ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
S.3 Rahasia Vano dan Vana


__ADS_3

"Tapi kak! kita kan anak-anak mommy dan Daddy, pasti kecerdasan mereka menurun pada kita." muehehehe... Vana terkekeh.


"Dek! berjanji lah, kita rahasiakan flashdisk ini, Kaka akan mencaritahu tentang Emas batangan itu, dan siapa pemiliknya. Apa tujuan mereka membunuh satu desa."


"Baik kak! tapi untuk apa kakak melakukan ini?!


"Untuk mencari keadilan bagi mereka yang sudah di tindas dan diperlakukan dengan semena-mena, bahkan nyawa mereka sudah tidak berharga sama sekali, membunuh satu desa demi sebuah harta Karun! gertak Vano merasa geram setelah menonton video itu.


"Jadi Kakak ingin jadi pahlawan?


"Bukan pahlawan Dek, demi kemanusiaan."


"Kakak ini jangan mengambil resiko dengan hidup kakak! bagaimana seandainya kakak berbuat nekad dan membahayakan nyawa kakak, pikirkan itu kak!"


"Haii,, kakak mu tidak lah bodoh! bukan dengan cara fisik melawan mereka, tapi dengan ini!" vano menunjuk dahinya "Otak kakak yang bekerja."


"Maksud nya? Vana mengeryitkan keningnya.


"Sebelumnya kita harus banyak bersyukur telah di berikan benih dari seorang Pria bernama Reno Mahesa dan di lahirkan seorang wanita cantik bernama Delena Sanjaya yang berhati malaikat, Ia selalu menjaga dan menyayangi kita tanpa batas."


"Lalu apa hubungannya dengan Daddy dan Mommy."


"Kau ini! tentu saja ada hubungannya. karena kita terlahir dari kedua orang tua yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Daddy selain cerdas mampu menguasai ilmu bela diri yang mempuni. Bahkan penguasa dengan julukan Macam Asia, hingga tidak tergeser sampai sekarang. Ibu juga wanita yang cerdas dan Inner beauty, dibalik lemah lembutnya iapun memiliki ilmu bela diri, seekor kucing manis akan menjadi harimau bila kesayangan nya di usik, begitu sifat Mommy. walau sifatnya perasa dan mudah tersentuh."


"Memang Mommy dan Daddy sangat serasi, bahkan masih terlihat cantik dan tampan di usianya yang tak lagi muda. Bahkan aku sangat mengidolakan Daddy, ia sangat menyayangi kita berdua dan Mommy, tapi bila ada yang menyakiti kita, tak segan Daddy akan menghukum orang-orang itu." Vana tersenyum sambil membayangkan sosok seorang pria "Sudah besar nanti, aku akan mencari pendamping seperti Daddy, yang selalu mesra pada Mommy." muehehehe... Vana terkekeh.


"Hussszzz... masih kecil pikirannya sudah pengin cari pendamping, sekolah dulu yang bener!" gerutu Vano yang sangat berbeda sifat dengan adik kembarnya. Vano yang dingin dan tegas seperti Daddynya, dan Vana yang lembut, hambel dan kadang suka becanda, mirip dengan Mommy nya. Dua karakter yang berbeda tapi bisa saling mengimbangi.


"Jadi rencana kakak apa?!


"Kaka akan memecahkan teka-teki dalam Vidio itu dan mengetahui identitas Pria itu, agar kakak bisa meretas sistem operasi mereka yang sedang berjalan.


"Apa kakak mampu? sepertinya itu sangat sulit."


"Jangan meremehkan kakak mu, buktinya Perusahaan Daddy hampir di bobol orang yang tak bertanggung jawab, karena ada orang yang merusak sistem dan menjatuhkan perusahaan Daddy, tanpa Daddy ketahui aku yang sudah menyerang balik memberikan virus dan merusak sistem mereka."


"Kenapa kakak tidak jujur saja sama Daddy, kalau kakak lah yang sudah menyerang balik dan memberikan virus pada penjahat itu! sampai sekarang Daddy dan Om Frans masih mencari orang yang telah menolong perusahaan Daddy dan akan diberikan imbalan."


"Kakak harap ini akan menjadi rahasia kita berdua, berjanjilah! jangan pernah cerita apapun pada Mommy dan Daddy kalau selama ini anak kandungnya yang sudah membantu membuat sistem kekebalan pada perusahaan, karena banyak orang jahat yang ingin menghancurkan perusahaan Daddy dari dalam."


Vana menghela nafas panjang "Baiklah kak! tapi.. kalau suatu saat Daddy tau sendiri, kalau selama ini Kaka yang sudah membantu membuat sistem kekebalan perusahaan Daddy dari belakang, bagaimana?


"Ya mau bagaimana lagi? harus terima nasib." ucapnya pasrah seraya mengangkat pundaknya.

__ADS_1


"Ya sudah, ini sudah jam satu. Lebih baik kita tidur, dan jangan telat bangun, biar Mommy tidak curiga."


"Oke kak, selamat malam!"


Selesai merapikan laptop, Vano beranjak dari ranjang Vana dan berjalan keluar menuju kamarnya.


❣️❣️❣️


Seperti biasa, pagi itu aktifitas Delena untuk mengurus suami dan anak-anaknya akan tetap ia lakukan, melakukan semuanya sendiri. Tidak serta-merta di serahkan pada pelayan, mereka hanya membantu seperlunya saja.


Selesai beraktivitas di dalam dapur, Delena membangunkan suami dan si kembar. Mbak sari menaruh hidangan yang Delena buat ke meja makan, Mba Amy mencuci perabotan bekas memasak.


Delena masuk kedalam kamar anak kembarnya. "Vana, ayo bangun sayang. Hari ini kita akan mendaftar ke sekolah." imbuhnya seraya mencium kening anaknya.


"Oke Mom!


Kini Delena masuk kedalam kamar Vano, membangunkan putra kesayangannya. "Vano sayang, yuk bangun. Hari ini kita akan mendaftarkan sekolah kalian berdua."


"Vano, panggilnya lagi, karena ia tak bergeming sama sekali. "Vano, come on..." menepuk-nepuk pipinya lembut "Jam berapa kau tidur? pasti kebanyakan main game."


"Yes Mom!


"Hemm.. akhirnya bangun juga, ayo cepat mandi, kita sarapan bersama." mencium kening Vano, Sebelum beranjak dari kamar.


JGLEK


"Sayang..." Delena mencium kening suaminya lembut "Bangun, mandi dan sarapan. oke..."


"Bluk! Reno menarik istrinya kedalam pelukannya dan menciumi ceruk lehernya. "Mas, sudah geli.." Delena terkekeh, tapi suami bucin-nya tidak mau melepaskan begitu saja. ia terus memainkan bibirnya ke ceruk leher dan membuat Kissmark disana, bagai candu setiap harinya.


"Sayang jangan seperti ini, bagaimana bila anak mu melihat? kau tahu bagaimana Vana protes "Leher Mommy di gigit vampir."


"Buahahahaha... mendengar cerita istrinya Reno malah terbahak "Pasti Vana berfikir yang gigit Mommy nya vampir tampan."


"Ish, ge'er.." cibir Delena dan mendorong tubuh suaminya "Ayo Mas mandi, jam sembilan aku akan antar anak-anak mendaftar sekolahnya."


"Dimana kau akan mendaftarkan anak-anak sekolah." kini Reno sudah melepas pelukannya, bersiap untuk mandi.


"Tentu saja di sekolah favorit, sekolah internasional yang memiliki fasilitas dan keamanan yang baik."


"Aku Percayakan anak-anak padamu." Cup! mencium pipi istrinya dan masuk kedalam kamar mandi.


Usai mandi, Delena mengancingkan satu persatu baju kemeja suaminya, ritual terakhir memakaikan dasi dan jas kebesaran Reno. Jam rolex limited edition selalu melingkar di pergelangan tangan kiri Reno. Mereka turun bersama kerungan makan.

__ADS_1


Delena dan Reno tersenyum sumringah, saat di meja makan melihat pemandangan indah, kedua anak kembarnya sudah duduk manis di meja makan.


"Good morning my dear children." sapa Reno


"Morning, Mom, Ded! sapa mereka berdua kompak.


Reno mengambil posisi duduk di tengah.


"Vano, dimana Oma? apa Oma belum kemari?


"Belum Mom, pagi ini belum melihat Oma."


"Ya sudah, Mommy panggilkan Oma dulu" Delena berjalan ke kamar Helena.


"Hari ini kalian akan pergi ke sekolah baru. Daddy harap kalian harus kompak dan menjadi anak baik, serta berprestasi di sekolah."


"Oke Ded! percayalah pada kami berdua, kak Vano dan Vana selalu membuat Daddy dan Mommy bangga, bukan?" kak Vano selalu menjadi juara kelas berturut-turut setiap tahun sampai duduk di kelas enam. dan Vana yang juara kelas ke-duanya"


Reno tersenyum bangga "Tentu saja percaya, karena anak Daddy semua cerdas dan baik."


Delena sudah berada di meja makan dan duduk disamping vana.


"Di mana Oma? tanya Reno, seraya mengigit sandwich dan mengunyahnya pelan.


"Oma sedang tidak enak badan, tadi aku sudah suruh Mba Amy membuat kan bubur untuk Ibu."


"Ayo kita mulai makan." Delena mengambil menu favorit.


Kini mereka berempat menikmatinya sarapan pagi bersama. Selesai makan, kebiasaan Reno saat mau berangkat kerja, selalu mencium kening Delena dan kedua pipi anaknya, mereka bertiga akan mencium punggung tangan Suami dan Ayah hebatnya.


Mereka kelurga yang harmonis bukan?😍


❣️


❣️


❣️


❣️BERSAMBUNG.....


Yuk ikuti Novel Author yang lainnya, tak kalah seru dan bikin baperrrrr "TUAN JENDERAL CINTAI AKU"


__ADS_1


__ADS_2