ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Pembelaan.


__ADS_3

"Aku baru tau loh kalau Asisten frans punya hubungan dengan Nona muda?"


"Sangat jarang, gadis cantik, kaya, terhormat dan punya kedudukan tinggi sekelas Nona muda, bisa jatuh cinta pada Asisten frans.


"Heh, kau merekam kejadian tadi, lebih baik di hapus jangan sampai viral, bila Presdir tau habis lah kalian."


"Apa yang sedang kalian lakukan disini! teriak seseorang. "Bubar semua! atau nama kalian akan aku catat sebagai tukang gosip, dan akan aku laporkan pada presdir! ancam Arneta yang sudah berdiri didepan mereka dengan kedua tangan melipat.


Tanpa banyak bicara mereka langsung membubarkan diri. Arneta tersenyum puas.


Frans bangun dengan susah payah, hatinya begitu sakit, perasaannya tidak karuan, dadanya begitu sesak. Ia berjalan gontai menuju ruangan Reno.


Didalam ruangan frans berdiri gontai didepan jendela glasses, pandangannya menatap luar jendela dengan tatapan kosong.


"Fanny aku sudah berusaha untuk bicara dengan Ayahmu, tapi aku ditolak, dari awal aku sudah tidak yakin dengan hubungan ini, ada jarak yang sangat jauh antara kau dan aku, kini aku sadar hanya benalu dalam kehidupanmu."


"Kau sudah dijodohkan oleh keluarga mu, tak seharusnya aku hadir dalam hidupmu." frans mengalihkan pandangan pada sebuah dinding, mengepal satu tangannya dan meninju tembok itu sekuat mungkin, terlihat luka memar di jemari tangan frans.


"Mengapa fanny? kau berbohong padaku! andai saja kau jujur dari awal, pasti aku akan menjauh dari mu!" Frans membiarkan air matanya jatuh begitu saja.


Frans berjalan ke meja kerja Reno, mengambil sebuah kertas putih dan menulis diatasnya. selesai menulis ia melipat surat itu dan dimasukkan kedalam amplop. Menaruh surat itu didalam laci.


"Maafkan aku Tuan, mungkin ini jalan yang terbaik untuk aku dan fanny, aku tidak peduli walau dianggap pengecut dan bodoh, semua ini aku lakukan karena cintaku pada fanny.


Frans membereskan berkas berkas surat diatas meja dan berjalan pergi meninggalkan ruangan itu. Frans terus melangkahkan kakinya menuju lift.


"Asisten Frans!


frans berhenti dan menoleh kebelakang.


"Anda mau kemana? tanya Arneta


"Aku mau pulang, ada urusan penting.


"Bukankah hari ini ada meeting?"


"Tolong kau batalkan meeting hari ini, besok saja dilanjutkan langsung dengan Tuan Reno."


Frans memutar tubuhnya, sebelum pergi ia berkata pada Arneta dengan tegas.


"Jangan pernah kau masuki ruangan Presdir, bila kau tidak ingin mendapat masalah!"


Frans meneruskan langkahnya menuju lift khusus, dan hilang dari pandangan saat tertutup pintu lift.


"Cih! dasar sombong, sudah pincang ditolak pula sama Ayah Presdir!" Arneta tergelak.


*****


Sore itu di luar mansion, Delena dan si kembar sedang bermain di danau bersama Reno dengan beralaskan tikar. vano dan vana sangat suka melihat bebek bermain dipinggir danau. Mereka berdua akan berteriak sambil bertepuk tangan. Mereka terlihat aktif dan menggemas kan. Kini usia si kembar sudah dua puluh bulan, empat bulan lagi sudah beranjak dua tahun. Delena dan Reno begitu antusias melihat perkembangan kedua anak kembarnya yang mulai aktif dan tidak bisa diam.


"Yank sudah sore ayo kita pulang!" ajak Reno.


"Iya Mas, sepertinya sudah mau mendung."


Mereka berempat pergi meninggalkan danau dengan menggendong satu persatu vano dan vana.


Didalam mansion si kembar diberikan pada baby sister masing-masing. Delena dan Reno berjalan kearah kamar.


"Yank Mas mau fitnes dulu ya." mencium kening istrinya.


"Iya mas, aku mau mandi dulu, udah gak sabar mau nyemplung ke bahtub tadi lihat danau pengen berenang." Delena terkekeh

__ADS_1


"Mau mas temenin yank? tersenyum licik


"Gak usah, bisa mandi sendiri ko, sana fitness gih! Delena mendorong tubuh kekar Reno keluar kamar.


Delena membuka pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi, setengah jam berendam ia keluar. Masih memakai jubah handuk dan menggulung rambutnya dengan handuk, ia mengambil sebuah ponsel karena ada banyak pesan masuk, ia membuka washpp dan melihat kiriman video tanpa nama, karena penasaran Delena membukanya. Mata Delena terbelalak sempurna melihat pertengkaran antara, frans, fanny dan Ayah mertuanya.


"Siapa yang mengirim vidio ini?"


Mata Delena berkaca-kaca melihat pertengkaran itu, ia berlari keluar kamar menuju lift ke lantai lima untuk menemui suaminya.


"Mas Reno!


Delena berseru saat sudah di depan pintu dan berjalan mendekati Reno. Reno menghentikan kegiatannya mengangkat barbel.


"Ada apa sayang? mengeryitkan keningnya.


"Mas lihat ini? Delena memberikan ponselnya pada Reno dan memperlihatkan sebuah rekaman vidio tadi pagi di kantornya.


"Ya Tuhan! kenapa jadi seperti ini? aku harus telpon papah!


"Jangan telpon Papa sekarang Mas, melihat pertengkaran dikantor sepertinya Papa sedang emosi, lebih baik kau datangi Papa bicarakan baik baik."


"Baiklah Mas mau mandi dulu."


"Sebentar, aku coba hubungi Frans, kenapa ia tidak menelpon aku ada masalah ini?"


Reno mencoba telpon Frans melalu ponsel Delena, tapi ponselnya malah tidak aktif.


"Kemana Frans, ponselnya tidak aktif!"


Reno dan Delena tampak panik, ia berjalan kearah lift menuju kamarnya.


"Tidak yank, ini urusan antara aku dan Ayahku, biar aku yang selesaikan masalah Frans dan fanny. Aku bertanggung jawab atas hubungan mereka."


Reno dan Delena menuruni anak tangga menuju teras, Reno masuk kedalam mobil dan meninggalkan mansion. Tiba di kediaman Ayahnya Reno bertemu Andini diruangan tamu.


"Reno!"


"Mah dimana Papah!"


"Kau pasti ingin membicarakan masalah Fanny dan Frans bukan?"


"Iya Mah! Papa harus tau hubungan Fanny dan frans sudah berjalan lama."


"Tapi Papah mu sudah tahu!"


"Vidio penolakan Papa pada frans sudah viral Mah, dan ini mencoreng nama besar kelurga Mahesa!"


"Apa..?! kau harus bertindak Reno, jangan biarkan keluarga kita tercemar dan nama ayahmu rusak, kasus ini bisa merusak bisnis keluarga kita, dan masa depan kita akan terancam."


"Mama tidak usah khawatir aku sedang mencari informasi tentang penyebaran Vidio itu, dan orang orang ku sudah bekerja keras untuk menghapusnya.


"Ya sudah temui ayahmu dan bicaralah baik-baik."


"Tapi bagaimana dengan Fanny Mah? mereka saling mencintai, aku kasihan pada Frans ia seorang pria baik dan bertanggung jawab."


"Mamapun menyukai sosok Frans, andai saja papamu belum menjodohkan fanny dengan Justin, Mama pasti menerima Frans."


"Ya sudah aku akan bicarakan pada Papa dulu."


Reno berjalan ke arah ruangan kerja Ramon, setelah mengetuk pintu ia masuk kedalam ruangan itu. Ia melihat ayahnya sedang duduk dikursi kerjanya sambil menghisap cerutu.

__ADS_1


"Malam pah! ucap Reno santun, sambil duduk di sofa.


"Apa yang ingin kau bicarakan Reno!


"Masalah tadi pagi di kantorku pah! Apa yang terjadi sampai Papa murka seperti itu, dan Frans memang sudah lama ada hubungan dengan Fanny!"


"Jadi kau sudah mengetahuinya?


"IYa, aku pikir itu wajar karena mereka saling menyukai, jadi salahnya dimana?


"Tentu saja salah! karena fanny sudah dijodohkan oleh Justin!


"Apa menurut Papa, Fanny akan bahagia? bila dijodohkan dengan orang yang tidak pernah ia cintai?"


"Jadi kau datang kesini untuk membela Frans dan menentang keputusan Papa!


"Aku tidak membela Frans Pah! aku hanya mengatakan kebenarannya kalau mereka saling mencintai!"


"Kenapa kau baru mengatakan sekarang?! setelah fanny akan dijodohkan oleh Justin teman sahabat Papa Brian, dan kakek mu juga sudah merestuinya.


"Karena frans merasa minder dengan keadaannya, tapi ia pernah bicara pada Reno pah! Setelah Frans berobat ke Korea untuk menyembuhkan kakinya, frans berjanji akan datang untuk melamar Fanny dan meminta restu kepada Papa!"


Ramon menarik nafas panjang dan dihempas kannya kasar "Tapi semua itu sudah terlambat Reno, Papa sudah menjodohkan Fanni dan Justin. dan keputusan ini tidak bisa dirubah lagi.


"Kenapa harus secepat itu Papa mengambil keputusan, tanpa bicara dulu kepada Fanny!"


"Papa sudah pernah bicara dengan Fanny Ren! bahkan didepan Mama mu, kami bertiga membicarakan perjodohan ini, dan fanny menyetujuinya."


"Papah tau bukan, kalau fanny anaknya suka labil, mungkin dia bicara begitu dalam keadaan tertekan."


"Cukup Reno! bentak Ramon dengan sorot mata tajam. "kau tidak usah membela adikmu lagi! Papa sudah lelah menghadapi adikmu yang membangkang! sudah banyak kesalahan dia di masalalu. Karena kebodohannya Fanny telah menghilangkan satu anak perusahaan yang sudah ku bangun dengan susah payah! sampai detik inipun belum kembali dan tidak jelas dimana keberadaan perusahaan itu sekarang! Aku tidak Ingin kau menentang keputusanku!


Ceklek!


Andini masuk kedalam ruangan itu dan melerai perdebatan antara anak dan Ayah.


"Sudah cukup perdebatan kalian, suara kalian sampai terdengar keluar ruangan."


Reno beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Andini. "Mah, sepertinya aku tidak bisa membujuk Papa, karena ucapan ku tidak pernah dianggap. Aku pamit pulang dulu."


"Reno, hati hati dijalan Nak, kau jangan terbawa emosi saat mengendarai mobil." ujar Andini prihatin.


"Iya Mah! Reno tersenyum tipis. "Selamat malam Mah, pah!"


Reno berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.


'


'


'


'


'


'


Bersambung.


@Ini sudah 1400 kata, sekarang mana dukungan kalian? bantu Author VOTE/GIFT, RATE BINTANG 5, SERTAKAN KOMENTAR POSITIF KALIAN.

__ADS_1


__ADS_2