Dia Milikku

Dia Milikku
Episode 4


__ADS_3

“SETUJU” Ucap lusy dan Nindy bersama


Laura : “Lets go girls” mereka pun segera memasuki mobil masing-masing.


Mobil Lexus RC kini siap untuk memenuhi jalan, ya mobil yang mereka gunakan sama dan membeli di waktu yang sama dengan keinginan bersama hanya saja mereka memiliki selera warna yang berbeda Laura lebih memilih White Nova Glass Flake, Nindy dengan Black Metalic dan Lusy lebih memilih Sonic Silver.


Sesaat mereka tiba disebuah mall besar di kota dan pemenang balapan saat ini adalah Laura yang kemudian diikuti Lusy dan Nindy. Mereka pun keluar dari mobil dan masuk menuju mall.


Laura : “Yes, I’am the winner, makan gratis deh supuasnya dari yang kalah hahah” tawanya yang kencang


Nindy : “Hah sejak kapan kita taruhan?” tanyanya dengan kaget dan cemberut


Laura : “Sejak sekarang hahaha, tumben lo kalah dari Lusy” tawanya pun tidak berhenti


Lusy : “Karma selalu datang di akhir tuan putri, ini akibatnya ngatain gue tukang makan” haha tawa mereka puas yang sambil merangkul Nindy karena kalah dan cemberut


Nindy: “OKE, kalian makan sepuasnya sampai perut kalian meledak kekenyangan gue traktir” jawab kesalnya sambil berjalan mendahului kedua temannya yang terus diikuti.


Mereka akhirnya makan di salah satu restaurant all you cant eat karena mereka sedang kelaparan yang menunggu Laura lama bangun dan agar mereka tidak boros uang. Mereka memang anak dari para pengusaha tapi mereka bukan anak manja yang suka menghabiskan harta orang tuanya.


Laura : “Guys, gue ke toilet bentar ya”


Lusy : “Temenin nggak?, siapa tau jatuh butuh bantuan” celetuknya sambil tertawa


Laura : “Nggak usah makasih, baik banget lo doain due jatuh” kesalnya pergi meninggalkan temannya


Lusy : “Bercanda kali neng hahaha ngambek”


Setelah keluar dari toilet brruukkk suara kencang terdengar seperti orang terjatuh.


Laura : “Aawww.. sakiittt”


Dion :”Maaf saya nggak sengaja, mari saya bantu” ucapnya sambil membantu Laura bangun karena terjatuh di tabraknya


Laura : “Kalau jalan pakai mata dong, jangan asal tabrak orang”


Dion : “Sekali lagi saya minta maaf, sepertinya sangat sakit sebaiknya kita ke rumah sakit saja untuk di cek”


Laura : “Nggak perlu! Awas kalau ketemu lagi gue hajar lo” Laura pergi begitu saja meninggalkan Dion dengan muka kesal dan kaki pincang sebelah

__ADS_1


Dion : “Cewek aneh, sakit di tolongin nggak mau” batinnya


Nindy : “Kenapa kaki lo kok pincang sebelah?” ucapnya yang membuat Lusy ikut menoleh kaget


Laura : “Gara-gara temen lo tuh barusan yang ngedoain gue jatuh dan terkabul” kesal dan duduk merasakan sakit


Lusy : “Ya ampun ra lo beneran jatuh? Sory ra gue kan nggak bermaksud doain lo beneran tadi cuma bercanda ra”


Nindy : “Lo sih makanya kalau ngomng di jaga dong jangan asal mangap tuh mulut” toyor tangan ke Lusy


Lusy : “Emang gimana ceritanya ra kok lo bisa jatuh? Kita kerumah sakit yuk siapa tau ada yang parah”


Laura ; “Udah gue gpp kok, nnggak perlu ke rumah sakit segala buang-buang duit tauk! Tadi tuh gue di tabrak sama cowok yang lari nggak jelas badanya gede tinggi nubruk gue ya jatuh sakitlah”


Nindy : “Terus orangnya mana? Kok nggak tanggung jawab anterin lo”


Laura : “Udah gue omelin dia terus minta maaf sama mau nganterin ke rumah sakit….”


Lusy : “Tapi lo nggak mau iyakan, DASAR”


Laura : “Itu lo tau, udah balik yuk capek gue”


Laura : “Nggak usah repot-repot kaki gue masih bisa gerak bukan lumpuh”


Lusy : “Gimana kalau kita nginep apartemen lo ra?”


Nindy : “Oke ayok”


Laura : “Gue yang ditanya elo yang jawab”


Lusy : “Udah ayo jalan"


Di apartemen Laura jam 9 malam


Drrrttt… ddrrrttt… dddrrrttt… suara ponsel bergetar


Laura : “Siapa sih malam-malam gini berisik” ternyata suara ponsel Laura yang bergetar karena banyak chat masuk, bukan dari perorang namun semua pesan di grup. Ya Laura di masukan ke dalam chat grup temen-temen game kemaren dan itu ulah Rey yang juga atas permintaan temannya. Nindy terheran melihat tingkah laku temannya yang tersenyum saat melihat ponselnya terus menerus.


Nindy : “Chat dari siapa sih? Kayaknya seru banget” Lusy yang jadi menoleh pun heran melihatnya

__ADS_1


Laura : “Nggak kok gue lagi maen game nih lihat” sambil menunjukkan pada mereka yang sebenarnya di dalam game ada teman untuk chattingan juga


“Ohh” ucap mereka bersamaan karena mereka tak tertarik dengan game. Laura akhirnya harus tidur larut malam karena asyiknya main game. Esok hsri.


Lusy : “Gimana ra kaki lo, masih sakit nggak ? perlu gue panggilin dokter”


Laura : “Udah mendingan kok, nggak terlalu sakit, kalian mau makan apa?’


Nindy : “Apa ya? Terserah lo deh, lo mau masak ? kaki lo kan masih sakit”


Laura : “Iya gpp kok gue masakin, tapi kita beli bahan dulu didepan sana ada supermarket”


Lusy : “OKE tuan putri berangkat” kemudian mereka langsung berangkat untuk membeli bahan masakan”


Laura : “Kalian mau makan apa?”


Lusy : “Gue mau udang terserah loe apain, cumi goring crispy, terus rica ayam ceker”


Nindy : “Gila rakus banget sih jadi cewek, inget Laura kakinya sakit malah lo siksa suruh masak segitu banyak”


Laura : “Udah gpp nin, loe mau apa biarin sekalian beli”


Lusy : “Tuh dia aja gpp kok elo yang sewot”


Nindy : “Lo yang nggak tau diri, gue apa aja yang loe masak gue makan ra”


Laura : “Ya udah, kalian cari kesana buat bahan tadi ya, gue mau kesitu cari bahan buat brownies lumer lagi”


Lusy : “Asyikk, ada penutup nih, lo emang temen terbaik gue ra” senyumnya sambil mencubit pipi Laura


Nindy : “Udah ayo caro keburu siang tau"


Laura : “ Oke, kalau udah kita ketemu di kasir lagi”


Mereka berpisah, karena Laura lupa membawa keranjang belanja dia harus membawa belanjaanya dengan cara memeluknya agar bisa membawanya. Tapi saat berjalan menuju kasir sesorang menabraknya.


Brrukkk semua terjatuh berserakan… Laura sangat kesal kenapa sejak kemarin ia selalu di tabrak dan saat ia menoleh untuk melihat siapa pelakunya ia tambah geram.


Laura ; “LOE???”

__ADS_1


Maaf up telat karena author sedang sibuk kuliah hehe. siapa ya kira2 yang nabrak Laura ? yang tau coment yukk


__ADS_2