. Selesai itu ia menjatuhkan diatas meja, ia menatap Nita dengan wajah serius membuat nyali Nita seketika langsung menciut.
"Maaf tuan, apa laporan itu tidak sesuai dengan apa yang tuan minta?" tanya Nita.
Argana menyandar tubuhnya, ia lalu memijit keningnya dengan tubuh letih.
"Bagaimana ini? Aku sudah melakukan yang terbaik tapi kenapa aku merasa kalau laporan itu tidak sesuai dengan apa yang Argana minta" gumam Nita mencoba untuk bertanya, tetapi rasa takut yang ia rasakan saat ini membuat ia hanya bergumam tak jelas.
"Yah..!!" panggil Argana.
"Iya tuan?" jawab Nita segera melihatnya dengan serius.
"Kamu kemari mendekat".
"Hhmm?" Nita tampak kebingungan mendengar Argana menyuruhnya berjalan mendekat kearahnya. "A-ada apa tuan?".
"Aku bilang kamu kemari Nita, jangan buat aku mengulangi perkataan ku".
"Akh.. Baiklah".
__ADS_1
Nita pun segera berjalan kearah Argana dengan langkah kaki pelan dan menjaga posisi ia berdiri sedikit jauh dari Argana.
"Ada apa tuan?" tanya Nita kembali.
Argana meliriknya, ia lalu menyuruh Nita mendekat kearahnya lagi sampai jarak diantara keduanya terbilang sudah dekat meskipun Nita sedikit ketakutan kalau sampai Argana membentaknya dengan cara memukulnya.
"Kamu tau kesalahan apa yang telah kamu lakukan hhmm?".
Nita tersenyum malu, "Maafkan saya tuan".
"Itu saja?".
Nita menggerutu kesal dalam hati, "Tolong berikan saya waktu tuan untuk memperbaiki kembali. Secepat mungkin saya akan menyelesaikan.. Akkkhh" kaget Nita saat Argana menyentil keningnya sedikit kuat.
"Kamu tidak punya waktu lagi mengerjakannya".
"Terus apa yang akan saya lakukan tuan?" Nita menyentuh keningnya yang masih terasa sakit. "Tolong berikan saya waktu 10 atau 20 menit saja tuan, saya berjanji akan segera menyelesaikannya. Saya mohon tuan".
Argana lalu menatapnya, "Nita!".
"Iya tuan?".
"Angkat kepala mu" secara perlahan Nita segera mengangkat kepalanya. "Kamu lulus dengan IP berapa?".
"Hhhmm? Ke-kenapa kamu menanyakan hal itu Ga?".
"Makanya aku suruh kamu jawab. Kamu lulus dengan IP berapa? Kamu masih belum tau dimana letak kesalahan mu? Apa selama ini cara bekerja kamu seperti ini?" Argana lalu membuka laporan yang ia minta tadi di hadapan Nita.
Seluruh tubuh Nita pun langsung lemas begitu Argana menunjukkan kelalaian yang ia buat sendiri.
"Ya Tuhan, apakah ini semua akan menjadi masalah besar dalam hidup ku?" ucap Nita dalam hati.
"Kenapa kamu tidak menjawab ku Nita?".
"Maafkan aku Ga. Aku telah lalai dalam bekerja, tidak bisakah kamu memberikan waktu untuk ku segera menyelesaikan? Aku mohon, aku berjanji tidak akan pernah melakukan kesalahan ini lagi".
"Ini, selesai sekarang juga. Aku akan memberikan kamu waktu 10 menit dari sekarang".
"Apa? 10 menit saja? Tapi..
"Tapi apa?" potong Argana menatapnya tajam.
"Baiklah. Terima kasih sudah memberiku waktu. Kalau gitu aku permisi dulu..
"Kerjakan disini sekarang juga".
"Tapi..
__ADS_1
"Disini!" tegas Argana kembali mengerjakan pekerjaan ya yang sempat tertunda oleh Nita.
Namun Nita bingung, ia harus mengerjakannya dimana? Ia melihat kearah sofa, tetapi ia tidak mungkin langsung duduk saja tanpa izin dari Argana dan juga ia membutuhkan laptop.
"Tuan Argana, sepertinya saya harus pergi" ucap Nita dengan suara pelan berharap Argana mendengarnya, tetapi Argana malah pura-pura tidak mendengar dan tetap fokus dengan pekerjaannya.
"Aduh bagaimana ini? Mana waktu terus berjalan lagi? Apa sebaiknya aku duduk saja? atau..
"Kenapa kamu masih berdiri disitu?".
Nita lalu tersenyum senang, "Bisakah aku duduk disitu?" jawab Nita menunjuk kearah sofa. "Dan juga, bisakah aku meminta laptop itu? Aku sangat membutuhkannya".
"Pakai saja".
"Terima kasih" Nita semakin tersenyum lebar berjalan kearah sofa menyambar laptop milik Argana. Dan sangat bersyukur sekali, saat ia pergi menuju ruangan Argana, ia tidak lupa mambawa flashdisk yang ia pakai untuk mengerjakan laporan tersebut, jadi dia tidak usah repot-repot mengulang dari awal lagi.
Hingga kini waktu 10 menit telah berlalu, Argana lalu melirik kearah Nita yang masih mengerjakan laporan tersebut dengan wajah serius membuat Argana tanpa sadar tengah asik memandangi wajah letih Nita saat ia mengikat rambut panjangnya.
Kemudian Argana seketika tersadar, ia lalu mengusap wajahnya dengan kasar. "Apa yang sedang aku lihat? Ck, wanita itu membuat ku semakin kesal".
Tidak menunggu lama lagi, Nita telah selesai mengerjakan laporan tersebut. Ia lalu membawa laptop Argana di hadapannya untuk diminta i penilaian, apa laporan tersebut sudah sesuai dengan apa yang dia minta atau tidak.
"Bagaimana tuan Arga? Apa semuanya sudah beres?" tanyanya.
Argana pun mengiyakan dengan kepala mengangguk. Dengan senyum mengembang di wajah Nita, ia menyelesaikan laporan itu dengan mencetaknya. Setelah itu ia memberikan di hadapan Argana.
"Terima kasih banyak tuan. Kalau gitu saya permisi dulu".
"Mmmmm" balas Argana.
Kemudian Nella melihat Nita muncul di ambang pintu dengan senyuman manis ia terbitkan di wajah cantiknya.
"Wah, ada apa dengan senyuman mu Nita? Kamu habis seperti baru dapat lotre saja. Ada apa? Kenapa kamu lama sekali baru kembali?".
Nita pun kembali tersenyum senang, lalu menghela nafas panjang. "Aku tadi hampir saja terkena tendangan tuan Argana Nella".
"Apa?" kagetnya.
"Maksudnya bukan tendangan secara fisik Nella. Tadi itu aku melakukan kesalahan. Ck, menyebalkan sekali kalau aku mengingatnya".
"Maksud kamu apa sih Nita? Aku sama sekali tidak mengerti".
"Laporan yang tadi aku bawa ada kesalahan terdapat di dalamnya, jadi tuan Argana marah" .
"Terus?".
__ADS_1
"Tapi syukurlah, pada akhirnya dia berbaik hati dengan menyuruh ku segera menyelesaikannya disana heheheh.. Karna itu aku tersenyum senang Nella".
"Oh" angguknya meskipun sedikit kurang percaya dengan perkataan Nita yang dengan semudah itu Argana memaafkannya.