
"Frans! mengambil foto Frans dan meremasnya sampai menjadi bulatan.
"Tidak akan aku biarkan kau kembali ke Jakarta! dulu kau adalah sahabat ku, tapi sekarang kau adalah musuhku! Justin menyeringai dengan ekspresi membunuh.
"Aku perintahkan padamu! kau suruh orang orang kita untuk berjaga di bandara. Jangan sampai Frans menginjak kan kakinya pulang ke Jakarta!
"Baik Tuan, kami akan terus pantau!
Masih di dalam ruangan Justin, tiba-tiba pintu dibuka kasar.
Brakk!
Justin berdiri didepan jendela kaca sambil menatap gedung perkantoran didepannya, Ia sedang telponan dengan seseorang. Tiba-tiba terdengar suara pintu di dobrak. ia terperanjat kaget seperti mendengar suara pintu di tendang. Justin memutar tubuhnya dan melihat Brian sudah berdiri didepan dengan ekspresi dingin.
"Papa! Justin tercengang. mematikan ponsel.
Brian mengangkat satu tangannya dan mendaratkan tamparan ke wajah anaknya.
PLAKK!
"Aaaawwww! Justin terpekik sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
"Papah! apa maksud Papa menampar wajahku!
kau pantas mendapatkan itu! bentak Brian. melototi anaknya.
"Maksud Papa spa? seru Justin tak terima. ia sebenarnya juga bingung dengan sikap Ayahnya yang tiba-tiba menampar wajahnya.
"Bisanya Kau menghamili anak gadis orang!
Justin mengeryitkan dahinya. Menatap dalam wajah Brian dengan ekspresi bingung. "Gadis mana yang Papa maksud!
"kau masih juga pura-pura bodoh! kau Pikir papa tidak tau semua kelakuanmu! seorang wanita bernama Shella baru saja menemui Papa di depan lobby utama. Saat Papa ingin masuk kedalam perkantoran ini! ia mengatakan kalau kau sudah menghamili anak haram' itu! mau taruh dimana wajah ku ini! bentak Brian
"Jadi Papa percaya begitu saja perkataan wanita itu! Bukan sekali ini saja Pah aku sering di jebak. sudah banyak wanita di luaran sana yang mengaku-ngaku kekasihku bahkan bilang di hamili."
"Darimana wanita itu tahu semua tentangmu, kalau dia tidak mengenal dirimu! kau dari dulu banyak bermain wanita. sudah berapa kali Papa bilang tinggalkan dunia malam mu! kembalilah ke jalan yang benar agar kau bisa menikahi Fanny!
Justin mendengus kasar "Shella brengsek kau, rupanya kau cari mati! geeutunya dalam hati.
"Sekarang kau urus wanita bernama Shella itu! jangan sampai kelurga Mahesa tahu dan berfikir yang bukan bukan tentang kau! mau ditaruh dimana wajahku di depan Remon!
"Baiklah pah! aku akan urus wanita itu Karena dia sudah mencemarkan nama baik ku!
Setelah puas Memaki Brian berbalik dan pergi meninggalkan Justin yang masih berdiri mematung.
"Aaahhkkkk! sial kau Shella! tidak akan aku biarkan kau menghancurkan diriku!
*******
Sementara di perkantoran milik Reno, ia duduk di sofa bersama Tommy sambil menikmati secangkir kopi hitam.
__ADS_1
"Bagaimana Tom, sudah kau selidiki usaha Paman Brian dan anaknya Justin."
"Aku sudah mendapatkan info tentang tuan Brian! Tommy menyerahkan sebuah file ke tangan Reno.
"Kau tau? Fanny begitu tertekan dengan perjodohan ini! Papa terlalu memaksakan kehendaknya tanpa memikirkan akibatnya. Fanny itu bukan anak kecil yang mudah diatur. Sifat kertas kepalanya sama persis kaya Papa, tidak ada yang mau mengalah."
"Bisa kau lihat dulu berkas berkasnya." Tommy mengingatkan.
Reno mulai membuka file ditangannya dan melihat semua aset milik Brian.
"Aku tidak bisa berkomentar apapun tentang Fanny dan Mas Ramon, tapi seandainya aku boleh berpendapat. Lebih baik batalkan saja perjodohan fanny dan Justin, karena sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik kedepannya. Tommy memberikan saran.
"Kau benar Tom, aku sependapat denganmu! mata Reno masih terus membaca berkas yang ia pegang.
"Tuan Brian memiliki aset banyak di Indonesia, selain perusahaan real estate dan property. Ia juga punya pabrik textile yang bekerjasama dengan Papa. Selain itu juga usaha kuliner yang di bangun bersama papa berkembang pesat di berbagai kota. tidak ada yang mencurigakan?
"Aku ada satu info lagi, mengenai anaknya. Justin memiliki Club' besar di daerah kemang. bahkan pemasok barang ilegal seperti minuman keras beralkohol dan senjata api yang ia jual bebas dengan orang tertentu."
"Apa? menjual senjata Api ilegal? Reno terkejut. "Apa Justin bekerjasama dengan mafia?
"Entahlah kalau ia bekerjasama dengan kelompok mafia, tapi senjata api itu ia pasok dari tiga Negara.
"Tidak! aku tidak akan biarkanlah Fanny menikah dengan Justin. apalagi setelah mengetahui Ia memiliki senjata api ilegal dan menjual minuman haram! Aku tidak ingin adik satu-satuku terjerumus ke dalam lembah Hitam. Fanny adik kandungku, aku harus melindunginya dan cukup aku saja yang menjadi seorang mafia!"
kalau gitu secepatnya kau berikan semua bukti-bukti itu pada Mas Ramon. Semoga mata hati Mas Ramon terbuka dan membatalkan perjodohan itu sebelum terlambat.
Reno mengangguk setuju "Baiklah masalah ini biar akan menjadi urusanku, aku yang akan berbicara dan meyakinkan Papa.
"Oiya, kudengar Frans akan pulang dalam minggu ini."
Dua orang Pria dewasa itu terus membahas masalah fanny sambil menyeruput kopi yang hampir dingin.
*****
Sudah tiga hari ini fanny tinggal di mansion bersama Delena dan Reno. Reno selalu memberikan pengawalan yang ketat pada adiknya. Bila berangkat kuliah sudah ada supir pribadi yang mengantar dan menjemput.
Rasa bosan membuat fanny stres saat berada di mansion Reno. ia seperti terpenjara dan hanya menghabiskan waktu membaca novel selesai pulang kuliah.
"Aku tidak bisa terus-terusan diam disini, aku mau pergi kerumah Anggie.Tapi kalau kak Reno tau pasti akan marah. Selama aku tinggal disini kak Reno selalu membuat peraturan ketat. kemanapun harus dikawal. Aku bukan anak kecil lagi yang harus diikuti kemana-mana! menyebalkan! gerutu fanny mengerucutkan bibirnya.
Fanny melihat jam di dinding "Masih jam Lima, biasanya kak Reno pulang jam enam sore. Aku akan bujuk kak Delena untuk membolehkan aku pergi kerumah Anggi.
.
Fanny beranjak dari Ayunan gantung yang berada di pinggir kolam renang. Ia masuk kedalam ruangan mencari keberadaan Delena.
"Kak!
"Kak Dena!
Ruangan rumah itu sangat besar, bilapun berteriak kurang terdengar. antara satu ruangan keruangan lainnya agak berjauhan.
__ADS_1
"Nona fanny cari Nyonya Delena? tanya seorang pelayan sopan.
"Iya dimana kak Dena?
"Sedang berada di dapur!
"Ok!
Fanny berjalan kearah dapur
"kak Dena! seru fanny saat sudah melihat punggung kakak iparnya.
"Fanny? menoleh kebelakang "Ada apa? kembali ke posisi semula sambil memotong sayuran.
"Kak! aku ingin kerumah teman sebentar ya!
"Iya! pinta tolong pak Tarno antarkan!
"Tidak! tidak usah mengantarkan aku kak.aku bisa mengemudikan sendiri!
"Tapi fanny, kakak tidak ijinkan kau keluar sendiri tanpa ada pengawasan"
"Kak Dena? kakakku yang cantik dan baik hati." Fanny mulai merayu dan bergelayut manja di pundak Delena. "Boleh ya, pliss! sebentar ajah, gak lama kok! sungguh aku sangat bosan disini!
'Tapi Kakak sudah diamanati oleh kak Reno, untuk menjagamu agar tidak keluar rumah. kecuali bila kau diantarkan dan di dampingi." ujar Delena memberi pengertian.
"Kak Sekali ini ajah kak, plis! masih terus merayu dengan ekspresi sedih sambil mengatupkan kedua tangannya.
Delena begitu tak tega melihat fanny yang terus memohon. "Baiklah, tapi ingat ya. Jam delapan malam kau sudah harus kembali."
"Oke kakak! mencium pipi Delena "Kak Dena memang kakak ipar yang terbaik." terkekeh.
Delena hanya tersenyum tipis. Fanny berjalan cepat menuju garasi mobil. Saat di teras Fanny meminta pada anak buah Reno agar tidak mengikutinya. Setelah berbicara ia masuk kedalam mobil meninggalkan mansion.
Fanny terus melajukan mobilnya, setengah jam sudah berlalu saat berada di jalan raya. ia melihat dari kaca spion seperti ada yang membuntuti mobilnya.
"Seperti ada yang mengikutiku? apa anak buah kak Reno? tapi sepertinya bukan, aku tau semua mobil kak Reno yang berada di garasi.
"Lebih baik ku percepat saja lajunya!
Fanny melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mobil dibelakangnya terus mengikuti kemana fanny pergi, ia sedikit panik.
Tiba-tiba "BRAKK! belakang mobil fanny di hantam.
'
'
'
'
__ADS_1
'
@Bersambung.....