
Reno tidak tinggal diam. CEO tampan berjiwa iblis bila menghadapi musuhnya, langsung menembak ban mobil Justin walau dari jarak jauh sekali pun.
"DOORR!
"DOORR!
Tembakan tepat mengenai sasaran. Dua tembakan sekaligus mengenai ban depan dan belakang. seketika mobil yang di kendarai Justin oleng dan menabrak trotoar.
"BRAKKK!
Reno berlari cepat kearah mobil Justin, di ikuti polisi yang sudah bergerak.
Membuka kasar pintu mobil Justin. Reno menarik tubuhnya keluar dari mobil dan membanting ke aspal. Menduduki tubuhnya dan menghantam tinju ke wajahnya bertubi-tubi. Darah segar keluar dari mulut dan hidungnya.
"Tuan Reno, sudah dia sudah tak berdaya."
Polisi dengan sigap menghentikan tindakan Reno yang diluar batas.
"Bila Tuan terus memukulinya, dia akan mati dan Tuan bisa masuk bui."
Reno menghentikan pukulannya dengan nafas tersengal sengal.
"Dia pantas mendapatkan nya, Karena ulahnya Frans dan Fanny hampir mati di hutan! beruntung kaki tangannya si bandit itu mati tertembak." ujar Reno geram.
"Angkat penjahat itu, dan masukkan kedalam mobil." perintah komandan polisi pada bawahannya.
Beberapa orang polisi mengangkat tubuh Justin yang sudah tak berdaya kedalam mobil, dengan pakaian sudah di penuhin darah.
"Tuan Reno, Terima kasih. Anda sudah membantu kami dalam menumpas kejahatan."
"Sama-sama Pak, Aku berharap hukuman yang setimpal buat mereka."
"Kalau begitu kami permisi dulu."
komandan Polisi berjabat tangan dengan Reno. Lalu pergi bersama anak buahnya meninggalkan lokasi.
"Bos!"
Barak dan boy berlari kecil kearah Reno.
"Maaf, kami datang terlambat." ujar Boy menyesal
"Bagaimana dengan Justin? tanya barak.
"Justin sudah tertangkap. Dia baru saja pergi dibawa ke kantor polisi."
"Syukurlah kalau sudah tertangkap, semoga tidak ada lagi bibit Justin berkeliaran."
"Baiklah kalau begitu kita pulang."
"Kalian langsung pulang ke markas saja. Aku bawa mobil sendiri."
"Oke, Bos!
"Reno masuk kedalam mobil. kebetulan ia membawa mobil sendiri. Di pertigaan mobil mereka berpisah. Reno terus melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota.
Terdengar suara ponsel berdering.
"Robert? untuk apa malam malam menelpon ku!
Reno memakai earphone dan mulai menekan tombol hijau.
"Hallo bro!
"Ren jemput aku di bandara."
"Apa?
Ciiiiiiiitttttttt.... mobil berhenti tiba-tiba.
"Apa maksud mu, Bert? kau bercanda?
"Siapa yang becanda? aku sudah di depan lobby Bandara."
"Bedebah! kau selalu saja merepotkan. Aku baru keluar dari bandara, untung belum masuk tol! kau tunggu dua puluh menit."
'Oke!
Reno memutar mobilnya dan kembali menuju bandara. Dua puluh menit kemudian ia sampai di sebrang Lobby bandara. Reno melambaikan tangannya dari depan mobil. sambil mengirim pesan.
Robert berjalan kearah mobil Reno. mereka saling berangkulan.
"Kenapa mendadak? lihat sudah jam sebelas."
__ADS_1
"Jam berapa dari Bali."
"Jam delapan."
"Ayo masuk!
Robert duduk di samping Reno. Mobil kembali pergi meninggalkan bandara.
"Tumben kau mendadak datang, biasanya memberikan kabar dulu."
"Aku harus bicara denganmu sekarang." Robert terlihat gusar dan tidak tenang.
"Bicaralah, aku mendengarkan mu!
"Tapi masalahnya rumah sakit kita akan di tutup!
"Apa? siapa yang ingin menutupnya."
"Kelurga Anjali!
"Ciiiiiiiitttttttt... Reno rem mendadak.
"Maksud mu, apa? menoleh Robert yang terlihat pucat.
"Ayah Anjali menuntut Kau Ren? karena Anjali tidak pernah kembali, ia membayar detektif untuk menjerat mu dan menyelidiki hilangnya Anjali."
"Ya Tuhan aku lupa. Anjali masih berada di rumah sakit. Tapi aku tidak tahu kondisinya sekarang. Besok kita bisa menemuinya ke rumah sakit dan kembalikan Anjali pada kelurganya.
"Semudah itu kau ingin kembalikan Anjali?
"Aku harus bagaimana lagi? kau pikir aku harus kembali padanya? sangat tidak mungkin!
"Aku mengerti Reno, Tapi kau harus bisa menghadapi keluarga Anjali, sepertinya Ayah Anjali orang berpengaruh."
"Aku sudah tidak peduli! Reno terus melajukan mobilnya kembali. Satu jam kemudian mobil berhenti didepan gerbang pintu. Satpam membuka pintu gerbang dan mobil terparkir di depan teras.
"Wow, ini rumah atau istana? Robert berdecak kagum dan turun dari mobil.
"Mari masuk."
Robert mengikuti langkah Reno.
Mendengar suara deru mobil Delena sudah berdiri di depan pintu. Senyuman manis tersungging di bibirnya.
Reno memeluk Delena erat, Karena sudah sudah hampir tiga hari ia tidak pulang kerumah, pasca dari pencarian frans dan Fanny.
"Mas, syukurlah kau pulang dengan selamat. Tidak ada yang terluka kan? Delena meraba seluruh tubuh suaminya, mencari luka yang mungkin saja Reno tidak mau cerita karena ia tidak ingin khawatir. Melihat sikap istrinya yang super protektif, Reno terkekeh.
"Tidak ada luka sayang..." mencium kening istrinya.
"Ehemm....
Mereka menoleh pada Pria tampan di belakang Reno, yang sejak tadi melihat kemesraan suami istri itu, jiwa jomblo nya meronta-ronta.
"Ya Tuhan, kapan aku bisa seperti mereka? gumam Robert pelan.
"Dokter Robert? Delena baru menyadari kehadiran Robert.
"Hallo Delena, apa kabarmu. kau terlihat segar dan makin cantik." puji Robert tersenyum lebar.
"Singkirkan pujian mu itu didepan ku! Dia itu Cinta ku." merangkul pinggang Delena, seakan ingin menunjukkan kalau dia adalah milikku.
Robert tergelak "Ternyata Tuan Reno bisa cemburu juga."
"Sayang siapkan kamar tamu, Robert harus istirahat sekrang."
"Baik Mas, aku akan suruh bibi bereskan kamar tamu. Aku akan buatkan kopi untuk kalian."
Setelah pelayan membersihkan kamar tamu, Robert beristirahat. Sebelum Reno masuk kedalam kamarnya ia mengobrol sebentar dengan Robert sambil menghabiskan kopi masing-masing. Sejam kemudian mereka selesai mengobrol Karena jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
*****
Pagi itu Helena sudah berada di ruangan makan, menaruh hidangan diatas meja. Delena dan Reno baru turun dari lift. Delena mengambil Zevana dari gendongan baby sitter. begitu juga dengan Reno menggendong Zevano.
Mereka menuju ruangan keluarga, melihat Robert sedang membaca surat kabar di temani secangkir kopi.
"Haiii... Zevano, Zevana. Wah anak kalian tampan dan cantik."
"Cepatlah menikah! kau ingin menjomblo seumur hidup? sindir Reno.
"Inilah yang sedang aku pikirkan. Tapi belum ada satu wanitapun yang nyangkut di hati. Oiya dimana sekarang Davina?
Reno dan Delena saling bersitatap
__ADS_1
"Davina sedang berada di rumah sakit, dan aku belum tahu kondisi kak Davin sampai sekarang."
"Boleh aku menjenguk nya? tanya Robert serius.
Delena menoleh pada Reno. meminta persetujuannya.
"Baiklah, Setelah menemui Anjali kita menjenguk Davina ke rumah sakit Papa, kebetulan Frans dan Fany dirawat di sana juga.
"Frans dan fanny berada di rumah sakit?
"Ia korban penculikan! Reno akhirnya bercerita kronologis penculikan Frans dan Fanny.
"Syukurlah, akhirnya mereka semua selamat."
Helena masuk kedalam ruangan keluarga, mempersilakan semua untuk makan bersama. Selesai makan Reno, Delena dan Robert mengunjungi rumah sakit, untuk menemui Anjali.
Satu jam setengah perjalanan mereka sampai di rumah sakit, tempat Anjali di rawat. Reno bertanya pada suster penjaga tempat di rawatnya Anjali. Reno hanya menyuruh dua orang bodyguard untuk memantau Anjali.
"Ini ruangannya, Anyelir 3 ?"
"Ceklek
"Anjali? Delena mengedarkan pandangannya, tapi tidak melihat Anjali di ruangan itu.
"Dimana Anjali?
"Anjali tidak ada? tanya Reno dan Robert.
"Dimana dua bodyguard mu Mas? kenapa mereka tidak ada disini?
"Aku akan mencoba menghubunginya."
Tak lama Seorang Suster datang, sedang mendorong Anjali diatas kursi roda.
"Anjali! Delena berjalan mendekat.
"Delena?! Anjali terkejut melihat kedatangan Delena bersama Reno dan Robert. "Kau datang mengunjungi ku? tanyanya dengan mata berembun.
"Iya Anjali, aku bersamanya Mas Reno dan Robert."
"Kalau begitu aku bawa masuk dulu Pasien nya." ujar suster, dan mendorong kursi Anjali masuk kedalam ruangan.
Setelah Anjali dipindahkan ke ranjang. Delena mendekat. "Bagaimana kabarmu Anjali? kau baik-baik saja bukan?
"Delena, terima kasih kau mau datang mengunjungi ku." menyentuh tangan Delena "Ku pikir kau sangat membenciku atas perbuatan jahatku padamu. Ma'afkan aku Delena."
"Anjali, aku sudah memaafkan mu, maaf baru bisa mengunjungi mu sekarang. selama tiga bulan ini, begitu banyak permasalahan dalam keluarga ku, masalah datang beruntun."
"Ma'afkan aku sudah banyak menyusahkan mu dan Reno. Aku pantas dihukum." Anjali tertunduk dengan tetesan airmata.
"Tidak Anjali, aku tidak akan membalas mu. kau sudah sadar dan tidak mengulangi kesalahan yang lalu, aku sudah sangat bersyukur."
"Terimakasih Delena," Anjali memeluk Delena "Aku tidak bisa sebaik dan setulus dirimu, Reno pantas mendapatkan cintamu."
Melepas pelukannya "Jaga suamimu, jangan biarkan Reno berpaling darimu Delena."
"Itu pasti, kami tidak akan pernah berpisah, kecuali maut yang memisahkan."
"Anjali! Robert berjalan mendekat "Keluarga mu mencarimu di Bali, mereka ingin menghancurkan Rumah sakit milikku dan Reno di Bali. kuharap kau bisa ikut denganku kesana. kedua orang tuamu berada di Bali.
Anjali terdiam dan ia menangis sesenggukan. "Aku malu bertemu dengan keluarga ku, aku sudah gagal dan banyak kecewakan kedua orang tua ku."
"Anjali! Reno berdiri di samping Delena duduk "Kau tidak usah berkecil hati, keluarga adalah segalanya. mereka pasti akan menerimamu. Kembalilah pada keluarga mu, kasihan mereka mencari mu sejak lama. Aku minta maaf sudah banyak kecewakan mu."
"Tidak Reno, kau tidak pernah salah, aku yang egois telah banyak berbuat salah dengan kalian. kini aku sadar dan sudah mendapatkan karma atas dosa dosa ku. Baiklah aku akan pulang dan menemui keluarga ku di Bali."
Semua bernafas lega mendengar ucapan Anjali.
"Baiklah, Besok kau akan diantar mengunakan pesawat ku." kata Reno.
Selesai berbincang mereka bertiga meninggalkan ruangan Anjali. kini mereka pergi menuju rumah sakit milik Ramon untuk mengunjungi Davina.
'
'
'
@Bersambung.......
(Banyak yang bertanya apakah Erland alias Justin selingkuhan Davina waktu kabur saat ingin menikah dengan Reno? jawab nya bukan! hanya kebetulan nama nya saja yang sama)
Author kasih bocoran ya.
__ADS_1
Beberapa episode season 2 akan tamat. karena begitu banyak reader yang ingin lanjut. Insyaallah Akan berlanjut ke season 3 tetap di novel ini tidak pindah lapak 😄 menceritakan kisah anak-anak kembar Reno dan Delena. Zevano dan Zevana. yang sudah tumbuh remaja. kisah yang tidak kalah seru dari season 1 dan 2. yuk ikuti kelanjutannya.😍