ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
S.2 Pencarian Calista


__ADS_3

Saat ingin melajukan mobil, ponsel Frans berdering. ia merogoh ponsel di dalam saku celana, tertera nama fanny.


"Hallo, sayang....!!


"Mas! Callista tidak ada di sekolahnya! seru fanny.


"Apa....?? Frans terkejut dan menjatuhkan ponselnya.


"Ada apa Frans! Reno terlihat gusar dan melihat wajah Frans yang syok. Reno mengambil ponselnya yang terjatuh ke bawah. Disana masih terdengar suara Fany yang histeris.


"Frans! kau tidak becus mengurus Calista. Kenapa ini harus terjadi! pasti kau penyebabnya! suara fanny terisak dengan nafas tersengal terdengar jelas di telpon.


"Fanny! ini kak Reno. Sudah kau tidak usah marah-marah, kakak dan Frans akan datang ke sekolah Calista."


"Bagaimana aku tidak marah dan kesal pada Frans kak! dia selingkuh dengan sekertaris bodoh itu di belakang ku! Frans lebih memilih wanita itu daripada aku! kurang apa aku padanya Kak!!


"Fanny......!!


Fanny terus meradang dan teriak-teriak.


"Fanny....! Dengarkan kakak bicara! Reno membentak Fanny dari ujung telepon.


Fanny terdiam hanya nafasnya saja yang terdengar kasar. "Fan, sabar ya. Semua akan ada penjelasannya nanti, Frans juga syok disini. Sekarang kakak dan frans akan langsung kesana, tunggu kakak datang."


Terdengar suara isakan tangis fanny tanpa ada suara Fanny yang memaki. "Fanny! kau dengar kakak kan! kakak matikan telponnya ya." tidak ada jawaban, Reno mematikan sepihak.


Reno menoleh pada Frans yang sedang mengusap airmata dengan punggung tangannya. "Frans! biar kakak yang nyetir, aku khawatir ada apa-apa dijalan, apalagi dengan kondisi kau tertekan begini."


Reno keluar dari mobil dan Frans menggeser tubuhnya kesamping. Reno sudah berada didepan kemudi, ia melajukan mobilnya dengan cepat, membelah jalanan perkampungan di area pabrik gula. Hening, tidak ada satupun ucapan yang keluar dari bibir Frans. Reno sangat paham dengan kondisi adik iparnya, ia hanya fokus dan terus menyetir.


Satu jam sudah berlalu, Reno melirik Frans yang masih bergeming dengan tatapan nyelayang kedepan jalanan. Entah apa yang sedang Frans pikirkan, sudah pasti dengan kehilangannya Calista akan membuat Fanny meradang, apalagi bukti foto-foto itu sudah berada ditangan Fanny.


"Frans, are you okay?" Reno membuyarkan lamunannya.


Frans menoleh "Iya kak!


"Kau jangan dengarkan kata-kata fanny. ia juga syok dan kaget, karena anak kandungnya hilang. Adik ku itu dari dulu belum berubah, kalau sudah emosi susah di tenangin."


"Selama berumah tangga dengan fanny, kami tidak pernah ada masalah apalagi sampai ribut besar kak, sebisa mungkin aku banyak mengalah dan memberikan kenyamanan di keluarga kecil ku. Tapi sekarang? kenapa cobaan datang secara beruntun."


"Semua orang hidup pasti diberi ujian Frans, kau lihat aku, berbagai ujian dan cobaan sudah aku dan Delena hadapi. Bagaimana istriku yang sabar dan ikhlas menerima ini, apalagi kita bukan orang biasa yang selalu hidup dengan ketenangan. Tuhan menakdirkannya kita di posisi sekarang, karena kita mampu menjalaninya. Memiliki harta dan kedudukan tinggi tidak semua orang miliki, bahkan banyak orang yang iri, dan taruhannya adalah diri kita sendiri dan keluarga. Percayalah, Tuhan tidak akan memberi ujian diluar batas kemampuan umatnya. Hadapi ujian ini dengan ikhlas. Tuhan pun tidak salah menjodohkan kau dengan adikku fanny yang keras kepala, karena sebuah perbedaan akan menyatukannya dua insan dengan watak yang berbeda. Akupun sama keras kepala dan egois. Namun istriku bisa meredam emosi ku dengan kelembutan dan kasih sayangnya. Sebaliknya kaupun begitu, kau bisa melembutkan hati fanny yang keras. karena Allah tidak memberikan manusia itu kesempurnaan, Namun memberikan pasangan hidup yang saling memberi dan menerima." tutur Reno bijak.


"Terima kasih Kak atas nasihatnya, Aku banyak belajar dari rumah tangga kakak yang harmonis dan bahagia. Kak Reno dan kak Dena selalu bisa keluar dari sebuah masalah dan ujian, seberat apapun ujian itu. Kakak adalah panutan buatku, semoga aku dan Fanny bisa menjalani proses hidup ini sampai tua."


"Aamiin.....!


Mobil sudah memasuki kompleks area sekolah Calista. Dari kejauhan banyak kerumunan di depan pintu gerbang sekolah. Reno menepikan mobilnya di sebrang sekolah. Sebelum mereka berdua turun, Reno memperingati.


"Frans hadapi masalah ini dengan tenang!


"Bagaimana kalau fanny marah dan memaki di depan mereka!


'Kakak yang akan menenangkan nya. Ayo kita turun."


Mereka berdua turun dari mobil, Frans berjalan cepat dan mencari keberadaan istrinya.


"Ma'af Bu, dimana istri saya? tanya Frans pada kerumunan disana yang ternyata para guru dan siswa.


"Tuan, ayahnya Calista?


"Iya!


"Ada diruangan guru, Tuan!


Melihat kedatangan Reno, semua orang terkejut, sebab sekolah elite itu banyak di fasilitasi kelurga Mahesa. Semua guru yang berada di sana menganggukkan kepala memberi hormat.


"Selamat siang Tuan Reno, terimakasihnya atas kunjungan anda ke sekolah kami." ujar seorang guru, Reno hanya tersenyum tipis seraya berjalan masuk kedalam sekolah mengikuti langkah Frans.


Di ruangan kepala sekolah Fanny duduk di sofa, dan di temani beberapa guru sedang berbincang. Frans mengetuk pintu yang terbuka. Semua menoleh padanya.


"Tuan Frans! silakan masuk! sapa seorang guru sopan. Disusul Reno ikut masuk.

__ADS_1


Fanny menatap sinis suaminya, ditatap seperti itu Frans merasa bersalah. Fany membuang wajahnya kesamping.


"Tuan Reno...! pekik semua guru. Seorang kepala sekolah yang masih berada disana berjalan menghampiri dan berjabat tangan pada Reno dan Frans.


"Selamat siang Tuan, nggak nyangka sekolah kami akan kedatangan orang terhormat." ujar kepala sekolah.


"Jangan berlebihan, aku juga manusia sama seperti kalian. Jangan suka mendewakan manusia."


"Hehehehe... mari silahkan duduk tuan."


Mereka membuka obrolan. Tentang kejadian hilangnya Calista. Semua guru merasa bersalah dan bertanggung jawab, Untung saja Reno tidak menuntut sekolahan dan para guru, bisa-bisa sekolah itu akan Reno tutup. Namun urung Reno lakukan, sebab masih banyak anak-anak sekolah yang butuh belajar.


"Kami sebagai kepala sekolah dan guru mohon maaf yang sebesar-besarnya, pada keluarga Mahesa, Pihak sekolah sudah melaporkan kejadian ini pada kepolisian."


"Bagaimana ini bisa terjadi, apa ada jejak atau cctv? tanya Reno.


"Cctv ada Tuan dan yang melihat kejadian itu, kang Ardi penjaga sekolah."


"Panggilkan kemaril!


"Baik Tuan!


Penjaga sekolah sudah di hadirkan dan menjelaskan semuanya.


"Tadi Non Calista menunggu di depan gerbang. Saya menyuruh tunggu di dalam, tak lama ada mobil sedan berwarna merah, yang saya pikir itu mobil ibunya. Sempat saya lihat Non Calista berbincang dengan seorang wanita dan masuk kedalam mobil."


"Maaf Tuan, untuk melihat cctv nya kita harus kelantai tiga, disana ada layar monitor nya.


Reno hanya mengangguk dan mereka menuju lantai tiga. Petugas sekolah membuka layar cctv beberapa jam yang lalu. Terlihat Seorang wanita sedang berbincang dengan Calista.


"Coba di zoom wajah wanita itu! perintah Reno.


Saat wajah itu di Zoom Reno dan frans saling bersitatap.


"Apa Tuan kenal wanita itu? tanya kepala sekolah "Atau mungkin kerabat Nyonya fanny?


"Saya tidak mengenal wanita itu! ucap Reno ragu.


"Berapa nomor polisi nya"


Petugas itu mulai zoom nomor mobil. "Maaf Tuan, mobil ini menyamping, jadi sulit bagi kami untuk melihat nomornya.


"Hanya Vano yang bisa melihat nomor itu, ia bahkan bisa menemukan nomor yang tersembunyi." ujar Frans.


Reno mengerutkan keningnya "Vano!


"Iya kak! Vano itu memiliki kecerdasan diatas rata-rata dan ia bisa memecahkannya kode apapun, Sepertinya kita butuh bantuan Vano."


Terlihat wajah kaget Reno, ia merasa selama ini bodoh Kenapa tidak pernah tahu kecerdasan anak kandungnya sendiri, justru orang lain yang lebih mengetahuinya.


"Kalau begitu hubungi Vano!


Frans menghubungi Vano dan meminta untuk ke sekolahan Calista.


"Apa om? Calista hilang!


"Cepatlah datang ke sekolah Calista, Om sangat membutuhkan mu, untuk melihat nomor mobil si penculik, disini tidak bisa di lihat karena posisi mobil menyamping."


"Baiklah Om, aku akan segera kesana!


Setengah jam kemudian, Vano datang dan menuju ruangan cctv lantai tiga.


"Om Frans! seru Vano saat sudah sampai ruangan.


"Daddy..? Vano kaget dan ia mencium punggung tangan Reno.


"Kau kesini dengan Vana?


"Tidak Dad, aku naik motor dengan Dev, biar cepat sampai sekolah. Vana sudah pulang."


"Vano cepat kau bantu pecahkan masalah Om!

__ADS_1


"Oke Om! Vano duduk di depan layar dan terus mengutak-atik keyboard komputer. Memutar gambar mobil yang menyamping bisa bergeser agar bisa terlihat nomor polisinya. Di bantu Dev yang juga pintar, mereka berdua berdebat dan saling memberi masukan.


"Dapat! nomornya sudah terlihat dan bisa terlacak! seru Vano.


Reno, Frans, Fany dan semua guru bernafas lega. Reno meminta nomor itu dan mulai menghubungi orang-orangnya untuk mencari.


"Ayo sekarang kita juga harus mencari! perintah Reno. Mereka semua berpamitan pada para guru. Reno, Frans dan Fanny masuk kedalam mobil Reno, sementara mobil Fanny dititip di sekolah, nanti anak buah Frans yang akan mengambilnya.


"Dad! aku ikut kalian, Calista itu adik ku, vano ikut bertanggung jawab."


"Bagaimana dengan teman mu?


"Dev bisa pulang sendiri!


"Baiklah!


"Dev, aku ikut mencari adikku, kau pulang saja. Terima kasih ya."


"Oke, sampai bertemu besok!


Vano masuk kedalam mobil, setelah Dev pamitan dengan Reno dan Frans. Mereka meninggalkan sekolahan Calista.


Didalam mobil, Reno meminta Vano untuk melacak nomor polisi mobil itu. Vano mengambil laptop dari dalam tasnya dan mulai melacak alamat itu melalui nomor polisi.


Lima belas menit kemudian.


"Bagaimana Van! sudah kau dapatkan alamatnya."


"Dad! nomor ini palsu!


"What! semua terkejut.


"Calista!!! Hiks...


Fanny tiba-tiba menjerit dan meraung. Semua ini gara-gara mu, Frans! teriak fanny sudah tidak bisa mengontrol emosinya. "Beraninya kau selingkuh di belakang ku!


"Itu tidak benar sayang, aku sedang di peras seseorang dengan gambar-gambar itu!


"Dasar buaya! bisanya mengelak, sudah tahu ada buktinya masih juga berkelit!


"Yang dikatakannya Frans itu benar Fan! jangan terus-terusan menyalahkan Frans! Sekarang bagaimana caranya kita bisa menemukan Calista! jangan saling melempar kesalahan, ini ujian buat kalian berdua!


"Hiks.. hiks.. Calista...!!


Vano mendekatkan duduknya "Tante yang sabar ya, tenang kan hati Tante, kita semua sedang berusaha mencari keberadaan Calista."


Fanny hanya terdiam sambil terus menangis.


"Kak! kita harus bagaimana? Frans terlihat frustasi.


"Kita datangin rumah Anita!


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


@Pasti kalian bingung ya, kemaren ada tiga bab yang terkirim. Itu kesalahan dari Mt nya, karena sistemnya sedang eror. Kalau Author tidak bisa ngirim naskah berkali-kali.


@Yuk kirim Bunda Hadiah, bab nya lebih panjang banget.. biar bunda semngat πŸ’ͺ nulis😘


@Dukung terus Bunda dengan cara...


πŸ’œlike


πŸ’œvote


πŸ’œgift


πŸ’œkomen


@bersambung......πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


'

__ADS_1


__ADS_2