Dia Milikku

Dia Milikku
Bab 16


__ADS_3

Sepulangnya Nita dari sana, ia menyusun semua barang-barang tersebut di dalam lemari rak. Kemudian Nita melihat seisi dalam rumahnya, dengan nafas panjang ia berpikir apa yang harus ia lakukan. Kalau hanya mengharapkan kiriman dari kampung, Nita tidak akan tega melihat ibunya yang sudah susah payah mencarikan nafkah untuk mereka setelah ayah dan ibunya bercerai akibat dari perselingkuhan yang di lakukan ayahnya sendiri.


Hingga pada akhirnya ibunya memilih kembali ke negara asalnya yaitu Indonesia. Bersama ia dan juga saudara laki-lakinya yang masih berada di bangku kelas 4 SD.


Lalu Nita menyambar ponselnya, ia mencoba mencari-cari info loker disekitar ibu kota. "Pekerjaan apa yang harus aku cari yah? Kalau bisa jangan di restoran lagi. Terus, ooo.. Penerimaan cleaning servis ada nih. Tapi ini dimana yah? Ha-Hanju group?" gumam Nita melihat gaji yang mereka tawarkan.


"OMG.. Gaji cleaning servis 8 juta? Ini benaran 8 juta? Gila.. Ini gede banget" senyum Nita segara menulis surat lamarannya. "Aku harus bisa bekerja disana, aku harus bisa".


Begitu Nita selesai menulisnya, ia melihat jam telah menunjukkan pukul 5 sore. "Tapi apa iya aku masih bisa mengantar surat lamaran ini di jam segini?".


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...


"Mama" gumam Nita. Ia lalu menggeser tombol hijau di ponselnya, "Iya ma. Ada apa?".


"Kamu lagi dimana Nita? Kamu udah pulang kuliah?".


"Iya ma aku sudah pulang kuliah. Kenapa ma?".


"Tidak apa-apa. Mama hanya kepikiran kamu terus sayang, kamu baik-baik saja kan? Kalau terjadi apa-apa dengan mu, cepat beritahu mama yah".


"Iya ma. Nita enggak kenapa-napa kok. Nita baik-baik saja. Ini Nita mau jatuhin surat lamaran ma, ditempat pekerjaan lama Nita sudah mengundurkan diri".


"Loh, kenapa Nita? Apa pekerjaan mu disana terlalu berat?".


"Mmmmm.. Iya ma. Karna itu Nita mengundurkan diri" jawab Nita mendengarnya suara nafas ibunya yang panjang. "Mama kenapa? mama baik-baik saja? Tolong jangan khawatirkan Nita ma".


"Maafkan mama Nita. Kalau saja mama tidak membawa kalian pulang ke Indonesia. Mama yakin kamu dan adik mu tidak akan pernah merasakan penderitaan ini semua. Tapi karna egois mama, kalian berdua terpaksa harus hidup di dalam penderitaan".


"Astaga! Mama jangan berkata seperti itu. Kami berdua jauh lebih baik ikut sama mama. Sudah ma, jangan dipikirkan lagi, nanti mama bisa jatuh sakit. Kalau gitu Nita tutup dulu yah, doakan Nita nanti ma semoga di terima bekerja disana".


"Iya sayang. Mama akan doakan yang terbaik untuk mu. Kamu hati-hati di jalan yah, kalau kamu kekurangan uang, cepat beritahu mama. Jangan kamu tahan-tahan sampai kamu enggak makan".


"Iya ma".


Begitu Nita mematikan ponselnya, ia langsung menyambar tasnya segera menuju gedung perusahaan Hanju group menggunakan angkutan umum.


_


_

__ADS_1


Berada di tempat tongkrongan, Bagas dan Argana tengah menikmati sebatang rokok sambil menunggu kedatangan Dafa dan Mario.


"Ga, aku dapat cewe baru nih. Gimana menurut mu? Apa dia cantik?" Bagas memperlihatkan wanita cantik yang berada di layar ponselnya itu.



"Cantik bukan?" senyum Bagas.


Argana kemudian mengangguk, "Sesuai dengan selera mu".


"Kamu tau ajah Ga. Itu mereka sudah datang. Hallo bro, bagaimana kuliah hari ini?" tanyanya kepada kedua orang itu.


"Seperti biasa" jawab Mario. "Berikan aku satu gelas" Argana menuang di gelas Mario dan juga di gelas Dafa. "Oh iya, aku ingin memberitahu kalian. Tadi aku bertemu dengan wanita cantik, Dafa siapa tadi nama wanita itu? Bisa-bisanya aku melupakannya".


"Nita" jawab Dafa.


"Akh iya Nita. Itu dia namanya. Gila, itu cewe cantik banget bro. Bisa enggak yah aku bertemu dengannya lagi?".


Lalu Bagas menunjukkan layar ponselnya dihadapan Mario, "Nita yang ini maksud mu?".


Mario pun langsung melihat Bagas, "Kamu mengenalnya? Bagaimana bisa di ada di layar ponsel mu".


"Loh, kalian berdua mengenal wanita cantik itu?".


"Mmmmm... Dia satu kuliah kita, bahkan kami satu kelas. Yah memang dia cantik, Australia campur Indonesia dia".


"Oh.. Pantas saja" senyum Mario. "Bagas, bisakah kamu mendekatkan aku dengannya?".


"Ck, kamu tidak akan berhasil Mario".


"Kenapa? Kamu tidak melihat kalau aku ini tampan dan juga kaya. Wanita mana yang tidak akan tergila-gila dengan ku...


"Hahahaha..!" tawa Dafa menghentikan Mario. "Yah, buktinya kamu selalu gagal dalam percintaan. Sudahlah Mario, berhenti mengejar wanita. Biarkan saja wanita itu yang datang pada mu".


"Tidak. Aku tidak akan pernah menyerah mendapatkan wanita yang aku sukai. Bagaimana Bagas, bisakah kamu mengatur kencan kami berdua? Terserah dia mau di jemput pakai mobil apa? Dia tinggal menyebutnya".


Kemudian Bagas melirik Argana yang sedari tadi hanya diam saja begitu Mario membawa nama Nita.


"Dia akan menolak mu Rio. Aku saja pernah berada di posisi mu, tapi sayangnya dia lebih memilih pria yang berada di sebelku ini".

__ADS_1


Mario mengernyitkan dahi, "Maksud kamu?".


"Mmmmm.. Pria yang dia sukai adalah Argana. Yah, soal tampan kamu lihat sendiri, sepertinya aku jauh lebih tampan darinya" dengan percaya dirinya Bagas menunjukan senyuman manisnya kepada Argana yang seketika meliriknya.


"Hahahaha.. Santai ajah bro. Tidak usah melihat ku seperti itu".


"Sialan loh Ga. Sekali-kali kamu harus mengalah dengan kita" ujar Mario kepadanya.


"Kalau kamu suka ambil saja. Kenapa kalian jadi membawa nama ku seperti ini" dengus Argana meneguk minumannya.


.


Sekarang jam telah menunjukkan pukul 10 malam. Keempat orang itu langsung pulang ke rumah mereka masih-masing.


"Selamat malam tuan. Baru pulang?" tanya Rehan.


"Iya. Paman mau kemana?".


"Pulang tuan. Istri saya tadi menelpon kalau anak saya tiba-tiba jatuh sakit" jawab Rehan menggenggam kunci sepeda motornya. "Kalau gitu saya pergi dulu tuan".


"Iya. Kalau ada apa-apa, cepat beritahu aku".


"Iya tuan".


Kemudian Argana menaiki anak tangga, di dalam kamar ia menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil menatap ke layar ponsel.


"Rey, sedang apa kamu sekarang? Aku sangat merindukan kamu Rey" gumam Argana. Lalu menjatuhkan ponselnya. Dengan tubuh lelah ia langsung menutup kedua mata.


Ting!


Sebuah notifikasi masuk kedalam ponselnya. Argana yang masih bisa mendengarnya mengulurkan tangan meraih ponsel tersebut.


"Argana. Sedang apa kamu?".


Begitu Argana membaca pesannya, ia langsung menunjukkan ekspresi wajah bertanya siapa orang yang baru saja mengirim pesan itu kepadanya.


Ting!


"Kamu sudah tidur Arga? Akh iya, bisakah kamu menembak ku siapa Arga? Ini aku Nita, maaf yah kalau aku mengambil nomor ponsel mu tanpa izin dari mu dulu hehehe".

__ADS_1


Namun bukannya membalas pesan Nita, Argana malah tersenyum sinis langsung menghapus pesannya bahkan memblokir nomornya.


__ADS_2