Dia Milikku

Dia Milikku
Bab 39


__ADS_3

Hari ini, sesuai dengan apa yang Argana janjikan kepada Reysa. Ia kini datang menjemputnya di tempat biasa, "Kamu sudah datang?" senyum Reysa dengan lebarnya.


Argana lalu mendekati tubuh Reysa, dengan senyum tipis di wajahnya ia langsung mencium kening tersebut dengan sayang.


"Hari ini kamu cantik sekali! Aku menyukainya".


Kedua pipi itu pun merona tak karuan mendengar perkataan manis Argana.


"Apa aku benar-benar terlihat sangat cantik hari ini Arga?".


"Mmmm.. Kamu sangat cantik sekali. Ayo!!" ajak Argana segera membukakan pintu mobil untuknya. Begitu Reysa masuk, ia pun ikutan masuk di kursi kemudi mobilnya. "Hari ini kita kemana?".


"Ketempat ini Ga" jawab Reysa menunjuk gambar yang berada di ponselnya.


"Pantai?".


"Iya. Kamu masih ingat tempat ini kan? Aku yakin kamu belum melupakannya".


"Kamu yakin kita pergi ke pantai?".


"Kenapa Ga? Kamu tidak menyukai pantai lagi?".


"Bukan seperti itu. Kamu tau sendiri kalau kita kesana secara diam-diam. Bagaimana kalau nantinya seseorang mengenali mu?".


"Jangan khawatir, itu tidak akan pernah terjadi. Ayo buruan jalan, entar keburu siang loh" jawab Nita memasang sabet ditubuhnya. Argana pun segera menjalankan mobil tersebut.


Sesampainya di pantai, kedua orang itu menatap kearah ombak lauk yang begitu sangat indah. Kemudian Reysa melirik Argana, "Ga.. Terakhir kali kita berdua kemari kelas 2 SMA yang lalu. Kenangan itu begitu sangat indah untuk di lupakan. Dan disini juga terakhir kali aku bermain dengan mu".


Argana melihatnya, "Apa kamu berencana meninggalkan aku lagi Rey?".


"Hey..!! Kamu ada-ada saja Ga. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, dan kamu juga harus berjanji tidak akan pernah meninggalkan aku. Tapi kenapa kamu malah melihat ku seperti ini Ga? Ada apa?".


Argana lalu membuang nafas dengan berat, ia membuka pintu mobilnya keluar sambil menatap kearah pantai yang begitu sangat indah di pandang.


"Ada apa Argana?" tanya Reysa lagi ikutan keluar dari dalam mobil. "Kamu baik-baik saja?".


"Aku baik-baik saja Rey. Aku hanya takut kalau nantinya kamu akan pergi meninggalkan aku lagi. Aku tidak ingin itu terjadi".

__ADS_1


"Hentikan itu Arga. Harus berapa kali lagi aku mengatakan kepada mu kalau aku tidak akan pernah meninggalkan kamu" kesal Reysa menatapnya dengan tatapan tidak suka.


Argana tersenyum, "Maafkan aku Rey. Kamu marah?".


"Tidak" jawabnya.


Argana tersenyum kembali, kemudian berjalan mendekatinya sambil menggenggam tangannya. "Ayo, kamu bilang ingin menikmati suasana pantai".


"Ck, abisnya kamu sudah membuat ku kesal duluan Ga. Kamu menyebalkan sekali".


"Maafkan aku sayang" Argana kembali mengeluarkan jurusnya. "Ayo, jangan lama-lama ngambek seperti ini. Entar cantik mu ini mengurang".


"Ais, kamu bisa ajah membuat ku tertawa. Ayo" angguk Reysa membalas genggaman tangan Argana.


Hingga kini keduanya sedang berjalan di bibir pantai sambil bergandengan tangan. Reysa dan Argana tampak sangat bahagia sekali menikmati tempat tersebut.


"Hahahaha... Aku sangat menyukai tempat ini Ga" tawa Reysa berlari di hadapan Argana. Lalu Argana mengejarnya, ia takut kalau Reysa terjatuh, "Ayo lagi kejar aku Arga hahahaha".


"Rey jangan berlari. Nanti kamu bisa jatu..." Argana melihat Reysa menghentikan kedua langkah kakinya. "Ada apa Rey?".


Argana semakin kebingungan melihat Reysa tiba-tiba menyuruhnya berhenti di tempat ia berdiri saat ini.


"Ada apa Rey?".


Reysa menutup kedua mata. Kedua tangannya ia kepal dengan nafas seperti tidak bisa Argana artikan.


"Kamu baik-baik saja Rey?" Argana kembali melangkahkan kedua langkah kakinya, namun Reysa langsung berteriak menyuruhnya berhenti ditempat ia suruh berhenti.


"Apa kamu sudah gila?" Reysa meninggikan suara itu lagi.


"Ada apa Rey? kenapa kamu tiba-tiba..


"Suruhan papa ada di belakang aku Arga, Tolong jangan bergerak atau kamu..." Reysa menggantung perkataannya. Ia lalu memutar tubuhnya ke depan, "Jangan mengikuti ku Arga, berpura-puralah seperti tidak ada yang terjadi dengan kita berdua" Lalu Reysa berjalan meninggalkannya disana.


Dengan tangan mengepal Argana terlihat sangat marah sekali sampai urat kedua tangannya terlihat begitu sangat jelas. Dalam pikiran Argana persetan dengan suruhan Dilan, ia pun langsung mengejar Reysa dan memeluknya dari belakang dengan erat.


Reysa membulatkan mata, ia tidak habis pikir kalau Argana akan melakukan hal bodoh ini yang membuat keduanya ketahuan.

__ADS_1


"OMG Argana!! Kamu benar-benar sudah gila?".


"Ooo.. Benar sekali seperti apa yang barusan kamu ucapkan. Aku sudah gila, dan aku gila karena kamu Rey" jawab Argana memutar tubuh Reysa semakin erat memeluk tubuh mungil tersebut tanpa perduli dengan suruhan Dilan yang sedang menatap keduanya dengan wajah sangar.


"Jangan gila Arga. Lepaskan aku, cepat!".


"Tidak Rey. Aku tidak akan mau melepaskan kamu".


"Yah..!! Apa kamu benar-benar tidak ingin mendengar aku?".


"Aku sudah katakan pada mu kalau aku tidak akan melepaskan kamu Rey dan aku tidak akan perduli dengan mereka. Jangan buat aku mengulangi perkataan ku..


BBUUNNGGGHHHH...


"Arga!" kaget Reysa berteriak saat anak buah Dilan melayangkan satu pukulan tepat di wajah Argana. "Hentikan! Aku mohon hentikan!! Yah.. Apa kalian tidak mendengarnya saya haahhh?" teriak Reysa memukul keduanya dari belakang.


Kemudian salah satunya melihat Reysa dengan wajah sangar, "Ini salah anda sendiri. Tuan Dilan sudah berapa kali memperingatkan anda tapi anda selalu melanggar perintah beliau. Sekarang ini kami tidak akan tinggal diam, lebih baik...


Reysa langsung bersujud di hadapan keduanya dengan air mata menetes sambil memohon agar mereka tidak memberitahu Dilan, namun keputusan mereka sudah bulat, mereka harus memberitahu Dilan kalau selama ini Reysa dan Argana masih menjalin hubungan.


"Saya mohon. Tolong jangan beritahu papa, saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini hiks.. Tolong saya, tolong dia, saya mohon tolong kasihani kami berdua hiks.. hiks.." tangis Reysa membuat Argana semakin sangat marah sekali melihat setiap tetesan air mata Reysa.


"Hentikan Rey. Jangan mengulangi perkataan itu lagi" ucap Argana.


"Tidak Ga" geleng Reysa. "Kalau tidak seperti ini, mereka akan memberitahu papa dan aku pasti akan dikirim lagi keluar negeri hiks.. Aku tidak ingin pergi lagi Ga, aku tidak ingin meninggalkan tempat ini".


Argana kemudian menutup kedua matanya, ia lalu menyuruh anak buah Dilan melepaskan tubuhnya. Tetapi mereka tidak menuruti apa yang barusan Argana ucapkan, keduanya malah hendak ingin membawanya di hadapan Dilan.


Namun Argana yang tidak sudih di paksa oleh mereka, dengan sekuat tenaga ia langsung mendorong keduanya sambil melayangkan satu pukulan tepat di wajah salah satunya.


"Kalian pikir kalian siapa hahh memaksa saya?" ucap Argana dengan mata tajam membuat si pria itu malah menyeringai kepadanya. "Kurang ajar...


BBUUNNGGGHHHH...


Tetapi si pria yang satu lagi malah menendangnya dari Belakang hingga kini ia terpingkal di atas pasir laut. "Dasar bocah!" umpatnya.


Mereka pun akhirnya hanya membawa Reysa pergi dari sana tanpa peduli dengan Argana yang kesakitan memanggil nama sang kekasih.

__ADS_1


__ADS_2