
Baru sekali ini frans melihat Vano menangis histeris dan takut kehilangan Tommy. Frans ikut meneteskan airmata merasakan kesedihan apa yang dirasakan vano. Iapun sangat sedih bila harus kehilangan Tommy. Nanti apa yang akan ia katakan pada Siska dan ketiga anaknya bila Tommy menghilang. Frans menarik Vano dalam pelukan untuk memberikan ketenangan.
"Sabar Vano, percayakan pada para Ninja itu, ia tidak akan mengecewakan kita. Yakinlah Om Tommy pasti selamat." ucap Frans, mengusap punggung Vano yang masih sesenggukan.
Vano terus merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Om nya yang sudah seperti Ayahnya sendiri, Frans tahu Vano begitu dekat dan akrab dengan Tomy di bandingkan dirinya. Sifat Tomy yang penyayang dan bijak selalu jadi panutan banyak orang. Terlebih lagi Vano, setiap ada masalah, orang pertama yang dicarinya pasti Tomy daripada Reno ayahnya sendiri. Kadang Frans pernah mendengar keluhan Reno yang menganggap Vano lebih sayang pada Tomy ketimbang Ayah kandungnya.
Frans menoleh Arloji di pergelangan tangannya, jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. Tiba-tiba datang kelebatan Ninja bayangan, membungkuk tepat di depan Frans dan Vano.
"Watashitachi ga omo o mitsuketa omo Tommy! ( Tuan, kami sudah menemukan tuan Tommy)
Hontōni kare wa ima doko ni imasu ka (benarkah? dimana dia sekarang?)
Dari dalam tebing keluar beberapa Ninja bayangan, salah satu Ninja menggendong tubuh Tomy yang sudah tak berdaya, mereka membaringkannya diatas rumput.
"Om Tommy.....!!! teriak Vano berhambur memeluk tubuh Tomy yang penuh dengan banyak luka. "Om...bangun Om...." Vano mengguncang-guncang kan tubuh Tomy yang sudah kaku.
"Vano! secepatnya kita harus bawa Om Tomy kerumah sakit, sekarang!"
"Ayo Om!"
Para Ninja itu menggotong tubuh Tommy mengikuti langkah Frans dan vano menuju mobil. Vano membuka pintu mobil frans, Ninja itu membaringkan tubuh Tommy di jok belakang. Vano masuk kedalam mobil dan menjadikan pahanya untuk kepala Tomy.
Anata-tachi wa honbu ni isoide modotte anata no torakku o torinozokimasu ( kalian cepatlah kembali ke markas dan hilangkan jejak kalian) imbuh Frans berbicara di depan mobil.
"Junbi ga dekite imasu! (siap Tuan)
Baiku o katadzukete, utagawanaide, keisatsu ni koreha jikoda to omowa sete kudasai ( bereskan motor mereka, jangan sampai ada yang curiga, agar polisi menganggap ini sebuah kecelakaan."
"Junbi ga dekite imasu! (siap Tuan)
Selesai memberi perintah, Frans masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit. Sementara Vano masih terus terisak menatap wajah Tomy yang tidak sadarkan diri dalam pangkuannya.
"Om... jangan pergi... hiks... jangan tinggalkan Vano, Tante Siska, Zara, Aldo dan Aldi. Mereka masih membutuhkan Om Tommy! Hiks... airmata Vano jatuh di pipi Tommy yang tidak bergerak sama sekali.
Frans semakin panik dan terus melajukan mobilnya membelah jalanan raya ibu kota yang tampak lengang dan sepi.
Vano menggenggam erat tangan Tommy "Bertahan lah Om, ada Vano yang selalu menemani." bisiknya seraya menatap pilu wajah tampan yang terbujur kaku.
Satu jam kemudian mobil sudah berada di depan lobby rumah sakit. Frans keluar dari mobil dan berlari menemui para medis. Tak berapa lama Frans datang bersama tim medis, tubuh Tommy diangkat dan di taruh diatas bankar untuk di bawa kerungan unit gawat darurat (UGD).
"Tuan muda, tolong lepaskan tangan tuan Tommy, ia harus segera di periksa." Dokter Agung memperingati.
Dengan perasaan sedih Vano melepaskan tangan Tommy. Para medis membawa Tubuh Tommy masuk kedalam keruangan UGD.
Vano terduduk lemas di kursi tunggu bersama Frans. Tiba-tiba suara Reno mengagetkan keduanya.
"Son! apa yang terjadi? menatap lekat wajah anak kandungnya.
"Dad, I'm sorry it's all my fault ( Ayah ma'afkan aku, semua ini salahku) ucap Vano dengan wajah tertunduk.
Reno menarik nafas dalam-dalam "Kau tidak perlu merasa bersalah, Daddy sangat khawatir padamu juga keadaan Tommy. Lebih baik kau mandi dan beristirahat, lihat baju mu penuh bercak darah."
__ADS_1
"No Dad! aku mau disini menunggu Om Tom! bantah Vano.
"Vano! sejak kapan kau berani membatah Daddy? ucap Reno datar, yang tidak ingin ucapnya di bantah.
"Vano, apa yang dikatakan Daddy mu itu benar, kau harus bersihkan tubuhmu dulu, lalu istirahat." ucap Frans lembut.
Vano mengangguk "Dad! tolong jaga Om Tom! imbuh Vano lirih seraya mengusap airmatanya.
"Tentu saja son! kau tidak usah khawatir Daddy pasti akan menjaga Om Tom, mandilah dan beristirahat." Reno menarik Vano dalam pelukannya "Kenapa kau tidak pernah mau menghubungi Daddy? apa kau tidak pernah menganggap Daddy ada?
"No Dad! Vano hanya tidak ingin Daddy khawatir, apalagi Daddy sedang merawat Mommy." hiks...
"Anak baik! mengusap kepala Vano "Apa kau merasa sudah hebat jadi tidak butuh Daddy lagi?" tanya Reno, ia merasa bersalah.
Sekali lagi Vano gelengkan kepala "Sumpah demi apapun, Vano tidak ingin melihat Daddy dan Mommy bertambah sedih dan khawatir. Vano hanya ingin berusaha sendiri bukan berarti tidak menganggap Daddy lagi. i'm sorry Dad!"
"Kau tau Nak, kau adalah kebanggaan Daddy dan Mommy. kami semua sangat menyayangi mu, Daddy begitu sakit mendengar kau dan Tommy terluka, untung kau ikut bersama Om Tom! masih bisa menjaganya. Semoga Om Tom, bisa melewati semua ini."
"Semoga saja Dad!
"Sekarang bersihkan tubuhmu di ruangan khusus Keluarga kita. jangan masuk kamar Mommy dulu, ia belum tahu."
"Oke Dad! vano beranjak dari duduknya dan berjalan ke vaviliun khusus kelurganya.
"Frans! ceritakan semuanya padaku, jangan ada yang terlewatkan. kau tadi hanya kirm pesan."
"Baik kak, akan aku ceritakan semuanya." Frans mulai menceritakan dari awal Vano menelponnya dan melihat langsung kejadian yang mengerikan. Berkali-kali Reno menarik nafas, seakan terasa sesak.
"Siapa yang sudah menghubungi Ninja bayangan?"
Terdengar suara dering telepon dari ponsel milik Frans, dengan cepat Frans menarik ponsel dari saku celananya
"Dari Tante Siska? Frans menoleh kearah Reno meminta bantuan untuk menjawabnya. "Apa yang harus aku katakan, Kak? Sepertinya aku tidak tega untuk menjelaskan kepada Tante Siska. lebih baik kakak saja yang terima teleponnya." Frans memberikan ponselnya pada Reno yang juga terlihat tegang.
Reno menggeser tombol warna hijau dan terdengar suara Siska dari ujung telepon.
"Hallo Frans!
Aku Reno Tante!
"Reno? Bukankah kau sedang berada di rumah sakit menjaga Delena? Lalu kenapa ponsel Frans ada padamu?
"Iya Tante, kebetulan Frans juga ada bersamaku di rumah sakit, bagaimana kabar Tante?
"Sangat baik! Tante hanya ingin bertanya, apakah Frans sedang bersama Mas Tomy? sejak tadi aku menelponnya tidak ada jawaban."
Seketika dada Reno terasa ngilu dan sakit, mengingat Tommy mendapatkan musibah saat bersama vano "Tante, Tommy berada di rumah sakit bersama ku dan Frans." ucap Reno hati-hati.
"Kenapa mas Tomy masih berada di rumah sakit? bilang Ren, suruh secepatnya pulang, kasihan Aldo sedang demam. Ia tanyakan ayahnya terus."
Reno terdiam, matanya sudah berembun, apalagi setelah mendengar cerita dari frans. kalau Tommy masuk kedalam jurang, rasanya ia juga tak sanggup untuk berterus terang.
__ADS_1
"Hallo Ren, kenapa diam? mana Mas Tomy. Aku ingin bicara sebentar, kalau dia bersamamu."
"Tante yang kuat ya. Aku akan kirimkan orang untuk menjemput Tante di rumah?
"Untuk apa menjemput ku di jam segini? memangnya ada apa? coba Ren, Tante mau bicara dulu dengan mas Tomy."
"Sebenarnya Tomy..." Reno menjedah ucapannya, sebenarnya ia ragu untuk bicara jujur, ia takut Siska syok dan tak terima kenyataan.
"Kenapa dengan mas Tomy? terdengar suara Siska yang cemas.
"Tommy mendapatkan kecelakaan bersama Vano di dalam perjalanan arah pulang ke rumah Tante."
"Apa..? Mas Tommy kecelakaan? kau tidak bercanda bukan?" Reno.... katakan! apa yang sebenarnya sudah terjadi pada suamiku! terdengar suara jeritan dan tangisan Siska dari ujung telepon.
"Tante sabar tan... tenangkan diri Tante, Tomy sedang ditangani tim medis, aku dan Frans sedang menunggu di ruangan UGD."
"Hiks.. Mas Tomy.....!!! masih terdengar suara teriakan Siska. "Kalau begitu Tante akan kerumah sakit sekarang!
Tutt.. tutt.. tutt...
Siska memutuskan telpon.
Sementara Vano sedang berada di dalam kamar mandi, ia membersihkan tubuhnya dari noda darah. rasa perih dipunggungnya terasa sangat perih. Bahkan Vano tidak sempat menceritakan pada Daddynya dan Frans kalau punggangnya terluka kena belati. Vano membenamkan tubuhnya di dalam bahtub dan membiarkan tubuhnya terendam air hangat.
Mata Vano terpejam untuk menghilangkan rasa penat dalam dirinya. Dimasa mudanya begitu banyak peristiwa yang harus ia alami. Vano hanya bisa mengikuti proses dalam dirinya, menjadi seorang anak konglomerat, terhormat dan memiliki segalanya bukankah hal mudah, ia harus membayar mahal untuk hidupnya. kadang Vano pernah berfikir, andai ia terlahir dari keluarga sederhana dan biasa saja, pasti ia tidak akan hidup serumit ini, namun ia selalu bersyukur dilahirkan dari seorang ibu yang berhati malaikat. Didikan Ayahnya sejak kecil membuat Vano menjadi Pria kuat dan mandiri. Ia harus menjalani kehidupan yang sangat keras sebagai putra sang Macan Asia. kini Vano baru menyadari, betapa dulu Daddynya sangat bekerja keras tanpa bisa bermain bebas pada anak seusianya. Kini Vano bisa belajar dari pengalaman hidupnya dan kelak bisa mendewasakan dirinya.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, Vano terkejut dan membelalakkan matanya. Dengan terburu-buru ia mengambil jubah handuk dan membuka pintu.
Ceklek..
"Vano! cepatlah kerungan tuan Tommy, kau di tunggu disana! seru Dokter Agung yang sudah berdiri didepan kamar mandi.
"Ada apa dengan Om Tommy? terlihat raut wajah Vano yang ketakutan. Tanpa memakai pakaian dulu, Vano berlari kearah ruangan rawat inap Tomy yang sudah di pindahkan.
JEDER
Pintu kamar terbuka lebar, ia melihat semua orang sedang menangis di depan tubuh Tommy yang terlihat kaku dan tak berdaya. Dengan nafas tersengal dan tubuh gemetar, Vano berjalan masuk kedalam kamar Tommy.
😢😢😢
@Bunda sudah menuhi janji Bunda ya, Up dua episode. Seandainya terkirimnya malam atau besok berarti Nt sedang eror, karena teman Bunda banyak yang belum terkirim naskah nya sejak tadi siang.
@ kirim Bunda Hadiah, bab nya lebih panjang, biar bunda semngat 💪 nulis😘
@yuk terus dukung bunda dengan cara...
💜like
💜vote
💜gift
__ADS_1
💜komen
@bersambung......💃💃💃