
"Frans akan datang pagi ini dan membicarakan tentang Arneta, ia sudah mengetahui siapa Arneta sebenarnya, dan kita harus tetap bersandiwara di depan Arteta."
"Aku jadi penasaran siapa Arneta itu."
Suara ketukan pintu dari luar kamar.
"Siapa?"
"Maaf Nyonya ada Tuan Frans dibawah."
"Frans sudah datang mas."
"Baiklah aku akan menemuinya." seru Delena pada pelayan nya.
Selesai berpakaian mereka berdua berjalan turun kebawah menuruni anak tangga berukir.
Delena dan Reno sudah berada dilantai dasar, mereka menuju keruang tamu, frans beranjak dari duduknya dan membungkuk saat Reno dan Delena sudah berada disana.
"Bagaimana hasil dari pencarian mu." ujar Reno duduk di samping frans di ikuti Delena.
"Aku beserta orang-orang ku sudah mendapat kan bukti walau belum seratus persen."
"Jadi menurutmu Arneta itu siapa?" Reno sudah tak sabar ingin mendapatkan penjelasan dari Frans yang selalu bisa diandalkan meskipun fisiknya sedang sakit.
Frans menarik nafas dalam-dalam "Ku harap Tuan dan Nyonya bisa bersabar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan setelah tahu siapa itu Arneta sebenarnya."
Delena menggenggam erat tangan Reno, tangannya sudah berkeringat dingin, sungguh ia takut apa yang ada dalam pikirannya akan menjadi kenyataan.
"Aku masih membutuhkan tes DNA untuk Arneta. Hanya itu satu satunya yang bisa menyakinkan kita kalau Arneta adalah...." frans menggantung ucapannya, menatap wajah Reno dan Delena yang terlihat tegang.
"Cepet katakan frans jangan buat aku penasaran!"
"Arneta adalah Nona Anjali!
"Apa?! Mata Reno membesar, ia begitu kaget "Jadi selama ini Robert telah mempermain ku?" awas kau Robert! ancam Reno menggertak kan giginya.
"Mas..? Delena menatap lekat wajah suaminya "Apa maksud Anjali datang kembali dan mengaku sebagai Arneta!"
Amarah Reno mereda, mencium.pucuk kepala istrinya "Kau tidak usah khawatir, aku tidak akan berpaling darimu."
"Sepertinya Tuan Robert tidak tahu Tuan?"
__ADS_1
"Kalau Robert saja tidak tau, lalu siapa wanita yang berada di Bali?"
"Justru itu yang masih aku selidiki, ada dua kemungkinan, wanita itu orang lain yang wajahnya di operasi persis seperti Nona Anjali, atau Nona Anjali memiliki saudra kembar."
"Tapi kenapa kita harus membuktikan dengan tes DNA kalau Arneta adalah Anjali!"
"Dengan tes DNA tuan bisa membuktikan sendiri, kalau Nona Anjali yang berada di Bali bukanlah asli."
Delena dan Reno saling bersitatap "Aku sendri yang akan ke Bali dan memastikannya sendiri, apakah Robert terlibat, bila ia terlibat akan aku hancurkan rumah sakit itu! seperti aku menghancurkan bar milik Thomas." seru Reno geram.
"Andai aku tidak berangkat ke Korea besok, aku yang akan pergi ke Bali."
"Tidak Frans, kau tetap harus berangkat ke Korea besok, aku tidak ingin melihatmu seperti ini lagi, kau tidak boleh menunda lagi karena aku sudah janjian dengan dokter Liang Lee untuk operasi kakimu secepatnya."
"Mas Reno benar frans, kau harus secepatnya berangkat besok, jangan pernah ditunda lagi, untuk masalah Arneta biar aku dan Mas Reno yang akan menyelesaikan sisanya."
"Aku yang akan pergi ke Bali, aku ingin tuntas kan masalah ini semuanya, aku yakin ada yang menggerakkan Anjali di belakang ku!"
"Kau benar Tuan, sepertinya ada yang sedang memanfaatkan Nona Anjali untuk melawan Tuan, mungkin saja Nona Anjali ada dendam pribadi karena Tuan sudah meninggalkannya."
"Jelas aku meninggalkannya karena aku sudah memiliki istri, tidak mungkin aku berkhianat!"
"Apa yang dikatakan Frans bener mas, kalau Anjali datang ingin balas dendam padamu dan juga ingin menghancurkan rumah tangga kita."
"Kulihat bukan hanya ingin menghancurkan rumah tangga Nona dan Tuan, tapi juga perusahaan Tuan, sepertinya Nona Anjali sudah mengacak-ngacak sistem perusahaan hingga ia berani melangkah terlalu jauh!
"Brengsek! akan aku hancurkan hari ini juga.
"Tenang saja Tuan, sistem kita terlalu kuat untuk dihancurkan, mereka tidak akan bisa masuk dan meretasnya. hanya sebagian kecil saja Nona Anjali ingin masuk kedalam system Mahesa grup, tapi aku sudah menguncinya dan orang-orang Tuan banyak yang ahli di bidangnya. Anjali tidak akan bisa meretas langsung sistem pertahanan kita."
"Aku percaya padamu Frans." menepuk pundak frans, Reno terlihat bangga dengan kecerdasan Frans.
"Tapi bagaimana mungkin Anjali bisa memakai nama Arneta, bahkan KTP dan ijasahnya atas nama Arneta." Delena masih tak percaya.
"Ini yang masih aku selidiki Nona, sepertinya nama dari ijazah itu pemilik asli yang berada di Bali, teka-teki ini belum terjawab semuanya. Maafkan aku Tuan, aku belum maksimal melakukan yang terbaik untuk mengetahui siapa Arneta yang sebenarnya, walau hampir delapan puluh persen semuanya mengarah pada Nona Anjali."
"Tidak frans, kau jangan berkata begitu, kau sudah melakukan yang terbaik untukku dan Mas Reno, aku sangat berterima kasih padamu." kata Dalena bangga.
"Jadi Apa selanjutnya harus kita lakukan agar Anjali tidak seenaknya di perusahaan kita Mas."
"Kau tetap tenang sayang, ini adalah urusanku, kau harus tetap percaya pada suamimu, aku tidak akan melewati batasan ku pada wanita manapun apalagi pada Anjali, aku yakin kita bisa menghadapinya bersama." mencium lembut kening Delena.
__ADS_1
"Iya Mas, aku tidak takut dengan siapapun selama kau selalu ada disamping ku, walau harus berhadapan dengan sepuluh Anjali sekalipun, yang aku takutkan Anjali membuat perangkap untukmu."
"Aku sedang berencana untuk buat perangkap untuknya, tidak semudah itu ia ingin membuat jebakan sayang."
"Apa Anjali lebih baik kita pecat saja?"
"Kalau menurutku jangan dulu Nona, kita akan sia sia bila mengeluarkannya sekarang, tinggal tunggu selangkah lagi baru Tuan dan Nona bisa buka kedoknya, setelah itu silakan lakukan apa yang tuan dan Nona inginkan, kita harus tau dulu siapa orang yang berada di belakang Nona Anjali."
"Kau benar Frans, aku dan istriku akan berpura pura tidak tau kalau Arneta adalah Anjali, dan kau sayang..ambillah rambut Anjali untuk tes DNA, supaya lebih akurat dan kita benar-benar yakin kalau Arneta adalah Anjali yang asli."
"Iya Mas!" Delena mengangguk setuju.
"Baiklah Tuan, kalau begitu aku izin pulang dulu karena harus membereskan segala sesuatu untuk berangkat besok."
Sebelum frans pergi Reno berbicara kembali. "Frans, aku sebagai kaka dari fanny minta maaf, belum bisa maksimal membantumu untuk menyatukan kau dan Fanny, tapi aku berharap setelah kau kembali dari Korea, secepatnya kau bisa menikahi Fanni walau aku tahu Justin sudah datang, tapi aku tetap berharap kaulah jodoh untuk adikku."
"Terima kasih banyak Tuan, atas kepercayaan Tuan padaku, besok aku akan pergi, jaga nona Fanny untuk ku"
Reno dan Frans saling berangkulan, mata keduanya sudah berembun, sebenarnya Reno terasa berat bila Frans harus pergi, tapi ia tidak mau egois semua demi kebaikan Frans.
"Frans!" Delena mendekat "Percaya lah dengan takdir, bila Fanny adalah jodohmu pasti kalian akan bersama."
"Iya Nona."
"Jaga dirimu baik-baik di Korea, aku akan menjaga fanny untuk mu." ujar Delena tersenyum lebar.
Setelah berpamitan frans pergi meninggalkan kediaman Reno.
"Mas! kedua tangan Delena mengalungkan ke leher Reno "Mulai hari ini aku yang akan menggantikan posisi Frans."
Reno merangkul pinggang istrinya "Tentu saja sayang, sekarang kita berdua akan menghadapi rintangan bersama-sama."
Mereka tersenyum bersama, dan dua bibir itu saling berciuman di saksikan mentari pagi yang bersinar terang.
'
'
'
'
__ADS_1
'
Bersambung 😍