
"Dimana anak kembarku, aku ingin melihatnya mas,,?!
Reno menoleh pada helena, Reno mengangguk setuju untuk membawa anak kembarnya ke hadapan Delena.
Helena berjalan meninggalkan ruangan tamu menuju kamar si kembar, dan Kembali lagi bersama si kembar Devano dan Denisa.
"Ini kedua anak mu sayang,,?! helena memberikan kedua cucunya pada Delena dan Reno.
"Anak ku sudah sebesar ini,,?! Delena mengeryitkan dahinya dan menatap bergantian kedua anak kembarnya.
"Ceritakan semua nya sekarang tuan, biar Nona tidak bingung dan bertanya-tanya terus" kata Dokter faris.
"Baiklah,,,"
Dengan tenang dan penuh bahagia, Reno mulai menceritakan semua yang sudah terjadi pada Delena.
"Sayang,, saat kau jatuh dari tangga, aku dan mama berada di ruangan kerja ku, suara teriakan mu mengagetkan aku dan mama, saat aku datang kau sudah berada di bawah lantai, aku membawa mu Kerumh sakit, dan kau mngalami koma panjnng"
"Apa,,,? aku koma,,?!
"Padahal besoknya aku harus berangkat ke Itali untuk peresmian kapal pesiar, tapi dengan kondisi kau seperti itu, mana mungkin aku meninggalkan mu, frans lah yang berangkat mengganti kan posisi ku"
"Lalu bagaimana dengan peresmian itu? berjalan lancarkan, aku senang akhirnya kau bisa mencapai tujuan mu mas"
'Tidak sayang, ada sabotase di dalam kapal itu, kapal pesiar itu meledak"
"Apa,,?! Nadine terperanjat kaget, kenapa bisa terjadi mas, lalu bagaimana dengan frans? apa dia selamat,,?!
"Frans sempat menghilang selama lima bulan dan membuat aku frustasi, ku pikir dia sudah pergi untuk selamanya, ternyata ia datang kembali ke kantor ku, tapi sayang keadaan nya sangat memprihatikan"
"Ada apa dengan frans mas"
Reno tertunduk sedih "Kaki kanan nya cacat setelah peledakan itu"
"Apa,,,?! butiran bening sudah menetes dari sudut mata Delena.
"Dena, Devano dan Denisa biar ibu dan suster yang gendong dulu, mau diberikan susu"
Delena mengangguk, Devano dan Denisa di ambil oleh helena dan suster, untung bayi kembar itu sangat anteng ia tidak rewel, Nadine menangis terisak saat Reno bercerita.
"Sudah sayang jangan menangis lagi"
"Mas,, Frans adalah penyelamat hidup mu, andai aku tidak jatuh saat itu, sudah pasti kau akan pergi ke itali dan kau belum tentu ada bersma ku disini" hiks,, hiks,, hiks,, hiks,, tangisan Delena semakin dalam, ia memeluk Reno erat.
"Semua yang terjadi sudah kehendak Tuhan, kita tidak boleh menyesalinya"
"Lalu bagaimana aku bisa melahirkan si kembar sementara aku sedang dalam keadaan koma"
"Aku menanti kau bangun dari tidur panjang mu, selama dua bulan kau tidak menunjukkan apapun, bahkan cairan infus untuk makanan mu sudah tidak bisa masuk kedalam tubuh mu, khawatir dengan kondisi anak kita yang pergerakan nya semakin lemah, akhirnya aku memutuskan untuk operasi sesar, dan ternyata kita memiliki dua anak kembar"
Delena menatap dua anak kembar nya yang sedang menyusu dengan botol, ia berjalan kearah Devano dan Denisa lalu menciumi nya bergantian.
"Maafkan mama sayang, kau besar tanpa kasih sayang ku sebagai seorang ibu"
"Dena kau jangan merasa bersalah seperti itu, semua sudah takdir yang diatur oleh Allah" kata helena prihatin.
"Lalu bagaimana bisa aku melupakan anakku hingga sampai seumur satu tahun ini"
__ADS_1
"Kau koma sangat lama sayang, hampir satu tahun, saat keajaiban itu datang kau terbangun dari koma, tapi kau tidak mengenal diriku dan kedua anakmu, beruntung kau masih mengenal ibu kandung mu"
"Maafkan aku Mas,," hiks,, hiks,, hiks,,
"Kau tidak salah sayang,,," Reno mengusap lembut airmata Delena "Tapi kini kau telah kembali lagi, bukan hanya kau, tapi aku sudah menemukan ibumu kembali, seperti janji ku padamu, dan kini kita bisa berkumpul semua"
"Terima kasih banyak mas, kau adalah suami terbaik yang dikirim Tuhan untuk ku"
Semua yang berada di ruangan ikut menagis haru, kekuatan cinta telah membawa mereka dalam kebahagiaan.
"Jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang, aku tidak bisa hidup tanpa mu"
"Tidak akan pernah lagi mas" hiks,, hiks,, hiks,,
"Selamat Nona Delena, akhirnya kau bisa kembali lagi, dan ingatan mu sudah normal kembali, aku ikut senang" kata Dr faris, bernafas lega.
"Oh iya sayang,, kenalkan ini Dokter Faris, dia yang selama ini mengobati mu, selama kau koma dan hilang ingatan"
"Terima kasih Dr Faris" Delena tersenyum ramah
"Sama sama Nona"
"Dan dua orang Suster ini yang menjaga mu, saatkau dalam kondisi koma juga"
"Terima kasih suster"
"Semoga pak Dokter dan Suster selalu diberi kesehatan dan keberkahan"
"Dena,, kau baru saja habis jatuh, lebih baik kau Istirahat dikamar, biar Devano dan Denis ibu yang jaga, mereka harus tidur siang"
"Ya sudah, kalau begitu aku mau fitness dulu diatas, kalau ada perlu apa apa kabarin aku, ohya nanti aku akan beri resep buat vitamin Nona"
"kami berdua juga permisi dulu Nona, tuan"
Semua orang sudah meninggalkan ruangan tamu, kini tinggal Reno dan Delena berdua yang masih berada diruangn tamu.
"Mas,, rumah siapakah ini, rumah ini seperti istana, aku seperti berada di negri dongeng" tanya Delena, matanya berputar kesana-kemari mengelilingi setiap sudut ruangan itu.
"Kau pikir rumah siapa,,?
Delena menggeleng kan kepala.
"Ini adalah istana mu sayang,,,?!
"Apa,,,?! Delena tercengang, bibirnya menganga lebar, seakan tak percaya,
"Apa kau bercanda mas"
Reno tergelak, meraih kedua tangan istrinya dan mencium nya lembut "Dulu aku pernah berjanji akan mewujudkan impian mu, dan pindah kerumah baru kita, dan inilah istana yang aku janjikan padamu"
"Terima kasih Mas,," Delena memeluk Reno "Aku nggak menyangka kau bisa mewujudkan semua impian ku"
"Nanti sore kita akan berjalan jalan ke danau bersama si kembar, danau buatan itu aku buat seperti aslinya"
"Iya mas" Nadine tersenyum sumringah
"Sayang,, sekarang kita istrahat dikamar kita"
__ADS_1
"Kamar kita,,? tanya Delena malu malu.
"Jangan bilang kau amnesia lagi yank?"
"Hmmm,, bukan begitu, maksud ku, apa boleh aku istrahat di kamar ibu?!
"Nggak boleh" Reno lngsung mengangkat tubuh istrinya dan berjalan menaiki anak tangga yang berukir
"Mas turunkan, pasti banyak yang melihat kita, aku malu, aku bisa jalan sendiri"
"Ini rumah kita, tidak ada orang yang berani melarang kita, untuk apa kau malu, kau adalah ratu ku, sudah diam" Reno terus berjalan menuju ruangan kamar tidur nya.
"Mas gak cape gendong aku naik tangga"
"Aku masih kuat yank, mau bukti,,?!
"Apaan sih mas, aku tanya apa? kau jawab apa? ucap Deelena kesal, yang di sambut senyuman licik oleh Reno.
Reno membuka pintu kamar, dan masuk kedalam kamar tidurnya, Delena tercengang melihat kemewahan kamar tidur miliknya.
"Mas, ini kamar tidur siapa,,?
"kenapa pertanyaan mu seperti anak kecil? tentu saja kamar kita berdua" Reno menaruh tubuh istrinya diatas ranjang.
"Mas,, kamar ini sangat mewah, kamar kita di apartemen sederhana juga nyaman, kamar ini begitu banyak arsitektur nya"
"Aku sengaja membuat desain nya bergaya Eropa, agar suasananya tidak membosankan"
"Ayo sekarang istrahatlah, aku menemani mu disini"
Delena membaringkan tubuhnya dengan perasaan canggung, Reno tidur disamping istrinya dan memiringkan tubuhnya menghadap Delena
"Yank,, miringkan tubuh mu, tidak sopan tidur seperti mayat" gerutu Reno, karena tidak mau berdebat Delena memiringkan tubuhnya berhadapan dengan Reno, kita kedua saling bersitatap, Reno menaruh saru tangan nya ke pinggang Delena.
"Mas kangen bnget yank, setahun mas tidur sendiri tanpa kamu di sisi mas"
"Maafkan aku mas,,,," ucap delena merasa bersalah.
"Kau tidak salah yank" Reno mencium kening istrinya dan___
"Mas,, jangan sekarang ya, beri aku waktu"
Reno tersenyum "Ya sudah tidurlah"
Delena memejamkan matanya perlahan, Reno menatap wajah istrinya, dan mengelus kepala nya penuh kasih sayang, hingga akhirnya ia pun tertidur pulas bersama Delena.
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
@BERSAMBUNG
@Untuk Apresiasi karya Author, jangan lupa untuk LIKE setelah membaca, beri Author hadiah VOTE/GIFT, Rate bintang 5, sertakan juga komentar positif nya