Dia Milikku

Dia Milikku
kembali bekerja


__ADS_3

Mobil yang Ros dan Rendy tumpangi tiba di rumah mereka beberapa menit kemudian. Karena Rendy tak tega untuk membangunkan Ros, akhirnya Rendy pun menggendong Ros keluar dari mobilnya, menuju rumah mereka.


Rendy tak henti hentinya menciumi rambut Ros, saat sedang menggendong Ros menuju kamar mereka.


Ceklek!


Pintu kamar Ros dan Rendy terbuka, Rendy mendorong pintu kamarnya dengan sedikit mendorongnya menggunakan kaki.


"Kamu pasti kelelahan, ya kan sayang? Baiklah, aku akan membiarkan mu tidur dengan nyenyak malam ini!" ujar Rendy sesudah menidurkan Ros di ranjang mereka.


Rendy pun berjalan menuju kamar mandi setelah menidurkan Ros di ranjang mereka. Mengambil handuk, lalu membuka pintu kamar mandi. Rendy memulai ritual mandi nya dengan berbagai pikiran yang terlintas dibenaknya.


"Keluarga?" gumam Rendy, ia memikirkan kembali obrolannya bersama Surya di cafe tadi.


"Siapa sebenarnya keluarga kak Surya? kenapa kak Surya masih merahasiakan siapa keluarganya?" Rendy bertanya tanya sambil memejamkan matanya, menikmati dinginnya air yang menenggelamkan hampir seluruh tubuhnya didalam bathtub dengan berbagai pikiran yang berseliweran di atas kepalanya.


"Aku harus mencari tahu! ya..., sesegera mungkin, aku harus mencari tahu siapa keluarga dari kak Surya! aku harus membantunya, aku tidak mau berdiam diri saja melihat kak Surya yang sudah ku anggap sebagai kakakku sendiri, menghadapi masalahnya sendiri," gumam Rendy lagi.


Setengah jam berlalu, Rendy keluar dengan kondisi tubuh yang segar, mengenakan handuk yang melilit pinggangnya, dengan rambut yang masih basah, berjalan menuju lemari pakaian, mengambil baju dan mulai memakainya.


Rendy berjalan kembali menghampiri Ros setelah selesai memakai pakaiannya, memandangi wajah Ros dengan intens yang masih tertidur dengan lelap, hingga Rendy pun mulai membaringkan tubuhnya disamping Ros.


"Menggemaskan sekali kamu sayang!" ujar Rendy sambil mengacak rambut, lalu membawanya dalam dekapan Rendy. Hingga keduanya sama sama tertidur dengan lelap malam ini.


...***...


"Selamat pagi sayang?" Rendy menyapa Ros yang baru terbangun dari tidurnya saat keluar dari kamar mandi.


"Pagi...," jawab Ros dengan senyuman paginya, "apa aku kesiangan? kamu mau kemana kak?" tanya Ros kemudian.


"Tidak sayang! tidurlah kembali, jika kamu masih lelah!" ujar Rendy sambil menghampiri Ros.


"Tidak sayang? aku ingin pergi ke rumah mamah dan mamah Ajeng!" balas Ros.


"Aku akan mengantarmu!" ujar Rendy yang sekarang sudah berada di sampingnya, "Oh iya sayang, aku akan mau ke kantor pagi ini!" ujar Rendy lagi yang disambut dengan senyuman hangat dari Ros.

__ADS_1


"Aku akan menyiapkan sarapan!"balas Ros yang hendak beranjak dari tempat tidurnya. Namun, saat Ros hendak beranjak, lengan Ros di tahan oleh tangan Rendy.


"Kenapa? aku ingin menyiapkan sarapan untuk kita berdua!" ujar Ros.


"Tidak perlu sayang! ada banyak pelayan di rumah ini, aku tidak mau merepotkan istriku dengan hal rumah tangga seperti ini!" balas Rendy yang kini tengah memeluk erat tubuh Ros.


"Aku hanya akan menyiapkan sarapan untuk suamiku sayang! tapi setelah aku ke kamar mandi, karena aku belum mandi, dan tubuhku juga masih bau! apa kamu tidak merasa jijik dan bau?" ujar Ros panjang lebar. Namun, lagi dan lagi, bukannya Rendy menjauh dari Ros, Rendy malah semakin mendekap erat tubuh Ros yang baru terbangun dari tidurnya itu.


"Aku masih bau sayang!" ros mencoba untuk melepaskan pelukan Rendy dari tubuhnya.


"Kamu bahkan semakin Cantik dan seksi saat baru terbangun dari tidur mu!" Rendy kini menciumi bahu Ros sambil menghirup aromanya yang tak berubah dari semalam walaupun Ros belum membersihkan tubuhnya.


"Oh ayolah sayang! kenapa kau berbohong seperti itu, itu fitnah namanya sayang!"


"Siapa yang berbohong sayang? siapa juga yang memfitnah mu?" ujar Rendy yang tak melepaskan pelukannya dari Ros.


"Sudahlah sayang, aku gerah, aku ingin membersihkan tubuhku sekarang! aku ingin mandi!" ujar Ros yang mencoba kembali melepaskan pelukan Rendy dari tubuhnya..


"Mau aku temani? mau mandi bersamaku?" Rendy menggoda Ros dengan menaikturunkan alisnya.


"Kamu bahkan sudah berpakaian rapih seperti ini! kenapa mau mandi lagi bersamaku?" balas Ros yang kini sudah berada di ambang pintu kamar mandi.


"Kamu akan terlambat sayang!" ucapan Rendy terhenti saat Ros memotong dan langsung menutup pintu kamar mandinya dengan cepat, meninggalkan Rendy yang menatap Ros dengan tatapan menginginkan.


"Aku akan membalasnya nanti malam sayang!" gumam Rendy yang kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang, seperti semalam.


°°°


"Apa kamu tidak akan terlambat sayang, jika kamu mengantarkan ku ke rumah mamah Ajeng?" tanya Ros saat mereka berdua sedang sarapan.


"Tidak papa sayang! aku kan bos nya, tidak papa jika sesekali aku masuk kantor sedikit terlambat.


"Ish, itu tidak baik sayang, seorang pemimpin yang baik itu, harus memberikan contoh yang baik pula untuk para karyawannya! lagi pula, ini adalah hari pertama kamu masuk ke kantor lagi setelah seminggu ini kamu libur!" ujar Ros yang ditanggapi dengan senyuman dari Rendy.


"Tentu sayang! aku akan mendengarkan semua ucapanmu itu! tapi untuk kali ini,. biarkan aku yang mengantarkan mu ke rumah mamah Ajeng. Lagi pula, setelah kita menikah, kita belum pernah mengunjungi rumah mamah Ajeng dan mamah mertuaku!" balas Rendy, membuat Ros senang mendengarnya.

__ADS_1


Sarapan pun selesai, Ros dan Rendy berjalan bersama menuju mobil mereka yang dimana disana sudah berada Herman yang sudah siap menunggu mereka untuk mengantarkan kemanapun tuannya akan pergi.


"Selamat pagi Tuan, Nyonya?" Herman menyapa Ros dan Rendy dengan sopan.


"Selamat pagi...," balas Ros yang selalu tersenyum setiap para pelayannya menyapa.


"Jangan tersenyum kepadanya sayang!" ketua Rendy.


"Kenapa?"


"Aku tidak suka!" Rendy mendelik kan wajahnya dari Herman. Membuat Ros dan Herman mengernyit dibuatnya.


"Anda ini kenapa Tuan?" batin Herman.


"Apa dia sedang merasa cemburu kepada sopirnya sendiri?" tanya Ros dalam hati.


"Awas kalau kamu berani tersenyum lagi kepada sopir ini!" ujar Rendy setengah mengancam.


"Apa apaan ini?" batin Ros.


"Anda memang aneh, tapi saya suka kepada anda, anda sangat mencintai istri anda seperti itu, saya senang melihatnya!" batin Herman yang memuji Rendy secara diam-diam.


"Silahkan masuk Tuan, Nyonya!" ujar Herman setelah membukakan pintu mobil untuk majikannya yang dirasa Herman sangat aneh.


"Kau jangan coba-coba tersenyum atau mencuri curi pandang kepada istriku ya!" ujar Rendy setelah masuk kedalam mobilnya sendiri.


"Tidak akan pernah Tuan! saya tahu bahwa Nyonya, hanyalah milik anda!" balas Herman yang membuat Rendy tersenyum sumringah.


Puk! puk!


"Bagus! kau tahu bahwa Ros hanyalah milikku, Dia itu milikku, dia milikku!" ujar Rendy dengan bangganya, penuh dengan rasa percaya diri dan kemenangan.


"Terserah anda tuan! lagipula saya ini bukanlah siapa siapa jika dibandingkan dengan anda! Nyonya Ros tidak akan pernah melihat saya yang hanya seorang sopir ini! dan saya juga sudah menikah, tidak mungkin saya menyukai nyonya dan mengkhianati istri dan anak saya!" batin Herman yang bergumam panjang lebar, sambil melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"pak! apakah bisa sedikit lebih cepat?" tanya Ros pada Herman.

__ADS_1


Bersambung...


Hai hai, balik lagi, kembali lagi kita😘 ayo..., double up nih, kopinya mana dong! biar tambah semangat up nya lagi😂 kalau kopi gak ada, bunga juga gak pap🤣


__ADS_2