
Mobil Reno meninggalkan Mansion menuju perkantoran miliknya, perjalanan sedikit macet hampir dua jam perjalanan mobil sampai di depan perkantoran 'Mahesa Group' Reno melangkahkan kakinya setelah keluar dari sebuah mobil sedan.
Ceo tampan itu berjalan pasti dengan langkah mantap, para bodyguard membungkuk memberi hormat, pintu kaca terbuka lebar saat sang Ceo berjalan masuk kedalam, karyawan di perusahaan Reno menatap takjub dengan penampilan Reno yang tidak berubah setelah ia memiliki dua anak kembar, penampilan cool dan macho menambah pesona seorang Ceo Reno Mahesa.
Reno masuk kedalam lift, ia melangkah menuju ruangannya setelah keluar dari lift.
"Pagi Presdir, selamat datang kembali" ucap Sekertaris Anita membungkuk memberi hormat.
"Anita siapkan kopi hitam ke ruangan ku"
"Baik Tuan"
Reno melangkah masuk kedalam ruangannya, ia menatap kesekeliling ruangan kerjanya "Tidak ada yang berubah, masih sama seperti lima bulan yang lalu" Reno mendudukkan tubuhnya di kursi Presdir dan membuka laptop didepannya.
"Ceklek!
Anita masuk dan berjalan kearah meja Reno, ia menaruh kopi hitam diatas meja. "Apa ingin aku pesankan untuk makan siang nanti Tuan"
"Tidak perlu, istriku sendiri yang akan datang membawakan makan siang"
"Baik tuan, permisi"
Reno mulai meneruskan pekerjaannya sambil menyeruput secangkir kopi hitam.
Bepppp... beeeppp...
Terdengar bunyi mesin intercom dimeja kerja Reno, ia menekan tombol itu.
"Tuts!
"Hallo Tuan, ada ibu Amanda Manager dari PT Internusa, ingin bertemu dengan Tuan"
Reno menoleh pada Arloji ditangannya "Baiklah sebelum makan siang ia bisa menemui ku sekarang"
"Baik Tuan terima kasih"
Sepuluh menit kemudian Anita mengetuk pintu, suara Reno mempersilakan untuk masuk.
"Ceklek!
"Tuan ibu Amanda sudah datang"
"Silahkan masuk"
Seorang wanita cantik bertubuh sintal berjalan masuk kedalam ruangan Reno bersama asisten nya, mereka duduk bersama setelah Reno mempersilakan untuk duduk.
"Ada yang bisa saya bantu Nona Amanda?"
__ADS_1
Amanda yang duduk bersebelahan dengan Reno duduk tegak membusungkan dadanya sambil meyilangkan satu kakinya, terlihat paha putih mulus Amanda yang begitu menggoda, Reno sudah paham maksud dari Amanda, apalagi kalau bukan untuk menggoda.
"Begini Tuan Reno" menyibak rambut panjang nya agar terlihat leher jenjang putih itu, "Aku di tugaskan oleh Presdir Alvaro untuk mengantarkan berkas ini, bila Tuan Reno setuju perjanjian kerjasama akan kita tandatangani"
"Aku harus pelajari dulu proposal Presdir Alvaro, tidak mungkin aku memutuskannya sekarang"
Anita datang membawa tiga cangkir teh manis dan menaruhnya diatas meja.
"Atau aku punya penawaran terbaik untuk Tuan Reno, 60 -- 40 bagaimna, plus bonus__ Amanda mendekatkan tubuhnya, Reno hanya diam dengan ekspresi dingin.
"Tak, tok, tak, tok,
Suara sepatu high heels terdengar nyaring di ruangan kerja Reno, siapa lagi kalau bukan ibu negara yang datang. Melihat pemandangan yang tak beres membuat Delena murka di bakar api cemburu.
"Ingat Delena jangan emosi, kau harus bermain cantik" bathin nya.
"Sayang, ada tamu ya...?! Delena berjalan mnghmpiri Reno yang masih terduduk, dan mencium pipinya, "Cup! ia menaruh rantang susun diatas meja.
Amanda yang melihat menatap bingung dengan wanita yang baru datang dan mencium seorang Presdir sambil membawa rantang makanan.
"Eheem,,! Reno berdehem.
"Sayang ini siapa? wow penampilan mu sungguh sexsi, kau mau bekerja apa mau ke diskotik? sindir Delena berdecak kagum sambil gelengkan kepala. Amanda terlihat kesal saat Delena menyindirnya.
"Client dari PT Adiguna, milik Tuan Alvaro, ingin mengajak kerjasama"
Delena mengambil proposal diatas meja "Boleh geser sedikit, jangan terlalu dekat duduk dengan yang sudah ada pemiliknya, nanti macan nya keluar kandang, serem kan ya" Amanda mengeser duduknya dengan wajah memerah, ia merasa dipermalukan oleh Delena.
Sumpah Reno hampir tertawa terbahak mendengar sindiran istrinya yang nyeleneh.
Delena membaca isi proposal itu "Hmmm... proposal ini sepertinya ada yang kurang, kenapa tidak ditambahkan keuntungan lebih banyak untuk kedua belah pihak"
"Maksud Nona? tanya Ananda bingung.
"Aku bukan orang bodoh Amanda, kau ingin mencari keuntungan sendiri dari perusahaan suamiku di belakang perusahaan mu sendiri"
Amanda terdiam dengan wajah tegang.
"Apa perusahaan mu kurang besar memberikan mu gajih bulanan, hingga ingin sabotase dari perusahaannya sendiri?
"Wah sejak kapan istriku jadi pintar begini?" bathin Reno tersenyum puas.
"Apa dengan hasil korupsi mu, kau ingin menambahkan buah dada mu agar terlihat montok? memancungkan hidung mu agar lebih lancip, meninggikan alis mu setinggi gunung semeru? dan membentuk bibirmu agar terlihat sensual..?!" Delena memonyongkan bibirnya. Reno beranjak dari duduknya dan berjalan kearah jendela, ia tertawa tanpa bersuara hanya tubuhnya yang terlihat terguncang.
"Cukup Nona! Amanda berdiri, "Anda sudah keterlaluan mrnghina aku, anda pikir saja sendri, wanita memang harus cantik agar bisa menghasilkan uang, kita kerja keras bukan hanya untuk urusan perut saja, tapi juga untuk kepentingan penampilan kita, agar bisa percaya diri didepan client!"
"Hebat perinsp hidup Nona Amanda, anda bukan hanya untuk mencari penghasilan saja tapi juga ingin menjerat kaum pria berkelas agar bisa keluar uang bukan?! tapi maaf Anda salah orang datang ke Perusahaan Tuan Reno Mahesa, ia tidak tergoda sedikitpun dengan wanita murahan yang ingin menjual dirinya sendiri, kasihan sekali perusahaan yang menjadikan anda seseorang manager!"
__ADS_1
"Aku tidak ada urusan dengan Nona, tapi dengan Tuan Reno!"
"Ohh ya.. ucapan ku adalah ucapan Tuan Reno, sekarang aku putuskan tidak menerima kerjasama dengan perusahaan Tuan Alvaro"
"Apa,,?! Amanda menatap tajam wajah Delena, yang disambut senyuman manis Delena, "Anda tau bukan jalan keluar pintu ini?!"
Tanpa banyak basa-basi Amanda dan Asisten nya keluar dari ruangan Reno dengan perasaan kesal. Delena berjalan kearah jendela dan memeluk tubuh kekar suaminya dari belakang.
"Sayang, apa yang sedang kau pikirkan?"
Reno memutar tubuhnya dan lngsung terbahak. "Apanya yang lucu mas?" menatap bingung wajah suaminya yang terus terbahak.
"Hahahaha,,,. aku bangga pada istriku" Reno memeluk tubuh Delena erat dan menciuminya berkali-kali "Rasanya aku ingin selalu ditemani kerja oleh istriku, biar tidak ada lagi wanita model Amanda"
"Ish wanita penggoda model Amanda itu memang harus gituan Mas biar dia sadar! ingin mencari jalan pintas, lihat saja wajah dan body nya gak ada yang asli, semua palsu, tidak mensyukuri nikmat Tuhan!" gerutu Delena sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iya sayang, aku bahagia dan sangat bersyukur kau kembali lagi, kini hidupku penuh warna" Reno tersenym lebar "Oiya mas udah lapar"
"Akupun bahagia sudah dikasih kesempatan kedua oleh Allah mas, dan tidak akan sia siakan kesempatan itu"
"Kau benar yank, aku semakin mencintai istriku" mencium kening Delena.
Delena menarik tangan Reno dan berjalan ke sofa, mereka mendudukan tubuhnya disofa, Delena membuka rantang yang ia bawa.
"Ini semua aku yang masak mas, sekarang biar aku yang suapin ya"
"Kau juga harus makan yank"
"Aku akan makan setelah suamiku makan"
"Ohhh Tuhan istriku semakin baik hati, senang rasanya di sayang istriku" Reno tidak hentinya terus memuji istrinya dalam semua hal.
'
'
'
'
'
'
'
BERSAMBUNG 😍
__ADS_1
@Frans dan Fanny episode besok ya🥰